Mayat Wanita Mengambang di Perairan Kuala Tanjung


TANJUNGBALAI- Sesosok mayat wanita tanpa indentitas ditemukan terapung di perairan Batubara, Senin malam (13/3) sekira pukul 21.00 Wib. Jasat wanita tanpa tanpa busana tersebut pertama kali ditemukan dalam posisi telungkup mengambang di permukaan air laut oleh nelayan apung.

Selanjutnya petugas Basarnas mengevakuasi jenazah ke Panton Baganasahan dan dibawa ke RSUD Kota Tanjungbalai untuk keperluan indentifikasi.

Menurut Kapos Basarnas Tanjungbalai-Asahan, Zul Indra, korban ditemukan nelayan di sekitar Beting Bawal atau daerah Kuala Tanjung, pantai sebelah utara pulau Berhala perairan Batubara, Kabupaten Batubara pada koordinat 03°37°'506" N dan 99°30'780 E.

"Nelayan itu melaporkan penemuan tersebut kepada petugas Basarnas Belawan yang bertujuan ke Pos Basarnas Tanjungbalai Asahan. Korban dievakuasi ke Pantong Bagan Asahan, selanjutnya dibawa RSUD Dr Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai guna keperluan indentifikasi," ujarnya.

Dikataknya, jasat wanita  tersebut kondisinya sudah tidak dikenali atau membusuk. Namun ciri-ciri dari mayat perempuan tersebut didapati di jari manis tangan kiri dan jari tengah tangan kanan ada cincin besi berwarna putih.

Sementara itu, Kepala Kamar Mayat RSUD Dr Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai Ruswito melalui petugas kamar mayat Ilham Sinambela mengungkapkan, berdasarkan visum yang dilakukan tidak temukan tanda-tanda kekerasan. Namun mayat diperkirakan sudah lebih dari satu minggu. Sehingga mayat tidak dikenali dengan kondisi rambut habis, dan lengan bagian atas tangan kanan sudah terkelupas dan tampak tulang.

Terpisah, terkait penemuan mayat tersebut, Kasat Reskrim Polres Batubara AKP Rahmadani kepada wartawan Koran ini, Selasa (14/3) mengatakan, hingga saat ini belum ada menerima laporan terkait adanya keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya.

"Diduga mayat tersebut bukan warga Batubara," ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Kapolsek Labuhan Ruku AKP Irsol kepada wartawan koran ini. Belum ada  keluarga yang membuat laporan karena kehilangan anggota keluarganya.

"Kami juga sudah mengecek mayat tersebut, dan dari Tim Sar dan Polairut juga belum ada laporannya," ungkapnya. (Mag02/Wan/syaf/ma/int)