Polisi Buka Rekaman Data Panggilan

BATUBARA- Polres Batubara telah membentuk tim khusus untuk menguak misteri pelaku pembunuhan Sugiarti Tiara Putri, remaja yang ditemukan tewas di Sungai Besar Sei Tanjung Batubara, Sabtu (17/12) sekira pukul 13.00 WIB, lalu.

Selain memeriksa enam orang saksi, polisi juga telah memeriksa orang terdekat korban. Namun polisi belum menemukan titik terang.

Selanjutnya, Tim Khusus Polres Batubara membuat surat ke Labfor Cyber Crime Mabes Polri, dengan tujuan untuk membuka Call Data Record (CDR) atau Rekaman Data Panggilan.

‘’Langkah ini ditujukan untuk membuka percakapan antara korban dengan orang-orang,” ujar Kasat Reskrim Polres Batubara AKP Ramadhani, Jumat (30/12). 

Ramadhani mengungkapkan bahwa sebagian CDR korban sudah dibuka. Namun sebagian lagi ada juga yang belum dibuka. Tapi, data sudah diblok.

‘’Saya yakin sudah ada titik terang. Tinggal buka CDR terakhir," pungkas Ramadani.
Sebagaimana diketahui almarhum Sugiarti Tiara Putri (19), sebelum ditemukan tewas korban sempat permisi ke orangtuanya hendak bepergian ke pantai bersama teman-temannya.

Hal itu diungkapkan kerabat korban bernama Sholeh (45), warga Desa Tanah Merah, Kecamatan Air Putih, Batubara. Menurutnya, kematian korban dinilai tidak wajar dan diduga kuat korban pembunuhan.

Sehingga pihak keluarga meminta kepada kepolisian segera menangkap pelaku yang telah tega menghabisi nyawa korban dengan sadis dan membuang jasadnya ke sungai dengan cara diikat dengan batu sebagai pemberat yang tujuannya untuk membuang jejak.

‘’Kami dari keluarga berharap pelaku segera ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan dihukum dengan hukuman yang setimpal karena tega menghabisi nyawa korban," tukasnya.

Menurut Sholeh, korban selama ini dikenal baik dan suka membantu orangtuanya.

‘’Dia baru tamat sekolah di SMAN 1 Tebing Tinggi dan bekerja di sebuah konter di desanya itu. Dia merupakan anak ke dua dari empat bersaudara," katanya.

Berdasarkan cerita dari orangtuanya, ujar Sholeh, saat itu korban pergi dari rumah Kamis (15/12) lalu dan pamit untuk pergi ke pantai bersama teman-temannya.

‘’Kamis waktu itu, kata orangtuanya, korban baru saja pulang jemput adiknya sekolah dan pamit sama orangtuanya untuk pergi ke pantai bersama teman-temannya. Setelah itu korban kemudian hilang dan tak kunjung kembali," ungkapnya mengakhiri.


Seperti diberitakan sebelumnya, di Batubara, sesosok mayat wanita tanpa identitas ditemukan mengambang di Pinggir Sungai Besar, Dusun IV, Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, Sabtu (17/12) sekira puku 13.00 WIB.

Informasi dihimpun wartawan koran ini, mayat tanpa identitas pertama kali ditemukan warga diketahui mengenakan pakaian baju kaos warna hitam, celana jeans warna hijau muda yang diperkirakan berusia antara 20 - 30 tahun.

Mayat itu ditemukan dengan kondisi mengambang dan terikat dengan tali dan antara dada sampai lutut kaki. Di tubuh korban yang terikat juga ditemuka batu yang diduga digunakan sebagai pemberat untuk menenggelamkan tubuh korban.

Kanit Reskrim Polsek Indrapura Iptu JH Sinaga kepada wartawan mengatakan wanita yang ditemukan tewas menjadi mayat tersebut diduga merupakan korban pembunuhan.

"Diduga sudah dua hari korban meninggal dan diduga merupakan korban pembunuhan. Berdasarkan visum luar ditemukan luka pada pipi kirinya dan saat ini mayat tersebut masih di outopsi di RSU Pematangsiantar dan kasus penemuan ini masih kami kembangkan karena tidak ada identitas pada mayat tersebut," ungkapnya. 


Mayat Wanita Itu Bernama Tiara Putri

Polsek Indrapura bekerja cepat mengungkap identitas mayat wanita yang ditemukan di Sei Tanjung, Dusun IV, Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Batubara, Sabtu (17/12), siang sekira pukul 13.00 WIB. Ternyata, korban bernama Sugiartik Tiara Putri.



‘’Identitasnya sudah diketahui,” kata Kapolsek Indrapura AKP Kusnadi, melalui Kanit Reskrim IPTU J Sinaga, kepada WARTAWAN, Minggu (18/12). Ia menyebutkan, korban diketahui bernama Sugiartik Tiara Putri. Usia 19 tahun. Alamat Dusun 15, Desa Paya Lombang, Kecamatan Tebing Tinggi. Selama ini, korban bekerja di toko ponsel di desanya, Desa Kuala Indah.

Korban masih berstatus gadis (belum menikah, red),” sebut Sinaga.
Menurut keterangan pihak keluarga, korban Tiara dilaporkan hilang sejak Kamis.

Begitu ada informasi penemuan mayat di Sei Tanjung, Dusun IV, Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan polres tetangga. Lalu, pihak keluarga yang mengetahui informasi itu langsung melakukan pengecekan ke RSUD dr Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar.

Setelah dipastikan ciri-ciri dan identitasnya, pihak keluarga langsung membawa jasad almarhum Sugiartik Tiara Putri dari RSUD dr Djasamen Saragih, dan membawanya ke rumah duka di Tebing Tinggi, Minggu (18/12) sekitar pukul 13.00 WIB.

‘’Kasus penemuan mayat ini masih kami proses dan kami kembangkan,” tandas Sinaga mengakhiri.

Terpisah, Suwono (49), warga Dusun IV, Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Batubara, yang pertama kali menemukan mayat wanita itu mengatakan sangat terkejut melihat sesosok mayat dengan kondisi terikat di batu dan hampir membusuk.

‘’Siang itu, saya mau berangkat memancing. Tiba-tiba saat naik sampan dan melintas di sekitar lokasi, saya melihat sesosok mayat yang badannya terikat tali di batu itu. Waktu itu, posisinya telungkup dan hanya nampak punggung dan kepalanya saja,” ujar pria yang sehari-hari sebagai pemancing ikan ini.

Dia mengatakan, karena takut dan kaget lantas ia langsung bergegas memberitahukan penemuan mayat itu ke warga sekitar.

Karena saya waktu itu sendirian, saya gak berani mendekat. Waktu itu, saya langsung memberitahukan penemuan mayat itu kepada warga sekitar dan langsung melaporkan penemuan mayat itu kepada petugas kepolisian,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat wanita tanpa identitas ditemukan warga mengapung di tepian Sungai Besar Sei Tanjung, Dusun IV, Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Batubara, Sabtu (17/12) sekira puku 13.00 WIB.

Mayat tanpa identitas itu ditemukan mengenakan pakaian baju kaos warna hitam dan celana jeans warna hijau muda. Usianya diperkirakan antara 20-30 tahun.


Saat ditemukan, di tubuh korban menempel batu yang diikat pakai tali. Batu itu seukuran, setengah badan korban. Jenazah korban kemudian dibawa ke Instalasi Jenazah Rumah Sakit dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar. Berdasarkan hasil visum luar ditemukan ada luka pada pipi kirinya.

‘’Wanita itu diduga kuat korban pembunuhan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Indrapura IPTU J Sinaga singkat. 
(wan/dro/ma/int)


MEDAN- Sebanyak 12 tahanan Polsek Percut Sei Tuan melarikan diri dari ruang sel tahanan polisi, Jumat (30/12) dinihari. Kuat dugaan para tahanan kabur melalui ventilasi udara di bagian atas ruang sel tahanan dengan cara digergaji.

Hingga Jumat (30/12) sekira pukul 09.00 WIB Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho dan sejumlah personel Provost memeriksa ruang tahanan Polsek Percut Seituan. Begitu juga Kapolsek Percut Seituan Kompol Lesman Zendrato terlihat kalang kabut mengitari ruang sel tahanan Polsek Percut Seituan.

"Coba cek seluruh lubang dari sel tahanan ini. Periksa semuanya," ujar Kombes Pol Sandi Nugroho kepada sejumlah personelnya.
Sementara menurut perbincangan personel Percut Seituan para tahanan kabur melalui lubang ventilasi.

 "Dari lubang ventilasi kaburnya. Kami masih sibuk ini," ujar salah seorang personel Polsek Percut Seituan.

Sementara penjaga ruang tahanan sejak Kamis (29/12) malam hingga Jumat (30/12) pagi diketahui bernama Aiptu A Manurung dan Brigadir Putra Surbakti. Sedangkan personel SPKT Polsek Percut Seituan diketahui bernama Bripka P Lubis dan Bripka CH Naibaho. Serta personel Intel Polsek Percut Seituan Bripka Yuri S Surbakti.

Diduga petugas jaga Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polsek Percut Seituan Tertidur dalam menjalankan tugas. Pasalnya, 12 tahanan yang terlibat kasus curan, curat, curas dan curanmor berhasil melarikan diri, Jumat (30/12) sekira Pukul 04.00 WIB dinihari.

Informasi yang diperoleh di Polsek Percut Seituan, saat para tahanan kabur petugas piket jaga ruangan tahanan, yakni Aiptu A Manurung dan Brigadir Putra Surbakti dan petugas piket SPKT, Bripka C Lubis dan Bripka CH Naibaho.

Ke-12 tahanan berhasil kabur dengan cara membongkar ventilasi dan mengergaji jerjak besi yang ada di dalam sel tahanan.

Untuk memastikan adanya kelalaian atau tidak terhadap petugas jaga RTP Kabid Propam Polda Sumut, Kombes Pol S Lubis, langsung turun ke Polsek Percut Seituan untuk melakukan pemeriksaan terhadap personel.

"Belum bisa kita pastikan apakah ada kelalian atau tidak. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap petugas jaga RTP," terang Kapolresta Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho. (mtc/int)



Teks foto
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho mengecek sel tahanan dengan memanjat tangga.

TANJUNGBALAI-Beralasan karena tidak memiliki pekerjaan membuat Putra Ramadhan alias Madhan (29) nekat menjadi penulis togel. Namun naas, usaha Putra tercium petugas, sehingga Putra harus mendekam di sel tahanan polisi.

Informasi diperoleh, Jumat (30/12), penangkapan terhadap Putra bermula saat petugas Sat Reskrim mendapat informasi bahwa perjuadian togel marak di daerah Jalan Asahan Pantai Amor, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai.

Mendapatkan informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus Putra di sebuah warung daerah tersebut. 

Kasat Reskrim AKP Yayang Risky Pratama SIK didampingi Kasubbag Humas AKP Y Sinulingga  mengatakan, pelaku diamankan berkat laporan masyarakat.

"Awalnya kita mendapati laporan masyarakat. Di mana pelaku kerap melakukan perjudian jenis togel. Atas informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tangan pelaku," kata Sinulingga.
Dikatakan Sinulingga, dari tangan pelaku petugas menyita barang bukti berupa blok notes bertuliskan angka tebakan, pulpen, hakter, serta uang tunai sebesar Rp40 ribu.

 "Atas  perbuatannya pelaku dijeret dengan Pasal 303 KUHP," terang Sinulingga.

Sementara itu Putra ketika diwawancarai wartawan mengakui perbuatannya. Menurut Putra ia nekat melakukan hal tersebut karena tidak mempunyai pekerjaan.

"Gak ada kerjaan ku pak, dari pada ngangur ya aku nulis togel," ujar Putra. (mag02/syaf)


LABUHANBATU- Sepasang kekasih yang disebut-sebut sebagai bandar narkoba jenis ekstasi diringkus personel Sat Nakoba Polres Labuhanbatu.


Kedua tersangka diketahui bernama BS alias Tiar (27) dan  wanitanya bernama YY alias Yola (28). Keduanya diringkus saat sedang asyik berduaan di sebuah rumah di komplek perumahan DL Sitorus Blok M nomor 31 Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (29/12) sekitar pukul 23.30 WIB.
Sumber di kepolisian  menyebutkan bahwa polisi ada menangkap sepasang kekasih diduga bandar ekstasi. 

“Waktu itu mereka berdua baru pulang enjoy dari Tanjungbalai, banyak juga barang buktinya," kata personel polisi berpangkat Bripka yang memohon namanya tidak disebutkan di koran.

Menurut informasi yang berhasil dihimpum kedua tersangka merupakan bandar yang selama ini kerap mengedarkan pil setan tersebut di sejumlah cafe remang-remang di Labuhanbatu Raya.

Kasat Narkoba AKP Mara Jungjung Siregar SH MH pada wartawan membenarkan penangkapan tersebut. 

“Benar ada mengamankan dua orang, satu laki-laki dan satu perempuan beserta sejumlah barang bukti narkoba dan saat ini masih sedang dalam proses,” sebut Mara Junjung Siregar.

Hingga kini kedua tersangka Tiar dan Yola yang disebut-sebut sebagai kekasihnya itu sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Sat Narkoba Polres Labuhanbatu. Menurut data yang diperoleh, Tiar merupakan warga Dusun Putat, Desa Kampung Masjid, Kecamatan Kualuh Hilir, Labuhanbatu Utara. Sementara Yola merupakan warga Jalan Dewi Sartika, Gang Teladan ,Kecamatan Rantau Utara.

Sementara barang bukti yang disita dari kedua tersangka yakni, 7 bungkus plastik klip berisi 68 butir pil berwarna merah jambu yang diduga ekstasi, 3 unit telepon seluler serta 1 lembar bungkus rokok union.


“Atas adanya laporan masyarakat, kita langsung melakukan pengintaian dan ternyata benar kedua orang tersebut memiliki barang yang kita duga kuat narkoba dan langsung kita tangkap, dan kalau masih ada lagi akan kita libas,” ucap kasat. (int)

Ganti Rugi Lahan Rel KA Februari 2017
KOTAPINANG- Ganti rugi lahan masyarakat yang terkena proyek pembangunan jalur kereta api Trans Sumatera jurusan Medan-Dumai di Kabupaten Labusel akan direalisaskan 2017 mendatang.




Kabag Administrasi dan Sengketa Pertanahan Setdakab Labusel Hasian Harahap mengatakan, PT Kereta Api Indonesia (PT. KAI) telah melakukan penghitungan luas areal masyarakat yang terkena proyek tersebut dan pembayarannya secepatnya akan dilakukan. “Rencananya Februari 2017 akan direalisasikan,” kata Hasian Harahap di Kotapinang, Jumat (30/12).

Ia mengaku belum mengetahui berapa nilai ganti rugi yang ditetapkan untuk setiap meter persegi lahan warga yang terkena proyek itu. Namun, nilai ganti rugi tersebut akan mengacu kepada sejumlah indikator, termasuk harga pasar, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. "Tidak hanya tanahnya saja yang dihitung, bangunan dan tanaman di atasnya juga dihitung," katanya.

Dari data sementara, terdapat 400-an kepala keluarga yang lahannya terkena proyek tersebut di Kab. Labusel. Seluruh surat-surat dan administrasi pendukung lainnya terkait kepemilikan lahan warga itu sudah terkumpul dan diverifikasi. 

“Nanti pembayarannya dilakukan langsung melalui rekening masing-masing, sehingga tidak ada penyimpangan dan kecurigaan macam-macam,” kata Hasian.

Anggota Komisi C DPRD Kab. Labusel, H. Edimin mendesak agar pihak PT. KAI lebih transparan dalam proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalur kereta api tersebut.

Menurutnya, selama ini informasi yang diterima masyarakat sangat minim, sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan nanti ketika proyek itu mulai dilaksanakan. “Sekarang ini era keterbukaan, jadi jangan lagi ada yang ditutup-tutupi,” katanya. (ant/int/rah)


Tanjungbalai-Balai pertemuan di Kelurahan Muara Sentosa, Kecamatan Sei Tualang Raso Tanjungbalai ditelantarkan.Ratusan juta dana Pemko Tanjungbalai dari APBD untuk pembangunan gedung yang sudah 3 tahun selesai dikerjakan terbuang.

Sawal Arifin (45) salah seorang warga mengatakan, balai ini dibangun oleh Pemko Tanjungbalai menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dengan nilai Rp300 juta. Namun sejak dibangun sekitar tiga tahun lalu, balai tersebut tidak pernah digunakan.



“Berarti bangunan itu mumbajir. Hingga kini bangunan itu tidak terurus dan tidak pernah digunakan. Itu namanya menghamburkan uang APBD Tanjungbalai,” sebut Sawal Arifin.

Sawal berharap, ke depan setiap adanya rencana pembangunan di kawasan kelurahan dan kecamatan dapat dimusyawarahkan. Tujuannya agar pembangunan yang dilakukan tidak sia-sia.

Sawal mencontohkan, pembangunan di Kelurahan Sei Raja seperti kiur mobil milik Dishubkominfo Tanjungbalai tidak difungsikan sejak puluhan tahun. Selain itu Gedung Olah Raga (GOR) Mini juga tidak difungsikan.


GOR Mini jadi Tempat Pembuangan Sampah
Sejumlah elemen masyarakat di Tanjungbalai sangat menyesalkan kebijakan dari Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai yang mengalih fungsikan Gedung Olah Raga (GOR) Mini menjadi lokasi penampungan sampah.

"Kita sangat kecewa dan menyesalkan kebijakan yang dilakukan oleh Pemko Tanjungbalai dengan mengalih fungsikan bangunan GOR Mini dari sarana olah raga menjadi sarana penampungan sampah. Jika memang pemerintah tidak mampu mengelolanya, serahkan saja kepada pihak ketiga atau swasta untuk mengelolnya sesuai dengan peruntukannya. Sehingga uang pemerintah yang telah dihabiskan dalam jumlah yang cukup besar untuk membangun GOR Mini tersebut tidak menjadi sia-sia," ujar Taufik Hidayat, Sekretaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Tanjungbalai kepada koran ini, beberapa waktu lalu.

Menurut Taufik, pihaknya akan menindak lanjuti pengalih fungsian GOR Mini dari sarana olah raga menjadi lokasi penampungan sampah itu. Soalnya, diyakini bahwa pengalihfungsian GOR Mini tersebut dilakukan secara sepihak tanpa mendapat persetujuan dari DPRD.

Hal senada juga diungkapkan Ketua LSM Merdeka Kota Tanjungbalai Nursyahruddin SE saat ditemui secara terpisah. Katanya, pengalih fungsian GOR Mini dari sarana olah raga menjadi lokasi penampungan sampah itu tidak sesuai dengan tata cara pengelolaan aset milik pemerintah.

"Setahu kita, setiap aset milik pemerintah, harus dikelola sesuai dengan peruntukannya. Pengalih fungsian dalam pengelolaan aset dapat dilakukan apabila telah mendapat persetujuan dari DPRD dengan alasan yang jelas dan dapat diterima dengan akal sehat," ujar Nursyahruddin.

Pada kesempatan itu, Nursyahruddinjuga berjanji, akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum apabila Pemko Tanjungbalai tidak segera mengembalikan fungsi GOR Mini tersebut sesuai dengan peruntukannya semula. 

Pada hal, Gedung GOR Mini yang berada di Kelurahan Sei Raja, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai tersebut dibangun pada saat Walikota Tanjungbalai masih dijabat oleh Almarhum dr H Sutrisno Hadi Sp OG sekitar tahun 2006 lalu. Untuk biaya awal pembangunan tahap pertama dari GOR Mini tersebut bersumber dari bantuan Menteri Pemuda dan Olah Raga pada saat itu yakni H Mahadi Sinambela, putra kelahiran Tanjungbalai.

Dan selanjutnya, pembangunan GOR Mini tersebut dilanjutkan dengan menggunakan dana APBD Kota Tanjungbalai hingga selesai. Akan tetapi, sejak pembangunannya selesai dilakukan hingga saat ini, bangunan GOR Mini tersebut belum pernah difungsikan sebagaimana mestinya sampai akhirnya disulap menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) liar. (ilu/syaf/ma/int)

Dari 23 Pejabat Pemko Tanjungbalai yang Ikut Uji Kompetensi

TANJUNGBALAI - Ternyata, dari 23 orang pejabat eselon II yang ikut uji kompetensi jabatan tinggi pratama pada bulan November 2016 lalu, hanya 7 yang dinyatakan masih layak dipertahankan.
Hal itu diungkapkan Walikota Tanjungbalai M Syahrial SH MH dalam acara pengukuhan pejabat Pemko Tanjungbalai di Aula I Kantor Walikota Tanjungbalai, Jumat (30/12).


"Berdasarkan hasil uji kompetensi bagi pejabat eselon II pada bulan November 2016 lalu, ternyata dari 23 peserta hanya 7 yang dinilai masih layak. Dan tindak lanjut dari hasil kompetensi tersebut baru akan dilakukan pada awal Tahun 2017 mendatang. Karena, untuk mengisi Jabatan Tinggi Pratama bagi Pejabat Eselon II, akan dilakukan lewat proses seleksi sesuai dengan amanat undang-undang. Oleh karena itu, saya pastikan, bahwa pengukuhan 38 pejabat eselon hari ini tidak ada kaitannya dengan uji kompetensi pejabat eselon II itu," tegas Walikota M Syahrial tanpa menyebutkan identitas dari ke-7 peserta yang layak tersebut. 

Seperti diketahui, pada pertengahan November 2016 lalu, Pemko Tanjungbalai telah melaksanakan uji kompetensi jabatan tinggi pratama bagi 23 dari 24 pejabat eselon II. Uji kompetensi tersebut dilaksanakan atas kerjasama Pemko Tanjungbalai melalui Badan Kepegawaian (BKD) dan Diklat dengan Universitas Medan Area (UMA) Medan.


Uji kompetensi dan Psikologi ini sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 tahun 2014. Sehingga, untuk pengisian jabatan tinggi pratama di lingkungan Pemko Tanjungbalai harus dilakukan secara terbuka sesuai dengan prinsif profesional, kompetensi, prestasi dan jenjang kepangkatan. (ck5/syaf/ma/int)

TANJUNGBALAI- Pasangan kekasih Jefriandi alias Jefri (21) dan Suherni alias Herni (24) diringkus polisi, Jumat (30/12). Dari tangan keduanya ditemukan 3 butir pil ekstasi.
Informasi dihimpun, penangkapan kedua tersangka ini bermula saat petugas mendapat informasi dari masyarakat. Di mana sesuai laporan dari warga keduanya kerap melakukan penyalah gunaan narkoba jenis ekstasi.

Mendapati laporan tersebut, polisi lalu melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap Jefri yang merupakan warga Jalan Husni Thamrin, Lingkungan V, Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar di Jalan Pesat, Lingkungan I, Kelurahan Bunga Tanjung, Kecamatan Datuk Bandar Timur. Dalam pengkapan tersebut petugas menemukan 3 butir eksatasi dari saku celana Jefri dengan berat 1,17 gram.

Selanjutnya setelah Jefri tertangkap, petugas kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut  dan berhasil meringkus Suherni yang merupakan warga Jalan Pesat, Gang Pagaruyung, Lingkungan I, Kelurahan Bunga Tanjung, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai. 

Kasat Narkoba AKP MHD Yunus Taringan SH melalui Kasubbag Humas AKP Y Sinulingga  mengatakan, penangkapan terhadap kedua tersangka berdasarkan laporan masyarakat.

"Kedua pelaku dilaporkan kerap melakukan penyalahgunaan narkoba. Menindak lanjuti laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap keduanya ditempat terpisah," kata Sinulingga.
Dikatakannya, saat ini kedua pelaku masih dalam penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap para pelaku lainnya.

"Atas perbuatan kedua pelaku dijerat dengan pasal 114 Ayat (1) Subs Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Mag02/syaf/ma/int)

 
Teks Foto
Dilaporkan warga, pasangan kekasih ini ditangkap polisi karena memiliki pil ekstasi. (riki/TANJUNGBALAI)


RANTAU-Satnarkoba Polres Labuhanbatu membongkar peredaran gelap narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B  Rantauprapat. Sebanyak 3 orang warga binaaan yang diduga sebagai jaringan pengedar narkoba diamankan polisi dengan barang bukti 7 paket narkoba jenis sabu-sabu.

Informasi dihimpun, tepatnya pada Kamis (29/12) petang sekitar pukul 18.00 WIB, sejumlah personil Satnarkoba Labuhanbatu mendadak melakukan penggeledahan di kamar sel tahanan nomor 4 blok Dipenogoro Lapas Rantauprapat.

Penggeledahan yang dilakukan pun tak sia-sia. Sebab dari dalam kamar sel tahanan itu berhasil ditemukan barang bukti 7 paket narkoba jenis sabu-sabu, satu unit timbangan elektrik dan seperangkat bong alat penghisap sabu.

Berdasarkan barang bukti itu, sebanyak dua orang tahanan dan seorang narapida penghuni kamar nomor 4 tersebut digelandang ke Satnarkoba Polres Labuhanbatu.

Mereke adalah Heri Kurniawan dan  Marino alias Otong, penghuni Lapas yang berstatus tahanan terkait kasus narkoba. Serta seorang narapida bernama Syaiful Bahri yang telah divonis menjalani hukuman 4 tahun subsider 10 bulan penjara.



Kepala Lapas Kelas II A Rantauprapat yang dikonfirmasi membenarkan telah ditemukannya narkoba di kamar nomor 4 sel tahanan tersebut. Sayangnya dia mengaku tak dapat memberikan banyak keterangan lantaran tak mengetahui persis kronologis dan data penghuni lapas yang telah diamankan petugas Satnarkoba itu.

"Lebih jelasnya tanya sama kepala kemanan kita. Itu saja ya," ujarnya melalui sambungan telepon.

Sementara Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Mara Junjung Siregar yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah menetapkan seorang tersangka pengedar narkoba di dalam Lapas Rantauprapat tersebut. Dia adalah Mariono alias Otong (33), warga lapas yang masih berstatus tahanan terkait kasus narkoba.

"Barang buktinya 7 paket narkoba jenis sabu-sabu, satu unit timbangan elektrik dan seperangkat bong alat penghisap sabu," tandasnya. (nik/syaf/ma/int)


RANTAU-Pihak Komisi D DPRD Labuhanbatu mencurigai sisa dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Rantauprapat, yang mencapai belasan miliar rupiah, tersimpan dalam rekening pribadi oknum pejabat di rumah sakit milik pemerintah itu.

Anggota Komisi D DPRD Labuhanbatu, Ahyar Simbolon mengatakan, kalau dugaan tindak penyelewengan sisa dana BLUD tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar bersama pihak manajemen RSUD pada Kamis (29/12) siang.


Dimana dalam RDP tersebut, Direktur RSUD Rantauprapat dr Refail Capah mengakui kalau rumah sakit yang dipimpinnya masih memiliki sisa dana BLUD berkisar Rp10 miliar. Dana itupun, katanya, disimpan dalam rekening Bank Mandiri.

Mendapat keterangan itu, Ahyar dan sejumlah anggota komisi D DPRD lainnya, langsung melakukan sidak ke RSUD Rantauprapat untuk melihat bukti buku rekening sisa dana BLUD dimaksud.

"Tapi sesampainya di rumah sakit, Refail Capah tak dapat menunjukkan buku rekening rumah sakit yang kita minta. Alasannya pun tak jelas," ungkapnya.

Bahkan anehnya, saat berada di rumah sakit tersebut, Refail Capah malah mengaku kalau sisa dana BLUD yang tersimpan bukan Rp10 miliar, melainkan mencapai Rp16 miliar.

"Jadi jawaban direktur rumah sakit itu berbelit-berbelit, seakan ada yang disembunyikan," ujarnya.

Hal ini pun, kata Ahyar, semakin menguatkan kecurigaan adanya tindak penyelewengan. Bahkan pihaknya mensinyalir kalau sisa dana BLUD yang mencapai belasan miliar tersebut tidak disimpan dalam rekening rumah sakit, melainkan  disimpan dalam rekening pribadi oknum pejabat di RSUD Rantauprapat.

"Sampai saat ini mereka tak bisa menunjukkan bukti buku rekening rumah sakit yang kita minta. Jadi sangat wajar kan kalau kita curiga dana sisa BLUD itu disimpan di rekening pribadi," terangnya.

Pihaknya pun, lanjut Ahyar, akan terus mendalami persoalan ini. Termasuk menyelidiki apakah keberadaan sisa dana BLUD tersebut telah dilaporkan atau tidak ke Dinas PPKAD Labuhanbatu.

Sementara Direktur RSUD Rantauprapat dr Refail Capah yang dikonfirmasi membenarkan adanya sisa dana BLUD RSUD Rantauprapat yang mencapai Rp16 miliar. Namun Capah yang ditanya melalui sambungan telepon membantah jika dana belasan miliar tersebut dikatakan telah disimpan dalam rekening pribadi.

"Uangnya dalam rekening rumah sakit. Bukan rekening pribadi. Totalnya sekitar Rp16 miliar tersimpan di bank Mandiri," terangnya.

Kepada wartawan, Refail Capah juga mengaku telah melaporkan keberadaan sisa dana BLUD tersebut kepada pihak Dinas PPKAD Labuhanbatu. "Jadi sudah gak ada masalah itu. Jadi gak usahlah pala diberitakan," tandasnya. (Nik)

RANTAU-Setelah dicari kemana-mana karena satu malam tak pulang, abang temukan adiknya sudah tak bernyawa di dalam parit, persisnya di pinggir Jalan H. Adam Malik Rantauprapat, Kamis (29/12).

Korban adalah Zainal Sardani (23), warga Balai Desa, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu. 

Almarhum Zainal pertama sekali ditemukan M. Idris (26), yang tak lain adalah abang kandungnya sendiri. Saat itu Zainal sudah tidak pulang ke rumah sejak Rabu (28/12) malam. Pihak keluarga sudah mencoba mencarinya ke mana-mana, hingga rumah sanak famili. Kamis sekira pukul 18.00 wib, M Idis menemukan tubuh adiknya tergeletak di dalam parit dalam kondisi sudah tak bernyawa dengan sepedamotor Honda Scoopy di dekatnya. Belum diketahui penyebab kematian korban, diduga Zainal mejadi korban kecelakaan lalu lintas. 

"Sudah dari kemarin malam keluarga sudah mencari Zainal, karena tidak pulang ke rumah. Rupanya ditemukan abangnya tegeletak di dalam parit bersama sepedamotornya,” ujar Kiki, warga Kelurahan Padang Bulan. 

Mengetahui hal itu, Idris bersama warga melarikan mayat korban  ke RSUD Rantauprapat.
Ayah korban, Sopian (50) mengatakan, dirinya bersama keluarga sudah mencari Zainal sejak kemarin malam. "Dari kemarin malam kami mencarinya. Tadi saya dapat kabar bahwa Zainal sudah meninggal dan sekarang mayatnya berada di RSUD Rantauprapat,"  ujarnya meneteskan air mata.

Seorang pegawai di RSUD Rantauprapat menjelaskan, korban diantar warga ke rumah sakit  dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Diperkirakan korban meninggal tadi malam.

"Mayat itu mengalami luka robek di kepala sebelah kiri atas, dan seluruh badannya lebam. Diperkirakan sudah meninggal sejak tadi malam," ujar pegawai berseragam putih itu.

Informasi lainnya, pada sore hari, seorang teman korban mengaku terakhir berjumpa dengan Zainal pada sore kemarin berselisih di Jalan Baru. "Kemarin sore, kulihatnya dia bang  di jalan," katanya. 

Terpisah, Kasubag Humas Polres Labuhanbatu AKP Viktor Sibarani SH saat dikonfirmasi mengatakan, belum mendapat informasi soal penemuan mayat tersebut. "Kami belum dapat informasi, kita cek dulu ya," ujarnya via seluler. (bud/syaf/ma/int)


PULAU RAKYAT- Nirwan Butarbutar (47) alias Utuh mendapat serangan mendadak orang tidak dikenal, saat hendak pulang dari kebun sawit menuju rumahnya di Dusun VI, Desa Batu Anam, Kecamatan Rahuning. Akibat serangan itu, tangan korban nyaris putus terkena sabetan senjata tajam.

Penyerangan yang dialami korban terjadi Rabu (28/12) sore, sekira pukul 18.30 WIB. Sore itu, Utuh yang bertugas melakukan pengamanan kebun milik perorangan Sukarno Gunadi, warga Medan, baru saja melakukan patroli.

Ketika itu dia hendak pulang ke rumah naik sepedamotar. Selang beberapa menit, tepatnya di perbatasan kebun sawit milik Sukarno dengan perkampungan, tiba-tiba ada orang tidak dikenal muncul dari balik pohon sawit dan langsung mengayunkan sajam ke arah kepalanya. Korban terkejut. Kemudian dia berusaha menangkis dengan tangan kanan.

‘’Akibatnya, tangan saya nyaris putus,” ujar Utuh, sembari menunjukkan tangan kanannya kepadà wartawan, Kamis (29/12).

Meski dengan tangan terluka, Utuh tidak menyerah. Dia malah berusaha balik menyerang. Namun pelaku malah kabur.

Kemudian korban minta pertolongan warga terdekat. Atas bantuan warga, korban yang saat itu dalam keadaan berlumuran darah langsung dibawa ke Klinik Harapan Kita Sei Piring.

Anak korban bernama Rikki Butarbutar (24), kepada wartawan mengaku bahwa seminggu sebelumnya dia juga mendapat teror dari orang tidak dikenal. Saat itu, dia dari Air Batu, naik sepedamotor hendak pulang ke rumah. Tapi sampai di areal jalan perkebunan yang dijaga ayahnya, ada dua orang naik sepedamotor menghadangnya dan langsung memukul korban pakai kayu.

Akibat serangan pelaku, korban tersungkur. Bahkan korban sempat dipijak-pijak oleh pelaku. Tapi pengeroyokan terhadap korban tidak sempat berlangsung lama, karena korban berteriak minta-minta tolong.

‘’Saya menjerit minta tolong sekuat tenaga dan para pelaku kabur naik sepeda motor,” ujar Rikki.

Istri Utuh Nurhalijah (42) menduga kuat bahwa pelaku penyerangan terhadap anak dan suaminya adalah maling sawit. Kecurigaannya terhadap maling sawit adalah sejak aksi penyerangan yang dialami anaknya.

‘’Sejak anak saya Rikki dipukuli orang, saya sudah curiga kalau pelakunya maling sawit. Karena ayahnya pengamanan di perkebunan sawit.

Jadi, kalaulah pelaku pembacokan suami saya tidak ditemukan bisa bisa saya pun jadi sasaran,” pungkas Nurhalijah.

Dia berharap pihak kepolisian secepatnya mengungkap siapa pelaku dan dalang penyerangan terhadap suaminya Utuh dan anaknya Rikki.

Kapolsek Simpang Empat AKP Adi Hariono SH, melalui Kanitres IPDA J Siagian, membenarkan adanya pelaporan tindak penganiayaan yang dialami Utuh.

‘’Kita masih melakukan penyelidikan,” tandasnya. (sof/dro/ma/int)

MEDAN- Kabar tewasnya Ramlan Butarbutar, pelaku pembunuhan sadis di Pulomas, Jakarta Timur, cepat sampai ke kampung halamannya di Lubukpakam, Sumatra Utara (Sumut). Selama ini, Ramlan Butarbutar memang hidup merantau di ibukota. Ternyata sebelum meninggalkan tanah kelahiran, Ramlan pun melakukan perampokan di Sumut.




"Kedua orangtua Ramlan Butarbutar sudah lama meninggal dunia. Kini yang tinggal di sini adalah abangnya. Sebelum berangkat ke Jakarta, Ramlan sudah terlibat dengan kegiatan merampok," kata seorang warga di tanah kelahiran Ramlan di Lubukpakam.

"Dia adalah adik mertua saya dan sudah lama merantau ke Jakarta. Bahkan istri dan anaknya tinggal di sana," kata MS, kerabat Ramlan, Kamis (29/12).

MS mengaku kaget mendapat informasi dari televisi bahwa Ramlan terlibat kasus perampokan di kediamaan Dodi Triono di Pulomas, Jakarta Timur.

Kekagetan MS bertambah setelah pihak kepolisian Kapolda Metro Jaya berhasil membekuk Ramlan Butarbutan dan Erwin Situmorang di Gang Kalong RT 08 RW 02 Bojong Rawa Lumbu, Bekasi, Jawa Barat.

Pasalnya, alamat itu merupakan alamat rumah iparnya atau abang suaminnya, Remon Butarbutar. MS pun berharap Remon Butarbutar tidak terlibat dalam aksi perampokan yang meyebabkan enam orang meninggal dunia tersebut.


Keluarga Ingin Ambil Jenazah Ramlan

Keluarga berniat mengambil jenazah Ramlan Butarbutar, 'kapten' perampokan dan pembunuhan sadis di Pulomas, Jakarta Timur. Mereka ingin segera memakamkan Ramlan.

"Ini hanya upaya keluarga mengambil mayatnya (Ramlan). Segala sesuatu, suatu tindak kekerasan mengakibatkan kematian orang, itu lazim, itu risiko perbuatan, yang kita sesalkan, tidak niat membunuh," ungkap pria yang mengaku kakak sepupu Ramlan ini di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis (29/12). Kakak sepupu Ramlan ini didampingi seorang pria dan seorang perempuan yang disebut sebagai istrinya.

Pria yang mengaku kakak sepupu Ramlan ini tak mau mengungkap namanya. Dia juga tak mau difoto. Pria itu menuturkan keluarga berharap diberi kesempatan melihat jenazah Ramlan, yang kini terbujur kaku di kamar jenazah.

"Ya kami hanya mau minta, tidak lebih. Kami berupaya meminta melihat mayatnya. Jadi detail masalah itu cukup sampai di sini. Jika mereka itu mengajukan saya ke Polres ya kami ke Polres. Bagaimana mayat itu bisa kami ambil, saya sudah ke rumah sakit, saya di arahkan ke sini, saya hanya ingin melihat fisiknya," ujar pria itu.

Ramlan akan dimakamkan di mana? "Tergantung di mana kuburan yang bisa menampungnya, mau di Pondok Rangon, mau di mana," jawab pria itu lagi.


Ditangguhkan karena Gagal Ginjal

Ramlan Butarbutar sebelumnya sudah pernah tertangkap oleh Polres Depok terkait kasus pencurian dengan kekerasan (curas).

Namun penahanan Ramlan ditangguhkan karena alasan gagal ginjal. Ramlan hanya wajib lapor. Tapi Ramlan tidak pernah melapor sehingga dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak tahun 2015.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan, Ramlan bersama dua rekannya Jhony Sitorus dan Posman Sihombing melakukan perampokan di Griya Telaga Permai blok B 2 No 12 Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok, pada 12 Agustus 2015 lalu. Kemudian, korban atas nama Lili Natalia melaporkan kasusnya ke Polsek Cimanggis.

Ramlan dan dua rekannya berhasil ditangkap berdasarkan Sp Kap/336/VIII/2015/reskrim, tanggal 15 Agustus 2015 dan ditahan atas Surat Perintah Penahanan Nomor: Sp.han/177/VIII/2015/RESKRIM, tanggal 16 Agustus 2015. Rikwanto mengatakan polisi mengeluarkan surat pembantaran Nomor: SPPP/004/XI/2015/Reskrim, tanggal 2 September 2015.

“Dibantarkan dari tanggal 2 September sampai 8 Oktober 2015 dengan diagnosa dokter Ramlan alami gagal ginjal dan tidak dapat dilakukan perawatan di RS Polri Kramatjati harus dirujuk ke RSCM dan dapat berobat jalan sesuai laporan hasil kesehatan RS Kramatjati,” kata Rikwanto, Kamis (29/12).

Lebih lanjut, polisi akhirnya menangguhkan penahanan legenda rampok tersebut dengan mengeluarkan surat penangguhan Nomor: SPPP/75/X/2015/Reskrim, tanggal 17 Oktober 2015. Selain itu juga dibuatkan wajib lapor diri dengan Nomor: SWLD/112/X/2015/Reskrim, tanggal 17 Oktober 2015.

“Fakta tersangka Ramlan tidak melakukan wajib lapor selama 2 kali berturut-turut. Lalu diterbitkan DPO tanggal 25 Oktober 2015,” kata Rikwanto.
Sementara dua rekan gembong rampok tersebut, tambah Rikwanto, sudah dilakukan tahap dua ke kejaksaan pada November 2016.

Alfins Bernius Sinaga juga Ditembak Polisi

Polisi mengangkap satu orang lagi yang terlibat dalam perampokan sadis di Pulomas Residence, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur. Pelaku terakhir yang ditangkap adalah Alfins Bernius Sinaga.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Rudy Herianto Adi Nugroho mengungkapkan, Alfins berperan sebagai joki atau sopir komplotan perampok yang menyasar rumah mewah milik Dodi Triono di Pulomas Residence, Kayuputih Pulogadung, Jakarta Timur itu Senin (26/12).

Tim buru sergap polisi yang terdiri dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Timur dan Polres Depok yang dipimpin oleh AKBP Hendy F Kurniawan dan AKBP Herry Heryawan membekuk Alfins di Villamas Indah blok C, Bekasi Utara, Rabu (28/12) selepas salat magrib. Namun, polisi terpaksa melumpuhkan Alfins dengan peluru.
“Kami melakukan tindakan tegas dan terukur bagi pelaku yang melawan petugas,” kata dia, Rabu (28/12).

Alfins merupakan sopir mobil Suzuki Ertiga yang membawa Ramlan Butarbutar, Erwin Situmorang dan Yus Pane saat menyatroni rumah Dodi pada Senin (26/12). Kawanan itu lantas menyekap seluruh penghuni di rumah Dodi dalam kamar mandi sempit.
Akibatnya, enam orang termasuk Dodi dan dua putrinya meninggal akibat kehabisan oksigen. Sedangkan lima orang lainnya selamat setelah pintu kamar mandi dibuka pada Selasa (27/12) pagi.

Ramlan dan Erwin sudah terlebih dulu ditangkap di Bekasi. Namun, Ramlan meregang nyawa setelah kehabisan darah akibat peluru petugas. Seiring tertangkapnya Alfins, kini masih satu pelaku lagi yang diburu. Yakni Yus Pane.

Murni Perampokan
Pembunuhan sadis terhadap satu keluarga Dodi Triyono di Kawasan Pulomas, Jakarta Timur, akhirnya terkuak motifnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol, M Iriawan mengatakan, motif pembunuhan itu bukan karena dendam atau pun persaingan bisnis. Tapi murni perampokan yang disertai tindak kekerasan.

"Jelas itu perampokan disertai penyekapan dan pembunuhan," ujar Iriawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta, Rabu (28/12).

Karenanya, Iriawan membantah kalau pelaku pembunuhan satu keluarga itu adalah berasal dari orang suruhan. Karena mereka terbukti menggambil barang berharga milik korban. "Bukan pembunuh bayaran," katanya.

Adapun sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan aparat kepolisian, empat handphone, satu tas cokelat, topi abu-abu, jam tangan merek Rolex, empat lembar uang Thailand, uang Dolar Amerika Serikat dan uang Rupiah dengan total Rp 9,3 juta. Barang bukti yang diamankan pihak kepolisian, Iriawan menduga salah satunya ada barang berharga milik Dodi. "Diantaranya diambil dari rumah korban," pungkasnya.


5 Fakta Tentang Ramlan Butarbutar
Perampokan sadis di Pulomas Residence, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur membuat heboh masyarakat. Selain pelaku yang sadis dalam beraksi, korban pun ternyata bukan orang sembarangan.

Hal ini diketahui oleh keterangan para tetangga korban. Di mana, korban disebut memiliki kedekatan Presiden Joko Widodo, dia juga adalah kolektor mobil mewah dan berprofesi sebagai arsitektur.

Tapi yang terparah adalah pelaku, mereka adalah Ramlan Butarbutar, Erwin Situmorang, Yus Pane dan Alfins Bernius Sinaga.

Ketua dari kelompok ini adalah Ramlan Butarbutar alias Porkas alias Kapten. Dia adalah yang tersadis di kelompok ini. Berikut sejumlah rangkumannya.

Sempat Todongkan Senjata
Ramlan sudah tak lagi muda, usainya sudah kepala lima, namun dia tetaplah beringas dalam dunia kejahatan. Terbaru, sasarannya adalah kediaman Dodi Triono.
Dia masuk pertama ke rumah korban, ketika itu pagar tak terkunci. Dan yang pertama ditodong pelaku adalah sopir korban. Masuk ke dalam rumah, Ramlan juga menodongkan senjata ke para pembantu korban. Ketika itu, Dodi belum sampai di rumahnya.

Pincang dan Berpenyakit Ginjal
Selain usianya yang tak lagi muda, Ramlan juga pincang saat berjalan. Ini terlihat dari rekaman CCTV rumah Dodi. Dia bahkan ada riwayat penyakit ginjal.
Meski pincang, tak mengurangi keberanian Ramlan dalam beraksi. Dengan gagahnya, residivis kasus perampokan ini menenteng senjata dan mengarahkan ke kepala para korban, meski tidak ditembakan.

Dominan Memasukan Korban ke Dalam Kamar Mandi
Sebagai ketua dari kelompok, Ramlan memanglah dominan, baik dalam perencanaan dan pelaksanaan. Menurut keterangan para korban yang selamat, Ramlan adalah yang paling sering memasukan korban ke dalam kamar mandi berukuran 2 x 1 meter itu. Di kamar mandi tanpa ventilasi itulah sebelas orang disekap dan enam di antaranya meninggal di situ.

Di Kalangan Teman, Ramlan Dianggap Baik
Enam bulan terakhir, Ramlan bekerja sebagai sopir angkot. Dia bekerja dari pukul 05.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB di sekitaran Bekasi dan Pulogadung. Para rekan Ramlan mengaku kaget dengan tertangkapnya dia. Bahkan, Ramlan meninggal karena kehabisan darah.

Di mata rekan kerja, kelakuan Ramlan tak ada yang aneh. Dalam hal setoran pun, Ramlan tak pernah kurang. Bahkan, rekan Ramlan tak menyangka dia ditangkap, mengingat kondisi tubuhnya yang pincang.

Bukan Nama Baru dalam Kasus Perampokan Rumah Mewah
Dalam kasus perampokan, nama Ramlan Butar-butar bukanlah hal baru. Beberapa tahun silam, dia ditangkap karena kasus serupa. Bahkan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku mengenali, dengan pelaku setelah melihat rekaman CCTV dan melihat nama.

Pada 2015, dia ditangkap atas kasus perampokan di Perumahan Griya Telaga Permai Tapos, Depok, Jawa Barat. Dan setiap beraksi, Ramlan memang selalu mempersenjatai diri dengan senjata api atau senjata tajam. (mag-2/adz/iil/JPG/dtc/pojoksatu/int)





 Kerja sama paleontolog Jacob Vinther dan seniman paleologi Bob Nichols membuahkan hasil yang spektakuler, yaitu rekonstruksi dinosaurus paling akurat yang pernah ada.

Rupa dinosaurus tersebut tidak stereotype, sama sekali tidak besar dan tidak garang. Dinosaurus itu hanya seukuran anjing golden retriever dan wajahnya pun lucu.

Kepala dinosaurus tersebut menyerupai kotak sepatu. Matanya belo dan bagian atas kepalanya datar. Tanduknya bukan keluar dari atas, melainkan dari pipi.

Dinosaurus yang lucu tersebut merupakan jenis Psittacosaurus. Fosil dinosaurus itu ditemukan di China pada tahun 2012 lalu oleh Vinther dan rekannya.

Keberhasilan ilmuwan membuat rekonstruksi dinosaurus paling akurat itu tak lepas dari fosil yang terawetkan dengan sangat baik.

Saking baiknya, pigmen kulitnya pun masih ada. Bagian kloaka, lubang multifungsi untuk mengeluarkan urine, feses, dan saluran reproduksi juga masih awet.

Untuk merekonstruksi, Vinther awalnya mempelajari pigmentasi pada fosil bernama Jehol Biota yang kini disimpan di Senkenberg Museum, Frankfurt.

Ia menembakkan sinar laser ke fosil. Dengan cara itu, ia mengungkap adanya pigmen melanosoma. Selanjutnya, ia pun memetakan pola warna dari satu bagian tubuh ke yang lain.

Begitu selesai analisis warna dan tubuh, Nichols pun berperan. Selama tiga bulan, ia membuat rekonstruksi berdasarkan penelitian yang dilakukan Vinther.

Dengan pengetahuan dan hasil rekonstruksi, Nichols yang telah berperan mereka banyak spesies punah menyebut bahwa rupa Psittacosaurus merupakan rekonstruksi dinosaurus paling akurat yang pernah ada.

"Karakter paling mengejutkan adalah kepala yang besar dan lebar, sisik yang sangat terpigmentasi pada bahu, alat gerak yang kokoh, flap kulit pada kaki belakang, dan kloaka yang terpigmentasi," ungkap Nichols.

"Saat anatomi mengejutkan saya, itu mengonfirmasi bahwa saya mengikuti bukti-bukti fosil daripada angan-angan saya sendiri," imbuhnya seperti dikutip The Guardian, Kamis (15/9/2016).

Sementara itu, Vinther mengungkapkan bahwa selain rekonstruksinya yang sangat akurat, dinosaurus ini memberi petunjuk tentang kemampuan kamuflase.

"Dinosaurus ini unik. Kita bisa melihat dengan jelas bahwa ada pola warna, pola garis, maupun bintik-bintik," ungkapnya seperti dikutip National Geographic, Kamis.

Punggung Psittacosaurus berwarna coklat gelap, sedangkan bagian perutnya lebih terang. Gradasi itu membantunya melindungi diri dari predator. Pola garis pada kaki membantunya melindungi diri dari serangga.

Vinther mengatakan, gradasi dan pola warna merupakan salah satu bentuk kamuflase. Hal itu pertama. (kmc/int)


TANJUNGBALAI- Butuh uang kontan untuk biaya keperluan sehari-hari, khusunya menjelang tahun baru meningkat. Masyarakat mendatangi kantor Pegadaian di Jalan Jenderal Sudirman Tanjungbalai. Kedatangan mereka untuk menggadaikan perhiasan dan harta berharga lainnya.

Minah (47) dan Butet (45) warga Tanjungbalai, Kamis (29/12) mengaku mendatangi kantor pegadaian untuk menggadaikan perhiasannya agar mendapat pinjaman dana untuk keperluan sehari-hari.

“Sekarang ini kan menjelang tahun baru, makanya warga pasti membutuhkan banyak biaya untuk anak-anak dan kebutuhan lainnya. Wajar saja kalau sekarang ini jumlah warga yang datang ke pegadaian untuk menggadaikan barang berharganya jauh lebih banyak jika dibandingkan hari-hari biasanya,” kata Minah.

Minah mengaku senang dengan keberadaan kantor pegadaian. Pasalnya bunga pinjaman dipegadaian juga sangat kecil.

Selain itu, kucuran dana yang diberikan pihak pegadaian benar-benar berarti untuk membantu kebutuhan masyarakat.

“Seperti saya punya emas, bisa kita gadaikan ke pegadaian. Selain bunganya kecil, pengucuran dananya juga mudah,” kata Minah.

Senada dikatakan Butet. Menurut Butet, selain bunga pinjaman yang kecil, proses pengucuran dana pinjaman juga gampang dan tidak berbelit-belit. Itu sebabnya dirinya memilih menggadaikan emasnya ke pegadaian. (ck5/syaf/ma/int)




Teks foto
Warga mendatangi kantor pegadaian untuk menggadaikan barangnya. Menjelang tahun baru, kantor pegadaian ramai didatangi warga. (ignatius siagian/TANJUNGBALAI)




TANJUNGBALAI - Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai gelisah. Pasalnya menjelang akhir tahun 2016 yang tinggal beberapa hari lagi beredar isu Walikota Tanjungbalai M Syahrial akan melakukan mutasi.


Isu yang beredar, Walikota Tanjungbalai akan melakukan mutasi terhadap sejumlah pejabat eselon III, IV dan V di lingkungan Pemko Tanjungbalai.

Walaupun tidak jelas dari siapa sumbernya, namun isu tersebut sontak membuat sejumlah pejabat eselon III, IV dan V di lingkungan Pemko Tanjungbalai resah. Terlebih lagi, merebaknya isu tersebut usai pelaksanaan acara pembinaan dan pemberian honor kepala lingkungan (kepling) se Kota Tanjungbalai di Aula I Kantor Walikota Tanjungbalai, Kamis (29/12).

"Kabarnya akan ada mutasi terhadap pejabat eselon III, IV dan V di lingkungan Pemko Tanjungbalai. Mutasi tersebut dilaksanakan berkaitan dengan persiapan seleksi jabatan eselon II yang akan dilaksanakan pada Januari 2017 nanti," ujar salah seorang pejabat Pemko Tanjungbalai kepada koran ini.

Kebenaran akan adanya mutasi tersebut bertambah kuat setelah adanya aktivitas membenahi ruang Aula I Kantor Walikota Tanjungbalai.

"Biasanya, Walikota melakukan mutasi pada siang hari dan undangan diberikan beberapa jam sebelumnya. Mungkin, pembenahan Aula I Kantor Walikota ini ada kaitannya dengan rencana mutasi besok," ujar salah seorang pejabat Pemko Tanjungbalai lainnya.

Sementara itu, Kabag Humas Pemko Tanjungbalai Nurmalini Marpaung SSTP Mikom yang dihubungi koran ini mengaku belum mendengar adanya rencana mutasi tersebut. Namun demikian, Nurmalini Marpaung juga tidak memungkiri, jika undangan untuk menghadiri acara pelantikan selalu dilakukan pada pagi hari, beberapa jam sebelum pelantikannya.

"Saya belum ada mendengar rencana mutasi itu. Namun demikian, kita lihat saja besok (hari ini) pagi, jika ada undangan, berarti siangnya akan dilakukan acara pelantikan," ujar Nurmalini Marpaung singkat. (ck-5/syaf/ma/int)



Teks foto

Kabag Humas Pemko Tanjungbalai Nurmalini Marpaung


TANJUNGBALAI- Badan Nasional Narkotika (BNNK) Kota Tanjungbalai dan Sat Lantas Polres Tanjungbalai mengadakan tes urine bagi seluruh sopir bus. Tujuannya, untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang akan berpergian menjelang  tahun baru 2017,

Pantauan wartawan, setiap sopir yang melintas di pos pengamanan 1 perbatasan Kota Tanjungbalai dan Asahan Jalan Sudirman KM 7, Kamis (29/12) diperiksa. Hasilnya dari 34 orang sopir bus yang dites urine, 3 dinyatakan postif narkoba.

Kepala BNNK Tanjungbalai, AKBP Saharudin Bangko SH Mba mengatakan, kebijakan tes urine kepada seluruh awak angkutan umum ini merupakan wujud dari fungsi perlindungan masyarakat terhadap dampak penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, razia ini merupakan salah satu langkah awal antisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

"Hal ini kita lakukan untuk menyambut musim mudik jelang tahun baru 2017 demi menjamin keselamatan penumpang," ucap Bangko.

Dikatakan Bangko, berdasarkan test urine terhadap 34 sopir bus, 3 orang positif narkoba dan kini telah diamankan ke kantor BNNK Tanjungbalai untuk dilaksanakan assesmen.

"Terhadap 3 sopir bus yang positif narkoba telah kita amankan ke kantor BNNK Tanjungbalai untuk dilaksanakan assesmen di Klinik Pratama BNNK Tanjungbalai guna dilakukan rahabiltasi," terangnya.

Pantauan wartawan, sebelum dilakukan tes urine, terlebih dulu dilakukan pemeriksaan surat-surat kelengkapan kendaraan oleh petugas. Selanjutnya, para sopir diperintahkan mengambil botol plastik transparan yang telah disediakan BNNK sebagai tempat penampung urine.

Kemudian para sopir disuruh memasuki kamar mandi umum yang disediakan dan Botol plastik berisi urine diperiksa saat itu juga dengan alat yang dimiliki BNNK. (Mag02/syaf/ma/int)






Teks foto
Petugas gabungan  BNNK Tanjungbalai dan Sat Lantas Polres Tanjungbalai melakukan test urine terhadap sopir bus. (riki/TANJUNGBALAI)


LABURA- Dua petani yang membuka lahan baru perkebunan sawit tewas tertimbun tanah longsor di daerah perbukitan Dusun Masihi Desa Sei Raja Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

Adalah Doni Nasution (41), warga Dusun Sidomulio Desa Sei Raja, Kecamatan NA lX-X dan Kartiman (70), warga Desa Bandar Durian, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labura, tewas tertimbun longsor akibat tingginya curah hujan.

Informasi dihimpun, peristiwa longsor itu terjadi saat keduanya sedang istrahat pada sebuah gubuk di lahan perkebunan yang ingin mereka buka. Tiba-tiba tebing yang ada di sisi gubuk mereka longsor hingga menimpa keduanya.


“Saat sedang membuka Ladang di daerah Sungai Jabandol. Pada saat itu mereka beristirahat di pondok, tiba-tiba tanah longsor menimpa pondok tersebut dan merekapun tertimpa tanah, hingga tewas,” kata Kepala Dusun Masehi Jumroh Rambe (41), Selasa (27/12).

Ditemui di Puskesmas Aek Kota Batu, salah seorang perempuan yang mengaku istri korban terlihat menangis histeris di samping jasad korban. Kedua korban bekerja membuka lahan pertanian di perbukitan itu degan cara menebang kayu.

“Karena hujan turun deras, mereka (korban) menghentikan pekerjaannya dan beristirahat di gubuk yang berada di daerah lahan yang berbukit itu. Begitu mereka beristirahat pada minggu malam, tiba-tiba dari atas gubuk tanah longsor dan menghantam gubuk yang di tempati kedua korban,” jelas wanita tersebut.

Informasi tanah longsor itu diketahui saat pencari asam potong melintas dari lokasi longsor tersebut. Pagi hari berangkat mencari asam potong, kedua petani dan gubuk tersebut masih ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Naas, saat melintas pulang, gubuk sudah tertimbun tanah longsor dan kedua petani tidak ditemukan di sekitar perladangan tersebut.

“Pada Senin (26/12), masih ada berdiri gubuk dan tampak 2 petani mengimas (membuka lahan). Begitu pulang, gubuk itu sudah tertimbun longsor dan kedua petani itu tidak terlihat lagi,” jelas Mukti (29) dan Ali (40), warga Masihi tersebut.

Curiga kedua petani itu tertimbun longsor, pencari asam potong kemudian memberitahu informasi kejadian tanah longsor tersebut kepada warga. “Sebelumnya kami sudah menduga kedua petani itu tertimbun longsor. Namun karena sudah malam dan jarak lokasi kejadian cukup jauh sehingga diputuskan melakukan pencarian pada keesokan harinya (Selasa),” terang Mukti.

Dijelaskan Mukti, pencarian dilakukan dengan berjalan kaki selama 2 jam ke lokasi longsor. “Lokasi kejadian dapat ditempuh dengan 2 jam jalan kaki dari perkampungan Masihi. Informasinya, kedua petani itu sudah 1 bulan bekerja di lokasi. Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dan kemudian dievakuasi ke Puskesmas Aek Kota Batu Kecamatan Na-IX-X Labura,” tandas Mukti.

Setelah dibersihkan dan dilakukan pemeriksaan medis di Puskesmas, jasad korban dibawa keluarga ke rumah duka untuk disemayamkan. “Kedua petani ditemukan tewas tertimbun longsor di perladangan,” ungkap Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido. (st/cad/rah/MA)


MEDAN- Brigjen TNI (Purn) Nur Azizah Marpaung tetap optimis bakal dilantik menjadi Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) sisa periode 2013-2018.

Meski gugatan PKNU Sumut terhadap surat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) No:122.12/5718/OTDA, tertanggal 4 Agustus 2016 tentang mekanisme pengisian kursi Wagubsu.
Bahkan, wanita yang pernah mencalonkan diri sebagai calon Bupati Asahan pada Pilkada 2015 itu mengklaim telah mengantongi Keputusan Presiden (Kepres) tentang pelantikan Wagubsu telah diterbitkan.
Sedangkan pelantikan menyesuaikan waktu Presiden Jokowi.

Sejatinya, pelantikan dilakukan 23 Desember 2016 lalu, namun karena situasi politik dalam negeri yang sedang bergejolak maka pelantikan ditunda. Kemungkinan dijadwalkan kembali Januari 2017.

''Kepres tentang pengangkatan saya sebagai Wagubsu sudah diterima seminggu lalu. Tinggal menunggu kapan pelantikannya saja," kata Nur Azizah, ketika dihubungi, Rabu (28/12).

Oleh karena itu, Nur Azizah meyakini putusan PTUN Jakarta tidak akan mempengaruhi proses pelantikan Wagubsu.

''Jadi tidak ada sama sekali hubungannya dengan hasil pemilihan kemarin. Ini  kaitannya dengan UU, maka tidak ada berpengaruh apapun pada hasil dan mekanisme pemilihan Wagubsu, kecuali UU tersebut dirubah," sebutnya.

Kepala Pusat Penerangan Kementrian Dalam Negeri (Kapuspen Kemendagri) Dodi Riatmadji mengatakan, hasil putusan PTUN Jakarta tengah dikaji oleh Biro hukum untuk menentukan langkah selanjutnya.
Meski begitu, dia menyebut bahwa pelantikan Wagubsu merupakan kewenangan atau otoritas dari Presiden RI Jokowi.

''Usulan pelantikan sudah kita kirimkan beberapa waktu lalu. Apakah sudah keluar Kepresnya, saya belum dapat informasi. Semua tergantung pak presiden," ungkapnya.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dodi Riatmadji mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan presiden. Sedangkan laporan poses terkait pemilihan Wagubsu serta adanya gugatan yang dilayangkan PKNU juga telah dilaporkan ke presiden.

''Kita tunggu saja bagaimana sikap presiden. Karena otoritas ada di tangan presiden. Kalau soal sudah turun Kepres tentang pengangkatan Wagubsu itu, saya juga belum mengetahuinya apakah sudah ada atau tidak," katanya.

Sebelumnya, kuasa hukum PKNU Sumut Dirzy Zaidan mengatakan, dimenangkannya gugatan PKNU terhadap proses pemilihan Wagubsu di PTUN Jakarta tertuang di dalam surat pemberitahuan amar putusan Nomor:W2TUN.13556/HK.06/XII/2016, tertanggal 22 Desember 2016, yang ditandatangani oleh Panitera Pengganti, Pardomuan Silalahi.

"PTUN Jakarta mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya. Membatalkan surat Kemendagri no 122.12/5718/OTDA serta diminta menarik surat tersebut. Serta membebankan biaya perkara kepada tergugat (Kemendagri) sebesar Rp346.000," jelas Dirzy.

Salinan amar putusan tersebut, jelas dia, dalam waktu dekat  akan dikirimkan kepada Presiden Jokowi, Gubernur Sumut serta DPRD Sumut.

''Kalaupun Kepresnya sudah diterbitkan, kita minta Presiden membatalkannya. Jangan sampai presiden mengabaikan hukum, karena ini akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di negeri ini," bilangnya. (dik/smg/dro/ma/int)


KISARAN- Polisi berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba di Kisaran, Kabupaten Asahan. Pelakunya seorang ayah dan anak.

Adalah MIS (32) alias Tua, seorang pengedar narkoba diamankan Satuan Narkoba Polres Asahan Rabu (28/12) dini hari sekira pukul 01.30 WIB, di kediamannya Jalan Marah Rusli, Gang Getek, Kelurahan Selawan, Kecamatan Kisaran Barat. Dari tangannya, polisi menyita 151,7 gram sabu dan 128 butir ekstasi. Barang bukti itu ditemukan dari dalam tas milik tersangka saat dilakukan penggerebekan.

Kepada polisi, MIS mengaku mendapatkan barang narkoba itu dari ayahnya Jahar Sitorus. Tapi Jahar Sitorus belum berhasil diamankan. Kini, Jahar dalam pengejaran polisi alias masuk daftar pencarian orang (DPO).

Wakapolres Asahan Kompol Triyadi SIK menuturkan, tersangka MIS atau biasa disapa Tua sudah lama menjadi target.

Selain barang bukti narkoba, petugas juga mengamankan dua timbangan elektrik, uang tunai Rp1 juta, dua unit HP, 1.000 plastik klip transparan. Petugas juga mengamankan sepucuk air softgun milik tersangka.
Triyadi mengajak kerja sama masyarakat Asahan untuk menemukan keberadaan Jahar Sitorus, ayah tersangka.

‘’Saya meminta kepada masyarakat bila mengetahui keberadaan ayah (MIS) segera melaporkan ke kami Polres Asahan," kata Kompol Triyadi SIK, didampingi Kasat Narkoba AKP Masku Sembiring dan Kanit IPDA Syamsul Adhar.

Kasat Narkoba AKP Masku Sembiring mengaku jika tersangka MIS selama ini dikenal sangat licin. Begitu juga orangtuanya Jahar.

Terhadap tersangka MIS, dijerat Pasal 112 subsider 14 ayat 2 UU 2009 dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Kepada koran ini, tersangka MIS mengaku bahwa seluruh narkoba tersebut adalah miliknya dan hendak diedarkan di wilayah Kisaran. Ia menyebutkan, per paket seratus ribu untuk sabu. Sementara ekstasi dijual Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per butir.

‘’Iya barang itu milik saya dan mau dijual dengan paket kecil,” ujar pemuda dengan tangan penuh tato itu. (mag1/dro/ma/int)


Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku mengenal dengan salah satu pelaku pembunuhan keluarga Dodi Triono (59), yaitu Ramlan Butarbutar.



“Saya semalam sudah dikasih tahu oleh tim lapangan bahwa pelaku Ramlan. Ohh, ini pemain lama pelaku 365 (pencurian dengan kekerasan). Saat saya Kasat Serse di Polda Metro Jaya dia dikenal dengan nama Porkas dan sekarang main lagi,” kata Tito di Mabes Polri, Rabu (28/12).

Tito juga mengungkapkan, bahwa Ramlan yang pincang itu bersama komplotan memiliki modus mengikat dan melakban korbannya.

“Dia beroperasi di hari libur, kalau ada pagar terbuka, kelompok ini langsung masuk,” ujarnya.
Tito mengatakan, Porkas dikenal di dunia hitam. Biasanya kelompok ini nongkrong di Bekasi dan Pulogadung.

Diketahui, Ramlan cs pernah beraksi di sebuah toko material di Cimanggis. Di sini mereka menggasak perhiasan dan uang tunai. Ramlan juga pernah menggondol brankas di rumah artis kawakan Farouk Avero tahun 2014.

Brankas itu berisi perhiasan yang kemudian dibawa lari. Tak hanya itu, Ramlan cs pernah menyekap anak-anak di sebuah rumah orang asing di perumahan mewah. Di rumah warga asing yang terletak di Perumahan Griya Telaga Permai, Cilangkap, Depok itu Ramlan menyekap anak-anak yang sedang les.
Peristiwa itu terjadi pada Agustus 2015.

"Catatan yang ada memang dia pernah beberapa kali beraksi di Depok," kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho.

Ramlan cs juga pernah menggasak toko grosir di Jalan Gas Alam, Cimanggis Depok. Kejadian itu sekitar tahun 2014. Dia menggasak uang korbannya di sana.

"Di Cikarang juga pernah. Di rumah orang Cina, barang belum sempat diambil. Di Jalan Protokoler Rumah Toko, kerugian sejumlah uang perhiasan," ucap Teguh.

"Ada juga di Bogor, belakang terminal Bus Baranangsiang di rumah, kerugian sejumlah perhiasan dan uang, pada tahun 2015," tandasnya.

Kawanan ini spesialis penggasak rumah mewah. Biasanya mereka berpura-pura bertamu. Kemudian setelah korban keluar rumah langsung dilumpuhkan dengan cara ditodong dan diancam dengan pistol atau diacungkan senjata tajam.

"Biasanya mereka bawa arit, parang, golok, lalu korban diikat dengan tali rafia," ungkapnya.

Namun, selain menjadi seorang perampok sadis, Ramlan ternyata seorang sopir angkot. Ramlan dikenal oleh warga Gang Kalong, Rawa Lumbu sebagai sopir angkot K11 jurusan Terminal Bekasi - Bantar Gebang.
Kepala keamanan sekitar, Heru menjelaskan, di kediamannya, Ramlan tinggal sendiri tanpa ditemani oleh sanak saudara.

"Setahu saya memang sendiri dia. Tidak ada teman atau keluarga," jelasnya saat ditemui di sekitar lokasi penangkapan, Rawa Lumbu, Bekasi, Rabu (28/12)

Dijelaskannya, Ramlan biasanya berangkat menarik angkot sekitar pukul 05.00 WIB hingga malam hari baru pulang sekitar pukul 22.00 WIB.

"Biasa pulang ya enggak malam-malam amat lah. Biasa pulang pukul 22.00 WIB, begitu terus setiap hari," ucap Heru.

Senin Sore, Ramlan Tidak Ada di Kontrakan

Jaspen Purba, rekan sesama sopir angkot K11 Ramlan ButarButar mengatakan, Senin (26/12) sore, dirinya tidak bertemu Ramlan saat mengembalikan kunci angkutan umum.
Saat itu, dirinya menitipkan kunci ke tetangga kontrakannya saat kembali untuk memarkirkan angkutannya di sebuah lapangan dekat kontrakan.

"Senin sore Ramlan tidak ada, saya titip kunci angkot ke tetangganya sekalian saya pulang," jelasnya saat ditemui di lokasi penangkapan, Rawalumbu, Bekasi, Rabu (28/12).

Biasanya, kata dia, Ramlan selalu ada di kontrakannya saat dirinya mengembalikan kunci angkot K11.
Hanya saja, hari itu Ramlan tidak berada di tempat. Senin pagi, Ramlan juga menyempatkan diri untuk menarik angkot K11 hingga pukul 10.00 WIB.

Setelah itu, Jaspen tidak tahu dimana keberadaan Ramlan.

"Senin pagi masih narik. Saya gantiin dia, kalau dia pergi siangnya atau sorenya, saya tidak tahu. Tapi setahu saya dia memang biasa nongkrong dulu di Terminal," kata dia. (jpg/int/ara)



POLISI akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan sadis terhadap satu keluarga di kawasan Pulomas, Jakarta Timur. Pada penangkapan itu, pemimpin komplotan Ramlan Butarbutar atau yang dikenal sebagai ‘Kapten Pincang’ tewas ditembak.




Rekannya, Erwin Situmorang, juga dilumpukan dengan peluru yang mengenai kakinya. Sementara dua pelaku lain, Yus Pane dan bermarga Sinaga, sedang dalam pencarian polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, kedua pelaku diamankan di kawasan Tambun, Bekasi, di rumah kontrakan Ramlan.
"Iya benar ditangkap dua orang di daerah Tambun," ujar Argo, saat dikonfirmasi, Rabu (28/12).

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengatakan, penangkapan tersebut bermula dari keterangan seorang bernama Philip Napitupulu, yang sebelumnya telah diamankan.

"Dari hasil analisa CCTV telah disimpulkan pelaku adalah Ramlan Butarbutar. Hal tersebut sesuai dengan keterangan tersangka Philip Napitupulu yang sebelumnya telah diamankan atas kejadian sebelumnya," katanya.

Polisi kemudian mencari keberadaan Ramlan yang akhirnya ditemukan di rumah kontrakan milik Kimley, Jalan Kalong, RT 08 RW 02, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Penangkapan dilakukan pada pukul 14.50 WIB oleh tim gabungan Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Timur dan Polresta Depok.

Namun saat polisi akan menangkap, Ramlan dan Erwin berusaha kabur dari kejaran. Setelah memberikan tembakan peringatan namun tidak diindahkan, polisi terpaksa menembak kaki keduanya untuk melumpuhkan pelaku perampokan Pulomas itu.

"Saat akan dilakukan penangkapan, kedua tersangka berusaha melakukan perlawanan. Sehingga dilakukan tindakan represif dengan melepaskan tembakan di bagian kaki kedua tersangka," Iriawan menandaskan.

Kabag Mitra Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Awi Setiyono menambahkan, aparat kepolisian terpaksa menembak salah satu pelaku karena melakukan perlawanan dengan menembak ke arah aparat. Dan, Ramlan pun akhirnya tewas karena kehabisan darah.

Motifnya Perampokan
Kapolri Jenderal Pol Titi Karnavian menuturkan, motif sementara pembunuhan sadis di kawasan Pulomas, Jakarta Tiimur adalah perampokan. Karena setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) diketahui beberapa barang pribadi berupa perhiasan milik Dodi Triono hilang.

"Sementara ini motifnya (perampokan) karena ada barang perhiasan yang hilang," ujar Tito di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/12).

Kapolda Metro Jaya Irjen  M Iriawan menambahkan, para pelaku adalah perampok spesialis barang berharga. Dalam perampokan yang menyebabkan pembunuhan, pelaku mengambil dua tas yang diduga berisi barang berharga. 
“Barang rampokannya masih kami cari, ada dua tas warna hijau dan kuning, semacam ransel dan akan kami temukan,” kata Iriawan.

Polisi menduga dua tas yang diambil para pelaku berisi barang mewah. Polisi masih menunggu keterangan dari anak pemilik rumah, Dodi Triono, yang masih dalam proses penyembuhan setelah disekap di kamar mandi ukuran 3 meter persegi. 

Diberitakan sebelumnya, para pelaku menyekap 11 orang di kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter di kediaman korban di Jalan Pulomas Utara No 7A, Pulogadung, Jakarta Timur. Kejahatan ini dilakukan pada Senin (26/12) sore, namun baru diketahui pada Selasa (27/12) pagi.

Enam dari 11 yang disekap tewas, yakni Dodi Triono (59), Diona Arika Andra Putri (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amalia Calista alias Amel (teman anak korban), Sugiyanto alias Yanto (sopir) dan Tarso (40) (sopir).
Sedangkan 5 orang korban luka akibat penyekapan Pulomas yakni Emi (41), Zanette Kalila Azaria (13), Santi (22), Fitriani (23) dan Windy (23).
  

Dodi, Sukses dengan
Keringat Sendiri
Dodi Triono, arsiktek sukses yang menjadi korban pembunuhan sadis di Pulomas, Jakarta Timur dikenal sebagai pengusaha properti sukses.

Kesuksesan itu diraihnya dengan keringat sendiri kendati terlahir sebagai anak tunggal.

Toni Sis Harianto, rekan Dodi menuturkan, korban dikenal sebagai sosok yang bijak.

Bahkan, di mata teman-teman kuliahnya di jurusan Arsitektur, angkatan 76 di Universitas Indonesia (UI), ayah Diona Arika Andra Putri itu menjadi panutan kawan-kawan semasa kuliah.

"Dodi buat kita panutan tapi Allah punya rahasia yang kita tidak tahu," ujar Toni Sis Harianto, saat menghadiri pemakaman Dodi di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (28/12).

Toni mengaku kenal Dodi cukup lama, yakni hampir 40 tahun. "Dari waktu mahasiswa kita main gitar, (mendak) ke gunung," kenangnya.

Lebih jauh dikatakannya, Dodi seorang merupakan seorang anak tunggal yang sangat disayang orang tuanya.

Namun kesuksesan yang diraih saat ini hasil dari kegigihan dan keringat sendiri.

"Saya salut, dia orangnya doyan kerja sampai sekarang. Dodi pintar, kooperatif energik, pemikir, cepat memutuskan, bijaksana," tutur Toni.

Selain itu, imbuh Toni, Dodi pun sering bertukar pikiran dengannya. Termasuk membahas persoalan keluarga.

"Kalau ada masalah selalu dia utarakan. Dia nggak pernah bohong. Sudah beristri tiga kali tapi dia bijak. Memang putus, cerai, tapi tidak ada rasa dipisah-pisahkan," ungkapnya.

"Mudah-mudahan Dodi meninggalnya khusnul khotimah," pungkas pria berumur 62 tahun itu.


Sementara informasi lain yang diperoleh, Ramlan Butarbutar (51) alias pincang terduga pelaku perampokan sadis yang mengakibatkan enam orang korbannya meninggal dunia diketahui berasal dari Lubukpakam, Deli Serdang.  Ramlan sudah lama merantau ke Jakarta

Demikian dikatakan  MS, kerabat terduga pelaku.

"Dia (Ramlan,red) adalah adek mertua saya dan sudah lama merantau ke Jakarta. Bahkan istri dan anaknya tinggal di sana," bilang MS.

MS sendiri mengaku kaget mendapat informasi dari layar televisi bahwa Ramlan terlibat kasus perampokan di kediamaan Ir Dodi Triono di Pulomas, Jakarta Timur. Kekagetan MS bertambah setelah pihak kepolisian Kapolda Metro Jaya berhasil membekuk Ramlan Butarbutar dan Erwin Situmorang di Gang Kalong RT 08 RW 02 Bojong Rawa Lumbu, Bekasi, Jawa Barat.

MS mengakui lokasi penangkapan kedua tersangka di Gang Kalong RT 08 RW 02 Bojong Rawa Lumbu, Bekasi, Jawa Barat, merupakan kediaman iparnya atau abang dari suaminya Remon Butarbutar. MS berharap Remon Butarbutar tidak terlibat dengan aksi perampokan yang meyebabkan enam orang meninggal dunia tersebut.

Ketika didatangi Sumut Pos ke rumah orangtua Ramlan terkunci. Rumah permanen yang berada di Jalan Agusalim, Kelurahan Lubukpakam 1-2 di kecamatan Lubukpakam sepi dari kegiatan. Bahkan lampu terasnya padam.

"Kedua orangtua Ramlan Butarbutar sudah lama meninggal dunia. Kini yang tinggal di sini adalah abangnya. Sebelum berangkat ke Jakarta, Ramlan sudah terlibat dengan kegiatan merampok," sebut warga yang tinggal di Jalan Agusalim yang namanya tidak mau disebut.

Ketika Sumut Pos mengonfirmasi ulang kepada MS. Apakah jenazah Ramlan akan dibawa ke Lubukpakam untuk dikebumikan? MS belum dapat memastikan dengan alasan bahwa dirinya adalah posisi seorang menantu.

"Belum tau bang. Nantilah rembuk dulu keluarga. Apakah dibawa ke sini atau bukan," ucapnya ringkas. (sp/dro/jpg/int/ara)




Powered by Blogger.