Taufan Janji Pecat Oknum PNS Terlibat Pungli

KISARAN-Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang memastikan serta berjanji memecat oknum pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Perhubungan, yang tertangkap  tangan karena diduga kedapatan melakukan pungutan liar (Pungli) oleh tim Satuan Petugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Asahan beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan Taufan untuk memberikan sangsi tegas dan pelajaran keras bagi seluruh PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab Asahan) supaya tidak melakukan pungli kepada masyarakat, atau pihak lainnya. Termasuk kepada tersangka berinisial JPS yang kedapatan menyalahi kewenangan tugasnya melakukan pemungutan kepada salah seorang pengusaha di Kisaran.

"Itu pasti akan ditindak tegas. Jika dia (JPT) terbukti bersalah karena pungli, pasti akan dipecat. Kita tunggu dulu proses hukumnya nanti bagaimana," kata Taufan saat dikonfirmasi wartawan di Kantor Bupati Asahan, Kamis (22/3).

Namun  Taufan mengaku belum mengetahui secara persis terkait kronologis kejadian dan dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka oknum PNS di Dinas Perhubungan ini, dengan mengutip pajak parkir di Imam Minimarket Jalan Imam Bonjol Kisaran. Sepengetahuannya, bahwa jenis parkir yang  berlaku  untuk Imam Mini Market, tempat tersangka menerima uang adalah jenis pajak parkir bulanan dan bukan jenis retribusi parkir tepi jalan umum.

"Saya belum dapat laporan secara mendetail. Apa perannya dia dan kenapa si pengusaha mau membayar. Tapi kita ikuti saja dulu prosedur hukumnya,” ucap Taufan.

Untuk masyarakat, Taufan berharap dapat berperan aktif dalam membantu  pemberantasan pungli. Masyarakat dapat menginformasikan kepada Tim Saber Pungli Asahan atau aparat penegak hukum jika menemukan praktik pungli di tempat pelayanan publik yang tidak sesuai dengan ketentuannya.

"Pungli adalah perbuatan yang jelas jelas melanggar aturan.  Masyarakat harus melaporkan kalau ada praktik pungli, sehingga pelayanan kepada masyarakat Asahan, bisa lebih baik lagi kedepan," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Saber Pungli Asahan, Kompol Triadi mengatakan, bahwa pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap JPT. Kasusnya masih dikembangkan, terkait siapa yang memerintahkan dan kemana aliran dana hasil pengutipan akan disalurkan.

"Kasusnya masih dalam penyelidikan. Untuk sementara tersangka ini memang melampaui kewenangannya sebagai PNS di Dinas Perhubungan untuk mengutip retribusi parkir di sana. Prosesnya masih berlangsung, ini masih dalam pengembangan tim,” kata Triadi.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Tim Saber Pungli Asahan mengamankan JPT, (45) salah seorang PNS Asahan dengan jabatan staf Dinas Perhubungan. Sedang bertransaksi bersama pengusaha Imam Minimarket di Karaoke Keluarga Jalan Cokroaminoto Kisara, Jumat (17/3) lalu. Dia tertangkap tangan karena menerima uang senilai satu juta rupiah untuk dari salah seorang karyawan mini market. (per/syaf/ma/int)

Subscribe to receive free email updates: