Penetapan Tersangka Kasus Outbon Disperindag Tanjungbalai Tunggu Rekomendasi Polda


TANJUNGBALAI –Polres Tanjungbalai masih menunggu rekomendasi dari Polda Sumut untuk menindak lanjuti penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi manipulasi data di Disperindag Tanjungbalai.

Hal itu dikatakan Kanit Tipikor Polres Tanjungbalai Ipda T Simanjuntak pada saat menerima audensi aktivis Kualisi Aksi Bersama Roemah Ra'jad (Permata/GPK RI) Kota Tanjungbalai saat melakukan aksi unjuk rasa damai di depan Polres Tanjungbalai.

Menurut Kanit Tipikor, pihaknya belum dapat melanjutkan penyidikan kasus tersebut karena sesuai  acuan telegaram rahasia (TR) kabareskrim dengar nomor 206 bulan juli tahun 2016, dalam pelaksaan penegakan hukum tindak pidana korupsi jika dalam proses lidik ada pengembalian kerugian keuangan negara ke kas negara agar lidik atau penyelidikan tidak ditingkatkan kepenyidikan. Dalam hal ini pihak terlapor telah mengembalikan kerugian keungan negara ke kas negara.

 "Berdasarkan pemeriksaan (audit) inspektorat, kerugian keuang negara sebesar Rp39.825.000 dan hal tersebut telah dikembalikan ke kas negara pada tanggal 27 Pebruari 2017 sebesar  Rp39.825.000," ujar Simanjutak.

Selain itu, katanya dalam menetapkan tersangka, kasus korupsi harus ada persetujan dari dit krimsus polda.
"Kalau kata krimsus ditingkatkan ya kita tingkatkan. Karena polres ini tidak bisa membuat gelar perkara di sini. Meningkatkan tersangka yang namanya proses dari pada tersangka ditipikor harus persetujuan krimsus polda dan sudah kami laporkan kepolda. Ya kita menggu apa keputusannya," kata Simanjutak.

Sementara itu Raja Erwinsyah ketua aktivis Kualisi Aksi Bersama Roemah Ra'jad kepada awak media ini mengatakan pihaknya akan menyusul keputusan tersebut ke Polda Sumut. Sebab menurutnya ada keganjialan dalam penangan kasus tersebut. Dimana dalam undang-undang tipikor pengembalian kerugian keuangan negara tidak menghapuskan tindak pidana korupsi. Selain itu, hasil kerugian negara diduga ada permainan dalam pengauditannya.

"Kita akan susul keputusan kasus ini ke polda. Karena kita duga ada keganjilan dalam penangan kasus ini," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengungkapan kasus dugaan korupsi manipulasi data pelaksanaan kegiatan peningkatan kapasitas aparatur di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang dilaksanakan dalam betuk outbon memasuki babak baru. Usai melakukan pemeriksaan kepada pihak rekanan, penyidik tipikor Polres Tanjungbalai tinggal menunggu hasil audit inspektorat untuk mengetahui kerugian keuangan negara dan menentukan status tersangka.

Hal itu diketahui berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang dikirim pihak penyidik Tipikor Mapolres Tanjungbalai kepada Kualisi Aksi Bersama Roemah Ra'jad kota Tanjungbalai.

"Berdasarkan SP2HP yang kami terima penyidik tipikor tinggal menunggu hasil audit Inspektorat untuk mengetahui kerugian keuangan negara atas dugaan korupsi manipulasi data pelaksanaan kegiatan peningkatan kapasitas aparatur di Disperindag dan setelah itu mereka akan menentukan tersangka," ujar Ketua Koalisi Aksi Bersama Roemah Ra'jad Kota Tanjungbalai,Raja Erwinsyah SH. Minggu (12/2)
Dalam hal ini Erwin mengatakan pihaknya mengapresiasi kenerja kepolisian dan dia berharap polisi harus tegas. Siapapun yang terlibat harus diproses secara hukum.

"Dalam hal ini kita apresiasi kinerja pihak penyidik untuk menuntaskan kasus ini, namun kita berharap pihak penyidik untuk segera menetapkan tersangka. Siapapun yang terlibat harus diproses secara hukum baik itu kepala dinas, PPTK maupun orang orang yang andil bersama-sama merencanakan penyelewengan kegitan tersebut," tandasnya. (Mag02/syaf/ma/int)

Subscribe to receive free email updates: