ASAHAN- Pemulangan oknum guru olah raga Sekolah Dasar (SD) SH (48) yang diduga menjadi pelaku cabul terhadap enam orang anak disoal. Alasan polisi melepaskan SH karena kasus ini merupakan delik aduan, dan tersangka dengan keluarga para korban sudah berdamai.



Informasi diperoleh, SH yang merupakan warga Jalan Labu, Kelurahan Siumbut-umbut Kecamatan Kota Kisaran diduga mencabuli enam muridnya. Awalnya penyidik Polres Asahan mengaku akan menjerat pelaku dengan pasal 82 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Bahkan awalnya penyidik polisi menjerat SH dengan pasal 82 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, karena terbukti telah melakukan pencabulan terhadap enam orang muridnya masing-masing, KA (9), SA (9), NA (9), LA (10), SH (11) dan RU (11).

Terungkapnya kasus pencabulan yang dilakukan oleh SH sempat menjadi buah bibir di masyarakat terlebih setelah pemberitaan di sejumlah media, bahkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan Asmunan sempat berjanji akan memproses bahkan sampai pemecatan terhadap oknum guru yang sudah mencoreng dunia pendidikan.

Anehnya, saat ini pihak Polres Asahan telah memulangkan SH. Hal itu jelas menjadi tanda tanya besar oleh warga.

Terpisah Awaludin SAg Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Asahan saat dikonfirmasi terkait pemulangan SH oknum guru SD yang diamankan pihak Sat Reskrim Polres Asahan karena diduga melakukan perbuatan cabul mengaku terkejut.

 "Apa betul SH oknum guru SD yang ditangkap pihak Sat Reskrim Polres Asahan karena diduga mencabuli enam muridnya itu dipulangkan," kata Awaludin dengan nada keras.

Jika benar dipulangkan, secara kelembagaan LPA Asahan sangat menyayangkan keputusan Polres Asahan yang memulangkan SH oknum guru yang sempat dijerat dengan pasal 82 ayat 2 UU No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak dengan ancaman 5 tahun penjara," ada apa ini, mengapa dipulangkan apakah pihak penyidik tidak bisa membuktikan jika SH telah melakukan cabul terhadap enam orang muridnya," tanya Awal.

Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Bayu Putra Samara saat dikonfirmasi mengatakan jika kasus SH merupakan delik aduan dan para pihak sudah berdamai, " sudah damai mereka dan kasusnya delik aduan," kata AKP Bayu singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, jajaran Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Asahan menciduk Sh (48) yang merupakan guru Sekolah Dasar (SD). Guru olahraga di salah satu SD Negeri kawasan Asahan ini ditangkap karena mencabuli enam muridnya saat proses belajar mengajar pelajaran olahraga.

Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Bayu Samara menuturkan, pelaku ditangkap dari rumahnya di Jalan Labu, Kelurahan Siumbut Baru, Kisaran. Pelaku ditangkap setelah keenam korban melapor ke polisi.

Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui jika pelaku pertama kali beraksi terhadap korban yang berusia 11 tahun. Saat itu, pelaku menyuruh seluruh pelajar berlatih kayang. Ketika giliran S berlatih kayang, pelaku mencabulinya.

Perbuatan pelaku semakin menjadi, lanjut Bayu, dia bahkan berani mencium pipi S ketika sedang mengantarkan absen ke ruangan Unit Kesehatan Sekolah.

Bayu menambahkan, pelaku sempat mengancam korban jika berani melaporkan kelakuan bejat itu ke orangtua korban.

“Korban diancam tapi korban tetap mengadukannya kepada orangtua mereka. Lalu orangtua korban membuat laporan ke Polres Asahan,” ucapnya.

Setelah mendapatkan laporan dari orangtua korban, petugas langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan ternyata perbuatan cabul yang dilakukan pelaku juga dialami lima murid lainnya.

“Pelaku juga meraba kemaluan dua korban lainnya saat berlatih kayang. Sementara dua korban lainnya dilakukan saat berlatih renang,” tutur Bayu.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 82 ayat 2 UU RI Nomor 35/2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara. (sus/syaf)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.