TANJUNGBALAI-Beramal dengan berbagi ilmu kepada sesama adalah hal yang mulia. Seperti halnya yang dilakukan Nedi Panjaitan (27) seorang pemuda asal Desa Sei Nangka, Kecamatan Sei Kepayang Barat, Kabupaten Asahan ini.



Di tengah kesibukanya sebagai seorang jurnalis dan usaha rumah produksi cinematograpy, Nedi menyempatkan berbagi kepada masyarakat khususnya anak-anak di pesisir Asahan dengan membuat perpustakaan keliling. Perpustakaan keliling miliknya itu diberinama netizen pustaka.

Nedi yang ditemui di tengah-tengah kuruman anak-anak di Desa Sei Selingsing mengatakan, netizen pustaka adalah perpustakaan keliling yang memberikan fasilitas membaca dan meminjamkan buku secara gratis bagi masyarakat khusunya anak-anak pesisir Asahan.

Menurut pemuda kelahiran 12 Mei 1990 yang pernah mengenyam pendidikan Jurusan Ilmu Hukum di Universitas Simalungun, Pematangsiantar dan lulus tahun 2012 ini  kegitan yang dilakukannya itu, agar anak-anak gemar membaca dan memiliki pengetahuan luas. Hal itu didorong kerena melihat rendahnya minat baca generasi muda di Asahan. Sehinga dirinya mengedukasi melalui gerakan literasi untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca terutama untuk daerah yang sulit dijangkau sepanjang kasawasan Kabupaten Asahan dan Tanjungbalai.

                                  

"Awalnya saya terinspirasi dari mas Sugeng Haryono, seorang pendiri motor pustaka yang memberikan layanan perpustakaan keliling kepada masyakat secara gratis. Kemudian saya terdorong membuat hal yang sama kerena sangat bermafaat terutama di tempat tinggal saya yang merupakan di daerah pesisir," ujar Nedi menuturkan awal mula netizen pustaka.

Pria yang baru saja memproleh juara vidio of the year tahun 2016 dari salah satu stasiun televisi nasional pada bulan Februari lalu ini juga mengungkapkan tergugahnya ia melakukan hal itu kerena diera digital saat ini, para generasi muda terutama anak-anak semakin pesat beralih ke gedget untuk bermain game. Untuk itu dia terus semangat menebarkan virus membaca kepada anak meski tanpa mendapat bayaran. Dirinya dengan ikhlas melakukan kegiatannya itu. Baginya, anak-anak bisa mendapat bahan bacaan yang berkualitas sudah menyenangkan hatinya.

"Buku adalah jendela dunia, buku merupakan sumber ilmu. Dengan membaca dapat membuka dunia, dengan membaca kita mengetahui segala informasi yang dibutuhkan. Budaya membaca di tengah masyarakat memiliki andil besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan tentunya akan berpengaruh pada kemajuan suatu negara," paparnya.

Ia menceritakan kegitannya ini sudah hampir setahun ia lakukan dan hingga saat ini trus berjalan selain ke desa-desa, ia juga pergi ke pusat olah raga masyarakat seperti di gedung olahraga Kota Tanjungbalai. Allhamdulilla, warga dan anak-anak di desa tersebut selalu antusias menyambut kedatanganya bersama buku-buku yang dibawanya itu.

Ia menjelaskan, buku-buku yang dibawanya itu berasal dari koleksi buku pribadi, dan sumbangan dari sejumlah donatur.

 "Jumlah buku yang saya miliki saat ini ada setitar 300 buah, itu semua berasal dari koleksi pribadi dan sumbangan dari para donatur," katanya.

Jika ada yang ingin menyumbangkan bisa menghubungi ke 08126435919. (mag02/syaf/ma/int) 


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.