ASAHAN-Jenazah tanpa identitas (Mr X) yang menjadi korban kecelakaan lalulintas di Kelurahan Gambir Baru pada Minggu (12/2) lalu sekitar pukul 22:00 WIB, yang kemudian dikebumikan pihak rumah sakit umum Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran, pada hari Sabtu (18/2) akhirnya terungkap.

Mr X tersebut adalah Indra Parningotan Hutagaol (40), warga Desa Rawang  Pasar 6 Dusun III Kecamatan Rawang Panca Arga. Liang kubur almarhum yang dikebumikan di pekuburan muslim pasar lama, akhirnya pada Selasa (28/2) dibongkar pihak keluarga dan rumah sakit untuk memastikan bahwa Mr X tersebut adalah anggota keluarga mereka yang hilang.

Informasi dihimpun wartawan, terungkapnya identitas korban kecelakaan ini, bermula saat pihak keluarga pengecekan ke rumah sakit umum HAMS Kisaran untuk mencari anggota keluarganya yang hilang.

“Iya benar, yang meninggal itu adalah abang kami. Dia sudah dua minggu lebih tak pulang, ternyata kami mendapat kabar bahwa abang kami ini sudah meninggal dan dikebumikan tanpa identitas oleh pihak rumah sakit,” kata Yonar adik kandung korban di sela sela pembongkaran makam abangnya di pekuburan Muslim Pasar Lama Kisaran, Selasa (28/2).

Kepada wartawan, Yonar menceritakan sebelum kejadian naas yang menimpa abangnya itu, pada sore harinya (12/2) abangnya sempat mengajak istri dan kedua anaknya untuk makan bakso yang terletak tak jauh dari rumah mereka di Kecamatan Rawang Panca Arga.

“Pulang makan bakso bersama istri dan dua anaknya, abang kami ini pamit untuk pergi dan minta duit kepada istrinya (boru Sihombing) sebesar Rp10 ribu rupiah untuk beli tuak,” kata Yonar.

Namun pihak keluarga tak menyangka pamitnya korban merupakan pertemuan mereka yang terakhir kali, sejak saat itu korban tak pernah pulang kembali ke rumah.

“Kami keluarga sudah mencari abang kami ini kemana-mana, mulai dari ke rumah kawannya, saudara-saudara tapi tak jumpa. Hingga akhirnya ada keluarga yang mendapat kabar bahwa di rumah sakit beberapa waktu lalu ada mayat tanpa identitas ditemukan,” katanya.

Setelah mendapatkan keterangan tentang ciri-ciri korban dari pihak rumah sakit yang menunjukkan foto korban yang telah dikebumikan beberapa waktu yang lalu.

“Setelah pihak rumah sakit menunjukkan foto jenazah tanpa identitas itu, kami yakin bahwa itu abang kami, dan menghubungi polisi untuk meminta izin melakukan pembongkaran makam,” kata Yonar lagi.

Amatan wartawan pihak keluarga melakukan pembongkaran pada makam korban sekitar pukul 09:30 WIB, dibantu petugas rumah sakit umum dengan mendapatkan pengawalan dari Polres Asahan.

Karena korban seorang Nasrani, pihak keluarga akhirnya memindahkan jenazah korban ke rumah duka untuk dilakukan upacara adat terlebih dahulu sebelum dilakukan pemakaman di perkuburan Nasrani.
Dalam pemberitaan Metro Asahan sebelumnya, Rabu (15/2) telah ditemukan mayat Mr X dengan ciri ciri kulit coklat, tinggi 170 centimeter, di wajah terdapat taik lalat di dekat bibir sebelah kiri, wajah bulat, rambut pendek.

Mr X tersebut mengendarai sepedamotor Yamaha Jupiter tanpa plat menjadi korban laka lantas dengan sepedamotor Suzuki Smash BK 4363 OB yang dikemudikan Ari (52) warga dusun III Desa Gedagang Kecamatan Pulo Bandring, pada Minggu (12/2) sekitar pukul 23:00 WIB.

Naas bagi korban yang tak memiliki identitas ini, setelah mendapatkan perawatan selama satu malam di RS HAMS karena benturan keras di kepalanya akhirnya korban meninggal dunia keesokan harinya, Senin (13/2). Setelah ditunggu selama hampir dua minggu tak ada pihak keluarga yang menjemputnya dan petugas kepolisian tak menemukan petunjuk tentang keberadaan alamat korban ini, hingga pihak rumah sakit mengebumikannya pada Sabtu (18/2) di pekuburan Muslim Pasar Lama kelurahan Teladan Kecamatan Kota Kisaran Timur.

Kasat Lantas Polres Asahan, AKP Rikki Ramadhan SIK melalui Kanit Laka Iptu M Butar Butar saat dikonfirmasi membenarkan adanya pembongkaran jenazah tanpa identitas tersebut karena pihak keluarga telah meyakini itu anggota keluarganya.

Kanit Laka menambahkan, sebelumnya petugas juga telah berusaha menyelidiki identitas korban ini, namun tak mendapatkan petunjuk apapun hingga mengumumkannya di surat kabar. “Selang hampir dua minggu kemudian, jenazah Mr X ini kemudian terungkap dan telah diambil oleh pihak keluarganya,” pungkas Iptu M Butar-butar. (per/syaf) 

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.