Batubara- Sepanjang tahun 2016 hingga Maret 2017, kasus narkoba yang paling menonjol di tangani Poldasu.

 Kemudian menyusul kasus perdagangan manusia, Readicalisme, penyeludupan, kasus kejahatan seksual terhadap anak dibawah Umur.
    

Demikian dikatakan Kapoldasu Irjen Pol Dr H Rycho Amelza Danil, MSi, dalam sambutan pada kunjungan kerjanya di Polres Batubara, Selasa (21/3).

Katanya, fenomena sosial dan permasalahan masyarakat khususnya diwilayah Pantai Timur Sumatera Utara menjadi landasan dan filosofi tugas-tugas Polri, TNI dan pemerintah dalam pencegahan dan penanganannya. Seperti halnya melakukan pemberdayaan masyarakat pesisir sebab basis pantai acap menjadi lintas transit peredaran narkoba. "Khusus dalam kasus Narkoba dan terhadap bandarnya saya perintahkan tembak Jidatnya ". tegasnya.
   
Menurut Kapolda, pengguna Narkoba sulit berkurang karena sudah ketergantungan. Manusia pengguna narkoba akal sehatnya akan berubah bahkan nyaris berprilaku binatang. Ketergantungan itu akan berdampak yang sehat jadi sakit, yang gagah jadi lemah dan yang cantik jadi meleleh. Bertindak tidak rasional dan tak masuk akal. Badan nya minta narkoba, kalau ngak dapat narkoba otaknya jadi tolol.
Kalau sudah ketergantungan semua akan dijual, mulai dari jam tangan, sepeda, motor tetangga, celana bahkan mungkin ikut seisinya. (syaf/int)
    

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.