Oleh; Syafruddin Yusuf, Asahan


Tarian ini merupakan hasil perpaduan gerak antara tarian Portugis dan Melayu Serdang. Pengaruh Portugis tersebut dapat dilihat pada keindahan gerak tarinya dan dinamikan irama musik pengiringnya.

 Seni Budaya Portugis memang mempengaruhi bangsa Melayu, terlihat dari gerak tari tradisionalnya dan irama musik tari yang dinamis, dapat kita lihat dari tarian Serampang XII yang iramanya tari lagu dua. Namun kecepatannya (2/4) digandakan, gerakan kaki yang melompat-lompat dan lenggok badan serta tangan yang lincah persis seperti tarian Portugis.
 “Sebagai seorang penari tentu saya takjub dengan adanya kaitan budaya antara kedua negara ini, dan sebagai puteri Melayu Serdang, dalam khayalan saya bayangkan ketika guru Sauti menari di hadapan Sultan Sulaiman di Istana Kota Galuh Perbaungan. Sungguh betapa cerdas beliau dengan imajinasinya menggabungkan gerak tari Portugis dan Melayu Serdang, sehingga tercipta tari Serampang XII yang terkenal di seluruh dunia itu,” ujar Yus Chan.
 Keberadaan Tari Serampang Duabelas yang semakin mendunia ternyata memantik kegelisahan sebagian masyarakat Serdang Bedagai pada khususnya, dan Sumatra Utara pada umumnya. Kekhawatiran tersebut muncul karena persebaran Tari Serampang Duabelas ke berbagai daerah dan negara tidak diimbangi dengan transformasi kualitasnya. Artinya, transformasi Tari Serampang Duabelas terjadi hanya pada bentuknya saja, bukan kepada tekniknya.

 Menurut Jose Rizal Firdaus (Kompas, 1 Juli 2008), salah satu yang mengkhawatirkan dari perkembangan Tari Serampang Duabelas adalah pendangkalan dalam hal teknik menari. Hal ini disebabkan oleh orang-orang dari luar daerah Deli Serdang yang memainkan tarian ini tidak didukung oleh penguasaan terhadap teknik yang benar. Akibatnya, terjadi pergeseran teknik tari dari aslinya.
 Selain itu, minimnya kepedulian generasi muda terhadap Tari Serampang Duabelas. Meluasnya persebaran tarian ini ke berbagai daerah ternyata tidak diimbangi dengan meningkatnya kecintaan generasi muda Serdang Bedagai terhadap tarian ini. Kondisi ini tidak saja dapat menyebabkan Tari Serampang Duabelas hilang karena tidak ada penerusnya, tapi juga bisa hilang karena diklaim oleh pihak lain.

 Kedua fenomena tersebut harus disikapi secara cepat dan tepat agar Tari Serampang Duabelas tidak saja lestari, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Serdang Bedagai pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Sedikitnya ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan Tari Serampang Duabelas. Pertama, menjadikan Tari Serampang Duabelassebagai aset daerah. Artinya, pemerintah harus melakukan proteksi agar tarian ini tidak diklaim oleh pihak lain, yaitu dengan mematenkan hak ciptanya.
Kedua, mendekatkan Tari Serampang Duabelas kepada anak-anak dan remaja. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai salah satu materi pengajaran muatan lokal. Dengan menjadikan Tari Serampang Duabelas sebagai materi muatan lokal, maka anak-anak sejak dini diajarkan untuk mengetahui sejarah keberadaannya dan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalam setiap geraknya. Dengan cara ini, maka kita telah berusaha menanamkan kepada generasi muda rasa cinta, bangga, dan rasa memiliki terhadap Tari Serampang Duabelas.  
Ketiga, menyelenggarakan perlombaan rutin Tari Serampang Duabelas. Menyelenggarakan perlombaan tari artinya mencari orang yang mempunyai kemampuan terbaik dalam menari. Dalam perlombaan, hanya yang terbaiklah yang akan menjadi juara. Untuk menjadi yang terbaik, setiap orang harus belajar dengan sungguh-sungguh agar mempunyai kemampuan menari yang lebih baik dari orang lain. Melalui strategi ini, setiap orang secara halus “dipaksa” untuk mempelajari Tari Serampang Duabelas secara baik dan benar. Jika cara ini berjalan, maka ada dua hal yang dicapai sekaligus, yaitu lestarinyaTari Serampang Duabelas pada satu sisi, dan terjaganya kualitas teknik Tari Serampang Duabelas pada sisi yang lain.
 Keempat, memberikan jaminan kesejahteraan hidup para pelestarinya. Para stake holder, khususnya pemerintah, perlu membuat terobosan agar para pelestari Tari Serampang Duabelas, dan juga para pelestari warisan budaya lainnya, dapat hidup secara salayak. Para pelestari kebudayaan kebudayaan tentu akan terus bekerja dan mengabdikan hidupnya untuk melestarikan warisan budaya jika apa yang dilakukan tidak saja secara normatif menjaga kelestarian budaya, tetapi juga secara praktis menjadi penopang keberlangsungan hidupnya. Seringkali warisan budaya dibiarkan terlantar karena “tidak memberikan” manfaat kepada pemiliknya. (***)



MADINA - Untuk kesekian kalinya Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) bekerja sama dengan Polres Mandailing Natal (Madina) menemukan ladang ganja di Tor Sihite. Kali ini, Selasa (29/3), ladang ganja yang ditemukan polisi seluas empat hektare yang ditanami ribuan batang ganja siap panen.

Operasi ini dipimpin langsung Direktur Narkoba Poldasu, Kombes Pol Drs Reynhard SP Silitonga SH bersama Kapolres Madina AKBP Andry Setiawan SIK. Operasi yang melibatkan tim dari semua satuan yang ada di Polres Madina bersama tim dari Direktorat Narkoba Polda Sumut berangkat dari Mako Polres Madina Selasa pagi sekira pukul 05.00 WIB, personil kembali pulang ke Mako Polres pada Selasa malam pukul 21.00 WIB.
Seluruh personil yang ikut dalam tim ini menelusuri bukit Tor Sihite yang dikenal sejak lama sebagai ladang ganja. Tepatnya di Tor Sihite yang masih masuk dalam kawan Desa Rao-rao Dolok Kecamatan Tambangan dan berbatasan dengan Panyabungan Timur, personil menemukan ladang ganja seluas empat hektare.
"Setelah dilakukan penyisiran di lokasi, kami menemukan ladang ganja seluas empat hektare yang ditanami ribuan batang ganja, barang bukti telah dimusnahkan di TKP dan sebagian dibawa sebagai sampel guna pengembangan lebih lanjut," sebut Kapolres Madina AKBP Andry kepada Metro Tabagsel, Rabu (30/3)
Andry mengungkapkan, operasi ini merupakan hasil pengembangan kasus narkoba sebelumnya yang ditangani oleh penyidik atas nama tersangka Arsan Batubara, dilanjutkan dengan penyelidikan hingga dilakukan operasi tersebut. "Ini adalah hasil pengembangan kasus sebelumnya atas tersangka Arsan Batubara," pungkasnya. (wan)


PALAS- Polsek Barumun kembali mengamankan bandar narkoba dan istri serta pemakai dari lapangan voli di tengah kebun karet Lingkungan IV Aek Salak Kelurahan Pasar Sibuhuan, Selasa (29/3) malam sekira pukul 23.00 WIB. 

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan 54 Amp ganja kering siap edar dan 2 jie sabu. Penggerebekan dipimpin langsung Kasat Narkoba AKP Muliadi bekerja sama dengan Polsek Barumun dipimpin Kanit Reskrim Ipda Zulkarnain Pohan.
Informasi awal diterima kasat narkoba yang sedang berada di Sibuhuan menghadiri penyuluhan narkoba yang dilaksanakan KNPI Palas di Aula SMKN1 Barumun. Di hari itu juga, Kasat bersama dua personil lainnya melakukan penggambaran lokasi.
Malamnya, kasat bersama personil melakukan pengintaian. Benar saja, di lokasi yang kerap dijadikan tempat transaksi narkoba ini mendapati Saiful Rizki alias Cipu (30), yang merupakan pemain lama. Selain Cipu, petugas juga mengamankan Rani (31), istri Cipu. Setelah dilakukan penggeledahan di lokasi, petugas menemukan 54 ganja kering siap edar dari tangan Cipu. Dan, dari tangan Rani petugas menemukan 2 jie sabu.  
Tidak itu saja, petugas juga mengamankan Sahrial (22) warga lingkungan V Banjar Keliling Pasar Sibuhuan, seorang pelanggan yang hendak membeli ganja. Saat itu, pelanggan remaja ini menghampiri petugas yang dikira pengedar. Lalu bertanya pada petugas untuk membeli. “Adong Latong (sebutan lain untuk ganja, red) bang,” kata petugas menirukan pelanggan ini.
Petugas yang tak dikenali pelanggan ini pun tak menyia-nyiakan kesempatan.
“Ada, sini lah,” kata petugas. Langsung saja petugas memborgolnya.
Selanjutnya ketiga tersangka dibawa ke Polsek Barumun berikut barang bukti lainnya berupa tiga unit kreta dan handpone. Tidak menunggu lama, malam itu juga Kasat bersama petugas langsung membawa ketiganya ke Polres Tapsel untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Diakui Kasat Narkoba, peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Palas cukup tinggi. “Bayangkan saja, bulan ini saja sudah ada 18 tersangka yang ditangkap dari lima kasus,” tegas AKP Muliadi yang saat penangkapan bergaya preman dan bersandal jepit. (tan)

Kasat Narkoba AKP Muliadi didampingi Kanit Reskrim Polsek Barumun Ipda Zulkarnain Pohan mengamankan dua pengedar dan satu pemakai serta barang bukti.




MEDAN-Tim forensik yang melakukan autopsi menemukan luka lebam di jasad Gabriel Wate, bayi yang diduga telah dibunuh ayahnya Sardian Junius Faomasiwate di Medan. Luka itu diduga akibat hantaman benda tumpul.


"Untuk sementara ini masih terlihat juga tanda-tanda kekerasannya. Meski jasad sudah membusuk, dari warnanya saja sudah terlihat tanda kekerasan," kata Dr Mistar Ritonga, Ketua Tim Forensik yang melakukan autopsi terhadap jasad Gabriel di Taman Pemakaman Umum (TPU) Jalan Tuasan/Jalan Dahlia, Medan, Rabu (30/3). 
Berdasarkan pemeriksaan luar pun ditemukan sejumlah lebam di tubuh bayi yang meninggal pada usia 6 hari itu.
"Lebam di kulit, di hidung, bibir bagian dalam kanan, kepala belakang, serta perut bagian belakang dan depan. Itu akibat terkena benda tumpul," jelas Mistar.
Seperti diberitakan, polisi bersama tim forensik membokar makam bayi laki-laki bernama Gabriel Wate di Taman Pemakaman Umum (TPU) Jalan Tuasan/Jalan Dahlia, Medan. Bayi itu diautopsi menyusul adanya laporan mengenai dugaan bayi itu tewas akibat dibunuh ayah kandungnya, Sardian Junius Faomasiwate (24).
Laporan dibuat ibu si bayi, Monica Sari Silaban (22). Perempuan ini curiga melihat kondisi Gabriel dan gelagat SJF (pasangannya tanpa menikah) sebelum bayi itu meninggal dunia.



*** Hamili 7 Wanita
Sardian Junius Faomasiwate (24) warga Jalan Durung, Gang Pinang No1 yang diduga membunuh bayi laki-lakinya dituding telah menghamili tujuh orang perempuan.
Keterangan itu disampaikan oleh istri Sardian, Monica Sari Silaban (22) saat ditemui tribun-medan.com di tempat pemakaman umum (TPU) nasrani Jalan Tuasan/Jalan Dahlia, Siderojo Hilir, Medan Tembung ketika proses pembongkaran makam bayinya berlangsung.
"Setelah diperkosa itu, disitulah saya tahu kalau suami saya ini sudah pernah menghamili tujuh perempuan. Saya pun tahunya dari teman saya," kata Monica, Selasa (29/3/2016) siang.
Menurut penuturan Monica, rekan wanitanya bermarga Sihombing pernah bercerita jika ia pernah dihamili oleh Sardian. Bahkan, korban-korban lainnya pernah menggugurkan kandungan atas perintah Sardian.
"Sudah banyak yang menggugurkan kandungannya gara-gara Sardian ini. Cuma saya yang enggak mau gugurkan kandungan," ungkap Monica.
Naasnya, setelah bayi lahir berusia enam hari, Sardian diduga membekap sang bayi hingga tewas. Bahkan, saat dibawa ke rumah sakit, hidung bayi sempat mengucurkan darah.
"Saya juga sudah melaporkan kasus ini ke Polresta Medan. Tapi suami saya itu belum ditangkap," katanya seraya menunjukkan surat bukti lapor STTLP/596/K/III/2016/SPKT Resta Medan.

(fad/smg)



teks foto
Ibu bayi yang dibunuh ayahnya membuat pengaduan ke kantor polisi.




Diciptakan Oleh Sauti



Oleh:  Syafruddin Yusuf, Asahan



Salah seorang budayawan Melayu Asahan, Yus Chan, mengingatkan generasi baru tentang pentingnya melestarikan Tari Serampang Dua Belas. Tarian tradisional ini seolah hanya tersohor dalam kisah-kisah, tapi mulai terlupa dalam praktek berkesenian maupun dalam kehidupan sehari-hari.
 Menurut Yus Chan, tari Serampang Dua Belas merupakan tarian tradisional Melayu yang berkembang di bawah Kesultanan Asahan dan Kesultanan Serdang. Tarian ini diciptakan oleh seniman Melayu bernama Sauti pada tahun 1940-an dan digubah ulang antara tahun 1950-1960. Sebelum bernama Serampang Duabelas, tarian ini bernama Tari Pulau Sari, sesuai dengan judul lagu yang mengiringi tarian ini, yaitu lagu Pulau Sari.
 Yus Chan mengisahkan, tari Serampang Duabelas berkisah tentang cinta suci dua anak manusia yang muncul sejak pandangan pertama dan diakhiri dengan pernikahan yang direstui oleh kedua orang tua sang dara dan teruna. Oleh karena menceritakan proses bertemunya dua hati, maka tarian ini biasanya dimainkan secara berpasangan, laki-laki dan perempuan.
 Namun pada awal perkembangannya, tarian ini hanya dibawakan laki-laki karena kondisi masyarakat pada waktu itu melarang perempuan tampil di depan umum, apalagi memperlihatkan lenggak-lenggok tubuhnya.
 Sesuai perkembangan zaman, setelah perempuan diperbolehkan memainkan tarian ini, ternyata berpengaruh positif terhadap dinamikan dan perkembangannya. Serampang Duabelas tidak hanya berkembang dan dikenal oleh masyarakat di wilayah Kesultanan Serdang, tetapi juga menyebar ke berbagai daerah di Indonesia seperti Riau, Jambi, Kalimantan, Sulawesi, bahkan sampai ke Maluku. Bahkan, tarian ini sering dipentaskan di manca negara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Hongkong.
 Menurut Yus Chan, ada dua alasan mengapa nama Tari Pulau Sari digantiSerampang DuabelasPertama, nama Pulau Sari kurang tepat karena tarian ini bertempo cepat (quick step). Nama tarian yang diawali kata “pulau” biasanya bertempo rumba,seperti Tari Pulau Kampai dan Tari Pulau Putri.
Sedangkan Tari Serampang Duabelas memiliki gerakan bertempo cepat sepertiTari Serampang Laut. Berdasarkan hal tersebut, Tari Pulau Sari lebih tepat disebut Tari Serampang Duabelas. Nama duabelas sendiri berarti tarian dengan gerakan tercepat di antara lagu yang bernama serampang. 
Kedua, penamaan Tari Serampang Duabelas merujuk pada ragam gerak tarinya yang berjumlah 12, yaitu: pertemuan pertama, cinta meresap, memendam cinta, menggila mabuk kepayang, isyarat tanda cinta, balasan isyarat, menduga, masih belum percaya, jawaban, pinang-meminang, mengantar pengantin, dan pertemuan kasih. (bersambung)




Semakin Menghilang Karena Kurang Diminati Generasi Muda

Oleh: Syafruddin Yusuf, Kisaran

Kini geliat kesenian senandung Tanjungbalai-Asahan itu nyaris punah. Seiring dengan waktu di mana para pesenandungnya telah banyak yang tiada, di samping banyak pula yang uzur termakan usia. Sementara para generasi muda yang tergolong dalam seniman seniman kota kerang enggan untuk menggeluti kesenian senandung Asahan ini. Bukan tidak mungkin pula pada saat nya nanti kesenian senandung Tanjungbalai-Asahan ini akan hilang ditelan zaman. Untuk menghidupkan kembali geliat kesenian senandung Tanjungbalai-Asahan ini memang di perlukan waktu yang cukup panjang, dan perlu adanya dukungan dari pemerintah.
 Setidaknya dukungan yang diberikan membentuk sanggar senandung Tanjungbalai-Asahan. Disanggar ini lah nantinya para pesenandung muda di latih sebagai pesenandung yang handal, yang nantinya dapat melestarikan kesenian tradisional senandung Asahan di kota Tanjungbalai. Menghidupkan kembali kesenian senandung Tanjungbalai-Asahan, sama seperti mengangkat batang terendam. Tanpa bantuan pemerintah mustahil rasanya kesenian senandung sebagai bahagian dari kearifan lokal, sulit untuk berkembang.
Pemerintahan di Asahan dan Tanjungbalai hendaknya secepatnya melisensi bahwa senandung Asahan. Agar kesenian senandung Asahan mendapatkan hak paten nya sebagai kesenian tradisional dari daerah tersebut. Hal ini perlu untuk dilakukan, agar jangan sampai seperti makanan kuliner gulai masam yang sudah di hak paten kan oleh Pemkab Batu Bara sebagai masakan kuliner tradisional Kabupaten Batu Bara. Padahal masakan gulai masam yang terkenal adalah gulai asamnya orang Tanjungbalai. Sampai sampai ada sebuah anekdot yang mengatakan “Tidak syah rasanya bila berkunjung ke Tanjungbalai kalau belum mencicipi masakan gulai asam orang Tanjungbalai.
Walaupun Senandung memakai nama Asahan di belakangnya. Akan tetapi ruang lingkup asal perkembangan kesenian senandung Asahan itu adalah di Kota Tanjungbalai. Karena pada waktu itu wilayah Tanjungbalai bersatu dengan wilayah Asahan. Maka untuk itu pemerintah kota Tanjungbalai perlu untuk melestarikannya.
Raja Kamal mencoba menyanyikan salah satu lirik lagu asal Tanjungbalai-Asahan yakitu:
"Bunga rampai dijual orang, harum semerbak kumbang melati. Tanjungbalai si kota kerang, kapankah tuan datang kemari."
Masih menurut Raja Kamal, selain itu Tanjungbalai-Asahan masih banyak memiliki lagu senandung pesisir. Salah satu pencipta dan memproduksinya ialah Djalaut Hutabarat atau lebih dikenal dengan nama Wak Uteh.
Banyak sudah album melayu yang diproduksinya. Lagu lagu yang diproduksi sebagian besar menyoroti latar kehidupan masyarakat Tanjungbalai. (***)





Liriknya Diyakini Mengandung Mistis


Saat ini hanya segelintir orang saja yang masih tahu syair syair yang di kumandangkan dalam kesenian senandung Asahan. Padahal di era tahun 1940 an hingga 1970 an, kesenian senandung Asahan yang penuh dengan kata-kata mistis yang sarat dengan nasehat-nasehat dan petuah sangat sering didengar.

Oleh: Syafruddin Yusuf, ASAHAN

Salah satu tokoh Melayu Asahan Raja Kamal mengatakan, di tahun 1940 an hingga  1970 an lantunan senandung Asahan sangat dikenal oleh masyarakat Asahan yang saat ini sudah terpecah menjadi dua kabupaten dan 1 kota yakni Kabupaten Asahan dan Kabupaten Batubara, serta Kota Tanjungbalai.
Pada saat itu bisa dikatakan seluruh anak-anak sangat menyenangi senandung Asahan. Ada satu senandung yang paling populer saat itu yakni Senandung Siar Mambang. Senandung ini diyakini memiliki lirik yang membawa mistis untuk pengobatan bagi orang yang sakit.
Biasanya sair ini di tingkahi pula dengan bunyi-bunyian alat musik seperti, biola, gendang rebab dan gong. Di samping sebagai hiburan pada setiap hajatan, seperti acara khitanan, maupun acara pernikahan, syair senandung Asahan ini juga sering di lantunkan pada acara pengobatan tradisonal yang lazim di sebut oleh orang Asahan sebagai pengobatan siar mambang.
Kesenian senandung Asahan ini sempat mengalami masa jayanya di sekitar tahun 50-an sampai dengan tahun 70-an. Di masa-masa ini kesenian senandung Asahan ini sampai terkenal di Sumatera Utara, bahkan sampai ke ibu kota Jakarta. Para pesenandung Asahan-Tanjungbalai sering di undang dalam acara acara serimonial oleh pemerintah provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah pusat. Bahkan di zaman Orde Baru ketika Sudharmono SH Wakil Presiden Republik Indonesia sebagai ketua partai Golkar, kesenian senandung Asahan dengan pesenandungnya alm Cik nasti (Cik Nasution) Penduduk Jalan Tiung Kelurahan Perwira Kecamatan Tanjungbalai Selatan pernah diundang untuk tampil di Istana Negara ketika Presiden Suharto sedang menjamu para tamunya yang datang dari luar negeri. Dan beberapa kali tampil di sasana budaya Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Walaupun pada tahun 1965, di saat pergolakan Gerakan 30 September (G30S) Partai Komunis Indonesia (PKI) kesenian senandung Asahan ini sempat surut, karena ada nya rasa ketakutan yang dirasakan oleh para pesenandung Asahan, di sebabkan adanya kesenian yang nyaris sama dengan senandung yakni, Sinandang produk lembaga Kebudayaan Rakya (Lekra) onderbau nya PKI. Namun pada tahun 70-an senandung Asahan kembali mengudara. Akan tetapi denyut nadi kehidupannya hanya sampai pada tahun 80-an. Dan sekarang kesenian sinandung Asahan ini nyaris sirna dan tidak terdengar lagi. Perkembangan kesenian senandung Asahan ini, berbeda dengan kesenian Qasidah, dan bordah yang sampai saat ini masih terdengar rentak suaranya. Setiap acara acara hajatan dan serimonila yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah kota Tanjungbalai, alunan merdu lagu lagu qasidah dan bordah masih tetap terdengar memecahkan kesunyian malam. Syair-syair lagu qasidah tidak berbeda jauh dengan syair-syair senandung Asahan. Jika senandung Asahan berbahasa daerah Asahan. Sementara qasidah dengan bahasa Arab. Namun inti dari syair-syair yang dilantunkan tetap pada koridor nasehat dan petuah-petuah dalam menjalani hidup dan kehidupan di dunia dan akhirat.
Bagi seorang pekasidah yang mahir, mereka diyakini dapat melakukan alih bahasa dsaar kasidah dari bahasa Arab kepada bahasa Melayu Asahan. S
Kesenian qasidah ini tidak hanya terdapat di daerah Tanjungbalai dan Asahan. Tapi dia tumbuh dan berkembang di pesisir Selat Malaka, seperti daerah Kabupaten Batu Bara, daerah Tanjung Ledong, Kualuh, Air hitam, Kampung Mesjid, Tanjung Pasir di Kabupaten Labuhanbatu Utara, dan di pesisir daerah Labuhan Bilik, Tanjung Sarang Elang, Negeri Lama, Aek Nabara di Kabupaten Labuhan Batu Induk, serta sampai ke Kota Pinang Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Karena pada awalnya kesenian qasidah ini berasal dari daerah Turki Bakhdat, dan berkembang di tanah Semenanjung Malaya (Malaysia).
Menurut Raja Kamal, masih bertahannya kesenian qasidah ini di sebabkan masih adanya para generasi muda yang mau mempelajari kesenian qasidah ini. Berbeda dengan kesenian senandung Asahan yang tidak mempunyai generasi penerusnya. Padahal senandung Asahan layak untuk di jual kepada masyarakat dalam konsteks hiburan. Kreasi baru kesenian senandung Asahan sama dengan kesenian kesenian tradisional lainnya yang ada di Indonesia. Senandung Asahan juga dapat untuk di modifikasi dan di beri kreasi baru. Sama seperti dengan seni tari. Karena kesenian senandung Asahan juga dapat diberi impropisasi, seperti yang dilakukan oleh seorang seniman nasional asal kota Tanjungbalai Sulaiman Sambas.
Raja Kamal mengatakan, Sulaiman Sambas mampu memberikan imprpisasi terhadap syair dalam senandung dengan menyisipkan syair puisi didalamnya. Sehingga menjadikan senandung berpuisi. Syair puisi yang di senandungkan oleh Sulaiman Sambas saat itu sungguh enak didengar telinga. Seperti Toet seniman Aceh ketika melantun kan puisi puisi dengan bahasa Gayo Aceh dengan berbagai impropisasinya. Syair syair puisi yang dikemas dengan impropisasi kemudian dilantunkan dengan gaya senandung Asahan seperti yang dilakukan oleh Sulaiman Sambas, tentu akan menjadi sebuah pertunjukan yang menarik. Entah kenapa seniman dari Asahan dan Kota Tanjungbalai serta Batubara tidak tertarik untuk melakukan impropisasi terhadap kesenian senandung Asahan ke arah yang lebih modern. Kesenian senandung Asahan pada awalnya di geluti oleh para orang orang tua yang tinggal di pesisir sungai Asahan. Kesenian senandung Asahan ini di awali sebagai alat untuk pelipur lara di waktu senggang setelah lelah bekerja. Pagi petani mengalumkan senandung Asahan ini untuk menumpahkan rasa bahagianya ketika melihat padi di sawahnya menguning. Sedang kan bagi nelayan Senandung dijadikan sebagai alat pelipur lara ketika hati dalam keadaan gundah gulana di tengah hasil tangkapan ikan yang minus. Dari kontradiksi inilah kesenian senandung Asahan berkembang sesuai dengan zaman nya. Tapi yang pasti syair senandung Asahan yang dilantunkan secara mendayu dayu itu tetap bercerita tentang nasehat dan petuah petuah bagi anak anak muda dalam menjalani kehidupan di dunia. (bersambung)


Gerebek Rumah Bandar Sabu

BINJAI- Nasib naas dialami Aiptu Julianto, anggota Opsnal Unit Reskrim Polsek Binjai Utara. Kepalanya mengalami luka robek usai dibacok oleh MSD alias Dede (29), yang merupakan desertir anggota TNI. Ironisnya, tindakan yang dilakukan oknum nakal ini terjadi saat petugas berupaya menangkap seorang terduga bandar sabu berinisial NG, Kamis (24/3) kemarin.
Informasi dihimpun di Mapolsek Binjai Utara, peristiwa pembacokan itu terjadi sekira pukul 15.15 wib. Mulanya Tim Opsnal Polsek Binjai Utara dipimpin Kanit Reskrim, Iptu Rudi Lapian, bermaksud menangkap terduga bandar sabu berinisial NG ini yang berada di Jalan Randu, Gang Amal, Lingkungan III, Pasar III Tandam, Kelurahan Jati Utomo, Kecamatan Binjai Utara.
Namun saat polisi tiba di kediaman NG, guna melakukan penyergapan. Tiba-tiba Pratu MSD, yang siduga juga berada tak jauh dari kediaman tersebut datang bersama rekannya Suyetno, (mengaku anggota BAIS), dengan mengendarai sepedamotor Yamaha RX King BK 5431 FJ, mereka berupaya menghalangi proses penangkapan.

Bahkan, disertir yang tercatat sebagai anggota Yonif 111/ Raider, Karang Baru, Aceh itu, nekat dan berhasil membawa lari NG dari belakang rumah ketika akan dibawa petugas. Menyikapi situasi itu, Kanit Reskrim Iptu Rudi Lapian berinisiatif menghubungi Dansub Binjai Kota, Unit Intelijen Kodim 0203/ Langkat, Serma Edward Zebua, guna melakukan operasi penangkapan gabungan.
Tim gabungan TNI dan Polri, ini akhirnya mengeledah kediaman NG. Nah, ketika rumah tersangka NG hendak digeledah, tidak disangka Pratu MSD kembali datang seorang diri, dengan membawa sebilah celurit. Seketika itu, Pratu MSD menyerang personel gabungan TNI-Polri menggunakan celurit dan kayu secara membabi buta.
Akibat penyerangan itu, salah seorang anggota Opsnal Polsek Binjai Utara, Aiptu Julianto, terluka di bagian kepala. Bahkan mobil yang dikendarai polisi ikut ringsek ditabrak sepedamotor pelaku. Beruntung luka yang dialami Aiptu Julianto, tidak terlalu parah.
Menyadari kejadian itu, personel Intelijen Kodim 0203/ Langkat, bersama Tim Opsnal Polsek Binjai Utara, segera melumpuhkan Pratu MSD. Setelah tidak berdaya, Pratu MSD kemudian dibawa personel TNI-Polri ke Mapolsek Binjai Utara.
Ketika diintrogasi terkait penyerangan yang dilakukan. MSD mengakui, kalau penyerangan yang dilakukanya dikarenakan rumah tersebut merupakan rumah salah satu familynya. "Mereka (petugas) coba takut-takuti rumah ibu saya. Siapa yang gak emosi, makanya saya datang sendiri," terang MSD, coba membela diri dengan nada terpatah-patah.
Setelah selesai diintrogasi, dengan disaksikan Kapolsek Binjai Utara, Kompol Mijer, Pratu MSD kemudian diamankan menuju Kantor Subden POM I/5-2 Kota Binjai. Bersamaan dengan itu, turut diamankan barang bukti pisau sangkur, celurit, kayu, dan sepedamotor Yamaha RX King BK 5431 FJ. Hingga kini Pratu MSD, masih ditahan dan menjalani pemeriksaan secara intensip.
"Pelaku penganiayaan sudah kita serahkan ke Sub Danpom Binjai. Kini kasusnya masih dalam proses pengembangan. Kita juga tengah mengejar NG, yang diduga sebagai bandar sabu-sabu dengan melakukan kembalik penyergapan dikediaman guna mencari barang bukti sabu di rumah sang bandar. Sayang, bandar sudah kabur dan tidak ditemukan sabu-sabu dari kediaman," tegas Kapolres Binjai AKBP Mulya Hakim Solichin Sik melalui Kasubag Humas Iptu Siswanto Ginting. (bam)




Airnya Jernih dan  Tenang



TANJUNGBALAI- Pemko Tanjungbalai diminta untuk menata sungai Asahan menjadi pusat pariwisata Kota Tanjungbalai. Tujuannya, agar lokasi wisata yang ditata tersebut bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke Tanjungbalai. Ada beberapa pulau di sepanjang aliran Sungai Asahan yang layak dijadikan sebagai objek wisata seperti Pulau Lebos, Basusen, Ulange, dan Tuan Taher.

“Wilayah Tanjungbalai berada di pinggir sungai dan pintu Selat Malaka, jadi sudah sewajarnya jika Pemko Tanjungbalai melakukan penataan terhadap Sungai Asahan sebagai lokasi wisata untuk mengundang wisatawan datang ke Tanjungbalai,” ujar Rahmat (43) seorang pengusaha asal Tanjungbalai yang kini menetap di Medan.
Menurut Rahmad, salah satu upaya untuk menarik minat wisatawan adalah dukungan infrastruktur yaitu dermaga wisata sehingga memudahkan wisatawan mancanegara langsung ke Tanjungbalai. Selain itu Wali Kota Tanjungbalai Syahrial dan Wakil Wali Kota Ismail diminta melakukan pembenahan Sungai Asahan dan beberapa pulau yang ada di sepanjang aliran sungai Asahan seperti Pulau Lebos, Basusen, Ulangge, dan Tuan Taher. Salah satu upaya yang bisa dilakukan wali kota adalah mengundang investor untuk menanamkan modalnya di beberapa pulau di sepanjang aliran sungai Asahan.
“Kita butuh dermaga wisata karena memang daerah sungai yang perlu ditelusuri dan menjadi andalan” tambah Rahmad.

Rahmad menambahkan, Sungai Asahan menjadi potensi pariwisata bagi Tanjungbalai karena selain airnya tenang alamnya juga indah. Selain itu terdapat belasan pulau kecil di tengah-tengah Sungai Asahan. Selain Sungai Asahan, potensi pariwisata lainnya yang dimiliki Tanjungbalai menurut Rahmad adalah budaya yang terus dipertahankan masyarakat seperti upacara pernikahan, upacara ayun anak, serta hasil kerajinan yang mulai berkembang.
Tanjungbalai berada pada posisi yang cukup strategis sebagai pintu gerbang laut yang menghubungkan langsung dengan Port Klang, Malaysia dengan jarak tempuh empat jam.
Adanya hubungan Port Klang-Tanjungbalai menjadikan wisatawan mancanegara dapat langsung mengunjungi Danau Toba tanpa melalui Medan. (ck5/syaf)






Dengan Modal Kecil, Bisa Untuk Lumayan

Kamu pasti sudah mengenal dan mungkin pernah makan telur asin. Telur asin yang biasa dibuat dari telur bebek ini memang rasanya sesuai namanya yaitu asin. Tapi dengan keterampilan dan ketekunan anda bisa membuat telur asin dengan berbagai resa seperti telur asin rasa cokelat, udang, mentega, cabai, bawang dan masih banyak lagi.


Dasar pembuatan telur asin ini sebenarnya adalah salah satu upaya untuk mengawetkan telur karena, telur memiliki daya tahan yang mudah rusak, baik secara alami maupun secara fisik. Padahal telur adalah salah satu sumber protein hewani yang sangat lezat, mudah dicerna dan bergizi tinggi.

Cara Membuat Telur Asin

*** Metode Basah

 

Metode basah ini cukup sederhana namun hasilnya telurnya cukup masir atau enak.
Bahan – bahan
  • Sediakan 10 hingga 40 telur bebek, gunakan telur yang sudah berusia lebih dari 2 hati agar hasilnya berkualitas.
  • Sediakan garam kurang lebih 500 gram saja, kamu juga bisa menggunakan garam kotak ataupun garam krosok.
  • Air bersih kurang lebih 2 liter.
  • Tempat kaca atau plastik dengan penutup rapat. Kamu juga bisa menggunakan ember bekas namun pastikan ember tersebut memiliki penutup.
Cara membuat

  1. Langkah pertama, rendamlah telur bebek ke dalam tempat yang berisi air. Pehatikan jika ada telur yang melayang maka kamu harus singkirkan, karena telur itu tidak layak untuk diolah.
  2. Selanjutnya, bersihkan kulit telur dengan cara digosok. Selain berfungsi untuk menghilangkan kotoran, cara ini juga berguna untuk membuka pori-pori yang ada pada telur.
  3. Setelah telur tadi bersih, tiriskanlah telur tadi dan simpan di dalam wadah.
  4. Langkah berikutnya, kamu harus buat larutan perendam berupan campuran air dan garam. Pelarutan ini bisa juga menggunakan air dingin. Jika kamu memakai air panas, maka sebaiknya tunggu hingga air larutan garam dingin sebelum digunakan.
  5. Setelah air garam siap, masukkan air tadi ke dalam wadah tempat kamu menyimpan telur yang telah dibersihkan. Nah, perhatikan larutan tadi merendam telur secara sempurna ya.
  6. Jika telurnya tidak terendam secara sempurna, kamu sebaiknya ambil kantong plastik dan isi dengan air.
  7. Selanjutnya gunakan kantong tadi untuk menimpa telur agar terendam secara sempurna, setelah itu tutup wadah dengan rapat.
  8. Perendaman dilakukan selama 12 hari, dengan waktu ini kamu sudah bisa mendapatkan telur asin yang masir. Namun ada juga orang merendam lebih dari 12 hari agar mendapatkan keawetan dan rasa asin yang enak. Sesuaikan saja dengan selera kamu ya.

*** Metode Kering

Cara ini juga tidak kalah enak dengan metode basah yuk simak.
Bahan-bahan


  • 10-20 buti telur dengan kualitas terbaik
  • 200 gram abu gosok
  • 800 gram bubuk bata merah
  • 1000 gram lumpur
  • 900 gram garam dapur
  • Air bersih sesuai kebutuhan
  • 1 buah ember plastik
  • 1 buah kuali tanah
  • Tampah dan alat pengaduk
  • Wadah atau tempat untuk menyimpan telur
Cara membuat
  1. Langkah pertama, cuci bersih telur tadi dan gosok kulitnya agar kotorannya hilang dan pori-pori yang ada di telur terbuka.
  2. Langkah selanjutnya kamu harus membuat adonan dengan mencampur lumpur dan garam dengan perbandingan 4:1.
  3. Kamu juga bisa membuat adonan tersebut dengan menggunakan abu gosok dan juga bubuk batu merah bersama dengan garam. Dengan perbandingan 2:2:3.
  4. Tambahkan sedikit air pada adonan, agar menyerupai pasta.
  5. Selanjutnya, bungkuslah telur dengan menggunakan adonan tadi, kira-kira dengan ketebalan 1 cm.
  6. Agar adonan tersebut tidak lepas dari kulit, kamu bisa membungkusnya kembali dengan plastik.
  7. Langkah selanjutnya, simpanlah telur tadi yang sudah dibungkus tersebut ke dalam kuali. Simpan selama kurang lebih 16 hari.
  8. Selanjutnya, panenlah telur dan buanglah adonan yang menempel pada kulitnya.
  9. Langkah terakhir kamu bisa rebus telur tadi hingga matang.
  10. Telur asin siap disantap.
Nah sudah siap tuh telur asinnya. Untuk membuat telur asin rasa cokelat anda hanya perlu menambahkan Bubuk coklat kental. Gunakan bubuk coklat asli dan mempunyai warna coklat yang pekat supaya aroma dan warna telur asin lebih menarik
 Semoga artikel ini bermanfaat dan kamu bisa mempraktekkannya serta dapat mengajarkannya lagi kepada teman-teman, saudara, sahabat dan lain-lain.




JAKARTA – Pemerintah sedang membuat aturan baru yang memberi kesempatan warga usia di atas 35 tahun bisa menjadi CPNS. Aturan batasan usia itu akan dituangkan di dalam Peraturan Pemerintah tentang Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), yang saat ini masih dalam pembahasan.



Kabid Penyiapan Perumusan Kebijakan Pengadaan SDM Aparatur, KemenPAN-RB, Supardiyana menjelaskan, salah satu pasal dalam RPP Manajemen ASN menyebutkan, pelamar CPNS dibatasi usia 40 tahun.
Hanya saja, lanjutnya, formasi yang disediakan untuk pelamar usia tersebut, khusus untuk jabatan-jabatan tertentu yang memang memerlukan tingkat pendidikan lumayan tinggi, misal dokter spesialis dan dosen dengan kualifikasi berijazah S3.
Dengan demikian, batasan usia maksimal 35 tahun tetap diterapkan untuk pelamar umum. Tapi, untuk jabatan-jabatan khusus, boleh di atas 35 tahun dengan usia maksimal 40 tahun.
"Batas usia pelamar umum memang 35 tahun. Tapi untuk pelamar‎ di jabatan tertentu, batas maksimalnya 40 tahun," ujar Supardiyana di Jakarta, kemarin (23/3).

Dia belum berani merinci formasi jabatan apa saja yang boleh diikuti warga usia di atas 35 tahun itu. Alasannya, saat ini Rancangan PP Manajemen ASN masih dalam pembahasan. Bahkan, lanjut dia, jenis-jenis jabatan yang boleh dilamar warga usia di atas 35 tahun, ditentukan oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
“Jabatan lainnya apa saya belum tahu karena presiden yang akan menetapkannya nanti. Yang pasti ada pasar membolehkan pelamar berusia di atas 35 tahun dan maksimal 40 tahun mendaftar," tandasnya.
Sementara, desakan mengenai pengangkatan menjadi CPNS kembali muncul. Jika sebelumnya desakan dari honorer kategori dua (k2) dan Bidan Desa PTT, terbaru dari tenaga harian lepas penyuluh pertanian (THLPP), yang jumlahnya mencapai sekitar 23 ribu orang.
Para pimpinan Forum ‎Komunikasi THLPP mendatanagi Kantor KemenPAN-RB, Selasa (22/3), untuk menagih janji pemerintah mengangkat mereka menjadi PNS.
Ketua Forum ‎Komunikasi THLPP Dedi Lafian mengatakan, pemerintah sudah pernah menjanjikan akan mengangkat mereka menjadi CPNS secara bertahap, yang dimulai April 2016.
"Sesuai pembicaraan Mentan dan MenPAN-RB, ada 10 ribuan tenaga penyuluh pertanian yang diangkat duluan pada April mendatang. Kami ke Kantor KemenPAN-RB untuk mengecek proses rekrutmennya," ujar Dedi Lafian.
"Kami hanya berpatokan pada janji dua menteri ini. Ini tinggal dua pekan lagi sudah Juli, kok belum ada tanda rekrutmen," ujarnya. (sam)

Anggaran Tak Ditampung di APBD 2016 
TANJUNGBALAI – Proyek lanjutan pembangunan revitalisasi Pasar Bahagia Kota Tanjungbalai tahun 2016 tidak bisa dilanjutkan. Pasalnya dana untuk melanjutkan pembangunan revitalisasi Pasar Bahagia yang sudah terbengkalai sejak tahun 2013 itu, tidak diakomodir dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tanjungbalai Tahun Anggaran 2016.


"Sebenarnya, kita sudah menyetujui permintaan izin prinsip pengalokasian anggaran yang diajukan oleh pihak eksekutif untuk melanjutkan revitalisasi pembangunan Pasar Bahagia itu hingga selesai dengan catatan, anggarannya diakomodir dalam APBD Tahun 2016. Akan tetapi, karena anggarannya ternyata tidak diakomodir dalam APBD tahun 2016, izin prinsif tersebut dengan sendirinya dan sudah kita cabut kembali," ujar Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungbalai Leiden Butar-Butar SE kepada koran ini, Selasa (22/3).
Menurut Leiden Butar-Butar, pada tahun anggaran 2015 lalu, pembangunan revitalisasi Pasar Bahagia itu seharusnya sudah selesai pada tanggal 20 Februari 2016 setelah diberikan pertambahan waktu menyelesaikan pekerjaan. Akan tetapi, karena terjadi kesalahan teknis menyebabkan kegiatan pembangunan revitalisasi Pasar Bahagia tidak dapat diselesaikan sampai batas waktu tersebut.
"Sebenarnya, pada tanggal 2 Februari 2016 lalu, mantan Wali Kota Tanjungbalai Dr H Thamrin Munthe MHum telah mengajukan surat permohonan izin prinsif untuk tetap dapat melanjutkan kegiatan pembangunan revitalisasi Pasar Bahagia, tanpa pemutusan kontrak. Menimbang hal itu adalah untuk kepentingan masyarakat, maka pada tanggal 3 Februari 2016, kita telah menyetujui permohonan izin prinsif dengan beberapa syarat antara lain, anggarannya harus diakomodir dalam APBD 2016,” katanya.
Ternyata, dalam APBD 2016 yang baru-baru telah disahkan oleh DPRD, anggaran untuk lanjutan pembangunan revitalisasi Pasar Bahagia itu tidak diakomodir oleh pihak eksekutif. Maka, karena tidak sesuai dengan syarat yang telah disampaikan DPRD, maka izin prinsif untuk tetap mendahulukan pembangunan revitalisasi Pasar Bahagia itu terpaksa ditarik kembali dengan resiko, pembangunan revitalisasi Pasar Bahagia tidak dapat dilanjutkan dalam tahun 2016 ini.
Hal itu juga dibenarkan oleh Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tanjungbalai Drs H Abdi Nusa saat ditemui secara terpisah. Katanya, tidak diakomodirnya anggaran pembangunan lanjutan Pasar Bahagia dalam APBD Tahun 2016, karena tidak ada diajukan oleh dinas terkait yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjungbalai.
"Benar, DPRD telah menyetujui penggunaan izin prinsif untuk melanjutkan pembangunan Pasar Bahagia sepanjang anggarannya diakomodir dalam APBD tahun 2016. Akan tetapi, kita tidak bisa mengalokasikan anggarannya dalam APBD tahun 2016 karena tidak ada pengajuannya dari unit kerja yang bersangkutan," ujar Drs H Abdi Nusa kepada koran ini.
Menurut Drs H Abdi Nusa, sejak dilakukannya pembahasan KUA-PPAS Tahun 2016, rencana anggaran untuk melanjutkan pembangunan Pasar Bahagia itu tidak muncul.  


*** Diduga untuk Beli 22 Mobil Dinas DPRD
Terkait dengan gagalnya pembangunan lanjutan Pasar Bahagia tersebut, kuat dugaan, ada unsur kesengajaan untuk memuluskan rencana membeli 22 unit mobil operasional DPRD Kota Tanjungbalai. Soalnya, apabila lanjutan pembangunan Pasar Bahagia diakomodir dalam APBD Tahun 2016, besar kemungkinan rencana membeli 22 unit mobil baru akan gagal karena keterbatasan anggaran.
"Kalau memang dari awal sudah ada rencana menerbitkan izin prinsif untuk melanjutkan pembangunan Pasar Bahagia itu, tentunya hal itu akan menjadi prioritas dalam pembahasan baik oleh tim anggaran eksekutif maupun oleh badan anggaran (Banggar) DPRD. Seharusnya, ada yang mempertanyakan alasannya kenapa anggaran untuk melanjutkan pembangunan Pasar Bahagia tidak diakomodir dalam APBD 2016 sesuai dengan izin prinsip. Itu hanya alasan saja. DPRD itu lebih mengutamakan pembelian mobil baru dari pada pembangunan Pasar Bahagia yang berkaitan dengan hajat hidup masyarakat kecil", ujar Taufik Hidayat, salah seorang penggiat anti korupsi Kota Tanjungbalai kepada koran ini. (ck-5/syaf)



Keterangan :
Kondisi Pasar Bahagia yang sudah dibongkar, akan tetapi terancam tidak akan dikerjakan karena anggarannya tidak diakomodir dalam APBD 2016. (ignatius siagian/METRO TANJUNGBALAI)






Diminati Rafter Profesional
Domestik dan Internasional




Aliran Sungai Asahan yang mengalir melewati beberapa wilayah di Kabupaten Asahan. Bermuara ke Teluk Nibung, Tanjungbalai, Selat Malaka, mencapai 147 kilometer. Arus airnya deras. Sungai terkenal berliku, bergelombang, curam, dan diapit oleh tebing-tebing terjal.

Oleh: Syafruddin Yusuf

Debit airnya tinggi mencapai 120 meter kubik per detik, dengan kedalaman rata-rata sekitar 2 hingga 5 meter. Medan berbahaya, dan jeram-jeram ekstrim menjadikan sungai ini sebagai salah satu tempat favorit untuk rafting. Diminati para rafter profesional domestik maupun internasional. Potensinya menempati posisi ketiga tersulit dan terbaik di dunia sebagai wahana arung jeram, setelah sungai zambesi di Afrika dan sungai Colorado di Amerika.
  Di sungai Asahan beberapa kali diselenggarakan even rafting internasional. Tahun 2000, 2001, dan 2003 Pemerintah Kabupaten Asahan dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara, menyelenggarakan “Festival Kejuaraan Arung Jeram Internasional” mempertandingkan Kayak dan Perahu Karet. Kejuaraan ini menarik minat para atlet kayak kelas dunia. Tahun 2006 atas prakarsai Gubernur Sumatera Utara saat itu, almarhum HT Rizal Nurdin, juga digelar “Kejuaraan Arung Jeram Asahan 2006.”




Untuk menuju wisata alam dan wisata olahraga di sungai Asahan ini, bisa menggunakan angkutan umum (bus), mobil pribadi, atau mobil sewaan melalui dua jalur alternatif. Pertama, melalui rute kota Kisaran. Dari Bandara Udara Kualanamu Medan menuju kota Kisaran, dengan jarak tempuh sekitar 160 kilometer, dan waktu tempuh sekitar 4 jam. Dilanjutkan menuju Desa Pulau Raja, lalu Kecamatan Bandar Pulau hingga sampai di desa Tangga Kecamatan Aek Song-songan, atau Parhitean, dengan jarak sekitar 90 kilometer, dan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.
 Kondisi jalan relatif baik beraspal hotmix. Pemandangan alamnya sungguh indah. Melewati pedesaan dengan hutan alam yang asri. Menyusuri sungai Asahan dari hilir hingga ke hulu, serta melewati perkebunan karet dan kelapa sawit yang pohonnya indah tertata.
Kedua, rute Kota Medan-Porsea. Dari Bandar Udara Kualanamu Medan menuju Porsea, Kabupaten Toba Samosir. Berjarak sekitar 200 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 4 sampai 5 jam. Melewati kota Pematang Siantar, dan kota Prapat Danau Toba. Dari Porsea, perjalanan dilanjutkan ke Desa Tangga atau Parhitean sejauh 35 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Jika melewati jalur ini, para wisatawan dapat menyaksikan hamparan indah pesona alam Danau Toba.
Sayangnya potensi tersebut saat ini seperti dibiarkan tertidur. Event rafting nasional maupun internasional, yang seharusnya secara rutin dapat diselenggarakan untuk menggairahkan peningkatan kepariwisataan dan budaya setempat kini cenderung diabaikan.


  Satu contoh akses masuk menuju air terjun Ponot, dan sungai Asahan lewat jalur kota Kisaran belum terbangun secara komprehensif. Pelaku usaha tampaknya belum tertarik berinvestasi di bisnis pariwisata ini. Padahal bisnis di bidang jasa transportasi, perhotelan dan restoran, cukup prospektif dan potensial untuk ikut menggairahkan tujuan wisata di Kabupaten Asahan ini.
 Karena alasan minimnya anggaran, Pemerintah Daerah Asahan sendiri, dalam hal ini Disporabudpar Kabupaten Asahan, justru seperti kurang peduli. Belum ada upaya pemda setempat secara konkret untuk lebih menggalakkan potensi wisatawan domestik maupun internasional ini melalui jalur kota Kisaran sebagai Ibukota Kabupaten Asahan.
 Padahal selain air terjun Ponot dan sungai Asahan, masih banyak potensi wisata “turunan” yang dapat dikembangkan di Kisaran Asahan. Misalnya, kawasan Asahan sejak jaman Belanda dikenal sebagai kawasan perkebunan karet dan kelapa sawit milik onderneming Belanda. Di kawasan perkebunan ini masih banyak peninggalan Belanda berupa bangunan dan gedung, dari mulai pabrik, stasiun kereta api, jembatan, perumahan, kuburan Belanda, dan lain sebagainya yang dapat dimodifikasi menjadi sarana tujuan wisata sejarah.
 Di samping itu ada potensi lain dari hasil kerajinan masyarakat yang dapat lebih dikembangkan menjadi jasa dan barang industri kreatif. Seperti kain tenun songket khas Asahan, wisata kuliner makanan dan minuman khas Asahan. Belum lagi potensi kesenian dan budaya masyarakat Asahan yang eksotis dan memikat. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan ke daerah ini tentu berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat setempat.
 Untuk menjadikan Kisaran Asahan Sumatera Utara, sebagai salah satu tujuan wisata nasional dan internasional tampaknya masih perlu penataan dan pembinaan. Banyak hal yang mesti dibenahi. Misalnya ciri masyarakat pariwisata dengan kebiasaan senyum sapa, dan melayani belum menjadi budaya. Bahkan pada tingkat pelayanan hotel sekalipun. Jangan harap “tamu adalah raja” yang harus mendapat pelayan prima. Sebaliknya tamu hotel disikapi sebagai orang yang membutuhkan.
 Sisi lain masyarakat kita belum terbiasa membangun budaya lingkungan dengan nuansa; indah, rapi, bersih dan sehat. Tak heran jika kita melihat banyak kota di Indonesia yang masih bermasalah dengan persoalan ini. Begitu juga di kabupaten Asahan, terutama kawasan perkotaannya, seperti kota Kisaran yang masih tampak semerawut dan kotor. Apalagi infrastruktur, sarana dan prasarana, sistem transportasi, baik di kota maupun di desa, belum mendukung untuk menjadikan Kisaran Asahan, menjadi salah satu destinasi wisata.
Kebutuhan terhadap liburan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dunia. Semua tak terlepas dari kenyataan bahwa sektor pariwisata adalah magnet dari sebuah Negara. Saat perekonomian sebuah negara mengalami kemunduran, kata Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama, maka sektor pariwisata terbukti berperan penting menjadi penopang. “Tourism contributes to the success of the American and world economies….” (“Pariwisata memberi kontribusi bagi keberhasilan Amerika dan perekonomian dunia..."), kata Obama.
 Mari kita bangun budaya dan negeri kita. Jika bangsa Amerika bangga dengan sungainya; Mississippi yang bermuara ke Teluk Meksiko, masyarakat Asahan juga harus bangga dengan sungainya yang bermuara ke selat Malaka. Jika bangsa Amerika bangga dengan kotanya; metropolitan New York, masyarakat Kisaran juga bangga dengan kotanya.
 Inilah yang sering bangsa Amerika presentasikan dan banggakan melalui berbagai karya film Amerika produksi Hollywood. Kita juga dapat melakukan hal yang sama. Namun jangan pernah berpikir Kisaran menjadi New York. Sudah seharusnya kota kita dibangun dengan ciri dan karakteristik sendiri yang menjunjung budayanya; multikulturalisme, dan menjadi bagian dari kekayaan negeri yang menginspirasi.

Kenali budaya dan peradabanmu. Hanya bangsa yang menghargai budayanya menjadi bangsa agung di dunia. Cintailah budayamu dan hargai budaya orang lain. (***)



   Ayo Luangkan Waktu untuk Berkreasi

Sendok dan garpu yang umumnya hanya dipakai oleh manusia dalam makan sehari-hari  ternyata dapat kita bentuk menjadi seni unik kerajinan tangan keren kreatif loh.
20 gambar berikut kiranya dapat memberikan inspirasi para sobat BintangTop.com yang ingin berkarya dalam bidang apapun, bahwa sesuatu yang biasa dapat menjadi luar biasa asalkan kita mau berinisiatif, berimajinasi, dan Action ...
1. Kursi (gambar atas) berbekal main tekuk, sebuah garpu menjadi sebuah bentuk kursi kreatif, bisa menjadi hiasan menarik di meja makan kalian.




2. Orang Bewudhu atau berkendara ?
atau sedang apa gambaran orang dari sendok garpu dibawah ini menurut kalian ?


3. Bemain Pedang
Dua buah sendok garpu juga dapat dibentuk menjadi olah raga hanggar / pertarungan pedang.


4. Pemain Biola
berbekal dua buah garpu, tercipta kerajinan tangan keren ... permainan biola ...


5. Bermain Gitar
Gabungan dua buah garpu lainnya, menjadi bentuk pemain gitar/bass.


6. Drummer
Kombinasi sendok garpu sebagai pemain Drum / bongo.


7. Pemegang tusuk gigi, Hp, Dan lainnya
Sendok garpu oleh orang kreatif dapat dijadikan sebagai Hand phone holder, tissue makan, tusuk gigi dan sebagainya.


8. Tuan Crab
Tuan krab atau kepiting dalam film sponge bob :) juga bisa


9. Seorang Peri
Sendok sebagai badan, dan garpu sebagai sayapnya, seorang peri telah terbentuk.


10. Ski es
pemain sky ice terbuat dari sendok dan garpu yang unik keren dan kreatif. Masih banyak lagi hasil kreatif yang bisa dibuat dari sendok dan gapu. Nah bagaimana berminat? ayo coba dengan kreatifitas anda mungkin anda bisa menambah penghasilan lohhh.




Diberdayakan oleh Blogger.