2 Wanita Diduga Jaringan Penculik Anak Hebohkan Warga


TANJUNGBALAI- Seorang wanita berkulit rambut lurus sebahu, dan memakai jaket kain berwarna silver diamankan personel Polsek Tanjungbalai Utara. Wanita tersebut menjadi pembicaraan heboh di media sosial (facebook). Karena wanita tersebut diduga sebagai jaringan penculik anak. Sementara di Kota Pematangsiantar, seorang wanita yang juga diduga sebagai jaringan penculik anak diamankan. Namun karena wanita tersebut diduga gila (tidak waras) lalu dilepaskan oleh polisi.

Informasi diperoleh, seorang wanita dengan membawa tas berwarna hitam yang memberikan permen kepada anak-anak di daerah Kampung Baru, Kelurahan Sejahtera, Kecamatan Tanjungbalai Utara dituding melakukan percobaan penculikan sehingga harus diamankan ke kantor polisi.





Peristiwa penangkapan wanita ini pun langsung ramai dibicarakan di media sosial. Seperti di akun facebooknya Ryanda Pratama menyebutkan wanita itu diduga merupakan jaringan penculik anak. Dalam akunya Ryanda Pratama menyebutkan terkait maraknya pemberitaan penculikan anak baik di media televisi maupun media sosial yang kemudian organ tubuhnya dijual, ternyata menimbulkan ke khawatiran bagi seluruh orang tua, termasuk di wilayah Kota Tanjungbalai. 

Maka dengan pemberitaan dan kejadian malam ini di harapkan kepada kita orang tua untuk lebih ekstra melakukan pengawasan kepada anaknya.
                                                  
Dalam akunnya Ryanda Pratama juga meminta kepada Kapolres Tanjungbalai Tri Setyadi untuk mampu mengerahkan personilnya di waktu dan titik tertentu demi menjaga rasa aman kepada warga Tanjungbalai khususnya para orang tua yang memiliki anak. 
Karena di khawatirkan dengan maraknya pemberitaan ini dapat menjadi pemicu ketidak kondusifan kota Tanjungbalai.

Beberapa pemilik akun facebook langsung menjawab postingan Ryanda. Ada yang menanyakan kebenaran atas penangkapan wanita tersebut ada yang mengaku mengetahui soal penangkapannya ada pula yang membelanya.

Ini adalah percakapan di akun facebook yang heboh terkait penangkapan wanita tersebut:
Mak Adith Btl ny ini bg????
Ryanda Pratama Betul mak ijah, ni masih ramai di polsek TBU.
Sri Nst Faiz Sekarang sdh d polseta pak Ryanda Pratama dibawak
Ryanda Pratama Lagi di polsek di proses buk Sri Nst Faiz
Hanya saja ada yg mengenal wanita tsb dan mengatakan memang mengalami gangguan jiwa.
Sri Nst Faiz Soal nya ketua tuh panggil k polserta oleh pihak polsek tbu
Pak Ryanda Pratama
Ryanda Pratama Untuk menjelaskan kronologi kejadian nyo itu buk Sri Nst Faiz
Sri Nst Faiz Ooo,?, 
Tak paham la pak Ryanda Pratama masalah macam nh hehehe
Entah zaman nya sdh semakin Gila entah.org Gila.nya semakin banyak.di Zaman sekarang nh pak Ryanda
Kwkwkw
Ryanda Pratama Tetap kito waspada,itu intinya buk Sri Nst Faiz
Afni Annida Btul kjadiany dkmpung baru y bg
Afni Annida Jam brp kjadiany bg
Ryanda Pratama Skitar jam 9 malam ini dek Afni Annida
Bembeng Panjaitan Teringat aku ado dapat si Ryanda informasi tontang anak siapolah yg dikampung baru tu yg hampir kena culik tu.
Ryanda Pratama Kurang tahu bg,tadi pun dapat info dah di polsek TBU. Afriandy Saga
Bembeng Panjaitan Yg mano nyo yg A1 Cerito ni
Bembeng Panjaitan Orang kisaran atau org medan
Ryanda Pratama Yang manapun kita minta kpda kapolres tanjungbalai dan jajarannya agar menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di kota ini.
                                                   
 Sementara pemilik akun facebook Boru Purba Purba mengaku mengenali wanita yang diduga sebagai jaringan penculik anak. Menurut boru Purba-purba wanita itu sering terlihat di Sei Nangka dan mengalami gangguan kejiwaan karena gagal menikah karena ditinggalkan seorang lelaki.

Informasi lain diperoleh dari akun facebook Aslim Marpaung, ia juga mengaku mengetahui adanya penangkapan seorang wanita yang diduga sebagai jaringan penculik anak.

Kepada wartawan Aslim Marpaung mengatakan, saat ini wanita tersebut sudah dibawa ke kantor polisi.


Di Siantar, Wanita Pembawa Semprot Bius Diamankan
Polisi Bilang Gila lalu Dilepaskan


Seorang wanita diamankan warga dari Jalan Ricardo Siahaan, Kelurahan Aek Nauli, Siantar Selatan, Sabtu (18/3) pukul 22.48 WIB. Warga menduga wanita itu disinyalir terlibat dengan sindikat penculikan anak.

Kepada wartawan, Minggu (19/3), sejumlah warga di sekitar lokasi yang coba ditanyai, membenarkan adanya wanita yang diamankan tersebut.

"Iya memang ada. Seorang wanita diamankan tadi malam. Itu karena masyarakat sini curiga dengannya. Dia disinyalir terlibat dengan sindikan penculikan anak. Kan sekarang marak isu penculikan yang dilakukan oleh orang yang berpura-pura gila,” jelas seorang warga yang enggan menyebut identitasnya.

Pria berpostur tinggi ini menambahkan, setelah wanita itu diamankan, warga langsung menghubungi polisi. Tak lama kemudian polisi datang dan membawanya.

Kabar itu pun langsung beredar luas di media sosial Facebook. Pemilik akun bernama Banur Tiorina Napitupulu  yang diketahui sebagai warga sekitar memposting kejadian itu di akunnya. "Modus. Pura-pura gila. Ada barbut permen karet. Ngaku bentar br Purba, tinggal di Tigadolok, ntar lagi di Raya. Bawa permen karet dan semprot bius. Datang polisi eehh orang Nias. Hati-hati modus pencurian anak," tulisnya.

Tidak hanya tulisan itu, Banur juga memposting dokumentasi berupa 7 foto saat wanita itu diamankan. Postingan itu diunggah pada Sabtu (18/3) sekira pukul 22.48 WIB.

Hingga tadi malam, postingan berisi puluhan komentar dan  500 kali dibagikan. Beragam komentar menghiasi postingan itu, ada yang memberikan saran agar para ibu lebih waspada dan memberikan pengawasan lebih kepada anaknya.

Ada pula yang menanyai kronologis penangkapan wanita itu. Menjawab pertanyaan itu, Banur Tiorina Napitupulu menjawab bahwa wanita itu diamankan ketika sedang duduk-duduk di depan rumahnya.

Tidak hanya Banur Tiorina Napitupulu, pemilik akun facebook lainnya bernama Winda Rosa Aruan juga memposting kejadian itu. "Nyata x sindikat penculikan anak udh nyebar sampai Siantar. Baru aja ketangkap satu org dri kampung ku sendiri. Serem oiii. Hati-hati yg punya anak kecil, smkn diperketat pengawasan buat anak kecilnya ya para ibu," tulisnya.

Winda Rosa Aruan menulisnya pada Sabtu (18/3) sekira pukul 22.49 WIB. Postingan itu berisi 14 komentar dan 3 kali dibagikan.

Sama hal nya dengan postingan Banur Tiorina Napitupulu, komentar di postingan Winda Rosa Aruan itu pun berisi saran kepada para ibu dan pertanyaan terkait dimana kejadian itu berlangsung serta bagaimana wanita itu bisa diamankan.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Siantar Selatan AKP Erfin tidak banyak berkomentar. Namun, Erfin membenarkan adanya kejadian itu. "Orang gilanya (wanita terduga penculik) itu. Sudah kita lepaskan," jelasnya singkat.


Di Labusel, Ditangkap 
Pria Diduga Penculik Anak Pura-pura Gila


Sebelum nya, di Labusel, seorang pria yang ditangkap karena diduga sebagai penculik anak juga pura-pura gila saat diperiksa polisi.
-Seorang pria bernama Ali Viktor Siringo-Ringo (46) yang berpura-pura gila dan mencari botot gagal menculik Zenita Maysarah (4) anak dari Selamat (37) dan Maria (32). Mereka merupakan warga Labuhan, Kelurahan Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu.


Keluarga Korban Penculikan membuat pengaduan di kantor polisi.


Informasi diperoleh, Sabtu (18/3), peristiwa penculikan terjadi, Kamis (16/3) sekira pukul 10.00 WIB. Kebetulan bunda korban (Maria) menyuruh anak perempuannya membeli kecap ke kedai yang berada di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Lingkungan Labuhan, Kota Pinang.

Sebelum gadis kecil ini sampai di tempat tujuanya beli kecap, seorang lelaki tua yang belakangan diketahui bernama Ali Viktor Siringo-Ringo yang merupakan warga Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) tiba-tiba menghampiri Zenita.

Kemudian Ali memegang tangan korban dan bertanya ‘mau kemana dek?

Lalu korban menjawab: “Mau membeli kecap disuruh mamak,” ucap Zenita.

Namun Ali mengatakan, kalau di kedai itu tidak ada kecap.

”Nggak ada di situ dek, di sana yang ada, sini bapak kawani,” ucap tersangka.

Karena polosnya korban pun mengikuti saja kemana langkah pelaku.

Beruntung saja seorang warga bernama Nurajijah (65) warga Jalan Labuhan Ujung melihat korban dibawa orang yang tidak dikenalnya. Saat berada di Kampung Raja Kelurahan Kota Pinang.

Nurajijah pun langsung curiga dan langsung saja ia minta tolong kepada warga setempat melalui Parlin Hasibuan untuk membuktikan kecurigaannya. Alhasil sekira pukul 10.20 WIB Parlin bertemu pelaku dan langsung membawa korban ke rumah orang tuanya. Sedangkan pelaku pergi begitu saja.

                                                     
Bocah perempuan yang diculik bersama ayahnya saat di kantor polisi

Beberapa jam kemudian, warga melihat kembali pelaku melintas dengan membawa selembar goni ‘botot’. Dan seketika itu warga membawa pelaku ke Polsekta Kotapinang untuk diproses lebih lanjut.

Informasi yang diperoleh dari warga menyebutkan, pelaku mengaku diperintah oleh seorang dengan diberi upah sebesar Rp50 ribu. Namun, saat di kantor polisi, pelaku berperilaku seperti orang gila.

Sementara itu, Kapolsekta Kota Pinang Kompol Adi Santri Sanjaya membenakan jika pihaknya mengamankan seorang pria. “Benar, masih kita periksa,” katanya singkat saat dihubungi wartawan. (syaf/int)