Gara-gara Isu Penculikan Anak 

Simalungun- Seorang wanita yang diduga mengalami gangguan jiwa nyaris tewas diamuk massa dan dibakar hidup-hidup. Peristiwa itu terjadi di Nagori Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun.


 Aksi warga tersebut karena dampak dari isu penculikan anak. Warga yang emosi terlebih dahulu mengikat kedua tangan wanita yang kebingungan dan ketakutan itu, lalu menyiramkan bensin ke seluruh tubuhnya.

Untung saja Bhabinkamtibmas Poslek Bangun cepat datang di TKP dan mengamankan perempuan gila itu. Saat diamankan wanita itu dalam kondisi tangan terikan dan tubuh berbau bensin.

Kanit Reskrim Polsek Bangun, Iptu Juni, kepada wartawan, Rabu (22/3) mengatakan, peristiwa naas itu terjadi sekira jam 14.00 wib.

Bhabinkamtibmas Polsek Bangun, Aiptu Amril melaporkan, setelah mendapat informasi, dirinya langsung mendatangi TKP bersama dengan perangkat nagori. 

Mereka menemukan seorang perempuan dalam keadaan terikat di sebuah tiang listrik Jalan Anjangsana, Nagori Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas. Setelah didekati, dari tubuh perempuan tersebut beraroma bensin.

Menurut keterangan warga sekitar, kejadian tersebut bermula, Rabu (22/3) jam 04.00 wib, perempuan yang diduga kurang waras tersebut masuk ke salah satu rumah warga Nagori Karang Sari.
Warga yang mendengar hal tersebut langsung galap mata dan melakukan tindakan penganiayaan kepada perempuan tersebut. Diduga warga terpengaruh adanya isu penculikan anak yang diperbincangkan saat ini.


Bhabinkamtibmas Polsek Bangun langsung mengamankan perempuan tersebut ke kantor Pangulu Karang Sari dan menghimbau warga untuk tidak malakukan tindakan main hakim sendiri.


Setelah diamankan, ternyata perempuan yang diduga kurang waras tersebut merupakan warga Karang Sari juga. 

Pihak keluarga korban langsung menjemput dan membuat surat pernyataan bersedia untuk mengobati, serta menjaga perempuan tersebut agar tidak berkeliaran sehingga meresahkan warga. (syaf/MTC/int)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.