ASAHAN- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Asahan, Senin (20/3) mengunjungi ruangan Asoka Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manan Simatupang (RSUD HAMS) Kisaran. Kedatangan mereka untuk menjenguk Bayu (14) dan Romi (10) yang menderita kekurangan gizi.

Kedua bocah itu adalah putra dari Sugianto (39) dan Masliana (35). Kedatangan ketujuh orang anggota DPRD itu untuk mengurangi beban yang ditanggung keluarga.

“Kami dari anggota DPRD khusus wanita dengan membawa lembaga Kaukus Parlemen Indonesia, lembaga ini dibawah naungan DPR," ujar Seketaris Kaukus Parlemen Indonesia Hj Lela.

"Kami memberikan bantuan, agar orang tua adik-adik bisa berangkat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Haji Adam Malik di Medan. Semoga lekas sembuh, biar dapat bersekolah. Anak-anak Asahan seluruhnya harus sekolah, melalui lembaga Kaukus Parlemen Indonesia kita akan membantu," terang Lela.

Mengenang pahit pengalaman yang dialami Bayu, diduga tidak ada perhatian dari pihak medis di kecamatan maupun di desa Bidang Desa (Bindes) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

"Tindakan profesional dari pihak medis seharusnya berperan aktif, bukan bermotif saling membela diri dan menyalakan. Empat tahun tidak bisa berjalan, sekarang buktinya maunya mereka (Keluarga Bayu) putranya dirawat di rumah sakit," kata Juli Hernani dari partai Hanura Dapil 7.

"Kalau tidak datang keluarga Bayu, pihak Puskesmas wajib mengantar. Saya telpon Adelina Kapus Bandar Pulau, katanya bukan gizi buruk. Tapi ada kelainan yang mengakibatkan Bayu cacat fisik," kata Juli Hernani.

Mendengar keluhan dari Sudirman Marpaung warganya yang menyebutkan ambulans tidak pernah digunakan warga Kecamatan Bandar Pulau. Juli Hernani menjelaskan, bila mobil ambulans Puskesmas selalu digunakan Kapus, dan warga minta mobil stanby di Puskesmas kita akan panggil Kapus Bandar Pulau dan Kadis Kesehatan melalui Komisi D DPRD," ucap Juli Hernani.

”Mengenai Pustu atau Puskesmas Pembantu untuk kembali diaktifkan di desa-desa yang telah dibangun melalui APBD, dalam pertemuan Komisi D dengan Kadis Kesehatan dan Kapus Bandar Pulau akan dibahas. Jadi semua masyarakat kecamatan Bandar Pulau bulan depan tidak lagi berobat ke rumah Bidan Desa, seperti yang diterangkan pak Sudirman Marpaung," kata Juli.

Diwaktu yang bersamaan selepas menghubungi Kapus Bandar Pulau, Juli kembali menelepon Camat Bandar Pulau," jawab camat, iya buk, kita kecolongan. Camat akan berupaya semaksimal mungkin.

Amatan Metro Asahan dalam kunjungan menjenguk Kaukus Parlemen Indonesia turut hadir Jalina Purba dari partai Golkar Dapil 3, Sri Irawati dari partai PAN Dapil 1, Nurlela Panjaitan dari partai PPP Dapil 4. (mag01/syaf/ma/int)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.