Personel Satreskrim Polres Asahan 
yang Tewas Lakalantas di Jalinsum Asahan-Tanjungbalai


Ada cerita mistis sebelum Aiptu Fernando Sawal Hasiholan dikabarkan tewas kecelakaan di jalan lintas Sumatera (Jalinsum) KM 158, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Senin (30/1) 01.00 WIB.

Menurut A boru Hutabarat yang merupakan istri dari Aiptu Fernando, sebelum mengetahui suaminya tewas kecelakaan, sekitar pukul 01.30 WIB dini hari, ia mendengar suara suaminya minta dibukakan pintu. Saat pintu dibuka, ternyata suaminya tidak ada di depan pintu.

Boru Hutabarat juga mengaku, ia menerima telepon dari suaminya. Dalam percakapan di telepon, suaminya minta dibukakan pintu karena baru pulang jaga malam di Polres Asahan. Selain mendapat telepon dari suaminya, boru Hutabarat juga mengaku ia mendengar suara suaminya memanggil di luar rumah sambil mengetuk pintu. Saat itu suaminya minta dibukakan pintu. Namun anehnya boru Hutabarat tidak mendengar suara sepedamotor yang dikendarai Aiptu Fernando.

Saat pintu dibuka, ternyata boru Hutabarat tidak melihat suaminya di depan pintu. Lalu boru Hutabarat menutup pintu dan kembali berjalan ke dalam rumahnya. Anehnya, kembali terdengar suara suaminya mengetuk pintu dan meminta agar pintu dibuka.
Mendengar itu, boru Hutabarat kembali membuka pintu, dan lagi-lagi ia tidak menemukan suaminya. Kejadian ini membuat dirinya merinding dan bulu kuduknya berdiri. Tak lama setelah itu, boru Hutabarat mendengar suara telepon berbunyi. Lalu boru Hutabarat mengangkat telepon dan ternyata yang menelepon adalah teman kerja suaminya yang mengabarkan bahwa suaminya Aiptu Fernando meninggal dunia setelah kecelakaan.

.“Aku dapat telepon dari suamiku katanya: " Ma...buka pintu papa sudah pulang. Setelah kubuka suamiku tak ada di depan pintu. Lalu aku masuk ke rumah dan kudengar suara ketukan pintu dan suara suamiku memanggilku lagi minta dibukakan pintu. Ketika pintu dibuka suamiku tidak ada. Berkeringat aku jadinya. Lalu ada kawan suamiku yang telepon dan mengabarkan suamiku meninggal setelah mengalami kecelakaan,” katanya.

Amatan wartawan ketika pelayat datang ke rumah duka, Boru Hubarat menyampaikan kepada personel Polres Asahan yang melayat: "Abangmu tidak ada lagi, nggak adalah kawanmu piket," kata Boru Hutabarat sambil menangis.

Sementara informasi yang diperoleh wartawan, kronologis tewasnya Aiptu Fernando yang merupakan personil Sat Reskrim Polres Asahan setelah Aiptu Fernando Sawal Hasiholan sepedamotor yang dikemudikannya menabrak truk di jalan lintas Sumatera (Jalinsum) KM 158, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Senin (30/1) dini hari.

Dari keterangan yang dihimpun, sebelum kejadian korban yang berpangkat Aiptu ini baru saja selesai bertugas dan hendak pulang dari Markas Komando (Mako) Polres Asahan dengan  mengendarai sepedamotor Suzuki Satria FU ke rumahnya di Jalan Durian, Gang STM, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur.

Namun, naas baru berjarak sekitar 100 meter berjalan, tepatnya di depan sebuah warung nasi, diduga korban tidak mengetahui truk yang berhenti di bahu jalan dan sepedamotor yang dikendarainya menabrak bumper besi bagian kanan belakang truk BK 8603 CH yang sedang parkir.

Suara benturan yang keras mengundang perhatian warga yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Dalam hitungan detik warga sudah berkumpul dan berusaha menolong korban. Namun karena mengalami pendarahan dan luka robek di kepala nyawa korban tidak tertolong.

Setelah kejadian naas tersebut, warga langsung membawa jasad korban ke RSUD H Abdul Manan Simatupang.

Sementara sopir truk, Rangga (25), warga Jalan Marelan Pasar V Kota Medan dan kernetnya Deni Kurnia (21) warga Desa Perkebunan Labuhan Haji, Kecamatan Kuala Hulu Kabupaten Labuhanbatu, saat itu sedang berada di dalam warung saat kejadian.
Kapolres ASahan AKBP Tatan Dirsan Atmaja melalui Kasat Lantas Polres Asahan AKP Muhammad Rikki Ramadhan melalui Kanit Laka, Aiptu M Butar Butar membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir dan saksi-saksi untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.


Masih dari M Butar Butar, jenazah korban sudah diantar ke rumah duka dengan menggunakan ambulans untuk disemayamkan. (mar/syaf)


TANJUNGBALAI - Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dukung upaya Pemko Tanjungbalai mengelola Pulau Besusen menjadi Destinasi Wisata. Hal itu diungkapkan anggota DPD-RI Parlindungan Purba saat mengadakan kunjungan kerja ke Kota Tanjungbalai, Senin (30/1).

Dalam kunjungan kerjanya itu, Parlindungan Purba langsung diterima oleh Walikota Tanjungbalai M Syahrial SH MH didampingi oleh Wakil Walikota Drs H Ismail di ruang kerja walikota. Hadir juga dalam acara tersebut seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Tanjungbalai.

Selanjutnya, bersama walikota dan unsur FKPD, Parlindungan Purba melakukan kunjungan kesejumlah sentra ekonomi dan lokasi pembangunan sarana infrastruktur Kota Tanjungbalai. Kunjungan dimulai dari pembangunan Gardu PLN di Kelurahan Pantai Johor, peninjauan Jalan Lingkar Utara, gudang ikan di Teluk Nibung, Pelabuhan Penumpang Teluk Nibung, Pulau Besusen, Rumah Sakit Type C di Jalan Kartini, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, dan Kantor Pelindo I Cabang Tanjungbalai guna melihat maket Rencana Revitalisasi Pelabuhan Penumpang Teluknibung.

Di sela-sela kunjungannya ke Pulau Besusen, Parlindungan Purba mengaku sangat mendukung semua program Pemko Tanjungbalai dalam upaya peningkatan perekonomian. Termasuk juga diantaranya, pengelolaan Pulau Besusen untuk menjadi destinasi wisata di Kota Tanjungbalai.
"Saya sebagai anggota DPD RI akan mendukung sepenuhnya seluruh upaya Pemko Tanjungbalai dalam meningkatkan perekonomian termasuk dengan pembangunan sarana infrastruktur. Demikian juga dengan pembangunan Pulau Besusen untuk menjadi destinasi wisata di kota Tanjungbalai ini," ujar Parlindungan Purba.

Pada kesempatan itu, Parlindungan Purba juga berjanji, akan turut memperjuangan terwujudnya seluruh upya Pemko Tanjungbalai tersebut. Karena hal itu juga berkaitan dengan tujuan dari kunjungan kerjanya pada hari itu dan program pembangunan daerah sebagai salah satu prioritas utamanya.

"Sebagai langkah awal, saya berharap agar di tahun-tahun mendatang, Pulau Besusen dapat di kelola menjadi tempat pelaksanaan Jambore Kemaritiman Nasional. Sehingga, secara perlahan-lahan, keberadaan Pulau Besusen sebagai destinasi wisata di Kota Tanjungbalai akan dikenal oleh masyarakat luas," ujar Parlindungan Purba.

Selain itu, Parlindungan Purba juga sangat mengapresiasi kerja keras dari Walikota Tanjungbalai M Syahrial dalam upaya meningkatkan perekonomian di Kota Tanjungbalai. Katanya, sebagai walikota termuda di Indonesia, M Syahrial adalah gambaran dari sosok muda yang energik dan peduli akan pembangunan di Kota Tanjungbalai.

Oleh karena itu, Parlindungan Purba juga menghimbau kepada seluruh unsur SKPD dan instansi terkait di Kota Tanjungbalai, agar dapat bekerjasama dan saling mendukung terlaksananya seluruh program Pemko Tanjungbalai tersebut. Terutama dalam pembangunan dan peningkatan saran infrastruktur, sarana transporta, semua diminta agar saling bekerja sama.

Sebelumnya, Walikota Tanjungbalai M Syahrial dalam sambutannya mengatakan, harapannya melalui kunjungan anggota DPD-RI tersebut dapat membantu Pemko Tanjungbalai mempercepat terwujudnya sejumlah program pembangunan di Kota Tanjungbalai. Terutama, lanjut Walikota, dalam percepatan penyelesaian pembangunan Jalan Lingkar Utara, pembangunan Rumah Sakit Type C, Pelabuhan Teluk Nibung dan Program peningkatan kualitas masyarakat sesuai dengan visi-misi Pemko Tanjungbalai "BERSIH" yakni berprestsi, religius, sejahtera, indah dan harmonis. (ck5/syaf)

TANJUNGBALAI-Umat muslim di Kota Tanjungbalai menerima permitaan maaf yang disampaikan pemilik akun Facebook Jesse Anggel alias Jesica Tio. Penerimaan maaf tersebut diterima setelah Jesica secara resmi menyampaikan permohonan maafnya di depan umat muslim yang diwakili oleh ormas islam dan disaksikan oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) yang berlangsung  di aula DPRD Kota Tanjungbalai, Senin (30/1). Permohonan maaf tidak jadi dilakukan di Masjid Raya Tanjungbalai, karena untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.



“Dengan hati yang tulus saya mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh umat muslim khususnya umat muslim di Kota Tanjungbalai terkait ‘status’ atau ucapan yang saya posting di akun facebook saya. Saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang telah saya lakukan. Semoga kejadian ini membuat saya ke depannya lebih dewasa dalam berbuat dan bertindak," katanya.

Dalam kesempatan itu Jessi memaparkan dirinya memposting status tersebut lantaran salah paham karena menduga aksi damai yang berlangsung, Jumat (27/1) lalu untuk menggagalkan peringatakan hari imlek di Kota Tanjungbalai.

“Saya akui saya salah paham dalam hal ini dan untuk itu saya klarifikasi dan permohonan maaf sebesar-besarnya,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, para pengurus ormas islam seperti FUI Kota Tanjungbalai yang diketuai Ustadz Indrasyah, Al Wasliyah yang diketuai Ustadz Gustami Anmar S Sos IM MPd, Rumus Pusimar yang dipimpim Ustadz Zainal, HTI Kota Tanjung Balai yang diketuai Ustadz M Ali Rukun, Rumah Muslim Pulau Simardan (Rumus Pusima) Kota Tanjungbalai yang diketuai Ustadz Zainal dan Aliansi Mahasiswa dan Mahasiswa Independen Bersatu (AMMIB) Indra Putra Bungsu, Nazmi Hidayah Sinaga, Indra Bakti, dan Ramadhan Batubara menerima permohonan maaf Jesica.
"Secara pribadi dan ormas Islam kami menerima maaf yang disampaikan oleh saudari Jesse Angel alias Jesica. Semoga hal ini tidak terulang lagi," ucap mereka.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Tanjungbalai Bambang Harianto dan Ketua FKUB Kota Tanjungbalai H Haidir Siregar, Danlanal TBA Letkol Laut (P) Bagus Badari Amarullah SE dan Wakil Walikota Tanjungbalai H Ismail menyampaikan agar permasalahan seperti ini jangan terulang kembali di Kota Tanjungbalai.

"Kami mengucapkan  ribuan terima kasih atas diselenggarakannya pertemuan ini. Marilah kita ciptakan yang baik-baik di Kota Tanjungbalai agar Kota Tanjungbalai aman tentram dan damai. Jangan ada singgung-menginggung dalam beribadah agar tercipta keharmonisan yang kita butuhkan seperti saat ini," tutur mereka.

Sementara Jesica kepada wartawan mengakui kesalahan yang telah membuat postingan di akun facebooknya. Jesica mengaku, setelah peristiwa ini ia berjanji tidak akan mengulanginya. Menurut Jesica, dirinya kini sadar bahwa umat islam itu pemaaf dan agama islam itu cinta damai.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemilik akun Facebook Jesse Anggel menyampaikan permohonan ma'af kepada masyarakat khususnya umat muslim Kota Tanjungbalai. Permohonan maaf ini terkait status dipostingnya di Facebook yang dinilai telah menyudutkan dan melukai hati umat muslim yang mengelar aksi damai, Jumat (27/1) lalu. Rencananya, Senin (30/1) Jesse akan mengumumkan permohonan maaf di Masjid Raya usai pelaksanaan Salat Zuhur.

"Dengan hati yang tulus saya mohon maaf  sebesar-besarnya kepada seluruh umat muslim khususnya umat muslim di Kota Tanjungbalai terkait 'status' atau ucapan yang saya posting di akun facebook saya. Saya tidak bermaksud untuk menghina, melecehkan atau menyinggung siapapun," katanya dalam jumpa pers, Minggu (29/1).

Menurut dia, postingan dengan tulisan: "Ini namanya nggak ada kerjaan dan cari kerjaan, cari masalah... Bikin malu bangsa dan negara....

“Saya akui saya salah paham dalam hal ini dan untuk itu saya klarifikasi dan permohonan maaf  telah saya lakukan dan sampaikan dengan bertemu dengan pemuka agama Islam ustad Zainal,” ujarnya.

Jesse juga mengaku akan melakukan permohonan maaf di Masjid Raya Kota Tanjungbalai usai Salat Zuhur, Senin (30/1).

Selain itu kata Jessica, permasalahan tersebut tidak ada kaitannya dengan "Rumah Makan Selera Kita yang beralamat di Jalan S Parman/Jalan Listrik Kota Tanjungbalai.

"Karena sewaktu itu saya memposting status tersebut dan hanya kebetulan saat makan di rumah makan selera kita," papar Jesica.

Jesica mengaku sangat menyesal atas status di akun facebook miliknya itu. Untuk itu dirinya berharap, setelah adanya klarifikasi masalah tersebut bisa selesai dan masyarakat menerima permohonan maaf yang disampaikan dengan tulus sekaligus menyadari bahwa hal itu merupakan khilaf yang merupakan sifat seorang manusia yang tak luput dari kesalahan.

"Mohon maaf kepada seluruh umat muslim khususnya di Kota Tanjungbalai. Saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang telah saya lakukan. Semoga kejadian ini membuat saya ke depannya lebih dewasa dalam berbuat dan bertindak," sebutnya. (Mag02/syaf/ma/int)

KISARAN- Selama tahun 2016, sebanyak 19 orang warga Asahan yang menderita Human Immunodeficiency Virus/Accuired Immune Deficiency Syndrome (HIV/ODHA) meninggal dunia.
Sesuai data di Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, sebanyak 19 orang meninggal dunia. Jika dibandingkan tahun 2015 jumlah ini mengalami kenaikan. Dimana pada tahun 2015 jumlah penderita HIV yang meninggal dunia 12 orang.

Hal ini dikatakan Kadis Kesehatan Kabupaten Asahan dr Aris Yudhariansyah melalui Kepala Bidang Seksi Penanggulangan dan Penyebaran Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Asahan, Saprin Sanja Hutahaean SKM kepada wartawan, Senin (30/1).

Menurutnya, untuk Kabupaten Asahan, penderita HIV tercatat sebanyak 85 orang dan yang terdeteksi posisif 19 orang di antaranya meninggal dunia.

Masih dari Safrin, indikasi salah satu penyebab jatuhnya korban meninggal dunia disebabkan karena belum ditemukannya obat  yang mujarab untuk mematikan atau menyetrilkan virus di tubuh korban penderita HIV yang menyerang kekebalan tubuh manusia itu.

“Namun sebagai antisipasi pencegahan kita harus benar-benar mengetahui ciri-ciri penderita HIV itu,” terangnya.

Dikatakannya lagi, penanggulangan dan pengendalian penyakit AIDS hanya dapat dilakukan melalui terapi Antiretroviral (ARV) kepada ODHA pada 4 Voluentary Conselling Test (VCT) yang telah disiapkan Pemkab Asahan.

Dari terapi yang dilakukan kepada 85 penderita HIV, hanya beberapa orang saja yang melanjutkan pengobatan secara rutin.

Ditambahkannya, ada 4 VCT yang telah disiapkan untuk melayani korban HIV, yaitu di RSUD H Abdul Manan Simatupang Kisaran, Dinkes, Puskesmas Gambir Baru dan di Puskesmas Pulau Raja. Di mana penderita diberikan terapi ARV di VCT dan para ODHA akan diberikan assesment tentang bagaimana pola hidup sehat dan bertahan hidup melawan penyakit.

Kemudian pada penderita diberikan arahan dan penekanan supaya tidak menularkan penyakit kepada orang lain.

Lebih lanjut dikatakannya, biasanya para ODHA ini diketahui terjangkit virus HIV/AIDS akibat gonta ganti pasangan atau sex bebas. Sedangkan penyebaran virus melalui jarum suntik yang digunakan secara bergantian mengonsumsi narkotika terbilang sedikit.

“Yang paling dominan penyebaran virus HIV/AIDS terutama melalui sex bebas. Kalau melalui jarum suntik sedikit,” ucapnya.

Pihaknya memprediksi bahwa jumlah penderita HIV/AIDS di Asahan akan terus bertambah. Sebab satu penderita bisa menularkan kepada 100 orang. Untuk itu dibutuhkan kerjasama dari seluruh lintas sektor, terutama dukungan masyarakat, para alim ulama, tokoh masyarakat serta peranan semua pihak.

“HIV/AIDS tidak hanya menyangkut persoalan kesehatan, tetapi  juga menyangkut persoalan ekonomi, sosial, hukum, keagamaan dan lainnya. Jadi semua elemen masyarakat harus bersinergi bersama-sama menanggulangi HIV/AIDS ini. Agar penyakit kutukan yang sampai hari ini belum ditemukan obatnya ini tidak memakan korban jiwa yang lebih banyak lagi di Kabupaten Asahan," tambahnya.

Sementara itu secara terpisah, anggota Komisi D DPRD Asahan dari Fraksi Hanura Kabupaten Asahan, Sumarwan, saat dimintai tanggapannya soal meningkatnya korban HIV di Asahan mengatakan, ia meminta kepada Pemkab Asahan supaya meningkatkan pengawasan terhadap tempat yang dijadikan sebagai tempat prostitusi.

Selain itu Pemkab Asahan diminta melakukan antisipasi dengan menutup atau menertibkan cafe remang-remang yang ada menyediakan wanita penghibur, seperti cafe liar yang ada di Jalinsum (Jalan Lintas Sumatera) yang ada di Kabupaten Asahan.

“Kita mengimbau kepada para orang tua supaya menanamkan nilai-nilai agamis kepada anak sejak dini. Karena dengan menanamkan nilai-nilai agama adalah sebagai pondasi kuat untuk terhindar dari segala perbuatan kemaksiatan," ungkapnya. (mar/syaf)


ASAHAN-Sebanyak tujuh pelajar Sekolah Teknik Menengah (STM) Nasional di Kisaran diamankan karena cabut dari sekolah saat jam pelajaran berlangsung. Ketujuh pelajar di amankan dari warung milik Misran di Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Senin (30/01).

Adapun ke tujuh pelajar yang diamankan tersebut yakni berinisial MKF, RI, RB, YP, DI, MA dan HP. Ketujuh pelajar itu langsung diserahkan kepada pihak sekolah supaya dapat mengikuti pelajaran setelah diberi pengarahan oleh petugas Patroli.

“Iya, tadi petugas kita ada mengamankan tujuh pelajar yang kedapatan sedang bolos sekolah. Mereka hanya diberikan pengarahan sebelum diserahkan kepada pihak sekolah," kata Kasat Sabhara Polres Asahan AKP J Hutajulu.

Kasat Sabhara menjelaskan, bahwa kegiatan patoli unit roda dua Sat Sabhara Polres Asahan akan terus dilakukan, khusunya di wilayah inti Kota Kisaran guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masayarakat. 

"Patroli di sekitar wilayah Kota Kisaran akan terus kita lakukan guna mencegah tindak kriminal, demi menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Asahan,” ujar kasat. (mag01/syaf)


TANJUNGBALAI - Masih maraknya aksi penyeludupan narkoba maupun barang terlarang lainnya ke Indonesia melalui Tanjungbalai cukup tinggi. Diharapkan pihak Bea Cukai Teluk Nibung Tanjungbalai-Asahan, dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) meningkatkan pengawasan.

Hal itu diungkapkan Khaled Manurung, Ketua Lembaga Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (LP3-NKRI) Kota Tanjungbalai kepada koran ini, Senin (30/1).
Khaled Manurung menilai, tingginya aksi penyelundupan menunjukkan bahwa aksi mafia yang menggunakan jalur perairan Selat Malaka cukup tinggi.

"Tertangkap narkoba jenis sabu seberat 7 kg yang dibawa oleh mantan polisi yang tewas ditembak Kapolres Asahan setelah keluar dari Tanjungbalai membuktikan bahwa penyeludupan narkoba melalui Tanjungbalai sudah semakin marak. Oleh karena itu, kita minta kepada Dirjend Bea dan Cukai untuk segera mengevaluasi keberadaan petinggi Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai. Soalnya, semakin maraknya aksi penyeludupan narkoba tersebut, membuktikan kelemahan dari kinerja aparatur Bea dan Cukai Teluk Nibung. Terlebih lagi, karena penangkapan narkoba tersebut justru dilakukan oleh aparat kepolisian saat akan dibawa keluar kota. Artinya, sudah lolos dari pengawasan aparatur Bea dan Cukai Teluk Nibung, Tanjungbalai," ujar Khaled Manurung.

Pada kesempatan itu, Khaled Manurung juga mengapresiasi kepiawaian dari jajaran Polres Metro Jaya Jakarta bersama dengan Polres Asahan yang telah berhasil menangkap empat orang tersangka dan mengamankan 7 kg sabu pada hari Kamis (26/1) malam. Menurut Khaled Manurung, keempat tersangka dengan menaiki satu unit mobil jenis mini bus itu telah diikuti petugas sejak berada di Tanjungbalai.

"Kita yakin, masih banyak lagi narkoba yang berhasil diselundupkan ke Tanjungbalai, selain dari yang 7 kilogram itu. Hal itu tidak lepas dari tanggungjawab aparatur Bea dan Cukai Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai," pungkas Khaled Manurung, salah seorang penggiat anti korupsi Kota Tanjungbalai ini.

Seperti diketahui, pada hari Kamis (26/1) malam, jajaran Polres Jakarta Barat bekerja sama dengan Polres Asahan, telah berhasil mangamankan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 7 kilogram. Selain itu, juga turut diamankan empat orang tersangka, salah seorang diantaranya tewas diterjang timah panas petugas. (ck5/syaf/ma/int)


MEDAN-Kordinator Daerah (Korda) Duta Jokowi Sumut Delhpius Ginting akan melaporkan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi ke Istana Negara terkait kebijakannya yang melimpahkan status pelabuhan hub internasional peti kemas di wilayah barat Indonesia kepada Pelabuhan Tanjung Priok, dari sebelumnya Kuala Tanjung, Sumatra Utara.

Pengaduan yang ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo bertujuan agar mempertimbangkan kembali sikap Menhub melalui Keputusannya itu agar status pelabuhan hub internasional peti kemas tetap berada di tangan Pelabuhan Kuala Tanjung.

"Sikap Menhub bertolak belakang dengan kebijakan Presden Jokowi. Jangan gara-gara kebijakan Menhub, akhirnya wibawa Presiden Jokowi di mata masyarakat Indonesia khususnya Sumut menjadi jelek. Karena pemerintahan ada ditangan Jokowi. Bukan Menhub. Jadi yang di cap masyarakat tetap Jokowi yang punya kebijakan," ucapnya kepada wartawan di Medan, kemarin.

Tak hanya itu, Ginting juga menilai, dampak atas kebijakan Menhub tersebut membuat kebudayaan Jawasetrik tak bisa dilepaskan. "Yang rugi adalah perekonomian masyarakat Sumut. Khususnya kabupaten kot yang dekat dengan pelabuhan tersebut. Ini harus ditanggapi secara serius," ucapnya sembari mengatakan pihaknya baru selesai rapat membahas permasalahan tersebut.

"Dengan begitu kami segera ke istana menjumpai Sekretaris Kabinet untuk membahas dan melaporkan hasil rapat kami. Kami minta juga agar menteri perhubungan dievaluasi," tegasnya.

Kebijakan Menteri Perhubungan yang melimpahkan status pelabuhan hub internasional peti kemas di wilayah barat Indonesia kepada Pelabuhan Tanjung Priok, dari sebelumnya Kuala Tanjung, Sumatra Utara menjadi polemik.

Sebelumnya juga, Ketua Umum Dewan Pengguna Jasa Pelabuhan Indonesia (Depalindo) Sumut Drs Hendrik H Sitompul MM menolak kebijakan Menteri Perhubungan. Ia menilai kebijakan tersebut tidaklah sesuai dengan konsep tol laut dan nawacita yang dicanangkan Presiden RI Jokowi.

"Alasan naiknya biaya karena penggunaan transportasi darat adalah tidak tepat. Karena transportasi ke Kuala Tanjung adalah dengan kapal laut yang akan mendorong terjadinya Short Sea Shipping. Selain itu, kebijakan ini juga tak sesuai dengan konsep tol laut maupun nawacita. Seperti konsep tol laut yang berintegrasinya sistem logistik laut dan darat dengan cara menggabungkan rute berlayar kapal dengan jaringan rel kereta api. Jadi kalau alasan naiknya biaya adalah tidak tepat," ucap Hendrik.

Kementerian Perhubungan baru-baru ini melimpahkan status pelabuhan hub internasional peti kemas di wilayah barat Indonesia kepada Pelabuhan Tanjung Priok, dari sebelumnya Kuala Tanjung, Sumatra Utara.

Peralihan status pelabuhan pengumpul atau hub internasional itu melalui Keputusan Menteri Perhubungan No.901/2016 tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) Tahun 2016. Dalam beleid tersebut, Pelabuhan Kuala Tanjung yang semula ditetapkan sebagai pelabuhan hub internasional kini hanya ditempatkan sebagai pelabuhan internasional saja.

Beleid yang diteken Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi itu menyebutkan wacana Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan hub internasional peti kemas tidak tepat. Penyebabnya, penerapan kebijakan semua arus peti kemas ekspor dan impor melalui pelabuhan di Sumatra itu akan menyebabkan biaya total transportasi meningkat 1,31%. Hal itu diakibatkan arus lalu lintas truk yang lebih tinggi yang mengakses Pelabuhan Kuala Tanjung dari Jawa dan Sumatra.

Menurut Hendrik, kebijakan tersebut juga akan menjadi blunder. Karena Permenhub tentang RIPN yang baru diterbitkan itu juga bertentangan dengan Perpres No 26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional (Silognas). "Didalam Silognas yang menjadi acuan para menteri juga dijelaskan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan Kuala Tanjung adalah sebagai salah satu prasarana dalam membangun daya saing nasional khususnya perekonomian di Sumut," kata pria yang menjabat sebagai Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Demokrat itu.

Ia juga menyinggung soal Pelabuhan Tanjung Priok yang secara aktual menurutnya nanti juga akan susah diwujudkan. "Karena Tanjung Priok itu di luar jalur utama pelayaran dunia. Deviasi ke Tanjung Priok dari jalur utama memakan waktu 30 jam," tegasnya.(gus/ma/int)

TAPTENG- Penolakan Roberto Panggabean (42) yang diajak minum minuman keras (miras) oleh tetangganya justru berujung sadis. Dia dibacok hingga mengalami 25 jahitan di tubuhnya.
Di RSUD Pandan, Senin (30/1), Roberto Panggabean terlihat terkulai lemas. Di beberapa bagian tubuh pria yang akrab disapa Korea ini terlihat dibalut perban. Tiorida (42), istri korban, terlihat mendampingi suaminya.

Tiorida mengatakan, peristiwa naas itu terjadi pada Minggu (29/1) sekira pukul 02.00 WIB dini hari di warung tuak yang ada di depan rumah mereka di Lingkungan I, Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

"Ceritanya nggak berkelahi orang itu. Aku dengar ada yang berteriak. Jangan lari, kata abang di warung depan rumah. Ada 25 jahitan," ujar Tiorida memulai cerita.

Setelah keluar rumah, dia melihat suaminya sudah bersimbah darah. Dia bersama keluarga lainnya pun langsung melarikan korban ke RSUD Pandan. "Kulihat sudah berdarah. Sudah lemas dia. Kami bawalah langsung malam itu ke sini (RSUD)," katanya.

Fredy, adik ipar korban menambahkan, informasi yang ia peroleh, peristiwa naas yang menimpa abang iparnya itu terjadi saat Roberto dan Marluat Siregar alias Halut, yang merupakan pelaku pembacokan, bercanda-canda di warung tepat di depan rumah. Namun, lama bercerita, terjadi perdebatan di antara mereka.

"Sesudah cecok, pelaku pergi ke rumahnya, tapi abang iparku mencoba mengajak bicara baik-baik. Tapi si pelaku tak mau. Dia langsung pulang," jelas Fredy.

Namun, selang beberapa menit, Marluat datang kembali ke warung tersebut yang berjarak sekitar 30 meter dari rumahnya, dengan membawa parang. "Selang beberapa menit, pelaku datang dari belakang, tiba-tiba membacok kepala abang iparku. Dia (korban) sempat mau mengejar, tapi Marluat langsung lari. Saat itu dia (korban) pun sudah lemas," tuturnya.

Fredy mengatakan, usai pembacokan yang menimpa abang iparnya itu, pelaku langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Pandan. "Dengar informasi sesudah dia lari, langsung menyerahkan diri ke Polsek Pandan," ucapnya.

Terpisah, Kapolres Tapteng AKBP Hari Setyo Budi melalui Kapolsek Pandan AKP Parohon Tambunan membenarkan peristiwa pembacokan itu. Dikatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan.
“Korbannya mengalami luka 25 jahitan. Awalnya itu karena korban nggak mau diajak pelaku minum. Ya, minum-minum sepasang (bir) gitulah. Jadi pelaku ini nggak terima dan dia pulang mengambil parang dan langsung membacok kepala korban," ujar AKP Parohon.

Hingga saat ini, pihaknya telah menahan pelaku yang merupakan warga Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan dan barang bukti sebilah parang sepanjang 50 cm. "Ia menyerahkan diri. Dikenakan Pasal 351 ayat 2 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," tandas kapolsek.

Akibat perbuatannya, Marluat mendekam di ruang tahanan Polsek Pandan. Sementara, Korea masih menjalani perawatan intensif di RSUD Pandan. (dh/ara/ma/int)

TAPSEL- Alangkah terkejutnya Nazwa Siregar saat masuk ke dalam rumahnya. Bocah berusia lima tahun ini, menemukan ibunya, Riska Diana Sigalingging dalam posisi tergantung. Lalu, ia berlari dan melaporkan apa yang disaksikannya kepada kakeknya.


Menurut Kapolsek Batang Toru AKP Asmon Bufitra, pihaknya mengetahui adanya kejadian tersebut pada Minggu (29/1) sekitar pukul 09.00 WIB. Padahal, peristiwa yang terjadi di Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) itu, terjadi pada Sabtu (28/1).

"Masyarakat terlambat memberitahukannya kepada kami. Padahal kejadiannya terjadi pada Sabtu (28/1). Dan, sudah sempat diturunkan dan disemayamkan," ujar Asmon.

Sesuai dengan kronologis kejadian yang didapat dari keluarga, kata kapolsek, Sabtu (28/1) sekitar pukul 18.30 WIB korban atas nama Riska Diana Boru Sigalingging (25) pertama kali ditemukan oleh putrinya Nazwa dengan kondisi sudah tergantung menggunakan kain panjang di dalam rumah mereka.

Melihat itu, anak korban langsung berlari keluar dan memberitahukan kejadian itu kepada Jarim Siregar (76), kakeknya. Mendapat kabar dari cucunya, Jarim pun langsung menuju rumah korban.

"Kata saksi kondisi saat itu sedang mati lampu. Sewaktu korban hendak diturunkan masih terdengar bernafas. Rupanya, setelah diturunkan dan memeriksa nadi tangan korban sudah tida bernyawa lagi," ungkap Asmon.

Sayangnya saat kejadian, tidak ada warga yang memberitahukannya ke polisi. Baru, Minggu (29/1) salah satu masyarakat menginformasikan ke Bhabinkamtibmas dan diteruskan ke Polsek.
"Waktu kami ke rumah duka, korban sudah disemayamkan dan warga ramai bertakziah. Untuk barang bukti seperti kain panjang yang digunakan korban sudah kita amankan," tukasnya.

Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. Soal motif korban sampai nekat gantung diri, kapolsek belum dapat menyimpulkannya dan masih dalam penyelidikan. (yza/ma/int)



LIVERPOOL memiliki tugas berat untuk mewujudkan tekad bangkit mereka pada tengah pekan ini. Pasalnya, lawan yang akan mengunjungi mereka di Anfield adalah pemuncak klasemen sementara Chelsea yang tengah berada dalam performa apik.

The Reds tengah mencari jalan kembali ke jalur kemenangan yang tak lagi mereka rasakan sejak pergantian tahun. Terakhir sejak menang 1-0 atas Manchester City di malam tahun baru, Dejan Lovren dkk belum lagi merasakan manisnya kemenangan. Berturut-turut mereka hanya mampu bermain dua kali imbang lawan Sunderland dan Manchester United, serta kalah dari Swansea City di Premier League.


The Reds memang sempat sekali meraih kemenangan saat melawan Plymouth di Piala FA, namun kemenangan itu diraih lewat laga replay dan diraih dengan susah payah. Namun perjalanan mereka di Piala FA harus berakhir usai disingkirkan Wolverhampton akhir pekan lalu, sebuah kenyataan pahit setelah sebelumnya mereka juga tersingkir dari EFL Cup usai kalah dari Southampton.

Bulan Januari benar-benar menjadi mimpi buruk bagi The Reds. Karena itu, bertemu Chelsea bisa jadi akan membuat para pemain mereka mati-matian meraih kemenangan, karena tak akan ada cara terbaik untuk bangkit selain dengan mengalahkan pemuncak klasemen.

Namun tugas itu tak akan mudah mengingat bagaimana performa Chelsea akhir-akhir ini. Terlebih tuan rumah juga masih belum akan diperkuat oleh Sadio Mane. Bukan itu saja, pelatih Jurgen Klopp juga tengah was-was menanti kondisi terbaru dari dua pemain andalannya, Nathaniel Clyne dan Adam Lallana yang terus dipantau oleh tim medis.

Dari kubu Chelsea, pelatih Antonio Conte tak memiliki masalah berarti dalam skuatnya. Tak ada pemain yang mengalami cedera sehingga dipastikan tim terkuat akan kembali dimainkan oleh pelatih asal Italia tersebut.

Kondisi pemain seperti Diego Costa, Eden Hazard, Nemanja Matic, N'Golo Kante hingga David Luiz juga dipastikan akan lebih bugar karena tak bermain akhir pekan lalu, meskipun Costa sempat bermain beberapa menit saat melawan Brendtford akhir pekan lalu.

Satu-satunya masalah bagi Chelsea mungkin adalah bagaimana mereka melakukan pendekatan permainan melawan tuan rumah yang tengah terluka. Akankah The Blues bermain pragmatis dan bermain aman atau justru mengambil inisiatif menyerang dan meladeni permainan terbuka tuan rumah.(bn/int)

Liverpool:
Mignolet, Clyne, Lovren, Joel Matip, Milner, Henderson, Wijnaldum, Emre Can, Firmino, Coutinho, Lallana.

Chelsea:
Courtois, Azpilicueta, Luiz, Cahill, Moses, Alonso, Matic, Kante, Hazard, Costa, Pedro.



Senin (30/1) pagi, Putri Indonesia 2016 Kezia Warouw berjuang bersama kontestan lainnya di ajang Miss Universe ke-65. Pada ajang Miss Universe 2016 ini Kezia dianugerahi Gelar Miss Phoenix Smile karena senyumannya yang memukau.

Berkat senyumnya yang menawan, gadis kelahiran Jakarta 18 April 1991 ini mampu menarik perhatian.
Pada malam preliminary Kezia tampil glowing memakai gaun rancangan desainer kondang Ivan Gunawan. Kini Kezia memberikan kabar membanggakan lagi.
.
Gadis dengan nama lengkap Kezia Roslin Cikita Warouw ini berhasil masuk dalam 13 besar. Sayang saat perhelatan yang dipandu Steve Harvey , ini Kezia Warouw harus gigit jari setelahnya. Pupus sudah harapan Indonesia menjadi pemenang Miss Universe 2016.

Tapi kita tetap harus bangga dengan Kezia Warouw yang mampu masuk 13 besar.


Iris Mittenaere Miss Universe 2017

Prancis kali ini berjaya di ajang Miss Universe 2017 di Filipina. Miss Prancis Iris Mittenaere resmi menerima mahkota kontes kecantikan bergengsi sejagat raya, berdasarkan pengumuman dari host Steve Harvey.

Steve Harvey merupakan host Miss Universe 2016, yang sempat salah mengumumkan nama pemenang kontes kecantikan tersebut pada tahun itu.

Menyusul di posisi kedua adalah Miss Haiti Raquel Pelissier sebagai runner-up, dan di posisi ketiga Miss Kolombia Andrea Tovar.

Pada tahap final, Iris Mittenaere menjadi sorotan atas pidato singkatnya ketika menjawab pertanyaan final terkait krisis pengungsi yang mengglobal.

"Perbatasan yang terbuka bagi imigran membuat kita bisa lebih banyak menjelajahi dunia dan mengetahui seperti apa di luar sana," katanya.

Menurut Iris Mittenaere, di negara asalnya akses terbuka untuk perbatasan bagi imigran dan pengungsi sudah diterapkan.

"Prancis memang ingin menyambut sebanyak mungkin orang di negaranya," demikian jelas Iris Mittenaere.
Perwakilan Thailand, yang sebelumnya menjadi pemenang Miss Universe 2016, kali ini hanya bertahan sampai di tahap enam besar.

Sedangkan perwakilan dari Indonesia, jebolan Puteri Indonesia 2016 Kezia Warouw bertahan hingga di tahap 13 besar.

Pada ajang yang sama di tahun sebelumnya, Puteri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Putri bertahan hingga tahap 15 besar. (int)


TANJUNGBALAI - Pemilik akun Facebook Jesse Anggel menyampaikan permohonan ma'af kepada masyarakat khususnya umat muslim Kota Tanjungbalai. Permohonan maaf ini terkait status dipostingnya di Facebook yang dinilai telah menyudutkan dan melukai hati umat muslim yang mengelar aksi damai, Jumat (27/1) lalu. Rencananya, Senin (30/1) Jesse akan mengumumkan permohonan maaf di Masjid Raya usai pelaksanaan Salat Zuhur.

"Dengan hati yang tulus saya mohon maaf  sebesar-besarnya kepada seluruh umat muslim khususnya umat muslim di Kota Tanjungbalai terkait 'status' atau ucapan yang saya posting di akun facebook saya. Saya tidak bermaksud untuk menghina, melecehkan atau menyinggung siapapun,"  katanya dalam jumpa pers, Minggu (29/1).

Menurut dia, postingan dengan tulisan: "Ini namanya nggak ada kerjaan dan cari kerjaan, cari masalah... Bikin malu bangsa dan negara....

“Saya akui saya salah paham dalam hal ini dan untuk itu saya klarifikasi dan permohonan maaf  telah saya lakukan dan sampaikan dengan bertemu dengan pemuka agama Islam ustad Zainal,” ujarnya.
Jesse juga mengaku akan melakukan permohonan maaf di Masjid Raya Kota Tanjungbalai usai Salat Zuhur, Senin (30/1).

Selain itu kata Jessica, permasalahan tersebut tidak ada kaitannya dengan "Rumah Makan Selera Kita yang beralamat di Jalan S Parman/Jalan Listrik Kota Tanjungbalai.

"Karena sewaktu itu saya memposting status tersebut dan hanya kebetulan saat makan di rumah makan selera kita," papar Jesica.

Jesica mengaku sangat menyesal atas status di akun facebook miliknya itu. Untuk itu dirinya berharap, setelah adanya klarifikasi masalah tersebut bisa selesai dan masyarakat menerima permohonan maaf yang disampaikan dengan tulus sekaligus menyadari bahwa hal itu merupakan khilaf yang merupakan sifat seorang manusia yang tak luput dari kesalahan.

"Mohon maaf kepada seluruh umat muslim khususnya di Kota Tanjungbalai. Saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang telah saya lakukan. Semoga kejadian ini membuat saya ke depannya lebih dewasa dalam berbuat dan bertindak," sebutnya. (Mag02/syaf)


ASAHAN- Pengedar uang palsu pecahan Rp50 ribu diringkus personel Sat Reskrim Polsek Bandar Pasir Mandoge, Polres Asahan. Tersangka yang diringkus yakni Amat Ariadi (25), warga Dusun VIII, Desa Huta Pandang, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Asahan.

Tersangka diamankan dari lokasi permainan judi. Dalam penggerebekan, empat teman tersangka berhasil melarikan diri.

"Tersangka yang sedang bermain judi jenis tuok (mempergunakan dua uang logam sebagai alat permainan) di pinggir jalan umum persis di halaman rumah Pak Rina Sirait Dusun IX, Desa Hutapadang, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge," kata Kapolsek Bandar Pasir Mandoge AKP Rudi Candra, Minggu (29/1).

 Rudi menerangkan, pada saat tersangka ditangkap turut juga diamankan barang bukti uang pecahan Rp100.000 sebanyak 2 lembar, pecahan Rp50.000 dua lembar.

Disebutkan Rudi Candra, tersangka yang berhasil melarikan diri adalah Borkat Sitorus (25), warga Dusun VII, Desa Huta Padang, Komet Manurung (28) warga Dusun IX, Desa Huta Padang, Hengki Sinaga (23) warga Dusun VIII, Desa Huta Padang, Rojak Simbolon (35) warga Dusun VII, Desa Huta Padang.

"Kami mendapat informasi, bahwa ada lima orang sedang main judi. Untuk menindak lanjuti informasi tersebut anggota ke TKP dan menangkap Amat Ariadi yang menggenggam uang pecahan Rp50 ribu sebanyak dua lembar," kata Rudi Candra.

Untuk melengkapi berkas kasus perkara pemalsuan uang pecahan Rp50 ribu dan judi tuok, tersangka masih diperiksa di Polsek Bandar Pasir Mandoge.



"Kita sedang memeriksa tersangka, setelah berkas kasusnya selesai akan digiring ke Sat Reskim Polres Asahan," kata Rudi Candra. (Mag1/syaf)


ASAHAN-Personil Polsek Sei Kepayang Polres Asahan meringkus Angga Lubis (34) yang hendak bertransaksi narkoba jenis sabu. Angga yang merupakan warga Jalan Danai, Dusun I, Desa Bagan Asahan, Kecamatan Tanjungbalai diringkus, Minggu (29/1).

Informasi diperoleh, Angga kesehariannya bekerja sebagai nelayan. Angga dibekuk anggota Polsek Sei Kepayang berdasarkan informasi yang didapat dari masyarakat.

"Sekira pukul 13.45 WIB saya mendapat informasi dari warga Desa Bagan Asahan, bahwa akan ada transaksi narkotika jenis sabu di Dermaga Panton Bagan Asahan," kata Kapolsek Sei Kepayang AKP Eri Prasetyo, Minggu  (29/1).

Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Sei Kepayang memerintahkan Kanit Reskrim Ipda B Simamora dan anggota untuk melakukan lidik dan penangkapan terhadap pelaku.

"Sekitar pukul 15.40 WIB, tepatnya di dermaga panton Bagan Asahan, tim berhasil  melakukan penangkapan terhadap tersangka," kata mantan Kapolsek Bandar Pasir Mandoge itu.

"Selanjutnya tersangka dan barang bukti tiga bungkus butiran kristal yang diduga narkoba jenis sabu, satu unit timbangan elektrik dibawa ke Polsek Sei Kepayang guna proses hukum. Saat ini kita masih melakukan tindakan pemeriksaan terhadap tersangka dan menyita barang bukti," kata Eri Prasetiyo.

Diterangkan Eri Prasetiyo, saat dilakukan penangkapan, Angga tidak melakukan perlawanan.

"Kami membekuk tersangka di dermaga panton Bagan Asahan. Tersangka tidak ada melakukan perlawanan terhadap petugas sewaktu disergap," kata Kanit Reskrim B Simamora.

Sementara itu, kepada wartawan Angga menyebutkan baru sebulan menjual sabu.

"Menggunakan sabu hampir setahun, tergiur menjual karena untuk melepaskan memakai sabu aja. Itu pun kurang lebih sebulan ini jualan sabu," kata Angga.

"Semula pakai sabu ditawarin dan dikasih kawan gratis, sudah tau enak jadi candu. Tidak cukup penghasil dari melaut, ditawari jual untung untuk dibakar," kata tersangka.

Angga menyebutkan diusianya yang sudah kepala tiga, dirinya belum juga mendapatkan pendamping hidup. (Mag1/syaf)


PULAU RAKYAT-Puluhan warga di Desa Mekar Sari, Kecamatan Pulau Rakyat, Asahan memasang portal di pintu masuk Dusun VI dan VII, Desa Mekar Sari. Pemasangan portal karena jalan dan jembatan sudah rusak berat akibat dilintasi truk bermuatan kelapa sawit.

Informasi yang di himpun wartawan, masyarakat sudah menyurati pihak perusahaan PTPP Lonsum Gunung Malayu agar melakukan perbaikan jalan dan jembatan. Namun permintaan tersebut tidak ditanggapi pihak perusahaan.

Menurut keterangan Suharto K salah seorang warga, sampai saat ini jembatan sulit di lalui anak anak sekolah. Bahkan ada anak sekolah yang terjatuh saat melintasi jembatan.

“Apalagi sekarang ini musim hujan, jalan tersebut semakin sulit dilalui masyarakat sedang menjalankan aktivitasnya. Yang paling mengkhawatirkan anak-anak sekolah. Bahkan anak sekolah tidak masuk sekolah karena terlambat masuk maupun anak sekolah yang terpeleset akibat bahu jalan sudah tidak layak lagi untuk dilalui,” katanya.

Sementara Kepala Desa Mekar Sari Eka Wahyudi SH mengatakan, pihaknya sudah menyurari pihak perusahaan agar membantu perbaikan jalan dan jembatan di Dusun VI. Namun sampai saat ini perbaikan jalan belum terealisasi.

Sementara menurut Kepala Dusun VII, Desa Mekar Sari Tukimin, pihaknya sudah beberapa kali menerima laporan dari warga yang menyatakan anak mereka terpeleset saat berangkat sekolah.

Hal yang sama disampaikan tokoh masyarakat Sofyan warga Kecamatan Pulau Rakyat. Menurut Sofyan, sesuai peraturan pemerintah RI .No.40 tahun 1996 Tentang Hak Guna Usaha (HGU) Pasal 12 ayat 1 poin d-c ditambah Pasal 13, cukup jelas diterangkan. Setiap pemegang HGU wajib melaksanakan program nasional yaitu CSR untuk kepentingan masyarakat. Salah satunya untuk memperlancar sarana dan prasarana.
Apa lagi Desa Mekar Sari banyak mengeluarkan hasil pertanian dan lain lain. Sofyan mengimbau kepada warga agar tidak melakukan anarkis dalam pemasangan portal. (sof/syaf)


TANJUNGBALAI -Jajaran kepolisian Sat Reskrim Mapolsek Datuk Bandar, Polres Tanjungbalai membekuk seorang pelaku pencurian sepedamotor dan dua orang yang diduga sebagai  penadah. Para tersangka yakni Juliandi alias Jul alias Juan (23), Yakub (23), dan Ana (53).

Informasi diperoleh, Juan merupakan warga Dusun VI, Desa Persatuan, Kecamatan Pulau Rakyat, Asahan. Juan dirungkus petugas di Jalan Lintas Pulau Raja, Kabupaten Asahan, Sabtu (28/1) sekira pukul 23.00 WIB.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Tri Setyadi Artono SH SIK MH melalui Kapolsek Datuk Bandar AKP R Manalu didampingi Kasubbag Humas AKP Y Sinulingga membenarkan penangkapan tersebut. Dikatakan Sinulingga, petugas juga mengamankan barang bukti sepedamotor milik korban.

"Pelaku kita amankan berdasarkan laporan korban R Sianipar warga Jalan Singosari, Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai yang kehilangan sepedamotornya, November 2016 lalu," terang Sinulingga.

Pencurian sepedamotor tersebut berawal saat anak korban memarkirkan sepedamotor Mio GT BK 3512 QAG miliknya di depan rumahnya.

"Saat itu  anak korban memarkirkan sepedamotornya di teras depan rumah dan beberapa saat kemudian begitu korban ingin mengambil sepedamotor tersebut sepedamotor tersebut telah hilang. Atas kejadian tersebut korban melaporkan ke Mapolsek Datuk Bandar," paparnya

 Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan dua orang lainya yang diduga sebagai penandah yakni Yakub yang merupakan warga Jalan Julius, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjungbalai Selatan dan Ana (53) warga Jalan Anwar Idris, Kelurahan Bunga Tanjung, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai.

"Saat ini ketiganya masih dalam penyelidikan," ucap Sinulingga.

Atas perbuatan, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 362 Sub 363 ,480 KUHP Dan untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya ketiga pelaku mendekam di sel tahanan polisi.
Sementara itu ketiga pelaku saat diwawancarai wartawan enggan menjawab. Ketiga hanya diam ketika diwawancarai. (Mag02/syaf)


RAKSASA Spanyol, Real Madrid bertekad melupakan tersingkirnya mereka dari ajang Copa Del Rey musim ini. Untuk itu mereka akan menjadikan Real Sociedad sebagai pelampiasan mereka saat kedua tim bertemu di Santiago Bernabeu pada hari Senin (30/1) dinihari.

Kubu El Real harus menanggung rasa kecewa yang besar pada tengah pekan kemarin. Bertandang ke markas Celta Vigo, kubu Los Blancos hanya mampu meraih hasil imbang 2-2, sehingga mereka tidak bisa mengejar ketertinggalan setelah kalah 1-2 di leg pertama, sehingga mereka harus tersingkir dari ajang Copa Del Rey. Kecewa karena harus terlempar dari ajang bergengsi tersebut, kubu El Real akan menjadikan pertandingan La Liga pekan ini sebagai laga pelampiasan.


Dinihari nanti, mereka dijadwalkan akan berhadapan dengan Real Sociedad. Pada pertemuan pertama
mereka musim ini, El Real mampu menang besar 0 -3 di Anoeta Stadium markas Sociedad. Kemenangan itu menambah panjang daftar kemenangan Los Blancos atas La Real. Madrid sendiri tercatat menyapu bersih enam kemenangan di enam pertemuan terakhir kedua tim di Santiago Bernabeu, sehingga tidak ada hal yang harus dikhawatirkan mereka pada akhir pekan nanti.

Meraih poin penuh pada Jornada 20 ini juga vital bagi Real Madrid. Pasalnya posisi mereka di puncak klasemen sementara La Liga tengah dibayang-bayangi oleh Sevilla dan Barcelona yang hanya terpaut satu dan dua poin dari mereka. Untuk itu kemenangan menjadi harga mati untuk menjaga kans juara mereka di akhir musim nanti.

Jelang pertandingan Jornada ke 20 ini, pelatih Zinedine Zidane dikabarkan tidak bisa memainkan Marcelo, Dani Carvajal, James Rodriguez, Pepe, dan Gareth Bale karena kelimanya mengalami cedera dan kondisinya belum memungkinkan untuk kembali bermain di lapangan.

Zidane sendiri kemungkinan akan menurunkan skema 4-3-3 pada laga kahir pekan nanti, dengan Trio Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Lucas Vazquez sebagai juru gedor mereka. Posisi Marcelo di posisi bek kiri kemungkinan akan kembali diisi oleh Nacho sedangkan posisi Dani Carvajal kemungkinan masih akan diisi oleh Danilo, sedangkan Keylor Navas akan kembali ke bawah mistar gawang El Real.

Di kubu tim tamu, pelatih Eusebio Sacristan  datang ke Ibukota Spanyol tanpa kekuatan penuh. Tercatat ada empat pemainnya yang mengalami cedera jelang laga ini yaitu Jon Bautista, Carlos Martinez, Marker Bergara, dan Agirretxe. Selain itu Yuri juga tidak bisa dimainkan pada laga ini karena mendapat akumulasi kartu kuning.

Sacristan sendiri diprediksi akan menurunkan skema 4-3-3 pada laga ini, di mana trio Juanmi, Willian Jose dan Carlos Vela akan bertindak sebagai trisula penyerang La Real pada laga ini. Untuk posisi Yuri di sektor bek kiri kemungkinan akan digantikan oleh Hector Hernandez sedangkan duet Inigo Martinez dan Raul Navas akan menjadi andalan Sacristan di jantung pertahanan mereka pada laga ini.(bn/int)


Prakiraan Pemain
Real Madrid (4-3-3):
Navas; Nacho, Ramos, Varane, Danilo; Kroos, Casemiro, Modric; Ronaldo, Benzema, Vazquez.

R Sociedad (4-3-3):
Rulli; Hernandez, Martinez, Navas, Zaldua; Canales, Granero, Zurutuza; Juanmi, Jose, Vela.



ASAHAN- Ternyata petugas gabungan dari Polda Metro Jakarta Barat dan Poldasu sempat salah sergap saat mencoba melakukan penangkapan terhadap Bagianta mantan polisi berpangkat Bripka yang membawa 7 kg sabu dari Malaysia. Bagianta yang tewas ditembak Kapolres Asahan AKBP Tatan Dirsan Atmaja ternyata sudah empat tahun menjalankan bisnis sabu internasional jaringan Malaysia.

Itu sesuai hasil pengembangan Polda Metro Jakarta Barat yang melakukan pengejaran terhadap Bagianta ke Sumatera Utara.

Informasi diperoleh, tim gabungan sempat menyergap sebuah jenis mobil berwarna silver, dengan nomor polisi yang sama, namun berbeda seri. Setelah salah sergap, tim gabungan langsung menghubungi Polres Asahan untuk meminta bantuan menyergap Bagianta.

“Ya kita sudah mengamati gerak gerik para pelaku yang awalnya sudah diintai sejak keberangkatan dari Tanjungbalai. Mereka sempat menginap dua malam di Hotel Suranta Tanjungbalai. Dipertengahan jalan, sekitar Jalan Lintas Sumatera di Kelurahan Sentang, tim gabungan sempat salah sergap. Tim gabungan menyergap sebuah jenis mobil berwarna silver, dengan nomor polisi yang sama, namun berbeda seri. Setelah salah sergap, tim langsung berkoordinasi dengan Kapolres Asahan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja,” kata Kasat Res Narkoba Polda Metro Jakarta Barat AKBP Soehermanto.

Mendapat laporan dari tim gabungan Polda Metro Jakarta Barat dan Poldasu, Kapolres Asahan AKBP Tatan Dirsan Atmaja bersama personelnya langsung bergerak cepat melakukan penghadangan.

Kapolres langsung memerintahkan seluruh personil yang sedang piket menunggu di depan Polres Asahan. Sementara Kapolres beserta ajudan Bripda Ricky langsung melakukan pengejaran menggunakan mobil menuju ke arah Tanjungbalai. Jarak 250 meter, keluar dari Mapolres Asahan, tepatnya di depan kantor DPRD Asahan, Kapolres mencurigai sebuah mobil melintas sesuai dengan ciri-ciri yang telah diketahui. Mobil yang ditumpangi kapolres langsung berbalik arah dan mengejar mobil para pelaku.

Kapolres langsung memepet mobil pelaku dan mencoba menghadang. Mobil yang ditumpangi para pelaku berhasil dihentikan setelah menabrak sebuah truk yang sedang terparkir dibahu jalan. Kemudian kapolres memerintahkan para pelaku keluar dari dalam mobil sambil menodongkan pistol ke arah pengemudi, yaitu Bagianta. Melihat ditodong pistol, pelaku mencoba kabur dan hampir menabrak kapolres.

Melihat itu, Kapolres langsung melepaskan tembakan ke arah pelaku beberapa kali. Tembakan mengenai paha, tangan dan dada Bagianta dan seorang rekannya, Aleksander. Kemudian Aksi para pelaku dapat dihentikan.

Bagianta yang mengalami luka tembak sempat dilarikan ke RSUD H Abdulmanan Simatupang, Kisaran, karena kritis akibat terkena tembakan. Namun akhirnya Bagianta meninggal dunia. Setelah diperiksa, ditemukan sebanyak 7 kilogram sabu-sabu yang dipaket menjadi 2 bagian, disimpan dalam sebuah tas jinjing dan sebuah tas ransel. Sabu tersebut dikemas dengan bungkus kertas warna coklat dan dilakban rapi.
Sementara Kapolres Asahan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengungkapkan, bahwa penangkapan para tersangka hasil pengembangan kasus narkoba Polres Metro Jakarta Barat. Keempat pelaku merupakan sindikat narkoba, jaringan Tanjungbalai-Medan dan Jakarta.

“Sebelumnya, gerak gerik pelaku sudah diintai sejak 3 bulan yang lalu,” ujarnya. Tatan menambahkan, bahwa salah satu tersangka, Bagianta merupakan mantan personil Polres Tanah Karo. Dia dipecat pada 2015 secara tidak hormat. “Saat ini kita masih melakukan pengembangan, untuk mengungkap jaringan para pelaku,” pungkas Tatan.

Terpisah, Aleksander (23) teman Bagianta Tadius Bangun (32) mantan polisi yang tewas ditembak Kapolres Asahan AKBP Tatan Dirsan Atmaja SIK di depan Polres Asahan di Jalan Ahmad Yani, Kisaran ternyata bersetatus sebagai mahasiswa.

“Aku cuma menemani Bagianta ke Tanjungbalai bang. Memang aku tahu dia mau ngambil sabu dan aku dibayarnya Rp3 juta bang tuk menemaninya. Aku lakukan itu karena aku butuh dana bang. Sebenarnya aku masih kuliah bang di salah satu perguruan tinggi swasta di Medan bang,” kata Aleksander.

Sementara Riski Ayu Lestari dan Elvika mengaku tidak mengetahui jika Bagianta dan Aleksander ke Tanjungbalai ingin menjemput sabu. Menurut Riski dan Elvika, mereka diminta menemani Bagianta dan Aleksander untuk menikmati hiburan malam di kota Tanjungbalai.

“Aku pacarnya Bagianta bang, sedangkan si Riski pacarnya Aleksander. Kami berdua hanya diajak ke Tanjungbalai untuk menikmati hiburan malam di kota ini. Tidak ada cerita kalau Bagianta akan mengambil sabu,” kata Elvika.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bagianta Tadius Bangun (32) tewas ditembak di depan Polres Asahan, Jalan Ahmad Yani, Kamis (26/1) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Bagianta, mantan polisi berpangkat Bripka ini, meregang nyawa setelah melawan sejumlah polisi yang mengejarnya sejak pukul 21.0 WIB.
Kapolres Asahan AKBP Tatan Dirsan Atmaja SIK mengatakan, tersangka membawa sabu dari Tanjungbalai menuju Medan. Saat itu Bagianta dan tiga temannya menaiki mobil Toyota Avanza BK 1083 IC dan Bagianta sebagai supir.

“Bagianta Tadius Bangun merupakan warga Jalan Jamin Ginting, Gang Pemuda No. 7 Kabanjahe. Sedangkan tiga tersangka lainya; Aleksander (23) warga Jalan HM Joni No. 11 A Medan, Riski Ayu Lestari (21) warga Jalan Eka Rasmi, Gang Eka Delima, Kecamatan Medan Johor dan Elvika (20) warga Jalan Sidomulyo, Kelurahan Melur Kecamatan Cempaka Pekan Baru,” kata Tatan.

Saat itu, para pelaku dengan datang dari arah Tanjungbalai menuju Medan. Pihak kepolisian yang mendapat informasi tersangka melintas mencoba menghentikan laju kendaraan yang dibawa tersangka.

Namun bukannya berhenti, tersangka mencoba melarikan diri. Melihat itu, untuk menghentikan aksi para pelaku, Kapolres melepaskan beberapa kali tembakan ke arah pelaku.

Dalam penembakan itu Bagianta tewas setelah terkena tembakan pada bagian punggung dan menembus bagian dada sekitar pukul 02.00 WIB. Saat ini, jenazah pelaku masih disimpan dalam kamar jenazah RSUD HAMS Kisaran. Selain Bagianta, Aleksander juga terkena tembakan pada bagian kaki sebelah kanan.

“Kita terpaksa melepaskan tembakan, karena para tersangka tidak mau menghentikan laju kendaraan mereka. Tersangka Bagianta yang menjadi supir terkena tembakan dan tewas. Sementara temannya Aleksander tertembak di bagian kakinya,” kata Tatan.

Tatan menambahkan, pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan secara intensif kepada pelaku. Pemeriksaan untuk mengungkapkan jaringan sindikat narkoba antar negara tersebut. “Para tersangka masih kita periksa intensif. Kita masih mengorek keterangan dari para pelaku untuk mengungkap jaringan di atasnya,” ujar Tatan. (syaf)


ASAHAN-Personel intel Lanan Tanjungbalai-Asahan menangkap 56 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di perairan Tanjung Siapi-api Asahan, Jumat (27/1) pukul 03.30 WIB. Dari 56 TKI yang ditangkap, satu orang diketahui menyimpan narkoba jenis sabu seberat 520 gram.

Dan Unit Intel Lanal TBA Lettu Marinir Bania Langkari didampingi Komandan Patroli Peltu Suprojo, Sabtu (28/1) mengatakan, penangkapan TKI Ilegal dan narkoba jenis sabu oleh Patkamla SSG II-I-47 di Perairan Tanjung siapi-api tepatnya pada posisi 02° 55' 156" LU - 100°08' 393" BT.

Saat itu intel Lanal menggunakan Patkamla SSG II-I-47 yang dipimpin Dan Unit Intel Lanal TBA Lettu Marinir Bania Langkari dan Komandan Patroli Peltu Suprojo melakukan razia rutin.

Di Tanjung Siapi-api petugas melihat KM Berkah GT.10 No. 278/Phb yang membawa 56 TKI Ilegal dari Malaysia. Melihat itu petugas melakukan pengejaran dan berhasil menghadang KM Berkah.

Setelah dilakukan pendataan, dari 56 orang TKI yang diamankan, 44 orang laki-laki termasuk bayi laki laki usia 8 bulan dan wanita 12 orang. Kemudian petugas kembali melakukan pemeriksaan terhadap para TKI yang diamankan, ternyata ada seorang TKI yang membawa sabu seberat 520 gram yang disimpan di dalam tas dan celana dalam tersangka.



Suprojo mengatakan, tekong KM Berkah yakni Datuk Muda alias Maul (45)yang merupakan warga Bagan Asahan, Kabupaten Asahan ikut diamankan bersama beberapa Anak Buah Kapal (ABK) yakni Dedi Rivai alias Tile (32) warga Pasar Baru, Gang Pringgan SMA 5 Kota Tanjungbalai, Ahmad Sayuti (44) warga Pasar Baru, Gang Pringgan SMA 5 Kota Tanjungbalai.

Sedangkan TKI yang membawa sabu yakni Alharif bin Muslim warga Dusun Pawang Ali, Kelurahan Jangka Masjid, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Nanggroe Aceh Darussalam

Suprajo menambahkan, kronologis penangkapan KM Berkah berawal saat Tim WFQR - I Tanjungbalai-Asahan mendapat informasi akan ada kapal pembawa TKI Ilegal dari Malaysia menuju Tanjungbalai. Menindak lanjuti informasi tersebut, TIM WFQR - I Tanjungbalai Asahan mendalami informasi yang diterima dengan melaksanakan patroli.

Pada hari jumat tanggal 03.30 WIB, Tim WFQR- I Tanjungbalai-Asahan menggunakan Patkamla SSG II-I-47 standby di pos Kamla Bagan Asahan.

Pukul 07.10 WIB, Patkamla SSG II-I-47 mencurigai kapal yang sedang lego jangkar. Lalu tim WFQR-I Tanjungbalai-Asahan mendekati kapal tersebut dan menemukan kapal tersebut membawa 56 TKI.
Pukul 09.30 WIB Kapal ditarik menuju TPI Asahan Mati, Kabupaten Asahan karena kehabisan bahan bakar.

Pukul 13.30 WIB Kapal tiba di TPI Asahan Mati Kabupaten Asahan, selanjutnya dilakukan pendataan sebelum menuju Mako Lanal TBA.

Pukul 13.40 WIB TKI Ilegal tiba di Mako Lanal TBA menggunakan bus TNI AL 8891-I dilanjutkan pendataan ulang dan pemeriksaan barang bawaan.

Setelah dilaksanakan pemeriksaan pukul 15.05 WIB ditemukan seorang TKI membawa narkoba jenis sabu seberat 520 gram.

Menurut Suprojo, sampai saat ini petugas masih melaksanakan pemeriksaan dan koordinasi dengan pihak Imigrasi Tanjungbalai Asahan. (syaf)



Kapal bermuatan 700 bal press atau pakaian bekas ilegal (monza) yang dikawal 50 massa bayaran sengaja dibakar untuk menghindari kejaran Kapal Patroli Bea Cukai. Kapal Motor (KM) Nur Aflah GT 22 dibakar di perairan Tanjung Jumpul Asahan, Sabtu (28/1).

Informasi diperoleh, kejadian berawal saat Kapal Patroli Bea Cukai 10002 melakukan patroli rutin. Kemudian, kapal tersebut menemukan KM Nur Aflah yang tengah berlayar dengan muatan ilegal sekira pukul 03.30 WIB.

Pada saat Kapal Patroli mendekati KM Nur Aflah, massa langsung melakukan perlawanan secara brutal dengan melemparkan bom molotov dan mercon secara bertubi-tubi ke arah Kapal Patroli.

Penyerangan terus berlangsung hingga akhirnya KM Nur Aflah hampir berhasil dikuasai. Namun anak buah kapal (ABK) memilih untuk membakar kapal mereka sendiri dan kemudian melarikan diri dengan terjun ke laut.

Kabid Penyidikan dan Penindakan Bea & Cukai Sumut, Rizal membenarkan kejadian itu. KM Nur Aflah beserta muatannya terbakar hebat di koordinat 03.10.00 U./99.57.11 U.

"Tidak ada korban jiwa. Selanjutnya ABK dan massa diselamatkan kapal patroli. Saat ini sudah tiba di Pelabuhan Belawan untuk diproses oleh Kanwil BC Sumut," akunya.

Terpisah Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea-Cukai Sumut Rizal mengatakan penindakan tersebut terjadi pada Sabtu (28/1) sekitar pukul 03.00 WIB.

Petugas yang tengah berpatroli di lokasi itu melihat satu unit kapal motor yang mencurigakan. Saat petugas mendekat, kapal tersebut dikawal massa bayaran sekitar 50 orang.

"Kapal tersebut diketahui bermuatan sekitar 700 (karung) pakaian bekas dari Malaysia," kata Rizal.
Saat akan dilakukan penindakan, massa tersebut melawan dengan melemparkan bom molotov dan mercon secara bertubi-tubi ke kapal patroli Bea-Cukai. Kejadian tersebut berlangsung dari pukul 03.30 WIB hingga pukul 05.00 WIB.

"Pada akhirnya, ketika kapal (penyelundup) hampir berhasil dikuasai, para ABK memilih membakar kapal mereka sendiri dan kemudian mereka melarikan diri dengan terjun ke laut," terangnya.

Api yang membesar membuat kapal serta muatannya terbakar hebat. Sementara itu, ABK dan massa penyelundup yang terjun ke laut berhasil diselamatkan petugas.

"Saat ini sudah tiba di Belawan untuk diproses lebih lanjut," tutup Rizal. (syaf)


BATUBARA-Polres Batubara membentuk tim untuk memburu Rahmad Sahputra alias Amat Itam tahanan Polsek Medang Deras yang kabur.

Kapolres Batubara, AKBP Dedy Indriyanto SiK MSi mengatakan, pembuatan tim gabungan reaksi cepat ini sebagai langkah awal untuk memeroses dan menangkap kembali tahanan yang kabur.

"Saat ini kita sudah membentuk tim gabungan Reserse dan Propam sebagai langkah menangkap tersangka kembali," kata kapolres, Sabtu (28/1).

Sayangnya saat ditanya, apakah petugas piket jaga saat itu, Bripka Erdi dan Aipda Gunawan termasuk lalai dalam tugasnya, Dedy Indriyanto menjawab kasus itu masih dalam pemeriksaan.

"Itu masih dalam pemeriksaan, walaupun teman piketnya Erdi, sedang izin sakit, namun yang jelas keduanya nanti tetap akan kita periksa," jelas Dedy.

Pada pemberitaan sebelumnya, peritiwa itu terjadi sekira pukul 11.30 siang pada Senin (23/1).

Siang itu petugas sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) unit Polsek Medang Deras seharusnya ada dua orang yang piket yakni Bripka Erdi dan Aipda Gunawan TG. Namun karena Aipda Gunawan berhalangan sakit, pada hari itu Bripka Erdi hanya berjaga sendirian.

Bertepatan pada hari itu ada keluarga salah seorang tahanan datang membesuk, sehingga pintu tahanan terbuka dan petugas diduga lupa mengunci kembali.

Melihat situasi seperti itu, diduga dimanfaatkan pelaku melarikan diri ke permukiman padat penduduk di belakang Polsek Medang Deras.

Informasi lain dihimpun wartawan, sepak terjang tersangka di daerah itu sudah cukup terkenal dalam kasus pembongkaran rumah. Bahkan sangat meresahkan masyarakat, karena banyak kasus pembongkaran rumah selama ini dan diduga pelakunya adalah tersangka.

"Kita heran juga di kantor polisi kok tersangka bisa lari," sebut Imin (43) warga Medang Deras.

Kapolsek Medang Deras AKP Usman dikonfirmasi wartawan membenarkan larinya tersangka. Menurut Usman, saat itu tersangka Amat Itam melapor pada Bripka Erdi bahwa air kran di kamar mandi dalam sel tiba-tiba mati. Sedangkan tersangka mengatakan dirinya hendak membuang hajat, lalu Bripka Erdi membuka pintu sel tahanan dan masuk untuk memeriksa kran air yang mati. Setelah dicek kebenarannya, kemudian Bripka Erdi menyuruh tersangka untuk mengambil air dari kamar mandi yang berada di dalam ruangan SPKT dengan ember.

Akan tetapi, ketika baru keluar dari pintu tahanan tersangka lansung membuang ember dan melarikan diri.
"Personil kita sempat mengejarnya, namun tersangka begitu cepat lari ke arah pemukiman padat penduduk, dari sana personil kehilangan jejak," kata Usman.

Dia juga mengatakan, selama ditahan pelaku berkelakuan baik, tidak ada tanda-tanda dia punya niat melarikan diri. Apa lagi sebelumnya dia sudah sering membantu bersih-bersih ruang tahanan dan ruangan lainnya. (syaf)  

BATUBARA-Personel Sat Narkoba Polsek Labuhan Ruku, Polres Batubara meringkus Ibnu (35). Dari tangan Ibnu ditemukan barang bukti, 26 paket kecil berisikan narkotika jenis ganja seberat 10,60 gram dalam satu buah baju kemeja.

Informasi diperoleh, Ibnu merupakan warga Dusun I Desa Bogak Kecamatan Tanjung Tiram, Batubara. Ibnu ditangkap petugas disalah satu warung kopi milik masyarakat di Dusun I Desa. Bogak sekira pukul 21.30 WIB.  

Kapolres Batubara AKBP Dedy Indriyanto SiK melalui Kasat Narkoba AKP Edwar Banjarnahor dan Kapolsek Labuhan Ruku AKP Irsol, Sabtu (28/1) membenarkan penangkapan Ibnu besama barang bukti 26 paket ganja kering.

Dijelaskan Banjarnahor, awalnya Tim Opsnal Polsek Labuhan Ruku mendapat laporan dari masyarakat, bahwa sering terjadi transaksi jual beli dan penggunaan narkotika ditempat kejadian.

Berdasarkan informasi tersebut petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka bersama barang bukti. Tersangka langsung diboyong ke Mapolsek Labuhan Ruku guna menjalani pemeriksaan.

"Proses penyelidikan masih berlanjut untuk pengembangan menangkap jaringan di atasnya. Pelaku dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman yang berbahaya dan diancam penjara paling singkat 4 tahun," jelasnya. (syaf/int)


SIBOLGA- Sungguh kasihan nasib Melati Silitonga (31), demi mencari alamat suaminya yang sudah lama tidak pulang ke rumah, dia nekat menempuh perjalanan panjang tanpa mengantongi uang.

Melati dan 3 anaknya berasal dari Kelurahan Huta Tonga, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten
Tapanuli Selatan. Tujuannya, ingin pergi ke Sorkam, alamat suaminya yang belum pasti kebenarannya. Karena menurut informasi yang dia dapat, suaminya berada di sana.

Kisahnya bermula dari rencananya hendak mencari ayah dari ketiga anaknya, Jumat  (27/1). Berangkat dari kampungnya dengan bermodal uang pas-pasan sekira pukul 18.00 WIB, dengan menumpang mobil pengangkut sayur. Tiba di Sibolga sekira pukul 22.00 WIB, Melati bingung hendak melanjutkan perjalanan ke Sorkam yang waktu tempuhnya sekitar 1 jam lagi. Karena uang yang dia punya sudah tidak cukup.

Apalagi, hari sudah malam, tidak ada lagi angkutan umum jurusan Sorkam.

Melati dan ketiga anaknya akhirnya telantar di Sibolga dan tidak tahu mau kemana. Sebab tidak ada sanak famili mereka yang tinggal di Sibolga. Dengan penuh kebingungan Melati kemudian keluar dari areal terminal dan duduk di pinggir jalan, di atas trotoar di Jalan SM Raja.

Untung saat itu ada petugas kepolisian yang sedang melakukan patroli rutin yang melihat mereka. Karena penasaran, petugas akhirnya membawa keempatnya ke Mapolres untuk dimintai keterangan.

Setelah mengetahui kondisinya, Kapolres Sibolga AKBP Benny Remus Hutajulu, memerintahkan anak buahnya untuk mengantar mereka ke salah satu penginapan yang ada di sekitar Terminal Sibolga. Menunggu terang hari untuk keempatnya melanjutkan perjalanan mereka mencari pria yang mereka cintai.

Ditemui di penginapan, Melati mencoba menceritakan kisahnya sampai di Sibolga. Dengan penuh perjuangan dan modal nekat, ketiga anaknya yang masih kecil harus ikut menanggung akibatnya.

"Kami berangkat dari Huta Tonga jam 18.00 WIB. Awalnya kami menumpang mobil tukang sayur untuk pergi. Tapi, mobil yang kami tumpangi itu hanya sampai Sibolga. Sesampainya di Sibolga saya tidak mengetahui lagi mau kemana. Sebab, keluargapun tidak ada di Sibolga," kata Melati kepada wartawan saat ditemui di penginapan.

Katanya, alasan dia hendak ke Sorkam karena mendapat kabar suaminya yang sudah lama tidak pulang kini berada di sana. Mereka mengaku sudah rindu dan ingin ketemu. "Kabarnya dia sekarang di Sorkam. Sudah lama gak pulang. Jadi mau mencari ke sana," katanya tanpa memberitahu nama pria yang ingin mereka cari tersebut.

Dia mengakui kalau mereka tidak punya cukup uang untuk berangkat mencari suaminya. Namun, karena keinginan yang besar, diapun nekat dengan kondisi tersebut. "Sayapun gak tahu mau kemana, uang gak ada mau berangkat ke Sorkam. Keluargapun gak ada di Sibolga ini," ketusnya dengan wajah bingung bercampur sedih. (hs/int)

TAPANULI UTARA- Robinhot Sinaga (47), warga Desa Hutalottung Kecamatan Mauara, Kabupaten Taput itu akhirnya ditemukan tak bernyawa. Dia ditemukan warga terapung di Danau Toba.
Korban ditemukan pertama kali oleh salah seorang warga yg bernama Edo Rajagukguk (16) pada Sabtu (28/1)  sekira pukul 06.30 WIB.

Dari keterangan saksi, dia melihat korban terapung di perairan Danau Toba, ketika dia keluar dari rumah ke belakang dan nemandang ke arah danau. Ia melihat seperti ada mayat terapung. Lalu dia meperjelas, setelah meyakini kalau yang terapung tersebut adalah mayat, Edo memberitahukan kepada orangtuanya dan melaporkan kepada warga lain dan selanjutnya memberitahukan kepada polisi setempat dan juga tim SAR yang masih berada di lokasi.

Edo menambahkan, mengetahui korban terapung karena Danau Toba tepat di belakang rumahnya yang hanya berjarak sekitar 20 meter. Sedangkan mayat korban dari bibir pantai ke danau juga hanya berjarak 20 meter, sehingga saksi bisa dengan jelas mengamatinya.

Jarak dugaan tempat tenggelamnya korban dengan posisi korban ditemukan terapung berkisar 400 meter.
Kasubag Humas Polres Taput ketika dikomfirmasi melaui telepon selulernya mengatakan, setelah pihak polsek setempat dan juga Tim SAR mengetahui kejadian, maka tim gabungan dengan  menggunakan Speed Boad segera ke lokasi dan melakukan evakusi mayat korban ke daratan dan menyerahkan kepada pihak keluarga.

Amatan wartawan, kondisi mayat saat ditemukan sudah membengkak dengan kondisi mengenaskan dan beku, jasad Robinhot langsung dibawa ke rumah orangtuanya di Desa Hutalontung untuk dimakamkan.

Diberitakan sebelumnya, hilangnya Robinhot Sinaga pria lulusan Universitas Indonesia ini awalnya tidak diketahui kemana. Tapi, tulisan Robinhot di kalender rumahnya jadi dugaan kuat bahwa dia mengakhiri hidupnya sendiri.

“Digadis kursi roda dang didokkon (dijual kursi roda tapi tak dibilang)”, “Mate ma au, bohado bahenokku (matilah aku, tak tahu lagi apa yang mau kulakukan)”. Itulah dua kalimat yang ditulis Robinhot yang ditemukan keluarganya di salah satu kalender rumah, Rabu (25/1).

Diketahui, Robinhot memang menderita kelumpuhan karena terserang stroke dan selama ini menggunakan kursi roda. Donni Sianturi, salah seorang kerabat Robinhot mengatakan, Robinhot adalah sosok yang baik dan pintar. Dia lulusan Universitas Indonesia (UI) jurusan Tehnik Mesin dan wisuda tahun 1994. Robinhot juga mahasiswa terbaik dan pernah mendapat beasiswa.

Setelah tamat, dia bekerja di suatu perusahaan di Jakarta. Tak lama di sana, dia tidak betah bekerja karena ingin mendapatkan pekerjaan lebih hebat lagi dan dia pun memutuskan bekerja di Kalimantan.

Namun, pada tahun 2002, dia pulang ke bona pasogit (kampong halaman) dan bekerja di salah satu SMA di Tarutung, Tapanuli Utara (Taput). Namun, dia kembali ke Hutalottung, Kecamatan Muara dan sempat mengajar koor ama (bapak) di kampung.

"Setelah itu, tahun 2014, Robin terkena stroke dan memakai kursi roda," terang Donni Sianturi.

Dan, saat keluarga ramai di rumah korban, ditemukanlah dua kalimat yang ditulis Robin di sebuah kalender.
Sementara, warga sekitar bermarga Rajagukguk mengatakan bahwa Robin adalah sosok yang baik dan ramah, juga pintar. Dia sudah sepuluh tahun lebih berada di kampung setelah pulang dari Jakarta. Dia tinggal bersama ibunya dan kadang ibunya juga pergi ke Medan dan kembali lagi ke kampung untuk mengurus anaknya.

“Robin adalah anak paling bungsu dari empat bersaudara. Jarak Danau Toba dari rumahnya hanya sekitar 100 meter,” ujar warga ini.

Dia mengatakan, Robin diduga menghilang di Danau Toba dan kemungkinan naik mobil entah kemana. Akan tetapi, paranormal di kampung mereka menyebutkan bahwa Robin tenggelam di Danau Toba.
Rajagukguk menambahkan, ada warga yang sempat melihat Robin naik ke perahu dan ditemukan bekas dia berjalan dari rumah ke danau.

”Ada bekasnya. Dia turun sambil menyeret kakinya karena dia kan terkena stroke,” ujar Rajagukguk.

Amatan wartawan, di hari ketiga hilangnya Robinhot, warga desa masih terus melakukan pencarian bersama Tim Basarnas BPBD Taput dan personel Polsek Muara.

Tim Basarnas dari Ajibata juga menurunkan 8 personel dan tiba di Muara sekira pukul 11.00 WIB dan langsung melakukan pencaraian. Mereka menyelam menyusuri ke Danau Toba wilayah Hutalottung, namun Robin belum ditemukan.

Selanjutnya pencarian kembali dilukan pukul 16.30 WIB dengan memakai alat penyelam. Namun pencarian tetap belum membuahkan hasil dan akan dilanjukkan kembali besok (Kamis, red).

Diberitakan sebelumnya, Robinhot dinyatakan hilang sejak Senin (23/1) pukul 23.00 WIB. Korban diduga tenggelam di Danau Toba karena ada bekas gesekan di rumput pinggiran danau, dekat rumah korban.
Robinhot diketahui hilang dari rumah ketika ibu korban, Tiarma Rajagukguk (77) terbangun dan melihat anaknya tidak ada di rumah. Dia kemudian melihat pintu depan dan gerbang rumah terbuka.

Ibu korban yang curiga kemudian memberitahukannya kepada kerabat bernama Doni Sianturi. Segera Doni melakukan pencarian serta memberitahukan kepada tetangga yang lain. (as/ma/int)


JAKARTA Kepengurusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2016-2020 akhirnya resmi dilantik oleh Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI), Jumat (27/01) di Balai Kartini, Jakarta. Salah satu pengurus PSSI adalah anggota DPRD Asahan Armen Margolang. Di mana Armen masuk dalam Komite Ad-Hoc percepatan pengembangan sepakbola Indonesia bersama Zulkarnaen, Syamsu Rizal, Hendri, dan Agus Suardi.

Total ada 17 sektor yang bakal dibawahi oleh Edy Rahmayadi di PSSI. Dalam kepengurusan ini, kebanyakan dipimpin oleh muka baru. Hanya Agum Gumelar yang didaulat sebagai Ketua Dewan Kehormatan dari kepengurusan yang lama. (int)

Berikut Daftar Lengkap Susunan PSSI:
I. Dewan Kehormatan
Ketua: Agum Gumelar
Anggota: 1. Gatot Nurmantyo, 2. Tito Karnavian
II. Dewan Pembina
Ketua: Syafruddin
Anggota: 1. Priyono Sugiarto, 2. Maruarar Sirait
III. Pengurus Pusat
Ketua Umum: Edy Rahmayadi
Wakil Ketua Umum: Joko Driyono
Kepala Staf Ketua Umum: Iwan Budianto
Komite Eksekutif:
1. A. S. Sukawijaya, 2. Condrof Kirono, 3. Dirk Soplanit, 4. Gusti Randa, 5. Hidayat, 6. Johar Lin Eng, 7. Juni Ardianto Rachman, 8. Papat Yunisal, 9. Pieter Tanuri, 10. Refrizal, 11. Yunus Nusi, 12. Verry Mulyadi
IV. Komite Tetap
a. Keuangan
Ketua: Dirk Soplanit
Wakil Ketua: Pieter Tanuri
Anggota: 1. Daconi Chotob, 2. Hartarto, 3. Muhammad Reza Ikhwan
b. Kompetisi
Ketua: Yunus Nusi
Wakil Ketua: Hidayat
Anggota: 1. Endri Irawan, 2. Arif Bulqini, 3. Hendrik
c. Teknis dan Pengembangan
Ketua: Refrizal
Wakil Ketua: Verry Mulyadi
Anggota: 1. Sutan Harhara, 2. Emral Abus, 3. Andre Rosiade
d. Wasit
Ketua: Condro Kirono
Wakil Ketua: Juni Ardianto Rachman
Anggota: 1. Purwanto, 2. Nasrul Koto, 3. Yesayas Leihitu
e. Hukum
Ketua: Gusti Randa
Wakil Ketua: A. S. Sukawijaya
Anggota: 1. Khairul Anwar, 2. Dwi Rianto Jatmiko, 3. Yudi Apriyanto
f. Sepakbola Perempuan
Ketua: Papat Yunisal
Wakil Ketua: Verry Mulyadi
Anggota: 1. Berty Tutuarima, 2. Mutia Datau, 3. Erick Ayatanoy
g. Pengembangan Sepakbola Usia Muda
Ketua: Hidayat
Wakil Ketua: Refrizal
Anggota: 1. Nasril, 2. Dahlan, 3. Fityan Hamdi
h. Futsal
Ketua: Johar Lin Eng
Wakil Ketua: Refrizal
Anggota: 1. Suyatno, 2. Ridwan Madubun, 3. Majid
i. Medis
Ketua: Verry Mulyadi
Wakil Ketua: Papat Yunisal
Anggota: 1. Ikhwan Zein, 2. Mahfutiono, 3. Alfis Primatra
j. Status Pemain
Ketua: Gusti Randa
Wakil Ketua: Yunus Nusi
Anggota: 1. Irawadi Hanafi, 2. Babay, 3. Syaiful
k. Fair Play dan Tanggung Jawab Sosial
Ketua: Juni Ardianto Rachman
Wakil Ketua: A. S. Sukawijaya
Anggota: 1. Kodrat, 2. Yedidiah S. K. Soerjosoemarno, 3. Borgo Pane
l. Media
Ketua: A. S. Sukawijaya
Wakil Ketua: Yunus Nusi
Anggota: 1. Wisnu Adi Yoga Nugroho, 2. Kadafi Yahya, 3. Farid Maroef
m. Sepakbola
Ketua: Johar Lin Eng
Wakil Ketua: Hidayat
Anggota: 1. Putra Wirasana, 2. Fahmi Hakim, 3. Sukri
n. Studi Strategis
Ketua: Dirk Soplanit
Wakil Ketua: Papat Yunisal
Anggota: 1. Lambertus Ara Tukan, 2. Rocky Bebena, 3. Maman Suherman
o. Marketing dan Konsultan Televisi
Ketua: Pieter Tanuri
Wakil Ketua: Dirk Soplanit
Anggota: 1. Hasnur, 2. Benny Erwin, 3. HAB Mangindaan
p. Keamanan: Condro Kirono
Wakil Ketua: Juni Ardianto Rachman
Anggota: 1. Nugroho Setiawan, 2. Ali Umar, 3. Pieter Kalakmabin
V. Komite Ad-Hoc Percepatan Pengembangan Sepakbola Indonesia
Anggota: 1. Zulkarnaen, 2. Syamsu Rizal, 3. Hendri, 4. Agus Suardi, 5. Armen Margolang, 6. Zulkifli, 7. Zulkarnain Idris, 8. Adeng Hudaya, 9. Dadang Johar,
10. Eri Kusmar, 11. Mulyadi, 12. John Kogoya, 13. Indra Maulana, 14. Syafarizal, 15. M. Yusran, 16. Sofyan Lestaluhu, 17. Amir Burhanudin, 18. Hengki Purwoko, 19. Yunus Muchtar
VI. Staf Ahli Timnas
Ketua: Gede Widiade
Wakil Ketua: Sihar Sitorus
Anggota:
1. Bambang Nurdiansah (Staf Ahli Pemain Depan)
2. Kurniawan D. Y. (Staf Ahli Pemain Depan)
3. Budiman Dalimunte (Staf Ahli Pemain Tengah)
4. Anjas Asmara ( Staf Ahli Pemain Tengah)
5. Sarman Panggabean (Staf Ahli Pemain Tengah)
6. Sutan Harhara (Staf Ahli Pemain Belakang)
7. Oyong Lisa (Staf Ahli Pemain Belakang)
8. Sudarno (Staf Ahli Pemain Kiper)
9. Arie Sutopo (Staf Ahli Medis)
VII. Organ Yudisial
a. Komisi Disiplin
Ketua: Asep Edwin
Wakil Ketua: Umar Husin
Anggota: 1. Yusuf Bachtiar, 2. Dwi Irianto, 3. Eko Hendro Prasetyo
b. Komisi Banding
Ketua: Todung Mulya Lubis
Wakil Ketua: Ade Prima Syarif
Anggota: 1. Aji Ridwan Mas, 2. M. Koswara, 3. Yakub Kristanto
c. Komisi Etik
Ketua: Dodik Wijanarko
Wakil Ketua: Zarof Ricar
Anggota: 1. David Sulasmono, 2. Anton Sanjaya, 3. Hadianto Ismangoen, 4. Wetmen Sinaga, 5. Suryantono
VIII. Pengawas Internal
Ketua: Bigman Lumban Tobing
Wakil: Umuh Muchtar
IX. Departemen Tim Nasional
Ketua: Adhoc
X. Departemen Keuangan dan Bisnis Bendahara Umum
Ketua: Berlinton Siahaan
Wakil Bendahara: Irzan Hanafiah Pulungan
Penggalangan Dana: Ivan Petrus Sadik
XI. Departemen Perencanaan dan Pengembangan
Ketua: Gatot Hariyo Sutedjo
Wakil Ketua: Faisal Rachman
XII. Departemen Sport Intelligent
Ketua: Fary Djemy Francis
XIII. Departemen Hukum
Ketua: Teguh Irianto Maramis
Wakil Ketua: Togi Hamonangan Lingga
XIV. Departemen Wasit
Ketua: Purwanto
XV. Departemen Personalia
Ketua: Ashari Joni
XVI. Departemen Kepatuhan dan Integritas
Ketua: John Fresly Hutahayan
XVII. Sekretariat Jenderal
Sekretaris Jenderal: Ade Wellington Adrian
Deputi Sekretaris Jenderal
Bidang Sepakbola: Fanny Riawan
Deputi Sekretaris Jenderal
Bidang Operasional: Jonathan Tahir
Direktur Usia Muda: Ricky Yacob
Direktur Teknik: M. Danurwindo
Direktur Kompetisi: M. Yusuf Kurniawan
Direktur Keanggotaan: Sita Saraswati Welliken
Direktur Hubungan Internasional dan Media: Hanif Thamrin
Direktur Event Management: Erlangga Arya
Direktur Teknologi Informasi dan Infrastruktur: Abdul Chalid
Direktur Transfer dan Statistik: Marco


Diberdayakan oleh Blogger.