Puteri Indonesia 2016, Kezia Roslin Warouw didapuk menjadi Duta Anti Narkotika. Tak tanggung-tanggung, Kezia dilantik langsung oleh orang nomor satu di negeri ini, Joko Widodo.
Sebagai ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia, Putri K Wardani menegaskan pihaknya akan mengkampanyekan perang terhadap narkoba. Dengan ditunjuknya Kezia sebagai Duta Anti Narkotika, Putri K Wardani berharap bisa menginspirasi masyarakat untuk menjauhi segala bentuk narkoba.
"YPI akan membantu BNN untuk mengkampanyekan perang terhadap narkoba," ujar Putri K Wardani melalui surat elektronik.
"Seperti kita ketahui saat ini narkoba sudah masuk ke segala lapisan masyarakat dan ke berbagai usia. Saya berharap lewat sosok Puteri Indonesia mampu menginspirasi masyarakat untuk tidak terjerat narkoba. Dengan adanya Puteri Indonesia merupakan kesempatan untuk memberi sosialisasi atau penyuluhan yang terkait dengan bahaya narkoba," paparnya.
Sementara itu Puteri Indonesia 2016, Kezia Warouw yang sudah mengemban tugas sebagai duta ingin mengajak generasi muda yang paling rentan terpengaruh untuk menjauhi narkotika.
"Saya sebagai Puteri Indonesia 2016 mengajak generasi muda untuk menjauh dari narkotika dan obat berbahaya (narkoba). Jika kita sudah menggunakan barang tersebut pasti akan ketergantungan dan susah untuk dilepaskan. Peran keluarga memberikan peran besar untuk pencegahan penggunaan narkoba," ungkap Kezia Warouw.
"Pencegahan, pemberantasan dan peredaran gelap narkoba, adalah  merupakan tanggung jawab bagi kita semua untuk mewujudkan target yaitu menuju Indonesia Bebas Narkoba. Narkoba No Prestasi Yes!" tandas Kezia.​ (int)



Ratusan TKI yang bekerja di Malaysia tiba di terminal Pelabuhan Teluk Nibung. (riki/METRO TANJUNGBALAI)
TANJUNG BALAI-Memasuki H-5 Idul Fitri1437 H/2016, kepadatan arus mudik di Pelabuhan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai sudah terlihat. Ratusan tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia tiba di terminal Pelabuhan Teluk Nibung, Kamis (29/6) menggunakan kapal verry dari Perak-Malaysia.
Pantauan wartawan, sedikitnya dua unit armada angkutan laut silih berganti merapat dan bersanadar di dermaga Pelabuhan Teluk Nibung.
Kasi Informasi dan Komunikasi Imigrasi Tanjungbalai Teguh Santoso mengatakan, pada H-6 ini, kepadatan arus mudik di Pelabuhan Teluk Nibung mengalami kenaikan dua puluh persen dari hari biasanya. Menurutnya, perjalanan mudik sudah menjadi tradisi tahunan untuk berkumpul bersama keluarga dan sanak famili di kampung halaman saat hari Idul Fitri.
Teguh memprediksi, puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 lebaran Idul Fitri. Untuk mengantisipasi permasalahan terjadi, pihak imigrasi dan pelindo sudah menyiapkan sejumlah langkah-langkah, di antaranya dengan melengkapi fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan. Selain itu untuk mengatur arus mudik petugas dari imigrasi akan menyiagakan personil selama arus mudik dan balik lebaran nanti.
"Kita prediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 lebaran Idul Fitri hal ini menjadi tradisi tahunan para TKI untuk berkumpul bersama keluarga dan sanak famili di kampung halaman saat hari Idul Fitri," jelasnya.
Sementara itu Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (BC) Tipe Madya Pabean C Teluk Nibung juga memperketat pengawasan di Pelabuhan Teluk Nibung
Kasi P2 M Firdaus mengatakan untuk pengawasan, pihaknya telah menyiagakan penambahan petugas dan alat x-ray yang setiap saat bisa memantau laju calon penumpang dan barang bawaan.
"Pengetatan pengawasan ini dilakukan karena pada saat menjelang perayaan hari raya, menjadi jalur vital sekaligus menjadi salah satu jalur keluar masuk penumpang dan barang, baik dari maupun ke luar negeri," ucapnya.
Firdaus menjelaskan menjelang hari raya idul fitri jumlah TKI yang kembali ke Indonesia melalui Tanjungbalai biasanya meningkat.
Dikhawatirkan, kondisi tersebut akan dimanfaatkan oleh jaringan narkotika internasional untuk menyelundupkan sabu asal Malaysia melalui para TKI dan diedarkan pada sejumlah daerah lain.
Menurut Firdaus,sebagaimana sering terungkap selama ini, kasus penyelundupan narkoba melalui Tanjungbalai  sering melibatkan TKI yang baru saja pulang dari Malaysia.
"Selama ini sejumlah penyelundupan juga sudah digagalkan. Tentu dengan peningkatan pengawasan, diharapkan mampu mencegah masuknya narkoba ke Tanjungbalai," ucapnya
Terpisah salah seorang TKI asal Aceh,Ani (30) mengatakan dirinya telah 5 tahun bekerja dimalaysia ,dan untuk setiap berlebaran dirinya pulang mengunakan jasa angkutan kapal dikerena kan ongkos yang lebih murah (mag02/syaf)



 Lini dan Masden

TANJUNGBALAI - Lini (42) dan rekannya Masden (42) diringkus polisi karena memilki sabu-sabu. Keduanya diringkus petugas, Kamis (30/6) dini hari sekira pukul 03.00 WIB. Saat di kantor polisi, Lini menangis ketika dimintai keterangannya oleh polisi.

Informasi diproleh penangkapan diawali dengan tersangka Lini warga Jalan Karya Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai. Lini diringkus petugas di depan gereja GPKP di Jalan Durian, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar. Dari tangan tersangka ditemukan satu bungkus kecil narkoba jenis sabu.
Selanjutnya petugas melakukan pengembangkan dan berhasil meringkus  Masden warga Pulau Simardan, Gang Aman, Lingkungan XII, Kelurahan Pulau Simardan, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Tanjungbalai.
Kapolres Tanjungbalai AKBP Ayep Wahyu Gunawan SIK melalui Kasat Narkoba AKP MHD Yunus Taringan SH didampingi Kasubbag Humas AKP Y Sinulingga membenarkan penangkapan tersebut.
Dikatan Sinulingga, dari kedua pelaku petugas berhasil menyita barang bukti berupa satu peket sabu sabu seberat 0,93 gram, Handphone serta uang tunai sebesar Rp10.000. 
"Saat ini kedua pelaku sedang kita sidik untuk proses hukum lebih lanjut dan dari mana pelaku mendapat barang haram tersebut," ujar Sinulingga.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya kedua pelaku dikenakan pasal 114 Subs Pasal 112 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Saat ini keduanya masih dimintai keterangannya dan dijebloskan ke sel tahanan polisi.
Kepada wartawan, Lini yang coba dikonfirmasi mengelak dan tidak mau berbicara.
Lini hanya menangis saat ditanyai oleh wartawan.



*** 6 Kg Sabu Diamankan
Dua sindikat jaringan narkoba antar negara ditangkap petugas Sat Res Narkoba Polresta Medan dengan barang bukti diedarkan narkoba jenis sabu sebanyak 6 Kg dengan modus dikemas dalam teh hijau.
Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, didampingi Kasat Narkoba Kompol Boy J Situmorang menjelaskan dalam pengungkapan itu pihaknya mengamankan dua orang tersangka pengedar yakni IS (33) warga asal Langsa Aceh, dan ML (41) warga Jalan Tempuling Medan.
“Pengungkapan ini bermula saat anggota kita melakukan penyelidikan dengan cara undercover buy membeli narkoba jenis dari seorang pengedar dan mengamankan IS di Jalan Sei Brantas,” kata Mardiaz, Kamis (30/6) sore.
Dari penangkapan IS, petugas mengamankan barang bukti 1 Kg sabu. Usai mengamankan tersangka IS, polisi lalu melakukan pengembangan, dan membekuk tersangka MI di Jalan Turi Medan, dari situ diamankan barang bukti sabu sebanyak 5 Kg.
“Kemasan ini sama seperti kasus sebelumnya, yang pernah diungkap Polresta Medan, dengan modus teh hijau, memang sekarang lagi marak, narkoba ini dari Malaysia,” kata Mardiaz.
“Dari keterangan tersangka diketahui kalau sudah setahun mengedarkan narkoba, per kilogram, tersangka mendapatkan keuntungan Rp15 Juta,” sambungnya.
Diungkapkannya, akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 114 Subs 112 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati. (mag02/syaf)




Lini dan Masden pemilik sabu yang diringkus polisi. Saat ditanyai polisi tersangka Lini menangis. (riki/METRO TANJUNGBALAI)


TANJUNGBALAI -Sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah/2016, para pedagang kue kering atau disebut kue lebaran mulai ramai di Tanjungbalalai. Di antaranya seperti dipersimpangan Jalan Pasar Veteran.
Pantauan wartawan, Rabu (29/6), kue yang dijual para pedagang seperti kue bawang, selai nenas, putu kacang hijau, kacang tanah, putri salju, semprong, dan juga manisan. Harga yang ditawarkan cukup bervariasi mulai dari  Rp40.000 sampai Rp120.000 per kg. Aktivitas jual beli itu diprediksi akan terus meningkat hingga hari H Lebaran yang tinggal menghitung hari lagi.
Rama salah seorang pedagang kue kering musiman yang ditemui awak koran ini mengaku, sejak tiga hari terakhir dirinya banyak menerima pesanan dari pelanggan. Sehingga dia telah menambah pasokan kue tersebut agar pelanggan tidak kecewa dan pesanan dapat terpenuhi.
"Untuk saat ini berbagai jenis kue yang kami buat cukup diminati dan banyak yang mesan. Masing-masing kue tersebut dijual dengan harga bervariasi, mulai dari harga Rp50 ribu sampai harga Rp120 ribu per kg," ujar Rama.
Rama juga mengatakan, harga kue kering ini memang mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Itu disebabkan karena harga bahan baku seperti telur ayam dan gula mengalami kenaikan
Hal sama juga dikatakan Ani salah seorang pedagang kue lainya. Menurutnya harga kue kering ini memang mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Meskipun begitu, minat konsumen untuk membeli kue kering masih diminati .
"Harga kue kering ini memang mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Itu disebabkan harga bahan-bahan untuk membuat kue kering juga mengalami kenaikan. Tahun lalu harga kue kering masih Rp40 ribu per kg. Kita yakin harga ini belum tinggi," terangnya.
Terpisah salah seorang pembeli kue yakni Acom (35) mengatakan lebih memilih membeli kue ketimbang membuat kue sendiri. Alasannya membuat kue banyak menyita waktu dan merepotkan.
 "Kalau membuat sendiri  repot banyak makan waktu dek, ini kan praktis," ucapnya. (mag02/syaf)






Para pedangang penjual kue kering terlihat mulai ramai menjajakan dagangan di pinggir Jalan Veteran Tanjungbalai. (riki/METRO TANJUNGBALAI)




Kepala BNNK Asahan Tuangkus Harianja foto bersama dengan insan pers yang tergabung dalam Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Asahan, Rabu (29/6).
(Dok BNNK Asahan for METRO ASAHAN)



ASAHAN- SR alias Cadek (38) baru menyesali perbuatannya. Akibat melakoni profesi ganda jadi pengedar narkoba, pria yang sebenarnya berprofesi sebagai nelayan ini sedih karena akan melewati Lebaran tanpa berkumpul dengan keluarga.

“Rasanya sedih, Lebaran ini jelas saya tidak dapat berkumpul dengan keluarga,” ungkap SR alias Cadek, warga Dusun VI, Desa Bagan Asahan Pekan, Kecamatan Tanjungbalai, Asahan, Selasa (28/6) malam sekira pukul 22.30 WIB, dari balik jeruji Polres Asahan. SR alias Cadek mengaku sangat menyesali perbuatannya.
Tersangka SR alias Cadek mengungkapkan bahwa barang bukti narkotika yang disita polisi dari tangannya diperoleh dari Irai alias Tok Rai, warga Bagan Asahan Baru, Kecamatan Tanjungbalai, Asahan.
"Saya beli barang dari Irai seharga Rp350 ribu, dapat seperempat gram sabu.
Setelah di rumah, sabu saya kemas dalam plastik klip ukuran kecil menjadi 12 paket dan dijual kembali seharga Rp40 ribu per paket," ungkapnya sedih.
Tapi dari 12 paket miliknya, baru dua paket yang laku terjual.
“Yang terjual baru dua paket, tapi polisi pos Bagan Asahan dan Kapolsek Sei Kepayang datang menangkapku,” ujarnya.
“Inilah sekarang aku sudah berada dalam sel tahanan,” tandasnya datar.
Informasi dihimpun koran ini, tersangka SR alias Cadek diamankan tim yang dipimpin langsung Kapolsek Sei Kepayang AKP Rahmadani SH MH bersama AIPDA Roma P Tarigan serta BRIPTU Jonson Lubis. SR alias Cadek diamankan langsung dari kediamannya di Dusun VI, Desa Bagan Asahan Pekan, Kecamatan Tanjungbalai, Asahan, Selasa (28/6) malam, sekira pukul 22.30 WIB. Saat hendak diamankan SR alias Cadek SR sedang berada dalam rumah, tepatnya di ruang tamu dengan posisi berdiri.
Melihat target sedang berada di rumah, polisi langsung menghampiri dan mengamankannya. Dari kediaman tersangka, polisi menemukan 1 unit timbangan elektrik, pirek, kotak rokok berisikan 11 paket narkotika jenis sabu dan 12 buah plastik klip kosong yang diletakkan di atas meja televisi.
Kemudian dari dalam saku celananya juga terdapat satu paket sabu yang sudah dikemas dalam kantong plastik klip berukuran kecil dan uang tunai sebanyak Rp95 ribu dari hasil penjualan sabu.
Kemudian seluruh barang bukti diamankan dan tersangka diboyong ke Mapolsek Sei Kepayang untuk menjalani proses pemeriksaan sebelum dilimpahkan ke Sat Narkoba Polres Asahan.
“Penangkapan SR alias Cadek berawal dari informasi masyarakat. Kebetulan si SR ini merupakan target kami sejak lama,” sebut Kapolsek Sei Kepayang AKP Rahmadani.
Kasat Narkoba Polres Asahan AKP Sofian, melalui Kaur Bin Ops Narkoba IPDA Lamsyah menambahkan, tersangka SR alias Cadek sedang dilakukan pemeriksaan lanjutan. Selain mengedar, SR alias Cadek juga diketahui positif sebagai pengguna narkotika. Akibat perbuatannya, terhadap SR alias Cadek akan dikenakan sanksi Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2), dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

/ Pers dan Narkoba
Pers berperan penting dalam hal pencegahan dan pemberantasan narkoba di tengah masyarakat. Sebab melalui media, insan pers dapat menyampaikan segala informasi berkaitan dengan pencegahan dan pemberantasan narkoba.
 “Melalui media rekan-rekan, pencegahan dan pemberantasan narkoba bisa efektif sampai langsung kepada masyarkat," akui Kepala BNNK Asahan Drs Tuangkus Harianja MM, saat menerima kedatangan rombongan Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Asahan, Rabu (29/6) siang di kantornya. Menurut Tuangkus, peredaran narkoba saat ini sudah masuk kategori menghawatirkan. Sebab sasaran para bandar dalam memasarkan narkoba ke tengah-tengah masyarakat saat ini sudah menyasar tidak hanya berdasarkan kategori umur dan kemampuan finansial.
Apalagi saat ini bukan hanya aparat keamanan, politikus, pejabat pemerintahan, artis yang terjerat narkoba, tapi bahkan tukang becak sendiri sekarang sudah banyak yang menjadi korban narkoba.
“Untuk itu, kami berharap rekan-rekan media ikut berperan menyampaikan kepada masyarakat tentang bahaya narkoba," pinta Tuangkus.
Ketua KWRI Asahan Kosidin SH, melalui Indra Purba menyambut positif apa yang disampaikan Tuangkus. Purba menegaskan, KWRI Asahan siap berdampingan dengan BNNK Asahan dalam hal pencegahan dan pemberantasan narkoba di Asahan.
"Tentunya sesuai tupoksi kami sebagai insan pers. Kita tunggu bentuk kerjasama dari pihak BNNK Asahan selanjutnya," sebut Purba di hadapan Tuangkus dan sejumlah pegawai BNNK Asahan.
Pertemuan itu juga diisi sesi tanya jawab antara BNNK Asahan dan KWRI Asahan. Antara lain mulai dari pencegahan, tata cara dan proses rehabilitasi hingga hal-hal yang menyangkut upaya dalam pemberantasan narkoba.
Usai berdiskusi dan saling tukar informasi, acara ditutup dengan sesi foto bersama. Di akhir pertemuan, turut hadir Kasie Pemberantasan KOMPOL Khairulah dan Kasie Rehabilitasi BNNK Asahan Yudi. (mag 01/int/dro)





Korban Kamelia saat mendapat perawatan di Ruang UGD RSUD HAMS Kisaran, Rabu (29/6) siang. (BAWADI AN SITORUS)


KISARAN- Malang nasib Kamelia (42). Ibu tujuh orang anak ini mengalami luka bakar akibat terkena ledakan kompor saat memasak kue buat Hari Lebaran.

Musibah ini dialami korban Rabu (29/6), pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Oleh keluarga, korban pada hari itu juga langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum HAMS Kisaran.
Begitu tiba di rumah sakit sekira pukul 12.30 WIB, dr Dian, petugas medis di UGD RSUD HAMS Kisaran langsung memberikan pertolongan. Namun, dr Dian menyebutkan kondisi luka bakar yang dialami korban sangat parah. Kondisinya 95 persen tubuh korban terbakar.
“Kesempatan hidup korban sangat kecil,” kata dr Dian.
“Tapi kita tidak mau mendahului kehendak Tuhan, sebisa mungkin kita akan tetap berusaha,” katanya lagi.
Sementara pihak keluarga korban tampak panik. Mereka juga menolak memberi keterangan dan meminta agar musibah yang menimpa korban tidak diekspos.
“Tolong jangan difoto-foto bang. Tadi juga ada wartawan ke sini. Mamakku kayak ginipun mau kalian diberitakan,” teriak salahseorang anak perempuan korban sembari berusaha mencegah sejumlah wartawan yang meliput kejadian.
Informasi diperoleh METRO ASAHAN, kejadian ini bermula ketika korban sedang memasak kue persiapan Lebaran di kediamannya di Dusun III, Desa Titi Putih, Kecamatan Limapuluh, Batubara.
Dugaan sementara ledakan itu muncul akibat selang regulator (selang yang menghubungkan tabung gas dengan kompor, red) mengalami kebocoran. Sehingga ledakan mengenai korban dan sekujur tubuhnya mengalami luka bakar sangat parah.
Selain mengakibatkan luka bakar pada tubuh korban, rumah korban juga nyaris terbakar.
‘’Katanya pas lagi sendiri masak kue. Rumahnya juga sempat terbakar bang,” ucap salah seorang petugas medis yang merawat korban sembari minta identitasnya tidak dikorankan.
Akibat kejadian, petugas medis laki-laki merinci luka bakar yang dialami korban, yakni luka bakar di bagian kepala sekira 4,5 persen, dada depan belakang 36 persen, kaki kiri depan belakang 36 persen, tangan kiri depan belakang 18 persen dan di sekitar kemaluan korban juga terdapat luka bakar.
Amatan koran ini, beberapa saat mendapat perawatan di ruang UGD RSUD Kisaran, korban selanjutnya dipindahkan ke Ruang I Bougenville RSUD Kisaran. (mag 01/dro)

 Tangan dan Kaki Patah
TANJUNGBALAI- Seorang anggota Satlantas Polres Tanjungbalai, Bripka Dedi Satria mengalami luka patah kaki dan tangan akibat ditabrak oleh salah seorang pelaku balapan liar di jalan raya, tepatnya di Jalan Sudirman, Senin (27/6) dini hari.

Informasi diproleh, Rabu (29/6), kejadian bermula saat petugas sat lantas yang dikomandoi oleh Aipda Nanang bersama keempat anggotanya Bripka Dedi Satria, Brigadir Dion, Brigadir TC Pasaribu dan Brigadir R Nainggola melakukan patroli disepanjang Jalan Sudirman sekira pukul 00.30 WIB.
 Sesampainya dipersimpangan RSUD Tanjungbalai, petugas melihat puluhan pemuda  yang akan melakukan balapan liar. Melihat itu petugas langsung  turun dari mobil patroli bermaksud untuk mengantisipasi balapan liar tersebut. Namun saat Bripka Dedi melakukan pengaturan, tiba-tiba pengendara sepedamotor Yamaha Zupiter tanpa plat melaju dengan kecepatan tinggi dari arah polres langsung menabrak Bripka Dedi. Kuatnya benturan membuat Bripka Dedi terpental ke aspal sedangkan pelaku berhasil melarikan diri. 
Kapolres Tanjungbalai AKBP Ayep Wahyu Gunawan SIK melalui Kasubbag Humas AKP Y Sinulingga membenarkan hal tersebut. Dikatakan kasus itu masih dalam penyelidikan pihaknya.
"Saat ini sepedamotor pelaku sudah kita amankan sedangkan pelaku masih dalam pencarian. Kita berharap pelaku segera menyerahkan diri," ungkapnya.
Ketika ditanya untuk mengatisipasi balapan liar yang sering terjadi di sepanjang jalan Sudirman Sinulingga menjelaskan pihaknya akan terus melakukan patroli rutin.
"Kalau untuk mengatisipasinya, kami setiap harinya selalu melakukan patroli rutin di jalan tersebut," ucapnya sembari berharap kepada orang tua agar memperhatikan anak anaknya untuk tidak terlibat balapan liar guna menghindari hal hal yang tidak diinginkan "Jangan sampai ada penyesalan setelah terjadi peristiwa yang merugikan banyak pihak," katanya (mag02/syaf)


Kapolres Tanjungbalai AKBP Ayep Wahyu Gunawan SIK saat menjenguk Bripka Dedi Satria yang sedang dirawat di klinik Azmi Simpang Empat. (ril/riki/METRO TANJUNGBALAI)
















KISARAN- Temuan penyidik Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri terhadap adanya vaksin palsu khusus balita dan sudah beredar luas membuat warga Kabupaten Asahan resah, terutama ibu-ibu. Tapi, hingga kini belum ada temuan vaksin palsu beredar di Asahan 

“Insya Allah, belum ada temuan vaksin palsu beredar di Asahan,” ujar Ajim Manik SE, Kabag Humas Pemkab Asahan, kepada METRO ASAHAN, Selasa (28/6). Tapi, Manik berpesan agar tetap waspada dan menggali informasi seluas-luasnya untuk tindakan antisipasi.
Pernyataan Ajim Manik kembali diperkuat keterangan dari plt Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Asahan dr Hidayat MKes. Melalui Kasi P2P (Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit) Dinas Kesehatan Asahan Safrin Sanja SKM mengungkapkan sampai saat ini belum ada ditemukan vaksin palsu di Kabupaten Asahan, baik di rumah sakit maupun puskesmas.
Safrin Sanja mengakui bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan menerima pasokan vaksin sebanyak 12 jenis, di antaranya Dpthb, Dpt, Polio, Bcg, Campak, Meningitis, Rabies, Influenza, Hepatitis B, Tetanus Toxoid. Pengirimannya melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, sekali sebulan.
“Dari 12 jenis ini belum ada kita temukan ada dipalsukan,” ujarnya.
Namun, sebagai langkah antisipasi pihaknya sudah memberitahu ke seluruh petugas medis di Puskesmas yang ada di Kabupaten Asahan tentang adanya informasi pemalsuan vaksin tersebut, baik melalui sosialisasi maupun via surat dan komunikasi HP (handphone). Upaya ini untuk melakukan pencegahan agar tidak masuknya vaksin palsu.
Pihaknya berharap seluruh masyarakat Asahan tetap tenang dan tidak resah karena adanya informasi pemalsuan vaksin. Apabila ada masyarakat atau instansi lainnya mencurigai adanya vaksin palsu, ia memersilahkan agar menghubungi pihaknya untuk memastikan apakah benar vaksin itu palsu.
“Namun alhamdulillah sampai hari ini vaksin palsu belum ditemukan di Asahan,” tandasnya.
Sementara, informasi dihimpun koran ini, vaksin yang diduga dipalsukan itu, yakni Vaksin Engerix B, Vaksin Pediacel, Vaksin Eruvax B, Vaksin Tripacel, Vaksin PPDRT23, Vaksin Penta-Bio, Vaksin TT, Vaksin Campak, Vaksin Hepatitis, Vaksin Polio bOPV, Vaksin BCG dan Vaksin Harvix. Ada 12 jenis vaksin yang dipalsukan tersebut.
Adapun ciri-ciri fisik vaksin palsu yang dapat diketahui oleh masyarakat antara lain; kemasan terlihat lebih kasar, nomor batch (kode produksi) tidak terlihat jelas dan rubber stopper (tutup viral) ada perbedaan warna dengan aslinya. Untuk mengetahui perbedaan vaksin asli dan palsu secara akurat dapat diketahui melalui uji laboratorium.
Kemudian, vaksin palsu mempunyai cairan bening, sedangkan vaksin asli cenderung keruh. Hal ini disebabkan vaksin palsu terbuat dari air biasa lalu dicampur dengan air infus dan obat-obatan. Lalu, pada kemasan vaksin palsu terdapat bekas congkelan dari suntikan jarum dan tutup botolnya juga lebih tipis serta lemnya miring.
Sedangkan vaksin asli kemasannya rapi tidak ada bekas congkelan, barcode pada vaksin palsu terlihat lebih hitam dan tulisan pada kemasan pudar. Selain itu, terdapat perbedaan pada barcode, walaupun orang awam sedikit sulit membedakannya, tapi pada vaksin palsu akan nampak lebih hitam daripada vaksin asli. Tulisan pada kemasannya pun pudar, tidak jelas seperti yang tertera pada kemasan vaksin asli.
Selanjutnya, harga vaksin palsu sangatlah miring dan cukup murah jika dibandingkan dengan vaksin asli. Misalnya vaksin asli seharga Rp900 ribu, sedangkan vaksin palsu hanya dijual separuhnya.
Itulah beberapa perbedaan vaksin asli dan palsu. Vaksin yang dipalsukan yaitu vaksin campak, BCG, polio, hepatitis B dan tetanus.
Mungkin bagi Anda yang membeli vaksin tidak di pelayanan kesehatan pemerintah bisa saja bayi anda terkena vaksin palsu itu. Maka perlu diwaspadai dan inilah gejala serta akibat apabila anak mendapatkan vaksin palsu.
Menurut dr Dirga Sakti Rambe, MSc-VPCD, seorang Vaksinolog menyatakan bahwa resiko terbesar akibat vaksin palsu adalah anak dapat terkena infeksi. Hal itu disebabkan pembuatan vaksin palsu tidak steril dan tak mengikuti prosedur pembuatan seperti pada vaksin asli.
Lalu, gejala infeksi yang ditimbulkan akan membuat anak mengalami demam tinggi yang disertai laju nadi cepat, merasa sesak napas dan membuat anak susah makan.
Namun, apabila anak hanya mengalami demam tanpa diikuti gejala lainnya tak perlu khawatir, karena ada beberapa vaksin yang dapat membuat anak demam. Bila anak terakhir kali divaksin pada 2 minggu lalu dan tidak timbul gejala-gejala tadi, maka kemungkinan besar anak tak terkena infeksi. Dampak lainnya tergantung dari bahan pembuatan vaksin palsu tersebut. (mar/dro)

TANJUNGBALAI-Demi mencari uang tambahan untuk kebutuhan lebaran Idul Fitri, seorang buruh pundak, Budi Utama Siahaan (27) nekad menjadi pengedar sabu-sabu. Saat ini Budi mendekam di sel tahanan polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
 Informasi diproleh, Budi merupakan warga Jalan Aman, Lingkungan V, Kelurahan Sejahtera, Kecamatan Tanjungbalai Utara, Kota Tanjungbalai. Tersangka diamankan petugas, Senin (27/6) sekira pukul 21.30 WIB. Selain itu polisi menemukan enam paket sabu seberat 1,08 gram.
"Tersangka kita amankan dikediamanya bersama barang bukti sabu seberat 1,08 gram," ujar Kapolres Tanjungbalai AKBP Ayep Wahyu Gunawan SIK melalui Kasubbag Humas AKP Y Sinulingga.
Dikatakannya, selain mengamankan barang bukti sabu, petugas juga menyita barang bukti lainya berupa timbangan electrik, tiga pak plastik klip transparan, serta dua buah handpone milik tersangka.
Menurut Sinulinga, penangkapan terhadap Budi berdasarkan laporan masyarakat yang mengatakan tersangka sering melakukan penyalah gunaan narkotika. Atas informasi itu, pihak Sat Narkoba Polres Tanjungbalai melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku.
"Saat ini tersangka masih dalam penyidikan guna untuk proses hukum lebih lanjut dan dari mana pelaku mendapat barang haram tersebut," ucap Sinulingga.
Sementara itu, berdasarkan keterangan tersangka, ia nekad menjual sabu hanya untuk tambahan kebutuhan lebaran Idul Fitri. (mag02/syaf)


Tersangka Budi Utama Siahaan bersama barang bukti narkoba miliknya. (riki/METRO TANJUNGBALAI)


TANJUNGBALAI - Pemerintah Kota Tanjungbalai bersama dengan seluruh instansi terkait lainnya, memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2016 di Kota Tanjungbalai, Senin (27/6). Dalam peringatan ini disebutkan bahwa peredaran narkotika di Indonesia cukup memprihatinkan.
Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial SH MH langsung bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan HANI Tahun 2016 yang dilaksanakan di lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah atau Open Stage, Kota Tanjungbalai tersebut.
Dengan membacakan pidato tertulis dari Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen (Pol) Budi Waseso, Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial mengatakan bahwa peredaran narkoba di Indonesia sudah berada pada tingkat yang memprihatinkan begitu juga di Sumatera Utara dan khususnya di Tanjungbalai. Katanya, meskipun sudah banyak kasus yang telah diungkap, akan tetapi, peredaran narkoba masih banyak terjadi di berbagai daerah.
Wali kota juga mengungkapkan, bahwa sepanjang periode 2015-2016 saja, sudah ada 42.429 yang direhabilitasi, sebanyak 1.015 kasus berhasil diungkap, dan 72 sindikat yang dibekuk. Oleh karena itu, imbuhnya, melalui peringatan Hari Anti Narkotika Internasional diharapkan dapat menggerakkan dan mendorong segenap komponen bangsa untuk sekaligus membangun solidaritas dalam rangka mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang masih menjadi ancaman kehidupan manusia secara Global.
"Beberapa hal yang sudah dilakukan dan dicapai dalam upaya penanggulangan Narkotika yakni bidang pencegahan dengan melakukan upaya peningkatan ekstensifikasi dan intensifikasi komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) P4GN mulai dari kalangan usia dini sampai dewasa secara luas keseluruh pelosok Indonesia. Dan pemberdayaan sebagai salah satu langkah alternative yang akan menjadi fokus dalam penekanan laju peredaran gelap narkotika tersebut," ujar wali kota saat membacakan pidato tertulis Kepala BNN tersebut.
Menurut M Syarial peringatan HANI tahun 2016 ini mengambil Tema "Mendengarkan Suara Hati Anak-anak dan Generasi Muda Merupakan Langkah Awal untuk Membantu Mereka Tumbuh Sehat dan Aman dari Penyalahgunaan Narkoba." Alasan diambilnya,  tema tersebut, karena bermakna bahwa anak-anak dan generasi muda adalah tumpuan harapan bangsa, oleh karena itu, mereka harus dijaga agar tidak terjerumus kepada penyalahgunaan dan peredaraan gelap Narkoba.
Dan, usai membacakan pidato tertulis Kepala BNN tersebut, Walikota juga mengajak seluruh elemen baik TNI, POLRI dan masyarakat agar bersatu untuk memberantas maraknya peredaran Narkotika di Kota Tanjungbalai. "Kita mau, agar Kota Tanjungbalai ini segera dibersihkan dari peredaran Narkotika", tegas Walikota M Syahrial,SH,MH.
Turut hadir dalan upacara peringatan HANI 2016 tersebut seperti Abu Said S.Ag sekaligus sebagai Pemimpin Upacara, Wakil Walikota Tanjungbalai, unsur Forkominda Kota Tanjungbalai, Kapolres, Kejari, Kepala BNN Kota Tanjungbalai, mewakili Dandim 0208/Asahan, mewakili Danlanal TBA,Seketaris Daerah, Danki Brimob, PNS, TNI, Polri, kepala lingkungan dan para pelajar tingkat SLTA se Kota Tanjungbalai. (ck-5/syaf)


Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial bersama dengan seluruh unsur Forkominda Kota Tanjungbalai foto bersama usai upacara peringatan HANI 2016 di Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah, Kota Tanjungbalai. (ignatius siagian/METRO TANJUNGBALAI)

Tak Gunakan Pakaian Dinas saat Ambil Honor
TANJUNGBALAI – Terima honorer, para Kepala Lingkungan (Kepling) yang tidak berpakaian dinas ditegur Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial SH MH.
Hal itu terjadi dalam acara penyerahan honor Kepling periode April sampai Juni di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Tanjungbalai, Selasa (28/6).
"Saya ingin, seluruh kepala lingkungan yang ada di Kota Tanjungbalai ini untuk menunjukkan kedisiplinan dan integritas yang tinggi dalam menjalankan tugasnya sebagai ujung tombak dari pemerintah. Salah satunya adalah mampu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan memakai pakaian dinas pada saat menjalankan tugasnya, sebagaimana dengan acara yang digelar pada hari ini.
Seharusnya, seluruh Kepala Lingkungan yang hadir dalam acara ini memakai pakaian dinas, akan tetapi, masih banyak juga Kepala Lingkungan yang tidak memakai pakaian dinas. Hal ini membuktikan, bahwa tingkat kedisiplinan Kepala Lingkungan di Kota Tanjungbalai ini masih jauh dari yang diharapkan," ujar Wali Kota M Syahrial dalam pidato sambutannya.
Berdasarkan data yang diperoleh koran ini di lapangan, dari 187 orang kepala lingkungan se Kota Tanjungbalai, terdapat sebanyak 95 orang di antaranya tidak memakai pakaian dinas. Ke-95 orang kepala lingkungan yang tidak memakai pakaian dinas tersebut berasal dari Kecamatan Datuk Bandar sebanyak 20 orang, Kecamatan Datuk Bandar Timur sebanyak 20 orang, Kecamatan Sei Tualang Raso sebanyak 13 orang, Kecamatan Tanjungbalai Utara sebanyak 15 orang, Kecamatan Tanjungbalai Selatan sebanyak 11 orang dan Kecamatan Teluk Nibung sebanyak 16 orang.
"Kejadian hari ini merupakan contoh yang tidak baik. Untuk ke depan, saya harapkan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi dan seluruh Kepala Lingkungan harus mampu menunjukkan kedisiplinan dan integritas yang tinggi di mana pun berada,"  pungkas Syahrial mengakhiri pidato sambutannya.
Terlihat hadir dalam acara tersebut seperti Seketaris Daerah, Asisten, Staf Ahli, Kabag Pemerintahan, para Camat dan Lurah, Tokoh Masyarakat dan seluruh Kepling se Kota Tanjungbalai. (ck-5/syaf)



Teks foto
Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial dalam pidatonya memberikan menegur kepala lingkungan yang hadir tidak berpakaian dinas. (ignatius siagian/METRO TANJUNGBALAI)


                                                   Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial

TANJUNGBALAI – Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial SH MH memberikan batas waktu selama sebulan kepada Tim Penyelesaian Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR) Pemko Tanjungbalai untuk menyelesaikan seluruh kasus temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Hal itu diungkapkan Wali Kota Tanjungbalai melalui Kabag Humas Nurmalini Marpaung S STP kepada koran ini di ruang kerjanya, Selasa (28/6).
"Benar, karena sudah bertahun-tahun temuan BPK tidak ditindaklanjuti dengan serius, menyebabkan Pemko Tanjungbalai mengalami kerugian yang cukup besar. Tidak hanya itu saja, Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Tanjungbalai Tahun 2015 juga terancam akan discleimer jika seluruh temuan BPK tersebut tidak segera ditindak lanjuti. Oleh karena itu, Wali Kota Tanjungbalai telah memerintahkan kepada Staf Ahli Bidang Hukum untuk memimpin TPTGR menindaklanjuti seluruh temuan BPK tersebut. Dan kepada TPTGR diberikan kesempatan selama satu bulan untuk menindak lanjutinya dan setiap minggu harus menyampaikan laporannya kepada wali kota," ujar Nurmalini Marpaung S STP.
Menurut Nurmalini Marpaung, instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Tanjungbalai dalam pertemuan yang digelar, Senin (27/6). Katanya, dalam pertemuan tersebut, juga hadir Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungbalai.
Pada kesempatan itu, Nurmalini Marpaung mengakui, akibat tidak ditindak lanjutinya temuan BPK tersebut, menyebabkan Pemko Tanjungbalai mengalami kerugian sekitar Rp17 miliar per tahun 2014. Hal itu disebabkan temuan BPK yang tidak ditindak lanjuti itu sudah berlangsung sejak tahun 2005 hingga tahun 2014.
Selain itu, Nurmalini Marpaung juga tidak memungkiri, jika tidak segera di tindak lanjuti, maka untuk tahun anggaran 2015, Pemko Tanjungbalai berpotensi mengalami kerugian sekitar Rp2 miliar lagi. Oleh karena itu, Wali Kota telah menginstruksikan, agar dalam satu bulan ini, seluruh temuan BPK tersebut sudah tuntas ditindak lanjuti.
"Wali kota juga telah mewanti-wanti, apabila kasus temuan BPK itu tidak dituntaskan dalam waktu satu bulan ini, maka tidak tertutup kemungkinan akan diproses secara hukum. Dan upaya tersebut juga telah mendapat dukungan dari Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungbalai," pungkas Nurmalini Marpaung S STP.
Seperti diketahui, baru-baru ini Pemko Tanjungbalai dipastikan telah mengalami kebobolan sebesar Rp19 miliar akibat bertahun-tahun temuan BPK-RI tidak ditindak lanjuti oleh Tim Penyelesaian Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR). Kerugian sebesar Rp19 miliar tersebut berasal dari temuan BPK RI sejak tahun 2004 hingga tahun 2014 sebesar Rp17 miliar lebih, ditambah prediksi kerugian untuk tahun 2015 diperkirakan sebesar Rp2 miliar lebih.
"Berdasarkan perintah dari Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial baru-baru ini, kita telah mendata kembali seluruh temuan BPK yang direkomendasikan untuk di tindak lanjuti. Akan tetapi, terhitung sejak tahun anggaran 2004 hingga saat ini, tidak satupun temuan dari BPK tersebut yang ditindak lanjuti sehingga menimbulkan kerugian keuangan kepada Pemko Tanjungbalai yang jumlah cukup besar yakni mencapai sekitar Rp19 miliar lebih dengan rincian per tahun 2014 sebesar Rp17 miliar lebih dan pada tahun 2015 yang sampai saat ini laporan keuangannya belum selesai disusun, diperkirakan akan mencapai Rp2 miliar lebih", ujar salah seorang petinggi Pemko Tanjungbalai kepada koran ini. (ck-5/syaf)




MEDAN-Tiga terdakwa kasus pembunuhan sadis sekeluarga di Jalan Sei Padang Medan, hanya bisa menundukan kepala sembari meneteskan air mati. Pasalnya, tiga pemuda itu, dijatuhkan hukuman mati oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa, (28/6) sore.
Ketiga terdakwa divonis mati itu, masing-masing bernama Yoga (20), Rory (19) dan Nanang (18). Para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana terhadap korban, yakni Mochtar Yakub (70), istrinya Nurhayati (67) dan cucuknya Dika (7).
“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan pembunuhan berencana. Menghukum terdakwa dengan hukuman mati,” ujar Majelis Hakim yang diketuai Mahyuti di ruang cakra VII di PN Medan.
Mendengar putusan tersebut, keluarga korban langsung berteriak Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Mereka menangis dan saling berpelukan. Begitu juga dengan terdakwa Yoga dan Nanang.
Dari awal pembacaan putusan, keduanya terus menangis. Berbeda dengan terdakwa Rori, yang sedikit pun tak terlihat meneteskan airmata.
Dalam amar putusannya, hakim menilai ketiga terdakwa terbukti melakukan pembunuhan berencana. Hal ini sesuai dengan keterangan para terdakwa dan saksi di persidangan. Hakim menilai terdakwa sengaja datang ke rumah korban setelah ibu para terdakwa, Watinem dan adiknya Tasya pulang bekerja dari rumah korban.
Saat itu para terdakwa dinilai sengaja datang untuk membunuh Nurhayati, bukan datang untuk meminta kayu bekas yang akan dijadikan kandang ayam. “Pisau yang digunakan juga tidak mungkin dari rumah korban, mengingat terdakwa Rori masuk dan langsung membunuh Nurhayati di halaman belakang. Selanjutnya setelah membunuh Nurhayati, ketiganya masuk ke dapur dan kembali membunuh Muckhtar Yakub,” kata hakim.
Hakim menilai unsur kesengajaan dan direncanakan dalam kasus itu telah terpenuhi. “Sengaja datang setelah orangtua terdakwa pulang. Sementara unsur merencanakan, terlihat dengan pisau yang dibawa para terdakwa untuk membunuh korban,” ucapnya.
Selain itu, alasan hakim memberatkan hukuman para terdakwa yakni karena ketiganya dinilai telah melakukan kekerasan serta menghilangkan nyawa anak-anak yakni Alm Dika. Rori, Yoga dan Nanang telah menghilangkan nyawa anak satu-satunya dari pasangan Erika Mochtar dan Heru.
Untuk itu ketiganya dijerat hakim dengan Pasal 340 jo 339 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 80 Ayat 3 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP.
Menanggapi putusan tersebut, Penasihat Hukum ketiga terdakwa, Icha mengajukan upaya hukum banding. Ketiganya tidak menerima putusan yang dijatuhkan hakim.
Sebelumnya JPU, Joice Sinaga menuntut ketiga terdakwa dengan hal yang sama. JPU menuntut agar tiga terdakwa dihukum mati.
Di luar persidangan, Erika Mochtar, anak korban mengapresiasi putusan yang dijatuhkan majelis hakim. Ketiganya merasa masih ada keadilan di Pengadilan Negeri Medan.
“Kita sangat bersyukur dengan putusan ini. Meskipun begitu, ini belum selesai. Karena dari awal seperti kami katakan masih banyak kejanggalan di dalam kasus ini. Dan pelakunya bukan hanya tiga ini,” katanya yang didampingi Melisa Mochtar, Moli Mochtar, Heru dan Fauzi.
Pihaknya akan mengumpulkan bukti-bukti baru untuk mengusut pelaku lainnya dalam pembunuhan ini. “Keterangan ibu terdakwa di BAP bahwa ibunya selama bekerja di rumah kami tidak pernah dimarahi. Berbeda dengan keterangan terdakwa di persidangan yang mengatakan bahwa ibunya cerita selalu dimarahi saat bekerja,” tandasnya.(gus)



*** Untuk Bangun LP, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara, dan Kantor Imigrasi
BATUBARA - Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia, secara resmi menyurati Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain. Surat bernomor M.HH.PL.01.01-03 tertanggal 22 Juni 2016 yang ditandatangani langsung oleh Yasonna Laoly itu, berhubungan dengan rencana pengadaan lahan untuk pembangunan satuan kerja pengemban tugas dan fungsi Kemenkum HAM.
Disebutkan, luas areal yang dibutuhkan sekira 50 Hektare. Sedangkan fasilitas yang akan dibangun antara lain, Lembaga Pemasyarakatan (LP) Badan Pemasyarakatan, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara, serta pembangunan Kantor Imigrasi.
Selanjutnya, permohonan yang sampaikan oleh Menteri itu dilatarbelakangi oleh sejumlah pertimbangan, di antaranya berdasarkan data hunian Lembaga Pemasyarakatan, dan Rumah Tahanan Negara di wilayah Sumatera Utara, akibat relatif tingginya tingkat kriminalitas, LP dan Rutan mengalami over kapasitas lebih dari 200 persen. 
Disisi lain, Kabupaten Batubara dinilai merupakan kabupaten pemekaran baru yang belum mempunyai satuan-satuan kerja pengemban tugas dan fungsi Kementerian Hukum dan HAM.
Terkait dengan itu, Bupati Batubara H OK Arya Zulkarnain memberikan sambutan positif terhadap surat yang dilayangkan Menteri Yasonna Laoly itu. Ia mengatakan, Keinginan Kemenkum HAM itu bakal diadopsi dalam rancangan pembangunan daerah menyusul revisi RTRW yang tengah digodok. 
“Secepatnya nanti kami akan masukkan dalam RTRW. Pembahasannya sedang berlangsung,” kata Bupati.
Ia juga memberi sinyal bahwa kemungkinan lahan yang digunakan adalah areal Eks HGU PT Kwala Gunung yang telah berakhir pada 2006 silam.
Menyambut surat dari Kementerian itu, Ketua DPRD Batubara Selamat Arifin yang langsung menggelar rapat dengan Tim Pansus DPRD menyatakan kesiapan legislatif untuk memberikan support terhadap pemerintah. 
“Salah satu bentuk dukungan itu, berikan rekomendasi. Terlebih hal itu untuk kebutuhan infrastruktur.” kata Selamat.
Surat dari Kemenkum Ham itu, menurut dia, punya tingkat urgensi yang tinggi untuk dilaksanakan mengingat hal itu berkaitan dengan kepentingan nasional.
Ia juga sependapat bahwa kebutuhan areal seluas 50 Ha yang disampaikan Menteri Yasonna Laoly itu dalam RTRW teletak di areal eks HGU PT Kwala Gunung. (Wan/syaf)






JAKARTA- Seluruh PNS, TNI/Polri diwajibkan masuk di hari pertama kerja yaitu 11 Juli mendatang. Barang siapa yang masih cuti, akan ada sanksi berat diberikan kepada aparatur negera.
Penegasan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi tertanggal 27 Juni 2016.
Dalam surat bernomor‎ B/2337/M.PAN-RB/6/2016‎, Yuddy menegaskan bahwa seluruh PNS/TNI/Polri dilarang mengambil cuti pascalebaran 11-15 Juli. Dengan alasan, cuti bersama dan hari libur sesuai kalender kerja sebanyak sembilan hari sangat mencukupi bagi PNS, TNI/Polri untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung.
"Saya mengimbau seluruh pejabat pembina kepegawaian‎ (PPK) baik pusat maupun daerah, untuk tidak mengeluarkan surat izin cuti kepada pegawainya," tegasnya.
Yuddy menambahkan, untuk mengecek kehadiran seluruh aparatur negara pada 11 Juli, diharapkan para PPK melakukan sidak ke masing-masing instansi. Bagi yang bolos, diberikan sanksi sesuai PP 53/2010 tentang Disiplin PNS.
///Hanya PNS Ini yang Boleh Cuti Pascalebaran
Seluruh aparatur negara (PNS, TNI/Polri) dilarang mengambil cuti pascalebaran. Namun dalam SE MenPAN-RB Nomor B/2337/M.PAN-RB/6/2016‎ tertanggal 27 Juli, ada pengecualiannya.
Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi, pengecualian larangan cuti pascalebaran hanya untuk PNS, TNI/Polri yang bertugas saat lebaran.
"Bagi PNS, TNI/Polri yang karena tugasnya memberikan layanan publik saat lebaran dan tidak bisa menikmati cuti bersamanya, akan tetap menerima hak-haknya. Mereka diberikan cuti tahunan yang diambil pascalebaran," terang Yuddy, Senin (27/6).
Dia menyebutkan, PNS yang bisa mengambil cuti pascalebaran hanya di jabatan-jabatan layanan publik.
Seperti, pegawai rumah sakit, petugas imigrasi, Bea Cukai, Lembaga Pemasyarakatan, Pemadam Kebakaran, dan lain-lain.‎
"PNS yang tidak melayani publik seperti tenaga administrasi, dan lainnya tidak boleh tambah-tambah liburnya. Kan sudah dapat THR dan gaji 13, jadi kerja harus ditingkatkan. Jangan malas-malas lagi, kesejahteraan yang diterima harus dibarengi peningkatan etos kerja," tandasnya. (esy/jpnn)




KISARAN- Andi Haryanto (23) yang sembunyi di perkebunan dibekuk personel Sat Reskrim Polsek Airbatu Polres Asahan. Andi ditangkap saat hendak mengantarkan sabu milik abangnya kepada seorang pembeli.


Informasi diperoleh, Andi yang merupakan warga Dusun III, Desa Baung Sibatubatu, Kecamatan Sei Dadap ini merupakan adik kandung dari bandar narkoba jenis sabu-sabu.
" Dia (Andi Haryanto) kami sergap di jalan tikus milik perkebunan, abang lupa entah punya siapa kebun itu," ujar Kapolsek Airbatu AKP Martoni LC, SH melalui Kanit Reskrim Ipda S Siahaan didampingi Bripka Mulyadi.
Kepada Metro Asahan, Kanit Reskrim menjelaskan tangkap tangan yang dilakukan berkat informasi dari warga.
" Kami diberi informasi dari masyarakat yang telah resah dengan perdagangan sabu yang dilakukan Andi," jelas S Siahaan.
Bermodal informasi yang didapat, personil Reskrim melakukan pengintaian dan ketika melihat tersangka polisi langsung melakukan penangkapan.
"Sebenarnya target kami abang si Andi, ketika membekuk Andi kami mendapati kristal putih didalam plastik klik transparan yang digenggam tangan sebelah kiri sebanyak satu bungkus," jelas S Siahaan. 
"Barang bukti yang di sita dari tangan pelaku, empat bungkus paket kecil sabu. Kemudian dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah pelaku. Di rumah pelaku ditemukan tiga bungkus paket kecil," terang S Siahaan. 
Dari hasil pembekukan dan pengembangan barang bukti ditemukan empat bungkus paket kecil diduga  berisi sabu-sabu, satu buah timbangan elektrik, satu buah kaca pirex, satu bungkus plastik klik berisi plastik klip, satu buah mancis dan satu unit sepedamotor Honda Baet warna merah BK 2231 YAW.
"Setelah dilakukan periksaan di Polsek, kita akan serahkan Andi dan barang bukti ke Sat Narkoba Polres untuk perkembangan kasus lebih lanjut," ujar S Siahaan. 
Ketika ditanyai awak media koran ini terkait abang kandung Andi Haryanto, Kanit Reskrim menyebutkan akan mengentai dan bila diketahui keberadaannya akan dibekuk.
Sementara itu, pengakuan Andi Haryanto di ruang Sat Narkoba kepada Metro Asahan menyebutkan baru sekali membawa sabu.
"Sabu itu punya abang kandungku. Baru sekali ini aku membawa. Ada yang memesan dan aku yang mengantar sama pembeli, di tengah jalan aku ditangkap," kata Andi Haryanto. (mag01/syaf)



Andi Haryanto menunjukan barang bukti sabu di Polsek Airbatu. (Bawadi AN Sitorus)





Kami Kira bawa Uang Banyak, 
Rupanya hanya Rp7 Juta
KISARAN- Tiga dari lima tersangka kasus spesialis pecah kaca mobil dibekuk personel Polres Asahan. Dari keterangan para tersangka, mereka ada lima orang, namun polisi hanya meringkuss tiga orang yakni Anton Tarigan (43), Kopen Manalu (30), Anggiat Simangunsong (44). Namun para tersangka perampokan yang sempat mengira korban membawa uang ratusan juta rupiah ini kecewa, karena korban yang baru mengambil uang di ATM BCA hanya membawa uang tunai Rp7 juta.

"Sementara dua pelaku lainnya masih kita lakukan pengejaran. Operasi ini dipimpin Ipda Khomaini dalam waktu singkat membuahkan hasil dan meringkus tiga pelaku,” ujar Wakapolres Asahan Kompol Triyadi.
Menurut Wakapolres Asahan, sebelumnya tersangka Anggiat T Simangunsong alias Anggiat, Jhon dan Jerry sudah merencanakan untuk melakukan perampokan uang. Selanjutnya Anggiat mengajak Kopen Manalu alias Kopen, Antonius Tarigan alias Antonius merental mobil Daihatsu Xenia BK 1599 TY.
Kemudian kelima tersangka berkumpul di Simpang Bah Jambi, Kabupaten Simalungun dan berangkat ke Kisaran dengan menggunakan mobil Xenia juga sepedamotor Yamaha Zupiter MX BK 3488 AGC. 
Setelah tiba di Kisaran kelima tersangka menginap di salah satu penginapan di Kisaran. Keesokan harinya, kelima tersangka menuju Bank BCA. Setelah di Bank BCA kelima tersangka memantau sasaran bagi nasabah yang melakukan penarikan uang dari ATM.
Setelah melakukan pengintaian, akhirnya para tersangka mendapatkan target mereka yakni Jamalludin yang pada saat itu mengemudikan mobil Xenia BK 1197 VL. Dari kejahuan para tersangka melihat korban masuk ke ruangan mesin ATM dan setelah beberapa lama ditunggu Jamaluddin keluar dari dalam ruangan mesin ATM.
Jamalluddin yang baru saja melakukan penarikan uang dari ATM Bank BCA sebesar Rp7.000.000 lalu berangkat menuju Jalan Kapten F Tandean untuk ke kantor Biro Jasa Rizky. 
Melihat itu kelima tersangka membuntuti korban dari belakang, lalu setelah korban meninggalkan mobilnya masuk ke kantor Biro jasa tersebut, tersangka Anggiat mendekati mobil korban selanjutnya mencongkel kaca bagian tengah mobil korban dan setelah dicongkel kaca retak lalu Anggiat memukul kaca tersebut hingga pecah.
Anggiat mengambil tas milik korban yang didalamnya berisi uang yang baru saja diambil korban dari ATM, satu unit laptop dan berkas-berkas kantor. Kemudian para tersangka melarikan diri ke Kabupaten Simalungun. Dalam waktu kurang dari 10 jam anggota Sat Reskrim yang dipimpin oleh AKP Bayu Putra Samara SIK berhasil melakukan penangkapan terhadap ketiga tersangka sedangkan dua orang melarikan diri (DPO).
Ketiga tersangka yang berhasil dibekuk yakni Anggiat T Simangunsong (59) warga Jalan Pake, Lingkungan IX, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan. Selanjutnya Kopen Manalu (30) warga Lingkungan VIII Lorong VII, Komplek Lama, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan. Selain itu polisi juga meringkus Antonius Tarigan (44) warga Jalan Asahan, Dusun Batu VIII, Dolok Ataran Kabupaten Asahan. 
Para tersangka dijerat dengan pasal 363 yang isinya pencurian dengan pemberatan dengan hukuman tujuh tahun penjara," pungkas Triyadi.
Sementara itu, Anggiat sang esekutor mengakui perbuatan mereka.
"Kami kira bawak ratusan juta ternyata kami salah perhitungan," cetus Anggiat. 
Barang bukti satu unit laptop, satu unit mobil Xenia BK 1599 VL, satu unit sepedamotor Yamaha Zupiter MX BK 3488 AGC, serbuk busi sepedamotor (digunakan untuk mempermudah memecahkan kaca), satu unit obong, satu buah kopiah warna hitam, satu buah helm, dan satu buah kemeja tangan panjang. (mag01/syaf)







 
Waka Polres Asahan Kompol Triyadi didampingi Kanit Jatanras Ipda M. Khomaini, STK saat mengintrogasi ketiga tersangka 

Kiri ke kanan Kasat Reskrim AKP Bayu Putra Samara, Waka Polres Asahan Kompol Triyadi, Kanit Jatanras Ipda M. Khomaini, STK 




LABURA- Pemerintah (Pemkab) Kabupaten Labuhanbatu Utara melalui Dinas Perhubungan menyediakan 6 bus mudik gratis Idul Fitri. Bus tersebut dijadwalkan berangkat 1-2 Juli 2016 pukul 08.00 WIB dari depan kantor Al Wasliyah, depan Makam Pahlawan, Medan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu Utara Heri Wahyudi Marpaung SSTP MAP melalui Kepala Bidang Angkutan Darat Bolivar Silalahi ST mengatakan, kegiatan mudik gratis Idul Fitri merupakan bentuk kepedulian Bupati Labuhanbatu Utara
H. Khairuddin Syah SE terhadap warga Labuhanbatu Utara yang berada di perantauan.
”Pada 1 Juli akan diberangkatkan 3 bus, kemudian tgl 2 Juli kembali diberangkatkan 3 bus. Kegiatan ini merupakan agenda rutin Pemkab Labuhanbatu Utara yang dilaksanakan tiap tahun untuk membantu warga yang akan merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Kegiatan mudik gratis ini sudah dilakukan selama lima tahun terakhir,” sebut Bolivar.
Bagi warga, pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Labuhanbatu Utara yang ingin mudik bersama dapat menghubungi pihak Dinas Perhubungan Labuhanbatu Utara.
Terpisah, Kabag Humas Pemkab Labuhanbatu Utara Muhammad Ikhsan SSTP berharap warga Labuhanbatu Utara yang berada di Medan dapat memanfaatkan kesempatan mudik bareng ini untuk merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.
”Kegiatan mudik gratis ini merupakan wujud perhatian Bupati Labuhanbatu Utara terhadap warga yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman. Sejak beliau duduk sebagai Bupati kegiatan mudik gratis menjadi agenda rutin tahunan yang kita laksanakan. Tujuannya untuk membantu warga dapat merayakan Lebaran di kampung halaman,” ujar Ikhsan.
Selain membantu warga untuk meringankan biaya, mudik gratis juga bertujuan membantu warga yang kesulitan mendapatkan tiket angkutan umum menjelang Lebaran.
”Bupati tidak menginginkan ada warganya yang tidak bisa merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman hanya karena tidak mendapatkan tiket angkutan umum,” kata Ikhsan.
Rahmad, warga Aekkanopan, mengaku gembira dengan program mudik gratis yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara. “Program ini sangat membantu warga maupun orang tua yang memiliki anak sedang menempuh pendidikan di luar Labuhanbatu Utara untuk meringankan biaya. Selain itu,  mudik gratis juga membuat orangtua merasa lebih tenang, dibandingkan anak mudik naik angkutan umum,” sebut ayah, yang mempunyai 2 anak menempuh pendidikan di Medan. (chad/rah)





RANTAUPRAPAT-  Bagi Anda yang hendak mudik lebaran ke wilayah Labuhanbatu Raya (Labuhanbatu. Labura dan Labusel) dan kemudian hendak balik (dari Labuhanbatu Raya), sebaiknya mewaspadai sekitar 11 titik rawan macet, rawan kecelakaan, serta rawan banjir sebagaimana dirilis Polres Labuhanbatu, Senin (27/6).

Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie menerangkan, Polres Labuhanbatu melakukan pemetaan titik/lokasi rawan jalur mudik. Dari pemetaan polisi, sedikitnya terdapat 11 titik/lokasi rawan mudik terhitung dari Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Labuhanbatu hingga Aek Kanopan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).
Untuk mengantisipasi segala hal sekaitan akan masuknya Hari Raya Idul Fitri, pihaknya menyiagakan 750 personil kerjasama dengan TNI, Pemda dan Pramuka.
Daerah rawan dibagi tiga kategori antara lain, rawan macet sebanyak 6 titik, rawan kecelakaan sebanyak 3 titik dan rawan banjir sebanyak 2 titik.
Dijabarkannya, daerah rawan macet terletak di kilometer 218-219 Jalan Jenderal Sudirman Aek Kanopan, Labura. Kilometer 260-261 di Pekan Desa Kampung Pajak Labura. Kilometer 295-296 Jalan HM Said Sigambal, Labuhanbatu.
Selanjutnya, kilometer 307-308  Simpang III Aek Nabara, Labuhanbatu, kilometer 340-341 jalan Jenderal Sudirman, Labusel serta kilometer 355-356 Desa Torgamba, Labusel.
Untuk rawan kecelakaan terdapat di kilometer 232-233 Jalinsum Desa Damuli Kebun Kecamatan Kualuh Selatan, Labura. Kilometer 259-260 Jalinsum Desa Kampung Pajak, Labura serta kilometer 285-286 Jalinsum H Adam Malik Rantauprapat, Labuhanbatu.
Penetapan itu dikarenakan tingginya korban meninggal dunia disebabkan pandangan terhalang tikungan tajam, tidak ada penerangan lampu pada malam hari, jalan sempit, sebelah kiri dan kanan jalan rapat dengan rumah penduduk.
Sementara untuk daerah rawan banjir terdapat kilometer 252-253 Aek Natas Bandar Durian, Kabupaten Labura serta kilometer 329-330 Jalinsum Dusun Sonnah Desa Sennah Kabupaten Labuhanbatu.
Dibangun sebanyak 10 Pos Pam dan 1 Pos Yan tersebar diantara sepanjang jalur jalan dari tiga kabupaten di bawah wilayah hukumnya.
“Untuk Pos Pelayanan ditempatkan di kilometer 330 Jalinsum Desa Sisumut Kecamatan Kota Pinang Kabupaten Labusel,” terangnya.
Selanjutnya, Pos Pam 1 di Jalinsum Jenderal Sudirman Aek Kanopan kilometer 218, Kabupaten Labura, Pos Pam 2 Jalinsum Desa Damuli Pekan kilometer 225 Kabupaten Labura.
Pos Pam 3 Jalinsum Titi Kembar kilometer 248 Desa Bandar Durian, Kabupaten Labura Pos Pam 4 Jalinsum Simpang Berangir Desa Sei Raja kilometer 268 Kabupaten Labura.
Pos Pam 5 Jalinsum Desa Janji kilometer 284 Kabupaten Labuhanbatu, Pos Pam 6 Jalinsum Desa Perbaungan kilometer 307 Kabupaten Labuhanbatu, Pos Pam 7 Jalinsum Desa Pekan Tolan kilometer 326 Kabupaten Labusel.
Pos PAM 8 Jalinsum Langga Payung kilometer 372 Kabupaten Labusel, Pos PAM 9 Tangkahan Batu Jalan Umum kilometer 376 Kelurahan Labuhan Bilik Kabupaten Labuhanbatu dan Pos PAM 10 Jalinsum Desa Sei Baruhur kilometer 365 Kabupaten Labusel.
Sementara, Kepala Dishubkominfo Pemkab Labuhanbatu Saipul SP menerangkan, khusus diwilayahnya terdapat dua Pos Pam dengan menurunkan personil Dishubkominfo sebanyak 2 orang untuk satu hari.
Terkait kondisi badan jalan lintasan diwilayahnya masih dalam kategori layak. “Artinya tidak sangat mengganggu pemudik, masih layak dilalui ditambah lagi rambu yang ada,” paparnya. (riz/rah)

Foto: doc
n Kondisi Jalinsum yang menghubungkan Kotapinang-Rantauprapat yang dinilai masih kurang lampu penerangan dan rawan kecelakaan.


TANJUNGBALAI-  Jual sabu pada anggota polisi yang sedang menyamar, seorang pria yang tidak memiliki pekerjaan tetap yakni Muklis Panjaitan alias Tuah (43) ditangkap, Minggu (26/6). Akibat perbuatannya, kini Muklis mendakam di sel tahanan polisi.
Informasi diproleh, Muklis Panjaitan merupakan warga Jalan HM Nurdin, Dusun IV, Desa Bagan Asahan, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan. Muklis diringkus petugas yang menyaru sebagai pembeli di sebuah lapo tuak di Jalan Panton, Desa Bagan Asahan, Kecamatan Tanjungbalai.
Kapolres Tanjungbalai AKBP Ayep Wahyu Gunawan SIK melalui Kasat Narkoba AKP MHD Yunus didampingi Kasubbag Humas AKP Y Sinulingga mengatakan, penangkapan terhadap tersangka berawal dari informasi yang berkembang di masyarakat. Di mana Muklis dikabarnya sering dilakukannya transaksi penjualan sabu. Atas informasi itu pihak Sat Narkoba pun melakukan penyelidikan.
"Awalnya kita mendapatkan informasi itu dari masyarakat, atas informasi itu kita langsung melakukan penyelidikan dan mengetahui tersangka. Dari sana kita menyaru sebagai pembeli  dan berhasil menangkap tersangka berikut barang buktinya, berupa satu paket sabu seberat 3,2 gram," terang Sinulingga.
Dikatakan Sinulingga saat ini tersangka masih dalam penyidikan guna untuk proses hukum lebih lanjut dan dari mana pelaku mendapat barang haram tersebut.
"Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Sub 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika," ucap Sinulingga.
Sementara Muklis yang bekerja serabutan mengaku nekada menjual sabu karena untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
“Aku butuh uang tuk membiayai kebutuhan hidupku sehari-hari. Makanya aku nekad jual sabu,” katanya. (Mag02/syaf)




Tersangka Muklis Panjaitan memperlihatkan barang bukti sabu miliknya.

Powered by Blogger.