Ditangkap, Penculik Anak di Labusel Pura-pura Gila


LABUSEL-Seorang pria bernama Ali Viktor Siringo-Ringo (46) yang berpura-pura gila dan mencari botot gagal menculik Zenita Maysarah (4) anak dari Selamat (37) dan Maria (32). Mereka merupakan warga Labuhan, Kelurahan Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu.


Keluarga Korban Penculikan membuat pengaduan di kantor polisi.


Informasi diperoleh, Sabtu (18/3), peristiwa penculikan terjadi, Kamis (16/3) sekira pukul 10.00 WIB. Kebetulan bunda korban (Maria) menyuruh anak perempuannya membeli kecap ke kedai yang berada di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Lingkungan Labuhan, Kota Pinang.

Sebelum gadis kecil ini sampai di tempat tujuanya beli kecap, seorang lelaki tua yang belakangan diketahui bernama Ali Viktor Siringo-Ringo yang merupakan warga Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) tiba-tiba menghampiri Zenita.

Kemudian Ali memegang tangan korban dan bertanya ‘mau kemana dek?

Lalu korban menjawab: “Mau membeli kecap disuruh mamak,” ucap Zenita.

Namun Ali mengatakan, kalau di kedai itu tidak ada kecap.

”Nggak ada di situ dek, di sana yang ada, sini bapak kawani,” ucap tersangka.

Karena polosnya korban pun mengikuti saja kemana langkah pelaku.

Beruntung saja seorang warga bernama Nurajijah (65) warga Jalan Labuhan Ujung melihat korban dibawa orang yang tidak dikenalnya. Saat berada di Kampung Raja Kelurahan Kota Pinang.

Nurajijah pun langsung curiga dan langsung saja ia minta tolong kepada warga setempat melalui Parlin Hasibuan untuk membuktikan kecurigaannya. Alhasil sekira pukul 10.20 WIB Parlin bertemu pelaku dan langsung membawa korban ke rumah orang tuanya. Sedangkan pelaku pergi begitu saja.

                                                     
Bocah perempuan yang diculik bersama ayahnya saat di kantor polisi

Beberapa jam kemudian, warga melihat kembali pelaku melintas dengan membawa selembar goni ‘botot’. Dan seketika itu warga membawa pelaku ke Polsekta Kotapinang untuk diproses lebih lanjut.

Informasi yang diperoleh dari warga menyebutkan, pelaku mengaku diperintah oleh seorang dengan diberi upah sebesar Rp50 ribu. Namun, saat di kantor polisi, pelaku berperilaku seperti orang gila.

Sementara itu, Kapolsekta Kota Pinang Kompol Adi Santri Sanjaya membenakan jika pihaknya mengamankan seorang pria. “Benar, masih kita periksa,” katanya singkat saat dihubungi wartawan. (mtc/int)