MEDAN- Bayi kembar siam dari Kota Binjai diberi nama Desi Maya Sari. Bayi yang memiliki satu badan, dua kepala, dua tangan dan dua kaki ini masuk ke RSU Adam Malik Medan,  28 Maret 2017, pukul 01.00 WIB. Bayi ini lahir pada 27 Maret.

Selain itu, bayi Desi Maya Sari mengalami dempet di bagian kepala. Adapun berat badan bayi mencapai 3.500 gram dengan keadaan stabil.

"Seluruh bayi mendapatkan perawatan intensif di ruang Perinotologi RSUP Adam Malik," katanya.

"Untuk bayi kedua (berbadan satu, berkepala dua) kondisinya juga relatif stabil meski terbilang rumit. Terdapat kelainan jantung bawaan dan sangat kompleks. Keadaan ini mengganggu banyak sirkulasi darah di dalam tubuhnya. Secara medis sangat sulit dipisahkan karena hanya punya satu serambi dan satu bilik jantung," ucapnya kepada wartawan di RSUPHAM, Kamis (30/3).

Ia mengatakan, kondisi bayi kedua yang lahir dari ibu berinisial D sangat rumit. Bayi ini dirujuk dari GKPS Bethesda Binjai ke RS vertikal tersebut pada Selasa (28/3). Bayi berkepala dua itu tidak memiliki lubang anus. Pihak dokter sudah mengoperasi dan membuat lubang anus, Rabu (29/3). Berdasarkan hasil keputusan tim dokter, bayi asal Binjai ini sangat tidak mungkin dipisahkan dan sulit diselamatkan.

"Harapan hidup bayi ini kecil. Kalau bisa bertahan, sampai dewasa kondisinya akan terus seperti itu. Tidak mungkin dipisahkan kondisi dua kepala berbadan satu. Mereka punya jantung dan kepala masing-masing," terangnya.

Tim dokter, sambungnya, sudah melakukan pemeriksaan jantung pada bayi berkepala dua. Jantungnya terpisah, tetapi lengket. Kalau meninggal salah satu, kemungkinan besar akan ikut yang kedua. Untuk organ lain, seperti hati, usus belum diperiksa.
.
"Tim dokter yang menangani akan menunggu diskusi para pakar untuk memutuskan kapan sebaiknya bayi ini dioperasi. Biasanya ada yang sampai umur setahun atau juga tiga bulan, empat bulan dan enam bulan. Kami rawat cukup optimal sampai semua bayi layak dioperasi," tambahnya. (syaf/int)

ASAHAN-Bayi kembar siam dari Asahan yang saat ini di rawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik, diberi nama Fahira dan Sahira. Bayi ini lahir 24 Maret 2017 di RSU HAMS Kisaran
.
Direktur Medis RSUP Adam Malik, Dr Mardianto mengatakan, bayi kembar siam dari Asahan yang ke RS Adam Malik atas nama Fahira dan Sahira berasal dari Teluk Dalam, Asahan, Sumatera Utara.

"Bayi Fahira dan Sahira lahir 24 Maret 2017. Rujukan dari RSUD Kisaran. Kondisi bayi kembar siam tersebut perut dempet, dan beratnya 4.200 gram. Orangtuanya atas bernama Agustina," ucapnya.
Dia menambahkan, kondisi bayi Fahira dan Sahira stabil.



Ketua tim dokter yang menangani kedua pasang bayi kembar siam, Prof Guslihan Dasa Tjipta SpA (K) diwakili sekretarisnya, dr Rizky Adriansyah SpA(K) mengatakan, sampai saat ini, bayi pertama (dempet perut) dalam kondisi cukup stabil. Meskipun terdapat lubang kecil di jantungnya. Berdasarkan observasi tim dokter, perlengketan tulang dada bagian bawah pada bayi ini bisa dilakukan pemisahan. Tingkat keberhasilannya pun sampai 80 persen.

Bayi dari Agustina ini dirujuk dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asahan ke RSUPHAM tepat di hari kelahirannya, Jumat (24/3). Sejak lahir, organnya secara keseluruhan lengket, namun hanya dempet di perutnya.

Guslihan mengaku, ini bukan yang pertama dilakukan pemisahan bayi kembar siam di RSUPHAM. Ada 13 bayi pernah dirawat sebelumnya dengan kelainan bawaan cukup kompleks.

Secara medis, penyebab umum terjadinya dempet ini karena pembelahan gagal di dalam rahim.
"Untuk penanganan ini, kami sudah rinci tim dokter sangat lengkap. Mulai dari bedah plastik, bedah torax, jantung anak, bedah anak dan dokter lainnya yang berkaitan," paparnya.

Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUPHAM, dr Mardianto SpPD menambahkan, pihaknya harus bekerja ekstra dan memberikan pelayanan optimal. RS dan manajemen sudah menyiapkan fasilitas sebaik mungkin.

               

Perawatan dan pengobatan kedua pasang bayi kembar siam ini akan menjadi tanggung jawab pemerintah dan RS milik Kementerian Kesehatan itu.

Secara umum, lanjutnya, tim dokter didukung staf senior dan seluruh tim berkaitan dengan proses penanganan kedua pasang bayi kembar siam itu. Ia juga mengaku menyiapkan untuk semua implikasi pelayanan.

"Hanya di RSUP H Adam Malik pusat rujukan yang difasilitasi dengan tenaga ahli. Bayi-bayi ini menjadi tanggungan RS dan pemerintah mulai dari perawatan hingga operasi. Kami tergantung staf medik sampai mana tahap lanjutan yang akan dilakukan pada kedua pasang bayi tersebut nantinya," pungkasnya. (syaf/int)


RANTAUPRAPAT- Jadwal perjalanan sejumlah kereta api (KA) di wilayah Sumatera Utara (Sumut) termasuk KA Sri Bilah mengalami perubahan. Hal tersebut terkait dengan pengaturan baru operasional perjalanan KA, yang mulai berlaku hari ini, 1 April 2017.


Manajer Humas PT KAI Divre I Sumut M Ilud Siregar mengatakan, perubahan ini sesuai dengan SK DJKA No.KA.407/SK.332/DJKA/12/16 tanggal 29 Desember 2016. Jadwal perjalanan kereta api yang mengalami perubahan yaitu KA Sri Bilah, KA Putri Deli, KA Sireks dan KA Bandara. Namun, untuk perjalanan KA Sri Lelawangsa tidak mengalami perubahan.

“Tujuan perubahan perjalanan ini dalam hal peningkatan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa KA,” ujar Ilud, kemarin.

Disebutkannya, untuk KA Sri Bilah dengan rute Medan-Rantau Prapat terdapat 4 perjalanan yang dirubah. Sedangkan rute sebaliknya, Rantau Prapat-Medan hanya 3 perjalanan (lihat grafis, red).

Kemudian, KA Putri Deli rute Medan-Tanjungbalai terdapat 3 perjalanan yang diganti. Begitu juga dengan rute sebaliknya, Tanjung Balai-Medan yakni 3 perjalanan (lihat grafis, red).

Lalu, KA Siantar Ekspres hanya 1 perjalanan dengan rute Medan-Siantar dan Siantar-Medan (lihat grafis, red). Sedangkan KA Bandara atau Railink merupakan terbanyak yang mengalami perubahan dengan total 40 perjalanan. Medan-Bandara 20 perjalanan dan Bandara-Medan juga 20 perjalanan.

“Meski terjadi perubahan jadwal perjalanan, harga tiket KA tetap sama seperti biasanya. Tidak ada kenaikan pada semua rute perjalanan KA di Sumut,” tukasnya.

Pemesanan Tiket KA Lebaran Masih Sepi

Pemesanan tiket kereta api lebaran tahun ini di Sumut masih sepi peminat. Padahal, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (Sumut)-Aceh telah membuka akses pemesanan tiket tersebut sejak 17 Maret lalu.

M Ilud Siregar mengungkapkan, pemesanan tiket lebaran kereta api masih sekitar 0,03 persen dari yang disediakan 6.848 tiket per harinya. Tiket tersebut merupakan Kereta Api Sri Bilah Utama, Putri Deli dan Siantar Ekpress.

“Kita menerapkan sistem pemesanan H-90. Kenapa kita menerapkan hal ini, tujuannya memberi kemudahan bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan jauh hari sebelum keberangkatan dan juga menghindari antrean panjang di loket,” ujar Ilud, kemarin.

Diakuinya, memang pemesanan tiket kereta api masih sepi karena kondisi itu berbeda seperti di Pulau Jawa. Menurut dia, kalau di Jawa calon penumpang pada mudik ke kampung halaman masing-masing dan masyarakat sangat membutuhkan transportasi kereta api.

“Kalau di Sumut, kebanyakan masyarakat bukan mudik tetapi lebih kepada silaturahim. Maka dari itu, tidak terlalu banyak,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Ilud, dia mengimbau agar warga yang berpergian menggunakan layanan kereta api dalam masa angkutan Hari Raya Idul Fitri agar segera melakukan transaksi pemesanan melalui channel penjualan, baik secara internal maupun eksternal. Sebab, kebiasaannya masyarakat baru membeli tiket saat mau dekat Lebaran. Sehingga, kalau sudah begitu tentunya antrian akan panjang.

“Untuk menghindari antrean panjang dan memudahkan masyarakat, pesanlah tiket jauh hari sebelum keberangkatan. Dengan demikian, begitu mau berangkat hanya tinggal check in saja,” ucapnya.

Hal senada diutarakan Kepala Stasiun Besar Kereta Api Medan, Iwan Setiawan. Iwan mengakui memang hingga saat ini pemesanan tiket kereta api untuk Lebaran masih sedikit. Menurut dia, biasanya warga akan ramai melakukan pemesanan tiket kereta api saat beberapa hari menjelang lebaran.

“Inilah yang buat ramai stasiun, ketika orang beramai-ramai beli tiket menjelang Lebaran. Kita berharap warga yang mau mudik Lebaran, sebaiknya memesan tiket jauh-jauh hari agar tidak ikut mengantri,” tutur Iwan kepada wartawan.

Ia menambahkan, untuk melakukan pemesanan tiket kereta api, masyarakat bisa memesan melalui channel internal, seperti, laman tiket keretaapi.co.id, contact center 121, aplikasi KAI Access, dan loket stasiun kereta api.

Selain itu, pemesanan tiket juga bisa dilakukan melalui loket multibiller, minimarket yang telah bekerja sama dengan perusahaan, termasuk penjualan pada situs dan aplikasi smartphone yang dikelola mitra.

“Mitra-mitra penjualan resmi PT KAI seperti Indomaret, Alfamaret, tiket.com, finnet, tokopedia, alfamidi, pegi-pegi.com, aerotiket, padiciti, bimasakti, jatilindo, oketiket, PT Pos Indonesia dan penerimaan pembayaran melalui bank-bank yang bermitra dengan KAI,” tukasnya. (ris/sp)


Jadwal sejumlah KA di wilayah Sumut:
1. KA Sri Bilah
Medan-Rantau Prapat                Rantau Prapat-Medan
Lama            Baru                             Lama            Baru
08.40            07.52                        08.40            07.20
10.37            10.30                        15.30            14.30
15.37            15.05                        17.30            17.25
22.35            22.30


2. KA Putri Deli
Medan-Tanjungbalai                Tanjungbalai-Medan
Lama            Baru                        Lama            Baru
07.35            06.30                        08.55            06.55
12.32            12.15                        14.35            12.10
17.55            17.10                        19.40            19.25


3. KA Siantar Ekspres
Medan-Siantar                              Siantar-Medan
Lama            Baru                        Lama            Baru
13.27            14.00                        07.25            06.20

Sumber: Humas PT KAI Divre I Sumut




TAPTENG- Tak ada lagi tempat mengadu bagi Bunga (18), nama samaran. Ibu yang semestinya tempatnya berbagi, malah turut menjadi ‘musuh’. Bunga yang diperkosa ayah kandungnya berkali-kali malah diancam oleh ibunya agar jangan cerita kepada siapapun. Perbuatan keji ini pun berlangsung mulus hingga sekitar 7 tahun lamanya.

Bunga yang ditemui saat hendak menghadiri persidangan di Pengadilan Negeri Sibolga, Kamis (30/3) mengatakan, ayah kandungnya berinisial JM (46), warga Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pertama kali memperkosanya saat ia duduk di kelas 2 SD, sekitar tahun 2009 lalu.

Bahkan, Bunga mengau bahwa dia juga bebrapa kali hamil, namun kandungannya digugurkan. Dan, meski perbuatan yang dilakukan oleh ayahnya itu diketahui oleh ibu kandungnya, YG (44), Bunga tak juga mendapatkan pembelaan dari wanita yang melahirkannya itu. YG malah ikut melarang Bunga menceritakan perbuatan tidak manusiawi itu kepada orang lain, bahkan disertai dengan ancaman bunuh.

"Ibu kandung saya mengancam akan membunuh saya. Ayah dan ibu saya mengatakan ‘kubunuh kau kalau kau kasih tau perbuatan yang dilakukan ayahmu’. Sejak itu saya selalu dihantui rasa takut dan setiap ayah kandungku melakukan perbuatannya kepada saya, akhirnya saya pasrah," ujar Bunga kepada sejumlah wartawan di Pengadilan Negeri Sibolga.

Dikatakan, perbuatan ayahnya itu sudah berlangsung sejak ia masih duduk di kelas 2 SD hingga terakhir ia duduk di bangku SMA.

"Iya, Pak, ayah kandung saya telah melakukan pemerkosaan hingga saya hamil. Perbuatan itu dilakukan sejak saya SD kelas dua hingga saya kelas dua SMA. Awalnya saya tidak mengetahui apa perbuatan yang dilakukan ayah saya, karena waktu itu saya masih anak-anak. Saya tidak mengerti. Namun saya sudah kelas dua SMA, perbuatan ayah baru saya ketahui. Dan, saya juga pernah melahirkan dan keguguran, dan saya pun tidak tahu kemana kandungan saya itu," jelas Bunga.

Bunga berharap agar ayahnya mendapatkan hukuman yang berat dan ibunya juga mendaptkan hukuman yang sama.

"Tolong berikan hukuman seberat-beratnya kepada ayahku yang sudah menghancurkan masa depanku. Seret juga ibuku ke pengadilan, sebab dia juga ikut mengahancurkan masa depanku," pintanya.

Diberitakan sebelumnya, selama 7 tahun meniduri putri sendiri, perbuatan JM akhirnya terbongkar sekitar bulan Oktober 2016. Tak lama, personel Polres Tapteng langsung mengamankan JM.

Kapolres Tapteng AKBP Hari Setyo Budi melalui Paur Subbag Humas Aiptu Hasanuddin Hasibuan mengatakan, sesuai penuturan korban, perbuatan yang sangat tidak wajar itu dilakukan oleh JM terhadap putri kandungnya sejak tahun 2009 silam dan Bunga masih duduk di bangku SD.

“Menurut cerita korban, sejak tahun 2009 sudah diperkosa oleh bapaknya, sampai berakhir bulan Juli tahun 2016 dan sudah berulangkali dilakukan,” ujar Aiptu Hasanuddin yang dihubungi New Tapanuli, Sabtu (14/1).

Dan, saat kasus ini terungkap, ibu korban, YG, yang disebut Bunga turut mengancamnya agar perbuatan ini jangan diberitahukan kepada siapapun, sempat menyuruh Bunga ke Jakarta, ke rumah bapa udanya.
Seperti keterangan Kapolres Tapteng AKBP Hari Setyo Budi melalui Paur Subbag Humas Aiptu Hasanuddin Hasibuan di hari penangkapan, 14 Januari lalu, diketahui bahwa peristiwa itu awalnya terungkap setelah ibu korban, YG, yang saat itu berada di kebun melihat anaknya pucat dan lemas. Ibu korban kemudian bertanya ada apa dengan korban.

“Sudah diapain Bapak aku,” kata korban seperti diceritakan Aiptu Hasanuddin.

“Nangislah mamaknya, lemaslah dia. Itu sekitar Oktober 2016. Lalu disuruh mamaknya (korban, red) ke Jakarta ke tempat bapa uda korban, sehingga bapak dan mamaknya berantam. Dan, terdengarlah ini di Jakarta,” jelas Aiptu Hasanuddin lagi.

Tidak terima dengan kabar itu, korban dan bapa udanya pulang ke Tapteng dan melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tapteng.

“Mereka melapor jam 3 sore Rabu (11/1). Setelah di-BAP, langsung hari itu juga kita tindaklanjuti, dan sekitar pukul 00.00 tengah malam dia (JM) ditangkap di pondok-pondok di kebun karet miliknya di Kecamatan Lumut,” tambah Aiptu Hasanuddin. (dh/ara/ma/int)


MADINA – Satu unit rumah milik keluarga Ahmad Husein (55), di Desa Salambue Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dilalap si jago merah Jumat (31/3) sekira pukul 11.00 WIB.

Rumah itu diduga dibakar oleh anaknya sendiri bernama Qadafi (25). Rumah berlantai beton dan dinding papan berukuran 4 x 6 meter itu hampir keseluruhan terbakar.


Saat kejadian, warga setempat langsung memberikan bantuan pemadaman secara manual dengan ember. Kebetulan, di belakang rumah tersebut ada sungai.
Berselang beberapa menit, armada pemadam kebakaran tiba ke lokasi, namun tidak banyak yang bisa diselamatkan.

Atas peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian material sekira Rp20 juta, dan sementara korban Ahmad Husein bersama istri dan anak-anaknya mengungsi di rumah keluarga yang ada di kampung itu juga.

Informasi dihimpun dari warga, pelaku pembakaran rumah Ahmad Husein itu adalah anak keduanya bernama Qadafi (25) yang mengalami cacat mental. Warga menyebut, dalam beberapa hari ini Qadafi sering marah-marah di rumah karena permintaan dibelikan sepedamotor belum disanggupi kedua orangtuanya. Diketahui, kedua orangtuanya hanya bekerja sebagai petani.

“Anaknya yang bernama si Qadafi itu yang membakar. Dia menderita cacat mental. Dan, beberapa hari ini dia sering marah-marah minta dibelikan kreta, setelah membakar rumah, dia kabur,” ujar Zainuddin salah seorang warga setempat.

Warga lain mengatakan, pada saat kejadian rumah tersebut dalam keadaan kosong, Ahmad Husein sedang berada di Masjid yang dekat dengan tempat tinggal mereka, sementara istrinya atau ibu pelaku berada di ladang.

“Dia membakar rumah orangtuanya sewaktu keadaan kosong,” ucap warga.

Sebelumnya, pelaku Qadafi sempat mencekik kakak kandungnya atau anak pertama dari Ahmad Husein, pelaku berusaha mencekik kakaknya setelah terjadi adu mulut. “Semalam (Kamis) si Qadafi itu juga sempat marah-marah sama kakaknya, hampir dicekik kemarin,” tambah warga.

Sementara, Kapolsek Panyabungan AKP Agus yang dikonfirmasi melalui Kepala Unit Reskrim Ipda Sahat L Gaol kepada Metro Tabagsel membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Sahat menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait pelaku pembakaran.

“Memang ada infonya demikian, tapi kami masih dalam lidik dan memeriksa saksi-saksi. Api diduga berasal dari dapur rumah. Api berhasil dipadamkan oleh warga setempat secara manual juga dibantu armada pemadam kebakaran. Kerugian mencapai Rp20 juta,” terangnya. (wan/ma/int)

TANJUNGBALAI-Adi alias Garong (32) seorang kuanca pukat kerang, Kamis (30/3) sekira pukul 22.00 WIB dilarikan ke rumah sakit umum (RSUD) Dr Tengku Masyur Tanjungbalai. Adi ditemukan terkapar bersimbah darah diatas kapal usai dianiaya oleh Said Syarul alias Said (34) yang merupakan anak buah kapalnya (ABK) sendiri.



Informasi dihimpun, peristiwa berdarah itu bermula saat keduanya pergi bersama ke salah satu lapo tuak di daerah Jati, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar. Sesampainya di lapo tuak tersebut, keduanya lalu minum tuak bersama. Namun sesaat kemudian Adi pergi meninggalkan Said tanpa permisi, setelah Adi kembali, Said menegurnya. Tidak terima ditegur oleh Said, Adi memukul Said sehingga keduanya bergumul di depan lapok tuak. Setelah perkelahian selesai keduanya pulang.

Diduga karena masih sakit hati dan tidak terima setelah dipukul di lapo tuak tersebut, sesaat kemudian Said pun menemui Adi  yang saat itu sedang sendiri berada di ataskan kapal mereka yang sedang ditambat ditangkahan gudang kerang di Jalan Yosudarso /Teluk Nibung. Lalu Said menghantam Adi dengan sebuah kayu (broti) yang dibawanya. Setelah menganiaya Adi, Said berniat pulang ke kediamanya di Jalan Senangin, Lingkungan III, Kelurahan Pematang Pasir, Kecamatan Teluk Nibung.

Namun aksinya terlihat seorang penjaga gudang dan akhirnya Siad pun diamuk massa lalu sesaat kemudian personil Polsek Teluk Nibung mengamankan Said ke Polres Tanjungbalai. Sedangkan Adi dilarikan ke rumah sakit umum (RSUD) Dr Tengku Masyur untuk mendapatkan perawatan insentif.

Kapolsek Teluk Nibung AKP Mulkan Daulai didampingi Kasat Reskrim AKP Yayang Risky Pratama SIK membenarkan kejadian tersebut. Dikatakannya, pelaku sudah diamankan dan saat ini masih dalam pemeriksaan.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, motif penganiayaan itu dilatar belakangi sakit hati usai keduanya berkelahi di lapo tuak.

"Pelaku merupakan orang pendatang yang baru beberapa bulan merantau ke Teluk Nibung dan berkerja satu kapal dengan korban. Jadi saat korban pergi tidak permisi, pelaku tak terima. Sehingga tersangka menegur korban. Namun karena salah paham, lalu keduanya berkelahi. Setelah itu keduanya pulang dan pelaku kembali mendatangi korban. (Mag02/syaf/ma/int) 

PULAU RAKYAT-Dua tersangka pencuri sepedamotor M Puad (23) dan Amiruddin (36) keduanya babak belur dihajar warga dan diserahkan ke kantor polisi.

Informasi diperoleh, M Puad merupakan warga Dusun II, Desa Damuli Pekan. Sedangkan Amiruddin merupakan warga Sukajadi Damuli. Kedua pria ini dihajar warga di pondok perkebunan PTPP Lonsum Sei Piring, Jumat (31/3) sekira pukul 07.00 WIB.

Menurut Maniso (58) warga Dusun III, Desa Pulau Maria, Kecamatan Teluk Dalam, Asahan, pada pagi hari warga melihat ada dua orang laki laki berboncegan mengenderai sepedamotor dari depan rumah. Saya tidak menyangka mereka maling. Lalu saya ke dapur. Sementara sepedamotor Vega BK 5310 QJ milik saya di parkir di depan rumah.

”Tiba-tiba dari dalam rumah anak saya melihat seseorang yang tidak dikenal membawa sepedamotor milik saya. Pak sepeda motor kita ada yang bawa. Sepontan saya terkejut dan berteriak maling-maling. Warga terus melakukan pengejaran. Karena pelaku memasuki pondok perkebunan, akhirnya dua pelaku berhasil di tangkap warga. Beruntung porsonel Polsek Pulau Raja sedang patroli, dua pelaku selamat dari amukan massa,” katanya.

Kepada wartawan, tersangka Amiruddin dan Puad mengaku melakukan pencurian sepedamotor milik Maniso. Kemudian kedua tersangka sudah dua kali masuk penjara karena mencuri. Hasil pencurian sepedamotor digunakan untuk foya-foya.

Kapolsek Pulau Raja AKP Juriadi SH MH membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya saat ini pihaknya sedang melakukan pengembangan kasus. (Sof/syaf/ma/int)


ASAHAN – Himpunan Mahasiswa Bagan Asahan (HIMBA) melaporkan akun facebook Ruslan Rustam Hadi ke aparat penegak hukum. Laporan itu terkait status facebook/ postingan yang ditulis akun tersebut yang diduga berbau hate speech (ujaran kebencian) pada 10 Maret 2017 lalu.


“Dalam status facebook itu ada kalimat yang isinya semua orang Bagan itu orang primitif, orang utan kurang pendidikan, makanya jadi preman,” kata Imran Simatupang, ketua HIMBA didampingi rekan pengurus lainnya, kepada wartawan Jumat (31/3).

Imran mengatakan, dalam hal ini ia sebagai putra daerah asli Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan tak terima tanah kelahirannya dihina dan dikatakan primitif. Hal tersebutlah yang membuat mereka membuat pelaporan terhadap akun facebook tersebut karena dinilai statusnya berbau provokatif.

“Terus terang, sejak status itu ditulisnya kami anak-anak Desa Bagan Asahan ini merasa keberatan dan geram. Oleh karena itu kami sebagai anak desa yang sudah dikuliahkan orang tua kami bermaksud ingin memberikan pelajaran terhadap pemilik akun facebook itu dengan melaporkannya ke pihak yang berwajib. Agar dia tahu siapa sebenarnya yang lebih berpendidikan,” tegas Imran lagi.

Riduan Tanjung yang juga merupakan pengurus HIMBA menambahkan, sebenarnya mereka sempat mengurungkan niat untuk melaporkan akun facebook tersebut kepada kepolisian, andai saja jika penulis status itu bersedia meminta maaf dalam postingan statusnya.

“Namun setelah kami peringati dengan komentar status di facebook yang dia tulis, malah ia tak menyadari kesalahannya dan semakin menegaskan status yang ditulisnya itu benar. Makanya setelah kami pengurus HIMBA bermusyawarah, didapat kesepakatan untuk melaporkan dia,” tegas Riduan.

Laporan tersebut dikatakannya sudah disampaikan secara tertulis ke bagian umum pada tanggal 13 Maret 2017 lalu. Kamis kemarin, (30/3) mereka telah memenuhi panggilan Polres Asahan sebagai pelapor untuk menyerahkan dokumen dan bukti yang dimaksudkan sebagai bahan awal pelaporan ke Unit Ekonomi Polres Asahan.

Sementara itu, Kepala Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjungbalai, Syahril Akmal Hasibuan saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya informasi pelaporan ujaran kebencian di facebook. Ia mengatakan beberapa waktu yang lalu memang pernah datang kepadanya kelompok mahasiswa Bagan Asahan yang melaporkan persoalan penghinaan di dunia maya ini.

“Iya saya sudah tahu dan mereka (HIMBA) juga sudah mengatakan ini pada saya. Hanya saja saya sepakat masalah ini tidak sampai ke jalan hukum kalau akun status facebook yang bersangkutan bersedian meminta maaf dan minta persoalan ini diselesaikan dengan jalan kekeluargaan mungkin itu lebih baik,” ujarnya.

Sebelumnya, akun status facebook Ruslan Rustam Hadi pada tanggal 10 Maret 2017 menulis postingan di group facebook JUAL BELI DAERAH ASAHAN TANJUNGBALAI. Dalam isi status yang diberi judul

“Pungli Preman Panton”  ia tulis menuliskan kekesalannya oleh oknum preman di kawasan wisata Panton Bagan Asahan karena banyaknya pungutan liar dilokasi tersebut. Di sana Ruslan bermaksud mengkritisi aparat penegak hukum karena dinilai tak mampu menertibkan oknum preman yang dinilai sudah kelewat batas meminta uang retribusi pada pengunjung. (Per/syaf/ma/int)



Asahan-Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang menilai kinerja empat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Asahan sangat buruk. Pernyataan ini disampaikan Taufan dalam forom ekspos Informasi Laporan Penyelenggara Pemerintahan Daerah (ILPPD), Kamis (30/3) di GOR Kisaran. Dalam gelar ILPPD tersebut Taufan menyoroti empat SKPD yang mempunyai nilai buruk dan mengatakan akan menindak kepala dinas tersebut.

"Penindakan juga tidak tertutup kemungkinan dengan pencopotan jabatan yang melekat padanya," ujarnya.

Taufan Gama Simatupang juga mengatakan bahwa proses pembangunan di tahun 2016 hasilnya sangat kurang menggembirakan. Ada beberapa faktor yang sangat mempengaruhi, di antaranya proses pelaksanaan pembangunan adalah proses transisi kepemimpinan tahun 2020.

"Seharusnya massa transisi itu melanjutkan program pembangunan yang sudah terdapat pada program Visi dan Misi bupati terdahulu (2010-2015), namun program yang sudah di ploting tersebut menjadi stagnan, sehingga ratusan kegiatan pembangunan tertunda pelaksanaannya," kata Taufan saat itu.

"Kalau memang Dinas Pendidikan masih buruk, saya beri tengat waktu hingga 2017 harus diperbaiki. Andai tak juga berubah maka akan saya copot," ancam Taufan.

Demikian juga terhadap Kadis Perpustakaan dan Arsip yang dinilai tidak mampu mengemban tugasnya.
"Bertahun-tahun sudah saya perintahkan untuk mengembangkan gedung juang sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan bagi anak didik di Asahan, namun tidak juga terealisasi. Kesemuanya akan diberi sanksi dan bahkan akan dilakukan pergantian terhadap Kadisnya," tukasnya. (per/syaf/ma/int)


BATUBARA - Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Mayat berjenis kelamin pria yang diperkirakan berusia sekitar 40 tahun itu diduga tewas akibat tergilas truk (menjadi korban tabrak lari) di Jalinsum Lima Puluh – Kisaran, Jumat (31/3) sekira pukul 04.00 WIB.



Pagi itu, mayat korban ditemukan tergeletak di badan jalan sebelah kanan dari arah Kisaran menuju arah Medan. Saat itu korban mengalami luka berat pada bagian kepala yang robek, tangan kanan patah, tangan kiri luka lecet. Pihak personil Satlantas Polres Batubara yang mendapat informasi tersebut langsung melakukan pengecekan berikut  mengantarkan korban ke RSUD Batubara namun korban diduga meninggal dunia saat diperjalanan menuju rumah sakit.

 Berdasarkan informasi yang dihimpun di ruang IGD dan ruang instalasi jenazah RSUD Batubara menyebutkan, awalnya mayat tersebut diantar oleh pihak Poslantas Polres Batubara.

Dengan mengenakan celana jeans ponggol warna biru yang robek-robek. Ciri-ciri mayat, kulit sawo matang, rambut pendek dan memakai tiga buah gelang karet pada tangan kanannya.

Kondisi mayat saat itu cukup mengenaskan seperti luka robek kepala bagian belakang, luka lecet pada bahu kanan, luka lecet pada bagian punggung, luka pada bagian kaki serta tangan kiri patah.

 "Setelah dibersihkan, mayat tersebut rencanannya akan dibawa ke RS Pematangsiantar guna pendinginan sembari menunggu kemungkinan adanya pihak keluarganya yang datang," kata sumber di ruang instalasi jenazah.

                                                

 Pantauan wartawan, saat mayat dibersihkan di ruang instalasi jenazah, luka-luka yang dialami korban diduga bekas terseret truk. Terparah luka dibagian kepalanya tampak isi otaknya nyaris terburai.

 Terpisah, Kasat Lantas Polres Batubara AKP Hendri Aritonang, saat dikonfirmasi Wartawan membenarkan penemuan mayat yang belum diketahui identitasnya tersebut.

 “Identitas korban masih belum  kita ketahui, petugas kita menemukan korban dalam posisi sudah terkapar di Jalinsum tepatnya disekitar Desa Petatal, sekira pukul 04.00 WIB. Korban saat ini sudah kita bawa ke RSUD Batubara guna dilakukan  pemeriksaan dan dibersihkan luka-lukanya,”katanya. (Wan/syaf/ma/int)

BATUBARA-Tabrakan maut terjadi di Jalinsum Medan Kisaran, tepatnya di Kilometer 106-107, Jumat (31/3). Siantus Sihombing (50) dan temannya diduga jadi korban tabrak lari. Dalam insiden ini, Siantus tewas di lokasi kejadian, sedangkan temannya sekarat.

Informasi diperoleh, Siantus yang merupakan warga Dusun II, Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara ini ditemukan meninggal dunia terkapar di badan jalan bersama sepedamotornya di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kilometer 106-107 Medan – Kisaran, Jumat ( 31/3) sekira pukul 05.50 WIB, diduga dia menjadi korban tabrak lari.


 Menurut informasi dihimpun disekitar lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa kecelakaan itu terjadi saat sepedamotor Yamaha Vixion BK 6763 OAB yang  dikendarai oleh Siantus Sihombing berboncengan dengan Rahmad (45), warga Dusun IV, Desa Simpang Gambus, Kecamatan Limapuluh.

 Diperkirakan keduanya adalah korban kecelakaan lalulintas yang ditabrak dari belakang, sebab keduanya yang saat itu datang dari arah Kisaran menuju arah Medan berada di jalur jalan mereka. Akibat kecelakaan tersebut, Siantus Sihombing mengalami luka robek di bagian siku tangan kanan, kening serta pelipis mata kiri dan bagian tubuh lainnya. Dan akibat luka yang berat yang dialaminya itu korban langsung meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara penumpangnya Rahmad mengalami luka lecet di tangan kanan, bengkak di pipi kanan. Keduanya kemudian dilarikan ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

 Kaposlantas Indrapura Aiptu J Haloho kepada Wartawan, Jumat (31/1) membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut.

 " Kedua korban langsung dievakuasi ke klinik terdekat, sedang sepedamotornya kita amankan di Pos. Kenderaan yang diduga menabrak korban masih kita selidiki," jawab Haloho. (Wan/syaf/ma/int)


***Soal Kutipan Rp2,1 Juta, Kepala PLN Angkat Bicara

RANTAU- Terkait biaya pemasangan meteran listrik baru sebesar Rp2,1 juta yang dikutip oleh oknum yang mengaku petugas PLN kepada warga Dusun Bandar Selamat, Desa Kampung Dalam, membuat Kepala PLN Rayon Kota Rantauprapat, Azam  angkat bicara.

“Prosedurnya, biayanya itu sekitar Rp800 ribuan. Kalau jumlah biaya pastinya saya tidak ingat, karena ada nominal di belakang koma," katanya, Kamis (30/3) melalui seluler.

Dia menjelaskan, jika ada oknum yang mengaku petugas PLN mengutip uang untuk biaya pasang baru Rp2,1 juta, itu tidak benar. Karena petugas PLN dilarang langsung mengutip uang kepada masyarakat.

Sementara itu, ketika ditanya oknum yang bernama Jaliteng yang melakukan pengutipan Rp2,1 juta melalui kepala dusun untuk pemasangan meteran, apakah dia petugas PLN, Azam mengaku akan mengecek informasi tersebut.

Lebih lanjut Azam menyebutkan, masyarakat umum boleh langsung mengurus pemasangan meteran baru dengan membawa kartu identitas penduduk. Kalau diwakilkan harus membawa surat kuasa, lalu melampirkan tanda pembayaran listrik tetangga. Setelah itu membayar biaya pemasangan baru. Kalau daya 900 W sekitar Rp800 ribuan. Proses pembayaran biaya penyambungan hanya dapat dilakukan di Kantor PLN dan atau melalui bank yang ditunjuk. PLN akan melakukan penyambungan listrik ke rumah pelanggan, setelah seluruh proses administrasi terselesaikan dan secara teknis sudah dapat dilakukan penyambungan.

Informasi dihimpun, Jaliteng adalah oknum karyawan perusahaan yang merupakan rekanan dari PLN. Ketika dikonfirmasi soal pengutipan Rp2,1 juta itu, dia tidak banyak komentar, dia hanya mengaku kalau itu biasa.

Diberitakan sebelumnya, warga Dusun Bandar Selamat, Desa Kampung Dalam, Kecamatan Bilah Hulu sangat kecewa. Meteran listrik yang mereka pesan dua bulan yang lalu belum juga terpasang hingga kini.
Pasalnya, para warga sudah membayar biaya pemasangan meteran listrik sebesar Rp2.100.000 kepada Jaliteng.

“Kami sangat kecewa, karena sampai sekarang meteran listrik belum terpasang, padahal kami sudah membayar biayanya. Anehnya, jaringan listrik yang masuk ke dusun sudah selesai terpasang pada bulan Desember 2016 kemarin. Mengapa terkesan dilama-lamakan?" ungkap beberapa warga setempat yang tak mau disebutkan namanya, beberapa waktu lalu.

Senada juga dikatakan Bowo (47), selaku Ketua RT setempat. Bahwa masyarakat sudah membayar biaya pemasangan meteran listrik yang dia kumpulkan, sesuai yang diarahkan kepala dusun untuk diserahkan kepada Jaliteng.

"Saya diarahkan kepala dusun untuk mengumpulkan KTP dan uang. Selanjutnya diserahkan kepada Jaliteng melalui kepala dusun," katanya. (bud/syaf/ma/int)


ASAHAN- Kasus kecelakaan lalu-lintas antara pengendara sepedamotor baet BK 3564 TBB yang dikemudikan Supardi (39) dengan Toyota Kijang Kapsul BK 1068 XV terjadi di Jalinsum Asahan-Medan, tepatnya di samping kantor Polisi Pamong Praja.


Informasi diperoleh, Supardi (39) merupakan warga Dusun III, Desa Tanjung Rapuan, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun.

"Memang benar terjadi laka lantas tabrak samping yang mengakibatkan korban luka-luka dan kerusakan kendaraan. TKP di Jalinsum Medan Rantau Prapat KM 157-158 tepatnya di Kelurahan Sendang Sari Kecamatan Kisaran Barat," kata Kasat Lantas Polres Asahan Mohammad Rikki SIK melalui Kanit Laka Lantas Iptu Marojaan Butar Butar, Kamis (30/3).

Menurut Marojan, pengemudi Kijang Kapsul diketahui bernama Sunarto (47) warga Dusun IV Tanjung Alam, Kecamatan Sei Dadap, Asahan.

"Semula sepedamotor yang dikendarai Supardi datang dari arah Rantauprapat menuju arah Medan. Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) berjalan melebar ke kanan hendak mendahului  kendaraan lain," ujar Marojaan.

Lebih lanjut dikatakan Kanit Laka Lantas, sepedamotor honda Beat yang dikendarai Supardi menabrak bagian samping sebelah kanan dari minibus Toyota Kijang Grand Long BK 1068 XV. Akibat insiden ini Supardi mengalami luka-luka dan mendapat perawatan di rumah sakit.





Di Batubara, 2 Pengendara Sepedamotor Terluka

Kecelakaan lalu lintas antara sepedamotor Yamaha Vixion kontra Honda Supra X terjadi di Jalinsum Medan-Kisaran di Kilometer 104-105, Selasa (28/3) sekira pukul 17.00 WIB. Akibat kejadian ini, kedua pengendara mengalami luka-luka serta shock dan dilarikan ke Klinik terdekat.

Informasi yang diterima wartawan menyebutkan, Sarojo (73), warga Dusun I, Desa Sukaraja, Kecamatan Airputih, Batubara yang mengendarai Honda Supra BK 5989 GL melaju dari arah Indrapura menuju ke Kisaran. Saat di lokasi kejadian, Sarojo bermaksud hendak menyeberang.

Namun dari arah berlawanan Yogi Syahputra (22), warga Dusun I, Desa Petani, Kecamatan Ujung Padang, Simalungun yang mengendarai Yamaha Vixion BK 5865 VAP langsung menabrak bagian shock sepedamotor Sarjono hingga Sarojo terpental ke badan jalan dan mengalami luka robek di bagian kening, tangan kanan, luka lecet pipi. Ia juga mengalami syock saat dilarikan ke Klinik terdekat.

Sementara Yogi mengalami luka lecet di bagian hidung dan tangan kanan. Sementara itu kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan itu juga rusak pada bagian depannya.

Kaposlantas Indrapura Aiptu J Haloho kepada wartawan, Rabu (29/3) membenarkan peristiwa kecelakaan itu.

"Kedua kenderaan kini sudah diamankan di pos untuk pengusutan lebih lanjut," kata Haloho. (Wan/syaf/ma/int)



ASAHAN- Lima warga Sei Kepatang Asahan yang terluka akibat tiang listrik yang tumbang, Senin (27/3) lalu masih mendapat perawatan di RSU T Mansyur Tanjungbalai.

Maslina salah satu korban yang ditemui di ruang rawat inap, Kamis (30/3) mengatakan, ia menjadi korban tiang listrik yang tumbang saat keluar rumah untuk membeli sarapan pagi.

“Saya sempat tidak sadarkan diri dan tak lama saya dibawa warga bersama suami ke rumah sakit untuk dilakukan pengobatan. Keesokan harinya datang salah seorang mengaku dari pihak PLN menemui saya di ruangan rawat inap dan berkata pihak PLN akan menanggung biaya selama pengobatan berjalan. Tetapi sejak saat itu orang tersebut tidak pernah datang lagi menjenguk,” ucapnya.


Sementara Nurzanah anak Maslina mengatakan, keluarga korban akan menemui pihak PLN pada waktu dekat untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab untuk biaya perawatan Maslina..

Amsir keluarga korban mengucapkan terimakasih kepada warga dan Kapolsek, Danramil Kecamatan Sei Kepayang yang telah cepat tanggap memberikan bantuan dan pertolongan terhadap korban Maslina.
Seperti diberitakan sebelumnya, gara-gara tiang listrik di tepi jalan umum tumbang, empat warga terluka parah dan harus mendapatkan perawatan medis, sedangkan puluhan warga Kecamatan Sei Kepayang, Asahan mengalami luka ringan.

Tiang listrik yang tumbang akibat sudah keropos tersebut terjadi di Jalan Umum di Dusun IV Desa Sei Pasir, Kecamatan Sei Kepayang Timur, Kabupaten Asahan pada hari Senin (27/3) sekitar pukul 08.00 WIB.
Akibat kejadian tersebut, puluhan orang warga setempat menjadi korban, bahkan beberapa diantaranya terpaksa harus di rawat di RSUD Dr T Mansyur, Kota Tanjungbalai.
Keterangan yang diperoleh koran ini dilapangan mengatakan, pada pagi hari itu sekitar pukul 08.00 wib, korban Yeni Rosana naik sepedamotor berboncengan dengan Aldi Yasmita dan Rizki Ahmadani sedang melintas di jalan umum Sei Pasir tersebut, tepatnya di depan warung milik Idris. Tiba-tiba, tiang listrik yang ada di tepi jalan di depan warung milik Idris tumbang dan menimpa stang sepedamotor yang dikenderai Yeni Rosana.

Akibatnya, Yeni Rosana terjepit sepedamotor sedangkan Aldi Yasmita dan Rizki Ahmadani terhempas ke samping. Selain itu, Masliana yang pada saat kejadian sedang berjalan menuju warung Idris menderita luka bakar pada bagian lengan, dada dan dagu akibat terkena kabel listrik dari tiang yang tumbang tersebut dan saat ini masih dirawat di RSUD Dr Tengku Mansyur, Tanjungbalai.

Kapolsek Sei Kepayang AKP Eri Prasetyo yang dihubungi koran ini, membenarkan adanya tiang listrik yang tumbang tersebut. Katanya, tiang listrik tersebut tumbang karena sudah keropos serta kurang mendapat pemeliharaan dari pihak PLN Rayon Tanjung Balai, Cabang Rantau Parapat. (ck5/syaf/ma/int)


Tabel Nama Korban yang Luka Akibat Tertimpa Tiang Listrik
1. Maslina (48)
2. Yeni Rosana (24)
3. Aldi Yasmita (7)
4. Rizki Ahmadani (7)
5. Iyat





BATUBARA - Petugas gabungan Satpol-PP, Polri, TNI dan PM, Rabu (29/3) malam sekira pukul 22.00 WIB melakukan sweeping operasi pekat (penyakit masyarakat) di wilayah hukum Kabupaten Batubara.

"Kegiatan operasi pekat ini kita lakukan adalah lanjutan dari operasi tanggal 15 Maret 2017 yang lalu," kata Kasatpol-PP Batubara Radiansyah Lubis SSos didampingi Kabid Trantib Pol-PP Elpandi dan Plt Kasi Opsdal Arafat Syam SSTP, Kamis (30/3).







Dikatakannya, kegiatan itu kembali dilaksanakan mengingat bahwa pada kegiatan yang lalu belum semua tempat hiburan dan penginapan yang ada di wilayah Kabupaten Batubara disweeping. Dalam operasi kali ini dibentuk dua team Work pada dua penginapan wilayah Kecamatan Sei Balai, yang kebetulan tempatnya berdekatan,Tareso dan Sorake.

"Taem Work sengaja kita bentuk guna mencegah kegiatan ini diketahui oleh pihak hotel. Di Hotel Tareso kami menemukan tiga pasangan yang tidak menikah dan tidak memiliki identitas KTP. Begitu juga dihotel Sorake tim menemukan 4 pasangan yang tidak menikah dan juga tidak memiliki identitas KTP," ujar Radiansyah.

Dari dua hotel itu team lansung bergerak cepat menuju warung-warung yang ada di pinggir jalan Kecamatan Talawi dan berhasi diamankan dua pasangan tidak sah tanpa identitas. Dua wanita dan satu laki-laki dan kesemua yang terjaring operasi pekat di bawa ke Kantor Satpol PP untuk dimintai keterangan," ujarnya.

Kabid Trantib Elpandi dan Plt Kasi Ops dan Pengendalian Satpol PP Arafat Syam SSTP menjelaskan, setelah dimintai keterangan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS ) semua yang terjaring dipersilahkan menghubungi orang tua,kerabat atau pun keluarga untuk menjemput mereka. Di Satpol-PP mereka diberikan nasihat serta pandangan agar tidak melakukan kesalahan yang sama dan memperbaiki diri.

                     

"Ops pekat ini sifatnya pembinaan untuk mengurangi adanya penyakit masyarakat yang pasangan kami dapati bukan suami /istri dibuat surat pernyataan dan dikembalikan pada orang tua masing-masing. Jika yang sudah menikah akan kita kembalikan ke istri atau pun suami yang bersangkutan," jelas Arafat.
Informasi lain dihimpun Wartawan Koran ini, para pasangan yang terjaring itu rata-rata wanitanya berumur 20 tahun. Sedangkan laki-laki berumur 35 tahun.

"Wah, waktu ditangkap mereka ada yang lagi asik berubungan intim. Bahkan ada juga yang bilang untung kami uda siap baru orang bapak masuk ,"kata sumber yang tak mau namanya ditulis. (Wan/syaf/ma/int)


Batubara- Petugas Intel Kodim 0208/Asahan mengerebek sebuah rumah bandar narkotika jenis ganja dan sabu, Rabu (29/3) sekira pukul 23.55 WIB. Dalam penggerebekan, petugas mengamankan Asnan (36). Saat diringkus, tersangka sedang asyik nonton film blue (bokep) dan minum tuak di depan istri dan anaknya.

Informasi dihimpun, tersangka diringkus di kediamannya di Dusun I, Desa Tanjung Kasau, Kecamatan Sei Suka, Batubara. Selain meringkus tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti 6 paket kecil sabu terbungkus dalam plastik transparan, 1 bungkus paket kecil daun ganja kering, kertas tiktak, kaca pirek, bong, dan beberapa plastik klip transparan.

Dandim 0208/Asahan Letkol Arm Suhono SE dikonfirmasi wartawan melalui selulernya, Kamis (30/3) membenarkan tangkapan terhadap tersangka.

"Ya benar. Petugas gabungan Intel Kodim menangkap bandar narkoba jenis sabu dan ganja lagi minum tuak sambil lihat vidio Blue (Bokep)," kata Suhono.

Penangkapan ini bermula berkat adanya informasi dari masyarakat atas maraknya peredaran sabu dan ganja di Desa Tanjung Kasau. Informasi itu dimanfaatkan petugas gabungan Intel Kodim 0208/Asahan yang turun lansung kelapangan untuk menyelidiki informasi yang diterima.

Ternyata setelah beberapa saat melakukan pengintaian, petugas melihat tersangka berada di rumahnya sedang asyik menonton flim blue sambil membungkus paket sabu, ganja di depan istri dan anaknya yang masih kecil dan berusia sekitar 10 tahun.

Melihat itu petugas langsung menyergap tersangka. Tanpa perlawanan tersangka berhasil diringkus dan diboyong bersama barang bukti untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Kita sangat berterima kasih pada masyarakat atas komitmen dalam memberantas narkoba yang menjadi musuh kita bersama," ujarnya.

 Letkol Arm Suhono menjelaskan bahwa malam itu juga tersangka langsung di bawah kemarkas Kodim 0208/AS dan setelah selesai dimintai keterangannya, guna proses lebih lanjut tersangka besama barang bukti limpahkan ke BNN Asahan. (wan/syaf/ma/int)


Kembar Siam Dari Binjai, Miliki 2 Kepala 
1 Badan, 2 Pasang Tangan & Kaki

MEDAN- Bayi kembar siam dari Kisaran, Asahan dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Adam Malik, Medan. Bayi kembar siam ini lengket di bagian tulang dada dan bagian perut depan. Selain bayi kembar siam dari Asahan, pihak RSU juga merawat bayi kembar siam dari Binjai yang memiliki dua kepala dengan satu badan serta dua pasang tangan dan kaki.

Sekretaris tim penanganan bayi kembar siam RSUP H Adam Malik, dr Rizki Adriansyah SpA (k) mengatakan, kedua pasang kembar siam itu antara lain berasal dari Kisaran dan masuk ke rumah sakit pada 24 Maret 2017. Sedangkan bayi kedua berasal dari Binjai, dan masuk ke RSUP H Adam Malik Medan pada 28 Maret 2017.

"Bayi pertama berjenis kelamin perempuan anak dari orangtua berinisial A. Sedangkan bayi kedua berjenis kelamin laki-laki anak dari orangtuanya yang berinisial D," jelasnya kepada wartawan di rumah sakit milik Kemenkes tersebut, Kamis (30/3).

Rizky menjelaskan, kondisi bayi kembar siam pertama, yakni mengalami lengket di bagian tulang dada dan bagian perut depan. Kondisinya masih stabil, hanya saja terdapat lobang kecil di bagian jantung. Sedangkan untuk operasi pemisahan bayi, kata dia, masih memungkinkan untuk dilakukan dengan tingkat keberhasilan mencapai sebesar 80 persen.

"Bayi pertama datang sampai saat ini dengan kondisi stabil, hanya sedikit ada lobang di jantung. Tapi sangat memungkinkan dilakukan pemisahan. Ini tantangan bagi kami untuk bisa menanganinya agar nanti bisa dilakukan operasi," terangnya.

Selain itu, Rizky mengatakan tim dokter yang diketuai Prof Dr Guslihan Dasa Tjipta SpA (k) belum memutuskan kapan dilakukan tindakan operasi pemisahan terhadap pasangan bayi kembar siam pertama. Karena harus dilakukan penanganan optimal kesehatannya.


"Bayi dempet perut kalau pun dioperasi tunggu keadaannya optimal, bisa 3 bulan, 6 bulan atau setahun. Tapi kami harus lakukan diskusi khusus kapan sebaiknya dilakukan operasi. Jadi harus dilakukan penanganan bayi yang optimal sampai layak dilakukan operasi," urainya.

Sedangkan pada kondisi bayi kembar siam kedua terang Rizky, memiliki dua kepala dengan satu badan serta dua pasang tangan dan kaki. Penanganan bayi kembar siam ini diakuinya lebih rumit, karena salah satu bayi mengalami kelainan jantung bawaan kompleks.

Bayi ini juga, ujar dia, hanya memiliki satu serambi dan satu bilik pada jantung. Sehingga sangat tidak mungkin untuk dilakukan pemisahan kepadanya.

"Untuk kasus yang kedua ini, jika dioperasi, maka sulit untuk menyelamatkan bayinya. Saat ini kita periksa jantung dulu, karena kondisi jantungnya gawat. Kita belum tahu bagaimana usus dan hatinya. Katup jantungnya satu, padahal normalnya dua," terangnya.

Karena itulah, kata Rizki, tim dokter memutuskan untuk tidak akan melakukan operasi terhadap bayi kembar siam pada kasus kedua tersebut. Bayi ini tidak mungkin dipisahkan walaupun masing-masing punya jantung dan tulang belakang. Bahkan untuk kasus yang seperti ini sangat jarang bertahan.

"Bayi ini kalau bisa bertahan sampai dewasa tetap dengan kondisi itu dengan memiliki dua kepala dan satu badan. Dengan kelainan kompleks itu sangat tidak memungkinkan dilakukan pemisahan. Apalagi bayi ini hanya memiliki satu anus. Tindakan tidak etis jika menyelamatkan satu bayi hanya untuk menyelamatkan satu bayi lainnya," tegasnya.

Akan tetapi, untuk kasus bayi kembar siam kedua yang memiliki dua kepala dan satu badan dengan dua pasang tangan dan kaki ini, tim dokter telah melakukan tindakan operasi pembuatan anus.

"Kondisi bayi ini tidak ada lubang anus. Kita sudah operasi pembuatan lubang anus tadi malam. Secara umum, kondisi kedua pasang bayi kembar siam ini optimal. Kita akan berikan yang terbaik, karena kita punya tim ahli yang lengkap. RSUP H Adam Malik juga sudah menangani sedikitnya 13 kasus bayi kembar siam," terangnya.

                   

Karenanya tim dokter, lanjut dia, akan memberikan penanganan maksimal terhadap dua pasang bayi ini. Karena terpenting, penanganan kesehatan harus dilakukan secara optimal.

"Secara umum, tim dipimpin seluruh senior. Semua tenaga ahli yang dibutuhkan tersedia di rumah sakit ini. Kasus bayi kembar siam ini termasuk jarang bertahan. Semua manusia berhak hidup, tentu kita tetap berikan pelayanan optimal. Apapun kasusnya yang paling sulit kita terima," bebernya.

Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan RSUP H Adam Malik Mardianto mengaku untuk biaya penanganan kedua bayi ini akan ditanggung oleh pihak rumah sakit.

"Mengenai biaya penanganan kedua pasang bayi kembar siam ini bukan lagi tanggung jawab pasien, tapi rumah sakit yang akan menanggungnya. Karena RSUP H Adam Malik merupakan rumah sakit rujukan. Keluarga tidak perlu khawatir. Semua biayanya menjadi tanggung jawab kami," ucapnya.

Begitupun lanjut dia, apapun keputusan dari tim medis, manajemen RSUP H Adam Malik akan mendukungnya termasuk untuk melakukan operasi di rumah sakit Kemenkes RI itu. (syaf/int)

Belawan-Delapan truk col diesel berisi sebanyak 446 bal pakaian bekas (monza) diserahkan petugas Diskrimsus Polda Sumatera Utara ke Bea Dan Cukai Propinsi Sumatera Utara di Belawan. 

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun wartawan, Rabu (29/3) pagi, truk col diesel sebanyak 8 unit ini bermuatan Balpres/Monja hasil seludupan asal Tanjungbalai-Asahan yang saat itu akan menuju ke Medan. 

Saat truk ditangkap petugas Diskrimsus Polda Sumatera Utara seluruh sopir dan kerneknya melarikan diri.

Kabid Penindakan dan Pencegahan Bea dan Cukai Propinsi Sumatera Utara, Rizal saat dikonpirmasi membenarkan bahwa pihaknya ada menerima penyerahan 8 unit truk berisi Balpres/Monja hasil seludupan asal Tanjungbalai-Asahan.

Menurut sumber di gudang BC Belawan Balpres/monja sebanyak 446 bail tersebut ditangkap di kawasan Tanjungbalai Asahan. (MTC/int)

Mamuju - Seekor ular sanca atau piton dengan panjang mencapai tujuh meter di Desa Salubiro, Karossa, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, dilaporkan memangsa seorang petani kelapa sawit di desa tersebut.

 Benarkah ular piton bisa menelan manusia dewasa?
Pakar ular atau herpetologis dari Universitas Brawijaya, Nia Kurniawan mengatakan manusia bukan mangsa utamanya, namun ular sanca memilih mangsa yang sesuai kebutuhan kalorinya.

"Ular piton itu lebih memangsa babi hutan dan anjing hutan, yang lebih mudah ditemui daripada manusia. Itu kebetulan saja kali ini, antara habitat manusia dan ular sanca itu tumnpang tindih, yang memungkinkan manusia dimakan oleh piton," kata Nia Kurniawan.

Karyawan membunuh dan memakan orangutan di kamp sawit, polisi akan panggil perusahaan 


 Kabid Humas Polda Sulawesi Barat Mashura mengatakan, awalnya warga desa melapor ke polisi bahwa Akbar, petani kelapa sawit berusia 25 tahun itu sudah lebih dari 24 jam belum juga pulang.

"Barulah dilakukan pencarian ke kebun, tidak ditemukan. Yang ada hanya ular piton di parit yang tidak bergerak. Curigalah warga," kata Mashura.

"(Ular) dibedah, ditemukan Akbar di dalam ular itu," ujar Mashura.

Sekretaris Desa Salubiro, Junaedi mengatakan kepada Isyana Artharini dari BBC Indonesia, pencarian dilakukan oleh sekitar 60 orang penduduk desa, yang terbagi menjadi tiga kelompok. Pencarian dimulai sejak petang hari dan mereka baru menemukan ular di kebun kelapa sawit sekitar pukul 21.30 WITA.

Saat ditemukan, ular itu tidak bergerak, tapi masih dalam kondisi hidup.

"Mulutnya sering terbuka," kata Junaedi. Warga curiga karena melihat perut ular yang besar sekali. 

"Kalau makan babi hutan pasti tidak sebesar itu," katanya.

Mereka lalu membunuh ular tersebut dengan menggunakan tombak dan parang berkali-kali di bagian kepalanya.

Dijelaskan Junaedi, ular itu ditemukan di area yang berair dan berlumpur. Sehingga untuk membedah perutnya, sesudah dibunuh, ular itu harus dipindahkan tempat yang lebih kering.

"Sekitar empat meter (dari tempat ditemukannya). Berat sekali," kata Junaedi.

Sehari setelah ditemukannya ular tersebut dan Akbar di dalamnya, keluarga Akbar bersama warga, menurut Junaedi, mengukur ular tersebut. Hasilnya? "Tujuh meter lebih (panjangnya)," kata Junaedi.

Perilaku ular sanca atau piton dalam memangsa manusia, kata Nia Kurniawan, pakar herpetologis dari Universitas Brawijaya, bukan karena dia terancam, tapi karena memang lapar dan harus makan.

"Hewan karnivora, baik itu buaya, singa, harimau, ular, itu kan mengukur ukuran kalori. Jadi kalau dia ularnya besar, dia pengen makan, dia menghitung massa tubuh mangsanya'" kata Nia.

"Kalau ular ukuran empat meter itu, ada tikus lewat, tidak akan dimakan sama dia. Tapi kalau yang lebih besar minimal seukuran babi hutan, baru dia mau mengejar. Karena dia menghitung energi, energi untuk memangsa itu kan cukup besar. Jadi piton itu menjatuhkan diri, membelit. Dia akan menunggu sampai tidak ada detak jantung, baru dia akan melonggarkan, terus memakan," paparnya pula.

Maka jika piton yang dilaporkan mencapai tujuh meter, mereka akan mendapat kalori yang dibutuhkan dari korban seukuran manusia.

"Kalau kita dililit piton, jangan kita terlalu berontak-berontak. Pertama, energi kita habis, kedua, nggak bisa lepas dari piton. Kalau kita pura-pura lemas, bisa seketika itu ada kemungkinan lolos," kata Nia.

Piton biasanya akan menjatuhkan diri dari pohon-pohon yang tinggi, sehingga Nia memperkirakan bahwa daerah perkebunan kelapa sawit dulunya adalah kawasan hutan yang merupakan tempat mereka mencari makan dan bertahan hidup.

Ukuran piton yang besar membuatnya tidak bisa mengejar mangsa, seperti halnya kobra yang menyukai kebun kelapa sawit di Riau karena teduh. Namun baik kobra maupun piton kemungkinan melihat kebun kelapa sawit sebagai lokasi mendapatkan sumber makanan.

Bagi ular sanca, kebun kelapa sawit menguntungkan karena kawasan itu menarik perhatian babi hutan, monyet, anjing hutan atau manusia -semuanya berpotensi menjadi mangsa yang bisa memberikan kalori cukup bagi mereka.

Juru bicara kepolisian Sulawesi Barat, Mashura, mengatakan, kebun sawit Akbar berada di pinggir jalan provinsi yang kondisinya bagus, kata Mashura, namun untuk masuk ke dalam, ada jalan-jalan setapak dan parit.

Keberadaan ular piton di wilayah itu, menurut Mashura, cukup langka.

Menurutnya, beberapa bulan sebelumnya, warga juga sempat melaporkan adanya ular piton pada polisi. Ular itu kemudian ditangkap bersama dengan Dinas Kehutanan dan Pertanian dan dilaporkan ditembak di tempat karena warga yang merasa takut.

"Tidak setiap minggu, setiap bulan, tidak (ada ular). Sepanjang 2016 ditemukan baru sekali, baru sekarang ditemukan lagi. Namanya hutan, perlu diantisipasi," kata Mashura.


Sekretaris Desa Salubiro, Junaedi mengatakan dia tak ingat tepatnya kapan lahan dibuka, namun lahan itu tak khusus dibuka untuk kelapa sawit. "Dulu cokelat, jeruk, baru sekarang kelapa sawit," katanya.

Namun ketika lahan dibuka, mereka tak pernah mendengar adanya laporan soal keberadaan ular.

Konflik antara satwa dan manusia di perkebunan kelapa sawit beberapa kali terjadi, tapi seringnya melibatkan gajah dan orangutan. Gajah dan orangutan yang memakani buah kelapa sawit dianggap sebagai hama oleh penduduk sekitar, dan satwa itu pun diracun, diburu dan ditembak, atau malah dibakar dan dimakan oleh warga. (DTC/int)


LABUSEL- Salah seorang oknum guru PNS di SDN 117874 Dusun Simongi Desa Pasir Tuntung Kecamatan Kotapinang diduga mencuri sawit warga, Rabu (29/3).

Informasi dihimpun, oknum guru PNS tersebut berinisial AT yang murupakan warga Dusun Batu Ajo Desa Pasir Tuntung Kecamatan Kotapinang dan diduga mencuri sawit milik H Mamud Nasution yang banyaknya sekitar 2 sampai 3 ton.


Kepala Desa Pasir Tuntung R Hasibuan ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa AT merupakan warganya dan sangat kesal terhadap tindakan AT. Sebab, AT sebagai seorang tenaga pendidik harusnya memberikan contoh teladan malah melakukan pencurian sawit warga.

“Benar AT warga saya dan guru di SD Simongi,” ucapnya via seluler.

Sementara itu, KUPT Dinas Pendidikan Kotapinang Mara Ondak Harahap membenarkan bahwa AT merupakan oknum guru ASN, sekaligus wali kelas di SD 117874 Simongi. Sebelumnya AT sudah pernah dilayangkan surat panggilan, karena tidak pernah masuk melakukan proses mengajar selama seminggu.

“AT guru kelas di SDN Simongi. Dia kita panggil tapi gak datang. Karena adanya laporan kepala sekolah bahwa dirinya sudah seminggu tidak mengajar,” jelasnya

Terpisah, Kapolsek Kotapinang Kompol Adi Santri Sanjaya membenarkan adanya laporan masyarakat terhadap guru yang melakukan pencurian sawit. Namun, setelah dicek ke sekolahnya AT sudah beberapa hari tidak masuk mengajar di sekolah.

“Benar ada laporan warga, tapi setelah kita cek ke sekolah guru tersebut sudah sepuluh hari tidak masuk kata teman-temannya,” papar Kapolsek.

//Oknum Mahasiswa Jualan Sabu

Dua pemuda yang diduga jadi bandar narkotika jenis sabu disergap Unit Intel Kodim 0209/LB di Desa Kampung Dalam Kecamatan Bilah Hulu, Labuhanbatu.

“Atas laporan dari masyarakat, kemudian dilakukan penangkapan. Selanjutnya kita limpahkan ke Satreskoba Polres Labuhanbatu,” ungkap Dandim 0209/LB Letkol Czi Denden Sumarlin SE melalui Pasi Intel Kapten Czi PH Purba SH didampingi Dan Unit Intel Letda Dedi M Sibarani SH, Rabu (29/3).
Kata Pasi Intel mengatakan pemberantasan narkoba ini adalah perintah komando atas, serta menjadi komitmen jajaran Kodim 0209/LB untuk dapat membantu tugas Polri dalam konsep pemberantasan dimaksud. Dari dua tersangka yang diamankan tersebut, salah seorang masih berstatus mahasiswa.
“Pemberantasan narkoba ini adalah perintah komando atas, serta menjadi komitmen TNI, seperti halnya ketegasan pimpinan kepada kami, dan ini adalah upaya penekanan peredaran narkoba saat ini" sebut Kapten Czi PH Purba SH.

Informasi yang dihimpun, adapun kedua tersangka yang diamankan yakni, PP (28) dan MY (19) keduanya warga Desa Kampung Dalam Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Dari tangan kedua tersangka diamankan barang bukti, sabu-sabu seberat 1,16 gram, 1 buah bong,  2 bungkus rokok, 2 unit HP, uang tunai Rp 302.000, 2 buah mancis, satu dompet warna hitam, 2 unit sepeda motor jenis Honda Vario BK 3746 YBD dan Kawasaki KLD warna hitam tanpa plat, 2 buah plastik klip putih ukuran sedang, 4 buah plastik klip putih ukuran kecil,1 buah kaca pirex dan 2 buah pipet aqua.

Kronologis penangkapan, dimana berawal dari adanya laporan masyarakat terkait peredaran narkoba di wilayah itu. Mendapati hal tersebut, Dandim 0209/LB langsung perintahkan Dan Unit Intel guna melakukan penyelidikan dan segera mengamankan target dimaksud, Selasa (28/3) sekira pukul 21.00 Wib kemarin.
“Kami siap membantu Polri dalam pemberantasan narkoba sesuai perintah komando atas, dan tentunya khusus di wilayah teritorial Kodim 0209/LB. Kita inginkan daerah ini merupakan zona yang bebas dari narkoba,” tegas Pasi Intel. (nik/bud/ma/int)


Mungkin
 bagi warga Kabupaten Asahan nama Igis Sulehah Qodori Mery, gadis cantik yang terkenal di dunia modeling masih asing. Mery panggilan akrab dari Igis Sulehah Qodori Mery yang sering tampil di majalah modeling ini ternyata putri kelahiran dari Asahan.



Mery yang hobi berenang, joging, dan mendengarkan musik ini lahir tanggal 13 Januari 1992. Mery memiliki tinggi badan 168 centi meter dengan berat 47 kilogram.

Mery mengatakan, ia memiliki motivasi dalam menjalani kehidupannya sehari-hari yakni, kehidupan manusia terbatas, maka ketahuilah nilai kehidupan yang pantas kita raih. Segera tentukan pilihan, rencanakan, dan wujudkan.

Mery juga mengatakan, setiap generasi muda di Asahan harus memiliki cita-cita setinggi langit dan berusaha menggapainya. Karena tanpa adanya cita-cita dan keinginan, mustahil seseorang akan bisa meraih mimpinya.

 

Mery menambahkan, selama ini sebenarnya ia sudah cukup lama mengenal dunia modeling. Rasa kecintaannya pada dunia modeling muncul saat dirinya masih duduk di bangku pendidikan sekolah dasar.
Saat itu ia sangat suka melihat foto-foto modeling di majalah aneka yes, hai dan majalah lainnya. Sejak saat itu ia bercita-cita untuk menjadi modeling. Mery menambahkan, ia sudah beberapa kali mengikuti lomba modeling yang digelar baik ditingkat Sumatera Utara, dan Nasional.

Saat ini Mery mengaku sedang fokus pada pendidikan dan pekerjaan. Namun hal itu bukan menjadi suatu halangan baginya untuk terus menekuni dunia modeling. Mery mengaku, perasaan yang paling membanggakannya saat ia masuk sebagai finalis foto model di majalah aneka yes beberapa tahun lalu, tepatnya saat ia masih mengenyam bangku pendidikan di SMU. (syaf/int)



TEBINGTINGGI- Bertandang ke rumah pacarnya, Reno Samosir (18) diteriaki maling lalu dihajar. Akibatnya Reno sekarat, dan setelah tiga hari dirawat di rumah sakit Kumpulan Pane, Tebingtinggi, Reno akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.


Informasi diperoleh, Reno yang merupakan warga Dusun VII, Desa Binjai, Kecamatan Tebing Syahbandar, Sergai dibantai kawanan preman saat bertandang ke rumah pacarnya di Jalan Lama, Lingkungan V, Kelurahan Sri Padang, Kecamatan Rambutan, Tebingtinggi, Sabtu (18/3).

Tiga dari empat pelaku akhirnya berhasil ditangkap, diantaranya Maykel Riduan Manalu, Agus Kristin Napitupulu dan Rio Jonathan Sianipar. Ketiganya merupakan warga Jalan Lama.

Sedangkan pelaku RP masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Informasi yang dihimpun di Mapolres, usai tertangkapnya 3 pelaku, Senin (27/3) siang terungkap kronologisnya bahwa korban bersama temannya marga Silitonga “martandang” ke rumah pacar Reno di Jalan Lama.


Kemudian mereka didatangi RP (masih buron) meminta rokok kepada marga Silitonga, tetapi yang terjadi mereka malah ribut bertengkar mulut. Akhirnya, RP berteriak maling-maling, sehingga penduduk setempat berkeluaran dari rumah, Reno Samosir dan Silitonga kabur karena merasa ketakutan. Saat kabur, Silitonga berhasil lolos dari kejaran warga, sementara Reno terjatuh hingga dibantai Maykel, Agus, Rio serta RP hingga sekarat lalu dibawa ke RSU Sri Pamela. Di sana kondisi Reno masih tak sadarkan diri hingga dirujuk ke RS Kumpulan Pane Tebingtinggi. Setelah 3 hari dirawat, Reno mengembuskan nafas akhirnya. 

Sementara orangtua korban Darius Samosir (61) berharap pihak Polres Tebingtinggi segera mungkin mengungkap kasus kematian puteranya Reno Samosir, dan secepat itu pula diserahkan ke pihak Kejaksaan guna diproses hukum. “Pembantian korban dilakukan dengan cara hanya menggunakan tangan serta kaki, namun dipukul bagian perut dan kepala korban,” ujar Kasubbag Humas AKP MT Sagala. (mtc/int)


Tanjungbalai-Pemko Tanjungbalai akan mengundang investor dari Korea Selatan untuk menanamkan modalnya di Tanjungbalai.

Itu dikatakan Walikota Tanjungbalai Muhammad Syahrial SH MH di sela acara rapat Kamar Dagang dan Industri, Senin (27/3) di kantor walikota Jalan Jenderal Sudirman Tanjungbalai.

Rapat yang dipimipin Walikota Tanjungbalai M Syahrial ini dihadiri Sekdakot Tanjungbalai Drs H.Abdinusa Perangin Angin dengan PT Pelindo, PT PLN, pimpinan SKPD dan PDAM Tanjungbalai, pengusaha lokal dan Kadin Tanjungbalai M Haris Siahan SKom.

 Pada pembicaraan terungkap, M Syahrial mengatakan rencana kegiatan mengelar ekspos tentang kondisi geografis Kota Tanjungbalai serta rencana pembangunan kota potensi yang ada dikawasan pesisir. Diharapkan kegiatan ini mampu menarik investor Korea Selatan saat nantinya berkunjung ke Kota Tanjungbalai.

Tujuan kedatangngan investor Korea Selatan pada 12 April 2017 guna melihat langsung potensi yang dituju.
Diantaranya perkembangan energi listrik, potensi air bersih dan Pelabuhan Teluk Nibung. Untuk itu pemerintah juga berencana menyiapkan lapangan pekerjaan terhadap masyarakat Tanjungbalai. Kini Pemerintah Kota Tanjungbalai sedang giat melanjutkan penyelesaian persiapan pembangunan jalan lingkar Selatan dan Utara, puluhan jembatan juga harus diperbaiki.

“Yang paling utama lagi kelanjutan pembangunan RSUD Jalan Kartini yang merupakan kepentingan masyarakat Tanjungbalai. Semuanya bukan wacana, tetapi sudah masuk agenda Pemerintah Kota. Pembangunan jembatan penghubung antara Kecamatan Datuk Bandar Timur menuju Sei Daun juga menjadi prioritas dan masih banyak pembangunan infrastruktur yang kita lakukan,” katanya.

Syahrial menambahkan, sebagai daerah pesisir, Kota Tanjungbalai memiliki sejumlah potensi alam untuk dikelola menjadi destinasi wisata yang membutuhkan dukungan dari semua pihak, agar potensi alam tersebut dapat dikelola secara maksimal dan mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Untuk mengelola potensia alam tersebut, Pemko Tanjungbalai terbentur dengan keterbatasan anggaran, sehingga perlu dukungan dari pihak swasta untuk bekerja sama dengan Pemko Tanjungbalai.

Dalam acara tersebut, Walikota M Syahrial,SH,MH mengungkapkan, bahwa dari kondisi letak geografisnya, Kota Tanjungbalai memiliki sejumlah potensi alam yang selama ini belum dikelola seperti Pulau Besusen (Beswesen) dan puluhan pulau-pulau kecil lainnya yang berada di aliran Sungai Asahan.

Untuk mengelolanya, Pemko Tanjungbalai terkendala dengan keterbatasan anggaran sehingga harus membuka diri untuk para investor dari luar yang ingin menanamkan modalnya di Kota Tanjungbalai terutama untuk menggenjot pembangunan sektor pariwisata dan beberapa potensi lainnya.

"Kita berharap, dalam kunjungannya ke Kota Tanjungbalai pada tanggal 12 April 2017 nanti, para investor dari Korea Selatan ini akan bersedia menanamkan modalnya di Kota Tanjungbalai. Jika para investor ini bersedia menanamkan modalnya di Kota Tanjungbalai, maka kita akan berikan berbagai kemudahan seperti pengurusan izin penanaman modal, baik bagi investor dalam maupun luar negeri untuk mengoptimalisasi potensi sumberdaya alam yang ada di daerah ini," papar Walikota M Syahrial.

Dalam kesempatan itu, Walikota juga mengungkapkan, bahwa kedatangan para investor dari Korea Selatan ini rencananya untuk melihat potensi pengembangan Energi Listrik terbarukan, Water Treatment (Pengolahan Air Bersih) dan kepelabuhan di Kota Tanjungbalai. Oleh karena itu, Walikota berharap, kedatangan para investor dari Korea Selatan itu tidak menjadi sia-sia sehingga nantinya mampu meningkatkan laju perekonomian dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat di Tanjungbalai.

Sementara Ketua Kadin Tanjungbalai M Haris Siahan SKom menyambut baik program yang direncanakan Walikota Tanjungbalai.

“Kami sangat mendukung tentang kehadiran investor yang diundang walikota dari Korea Selatan. Kadin tetap mendukung sepenuhnya dan bukanlah investor luar saja bagi pengusaha Penanam Modal Asing (PMA) dan Penanam  Modal Dalam Negeri (PMDN) Welcom silakan untuk berinvestasi,” kata ketua Kadin Tanjungbalai.

Terpisah Direktur Lembaga Cerdas Kota Tanjungbalai Charul Rasyid P Sos yakin jika sejumlah pihak terlibat serius mewujudkan program ini, maka rencana Walikota Tanjungbalai akan terhujud. (ck5/ilu/syaf/ma/int)



ASAHAN-Forum Aliansi bersama Gerakan Anti Korupsi melaporkan mantan Kadis Pendidikan Asahan Tahun 2007 Mahendra dan Supryanto ke Jaksaan Negeri Kisaran (kejari). Keduanya dilaporkan terkait dugaan korupsi dana DAU tahun 2007 senilai Rp2 miliar.

"Laporan yang kami serahkan bukan hanya itu saja, ikut juga kami laporkan berkas dugaan panitia penyelenggara HUT Asahan ke 71, ke Kejaksaan Negeri Asahan. Ini laporan kedua yang telah disampaikan, Mahendra selaku Kadis tahun 2007 dan Supryanto menjabat Sekretaris Pendidikan telah diduga melakukan tindak pidana korupsi pada Dana DAU Disdik senilai Rp2 miliar,” ucap Tarida Ilham Manurung usai menyerahkan berkas, Rabu (29/3).

Ditambahkan Tarida Ilham Manurung, dalam laporan yang diserahkan turut pula dilampirkan video rekaman suara dan gambar para pedagang yang merasa keberatan dan dijadikan objek pungutan liar oleh Supryanto dan Supryadi pimpinan EO tersebut.

Forum Aliansi Bersama Gerakan Anti Korupsi juga mendesak agar kasus ini jangan lama untuk diproses.

“Sebab dua kali kami telah melaporkan kasus ini. Namun belum ada hasil dari pihak Kejaksaan. Mereka selalu berdalih dengan alasan segera mempelajari berkas terlebih dahulu, meski kelengkapan berkas tersebut sudah memenuhi unsur tindak pidana dengan adanya kelengkapan bukti-bukti yang telah diberikan.

"Dalam waktu dekat, jika tidak ada respon dari pihak kejaksaan, maka kami akan melakukan aksi turun ke jalan di Kejaksaan Negeri Kisaran, serta melaporkan kasus ini ke Pihak Kejatisu, Poldasu serta ke Pengadilan Tipikor Negeri Medan," ucap Tarida Ilham Manurung.

Sementara itu, Septian Tarigan SH usai menandatangani bukti penyerahan berkas menyebutkan. Pihaknya terlebih dahulu akan mempelajari berkas perkara dugaan yang diserahkan.

"Kita akan menyerahkan berkas laporan ini kebagian bidang Intelijen Kejaksaan, setelah ditelaah baru kita akan melakukan pemeriksaan dan pemanggilan saksi. Mungkin memakan waktu seminggu atau dua minggu, karena bukan ini saja laporan yang masuk dari masyarakat," terang Septian Tarigan. (Mag1/syaf/ma/int)


Diberdayakan oleh Blogger.