RANTAU- Warga Dusun Bandar Selamat, Desa Kampung Dalam, Kecamatan Bilah Hulu mengaku kecewa. Meteran listrik yang dipesan dua bulan lalu belum juga terpasang hingga kini.

Sutarno, warga Dusun Bandar Selamat mengatakan, awalnya warga diminta membayar uang pemasangan instalasi listrik sebesar Rp 700 ribu. Namun, warga hanya menyanggupi membayar Rp400 ribu. Uang tersebut dikumpulkan oleh Ketua RT Bowo dan kemudian diserahkan kepada Suprapto, salah seorang petugas pemasangan instalasi listrik.

Setelah instalasi terpasang, warga belum juga dapat menikmati arus listrik PLN karena meteran listrik belum terpasang. Warga kemudian diminta membayar biaya pemasangan meteran listrik sebesar Rp2,1 juta.

Uang itu kemudian diserahkan kepada Jaliteng, salah seorang petugas sekaligus penghubung pengurusan melalui Kepala Dusun Bandar Selamat bernama Wakino. “Kami kecewa karena sampai sekarang meteran listrik belum terpasang. Padahal kami sudah membayar biayanya. Anehnya, jaringan listrik sudah selesai terpasang ke Dusun Bandar Selamat pada Desember 2016 lalu,” ungkap Sutarno.

Sementara, Ketua RT Bowo (47) mengatakan bahwa masyarakat sudah membayar biaya pemasangan meteran listrik yang dikumpulkannya, sesuai yang diarahkan Kepala Dusun Bandar Selamat untuk diserahkan kepada Jaliteng.

“Saya diarahkan Kepala Dusun untuk mengumpulkan KTP dan uang. Selanjutnya diserahkan kepada Jaliteng melalui Kepala Dusun,” katanya.

Di awal Februari 2017, Kepala Dusun meminta Bowo untuk mengumpulkan KTP dan uang sebesar Rp2,1 juta untuk pengurusan meteran listrik, agar lebih cepat terpasang.

“Awal Februari 2017 saya diarahkan kepala Dusun mengumpulkan KTP dan uang dengan alasan supaya meteran cepat terpasang,” imbuhnya.

Ternyata uang tersebut merupakan untuk pengalihan kepengurusan meteran listrik kepada Jaliteng.

“Masyarakat tidak merasa keberatan, mau siapa saja yang urus meteran listrik tersebut, asalkan cepat terpasang,” tambah Bowo.


Sementara itu, Kepala Dusun Bandar selamat Wakino saat ditanya tentang pengalihan pengurusan pemasangan meteran listrik di dusunnya mengatakan bahwa itu merupakan musyawarah bersama masyarakat, setelah itu kami pun mempecayakannya kepada Jaliteng. “Tidak ada perjanjian dengan Suprapto soal pengurusan meteran, hanya instalasi saja,” kata Wakino melalui seluler. (bud/rah/ma/int)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.