Waduh, Gara-gara Tak Dibelikan Sepedamotor, Anak Bakar Rumah


MADINA – Satu unit rumah milik keluarga Ahmad Husein (55), di Desa Salambue Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dilalap si jago merah Jumat (31/3) sekira pukul 11.00 WIB.

Rumah itu diduga dibakar oleh anaknya sendiri bernama Qadafi (25). Rumah berlantai beton dan dinding papan berukuran 4 x 6 meter itu hampir keseluruhan terbakar.


Saat kejadian, warga setempat langsung memberikan bantuan pemadaman secara manual dengan ember. Kebetulan, di belakang rumah tersebut ada sungai.
Berselang beberapa menit, armada pemadam kebakaran tiba ke lokasi, namun tidak banyak yang bisa diselamatkan.

Atas peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian material sekira Rp20 juta, dan sementara korban Ahmad Husein bersama istri dan anak-anaknya mengungsi di rumah keluarga yang ada di kampung itu juga.

Informasi dihimpun dari warga, pelaku pembakaran rumah Ahmad Husein itu adalah anak keduanya bernama Qadafi (25) yang mengalami cacat mental. Warga menyebut, dalam beberapa hari ini Qadafi sering marah-marah di rumah karena permintaan dibelikan sepedamotor belum disanggupi kedua orangtuanya. Diketahui, kedua orangtuanya hanya bekerja sebagai petani.

“Anaknya yang bernama si Qadafi itu yang membakar. Dia menderita cacat mental. Dan, beberapa hari ini dia sering marah-marah minta dibelikan kreta, setelah membakar rumah, dia kabur,” ujar Zainuddin salah seorang warga setempat.

Warga lain mengatakan, pada saat kejadian rumah tersebut dalam keadaan kosong, Ahmad Husein sedang berada di Masjid yang dekat dengan tempat tinggal mereka, sementara istrinya atau ibu pelaku berada di ladang.

“Dia membakar rumah orangtuanya sewaktu keadaan kosong,” ucap warga.

Sebelumnya, pelaku Qadafi sempat mencekik kakak kandungnya atau anak pertama dari Ahmad Husein, pelaku berusaha mencekik kakaknya setelah terjadi adu mulut. “Semalam (Kamis) si Qadafi itu juga sempat marah-marah sama kakaknya, hampir dicekik kemarin,” tambah warga.

Sementara, Kapolsek Panyabungan AKP Agus yang dikonfirmasi melalui Kepala Unit Reskrim Ipda Sahat L Gaol kepada Metro Tabagsel membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Sahat menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait pelaku pembakaran.

“Memang ada infonya demikian, tapi kami masih dalam lidik dan memeriksa saksi-saksi. Api diduga berasal dari dapur rumah. Api berhasil dipadamkan oleh warga setempat secara manual juga dibantu armada pemadam kebakaran. Kerugian mencapai Rp20 juta,” terangnya. (wan/ma/int)