Asahan- Ahmad Gibran, bocah berusia 2 tahun yang menderita tumor Yolk Sac ganas akhirnya dipanggil Sang Pencipta, Selasa (28/3) sekitar pukul 12:00 WIB.
 Ia meninggal saat dipangkuan ibunya saat berada di rumah mereka di Jalan Merpati, Lingkungan VII, nomor 60 Kelurahan Gambir Baru Kecamatan Kota Kisaran Timur, Selasa (28/3).


“Gibran meninggal saat ia dipangku mamaknya. Memang kondisinya dalam sebulan ini sudah semakin buruk, saat dipangku ia sudah kesulitan bernafas dan susah bicara, kami sekeluarga juga telah siap dan tabah menghadapi musibah ini,” kata Taufik (30) ayah Gibran saat berbicang bersama wartawan di rumah duka.

Padahal sekitar tiga hari sebelumnya Gibran sempat dilarikan ke ruang ICU Rumah Sakit Umum Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS) karena kondisi badannya semakin buruk. Ia sempat dua hari dirawat di sana namun nyaris tak ada lagi penanganan medis yang bisa diberikan dokter untuk menolong Gibran karena penyakit tumor yang dideritanya sudah sampai masuk ke jaringan otak.

“Kemarin anak saya memang sempat dirawat di rumah sakit selama dua malam. Baru semalam siang (Senin) kami pulang dan hari ini ia meninggalkan kami semua,” kenang Taufik lagi yang rumahnya terus dipadati ratusan pelayan untuk melepas kepergian anak sematawayangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri M Taufik (30) dan Linda (25) sangat sedih melihat anak semata wayang mereka Ahmad Gibran yang menderita tumor.

Disambangi di rumah mereka di Jalan Merpati, Lingkungan VII, Nomor 60, Kelurahan Gambir Baru, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Minggu (19/2), Taufik ayah Gibran masih berharap kesembuhan anaknya meski dokter ahli bedah di rumah sakit Adam Malik Medan mengatakan sudah tidak ada lagi cara medis untuk menyembuhkan buah hati mereka itu.

“Terakhir kali untuk mengobati anak saya, kami hampir dua bulan berada di rumah sakit Adam Malik Medan dokter bilang begitu. Tidak ada cara medis lagi untuk menyembuhkan penyakit anak saya karena sampai menyerang paru parunya,” kata Taufik.  

Taufik menceritakan, awal mulanya mereka tidak menyangka anak semata wayangnya ini menderita tumor. Hanya saja pada usia Gibran 4 bulan ia melihat testis anaknya tersebut hanya terdapat satu buah dan sudah dilakukan pengobatan.

Namun, pada usia anaknya mencapai 13 bulan, benjolan tersebut semakin membesar seukuran telur ayam. Kemudian pihak keluarga langsung membawa anak mereka berobat ke RS Adam Malik Medan dengan memakai fasilitas BPJS.

“Ketika itu dilakukan operasi pertama,” kata Taufik yang kesehariannya bekerja sebagai supir truk dan kini tidak bekerja lagi karena waktunya tercurah habis untuk kesembuhan anaknya.
                                             
Usai dilakukan operasi, sekitar 2 bulan kemudian benjolan yang berada di testis anaknya kembali muncul, namun berada di perut bagian bawah. Kemudian pihak keluarga membawa kembali Gibran ke rumah sakit Adam Malik. Di sinilah dokter mengatakan bahwa Gibran menderita penyakit Tumor Yolk Sac, dan tidak dapat dilakukan pertolongan medis lagi sebab sudah menjalar sampai ke paru-paru.

Awalnya ia dan istri tak dapat menerima pernyataan dokter tersebut, namun setelah diadvokasi oleh Fadly Nurzal anggota DPRD Provinsi Sumut yang mempertemukannya dengan dokter ahli bedah RS Adam Malik Medan yang ada jawaban yang sama bahwa cara medis tidak dapat dilakukan lagi terhadap anaknya.
                                         
Mendengar pernyataan dokter tersebut hati Taufik dan Linda serasa runtuh membayangkan masa depan dan kesembuhan anaknya. Namun ia tetap tidak ingin larut dalam kesedihan dan tetap mengusahakan kesembuhan anaknya dengan pengobatan alternatif.

“Kami sebenarnya sudah tidak punya apa–apa lagi untuk dijual atau digadaikan, hutang juga sudah banyak. Namun apapun akan kami lakukan untuk kesembuhan Gibran,” katanya.

Melalui kesempatan ini. Taufik meminta kepada pembaca, bilamana ada yang dapat menawarkan solusi kesembuhan anaknya ia akan sangat bersyukur. 

“Mohon doanya bang untuk kesembuhan anak saya ini,” katanya sembari memberikan nomor kontaknya di 085263432355.

Cerita Gibran kemudian ramai menjadi perbincangan masyarakat karena dimuat oleh media masa hingga banyak yang simpati padanya. 

Namun Allah berkehendak lain, bocah laki laki itu dipanggil oleh Penciptanya Selasa (28/3) siang. Diantar oleh ratusan pelayat yang datang kerumahnya Gibran dikebumikan sore itu juga selepas Ashar di pemakaman muslim Kisaran Barat. 

Selamat jalan Gibran, semoga kau damai disisi sang pencipta, dan kedua orangtuamu tabah menjalani cobaan ini. (Per/syaf/MA/int)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.