Ayo Ulurkan Tangan Anda untuk Membantunya

Siantar- Penyakit kanker yang diderita Afnita Duma Sari Saragih (17), siswi SMA Sultan Agung Kota Pematangsiantar cukup memprihatinkan.
Keluarga berharap bantuan dari para dermawan untuk mengurangi penderitaan Duma. 

Kondisi korban penderita kanker ketika masih sehat dan tangan korban yang menderita kanker.

  Sata Christiana Sianturi (23) yang bekerja sebagai operator di salah satu SD Kecamatan Panombeian Panei, Simalungun mengatakan, sepupunya yang bernama Duma anak dari Jenni Sianturi dan Risman Saragih yang tinggal di Emplasmen Marjandi, Nagori Marjandi Embong, Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun membutuhkan uluran tangan dermawan. 

Sata Christiana Sianturi sepupu dari Duma yang menderita kanker ganas.

Duma yang kini berusia 17 tahun dan duduk di bangku kelas 3 SMA Sultan Agung Siantar menderita sakit. Penyakitnya, kata Cata, berawal dari benjolan kecil di jari jempol kiri. Benjolan tumbuh pada Oktober 2015. Setelah dibiopsi pada Januari 2016, dokter mendiagnosa itu adalah tumor sarakoma.

Jari jempolnya harus diamputasi. Afnita kemudian ditargetkan menjalani 6 kali kemoterapi. Tetapi setelah kemo ke-4, benjolan tumbuh lagi di bagian pergelangan tangan dan benjolan dekat ketiak.

Pada Oktober 2016, tangannya semakin membengkak dan benjolan menjalar ke bagian punggung, payudara dan benjolan di bagian ketiak semakin membesar. Di bulan Februari 2017, kondisinya sudah membaik. Dia sudah bisa duduk, tapi pada Maret 2017 kondisinya semakin drop.

“Benjolan tumbuh lagi di payudara, leher dan benjolan melepuh. sekarang tangannya sudah lebih besar dari badannya. Oh ya, saat ini Afnita dirawat dirumah dan berobat herbal,” tutur Sata.

Terakhir konsultasi dengan dokter, disebutkan kalau penyakit yang diderita Afnita adalah kanker ganas. Meski begitu, Afnita tak pernah patah semangat melawan penyakitnya. Dia adalah wanita muda yang sangat tangguh.

“Atas dasar itulah, saya berinisiatif untuk memita doa kepada teman-teman semua, agar adik saya tetap kuat meghadapinya dan saya juga berinisiatif untuk menggalang dana kepada teman-teman, publik, untuk bersedia memberikan sebagian dari rejekinya untuk membantu pengobatan adik saya,” ujar Sata.

Dia lalu berharap, dengan bantuan siapa saja, adiknya Afnita bisa menjalani pengobatan yang lebih baik. Dan, Sata menyebut uluran tangan bisa disampaikan melalui rekening Mandiri 1070007372701 atas nama Risman Saragih, yakni rekening milik ayah Duma.

.
Sementara paman dari Duma yakni Dapot Leonard Sianturi (54) pada wartawan mengatakan keluarganya sangat menyayangi Duma. Karena selama ini Duma merupakan anak semata wayang.


Duma juga dulunya sangat periang. Namun kini harus terbaring lemah di pembaringan tanpa dapat melakukan apapun.

 “Kami sangat iba melihat Afnita sekarang. Dulu dia sangat periang tapi sekarang hanya bisa tidur di pembaringan. Dia itu anak semata wayang,” ujar Dapot. (syaf/mc/int)


Pelaku Brondong Simpanan si Janda

Taput-Seorang janda bernama Agustina Boru Sitorus (67) tewas ditikam kekasih gelapnya (brondong/lelaki yang berusia jauh di bawah usianya) bernama Fernando Simangunsong (37), warga Martembing, Kabupaten Deliserdang. Oleh tersangka mayat korban dibuang di Siborong-borong, sedangkan perhiasan korban dijual ke Pasar Horas Kota Pematangsiantar.
Tim forensik RSU Dr Djasamen Saragih Pematangsiantar saat melakukan otopsi.


Kasat Reskrim Polres Taput AKP TP Butarbutar saat mendatangi Instalasi Jenazah RSUD DR Djasamen Saragih, Kota Siantar, Sabtu (29/4) sekira pukul 11.00 Wib, menyatakan pihaknya sudah menangkap tersangka dari kediamannya.

Penangkapan dilakukan Sabtu dini hari. Kasat mengatakan tersangka sudah diserahkan ke Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrim) Poldasu.

“Penanganan kasus ini diambil-alih oleh Poldasu, lantaran atas hilangnya korban pihak keluarga sebelumnya telah membuat pengaduan ke Poldasu. 

Tersangka diancam pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana, subsidair pasal 365 KUHPidana,” ujar TP Butarbutar.

Sementara informasi diperoleh, kisah asmara Agustina yang merupakan warga Jalan Air Bersih Ujung, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan itu terungkap setelah polisi menyelidiki penyebab kematiannya. 

Penyelidikan bermula dari temuan mayat membusuk di jurang Sipintu-Pintu, Desa Parik Sabungan, Kecamatan Siborong-Borong, Tapanuli Utara (Taput), Jumat (28/4) sore sekira jam 15.00 WIB.

Saat itu mayat korban yang terbungkus dua lapis goni plastik putih ditemukan oleh Irwan Hermanto Banjarnahor dan Bikkas Manalu. Keduanya merupakan pemulung atau pencari botot.

Menurut Bikkas dan Irwan, bau busuk yang menyengat hidung mengusik keingin tahuan mereka. Lalu mereka mencari tahu dari mana sumber bau tersebut. Ternyata setelah ditemukan bau tersebut dari goni plastik.

Lalu keduanya membuka goni tersebut dan ternyatabdidalamnya ada mayat. Temuan itu pun dilaporkan ke Polsek Siborong-Borong.

Mayat wanita itu kemudian dievakuasi ke Instalasi Jenazah RSU Taput. Saat ditemukan mayat itu tanpa memiliki kartu identitas.

Malam hari sekira pukul 23.00 Wib, mayat korban dirujuk ke RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar guna keperluan otopsi. 

Sabtu (29/4) pagi sekira pukul 08.30 Wib, tim forensik pun menggelar otopsi luar dalam atas mayat tersebut. Dalam tempo singkat, hasil otopsi itu dapat disinkronkan dengan laporan orang hilang yang disampaikan keluarga Agustina Boru Sitorus kepada pihak Kepolisian.

Informasi dihimpun di lingkup Kepolisian menyebut, korban dibunuh pacar gelapnya.

Sementara perhiasannya dilarikan dan dijual ke Pajak (Pasar) Horas, Kota Pematangsiantar.

Diketahui, korban telah lama menjanda lantaran suaminya, pria bermarga Siburian meninggal dunia. Korban kemudian diam-diam menjalin hubungan asmara dengan Fernando, lelaki yang terpaut usia 30 tahun dengannya.


Selasa (25/4) pagi, tersangka menelepon korban untuk diajak bertemu di Pasar Bengkel, Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Ajakan itu disetujui. Korban tiba di lokasi dengan menumpang angkutan umum, setelah sebelumnya diantar ke Terminal Amplas oleh menantu lelakinya yang bermarga Siagian.

Setelah bertemu di Pasar Bengkel, tersangka mengajak korban jalan-jalan menggunakan Toyota Avanza, yang dikemudikan tersangka. 

Tiba di Kota Tebingtinggi, diam-diam tersangka membeli dua karung plastik putih dan menyimpannya di bagasi mobil. Kemudian, dia pun melanjutkan perjalanan.

Di Kebun Rambutan PTPN IV, Kabupaten Sergai, yang masih wilayah hukum Polres Tebingtinggi, tersangka dan korban melakukan persetubuhan layaknya suami isteri. Setelah merasa puas, tersangka meminta sejumlah uang kepada korban.

Korban menolak permintaan itu. Lalu, tersangka meminta cincin emas yang dipakai korban. Lagi-lagi, permintaan tersangka ditolak.

Merasa kesal, tersangka akhirnya menjerat leher korban menggunakan sabuk pengaman (safety belt) di jok depan yang diduduki korban. Setelah korban lemas, tersangka mengambil dua kawat dari ban serap mobil dan kembali menjerat leher korban.

Setelah memastikan korbannya meninggal, tersangka melucuti perhiasan emas yang dikenakan korban. Selanjutnya, dia mengambil dua karung plastik yang sudah dibelinya di Tebing Tinggi. Kedua karung itu dia gunakan untuk menutupi bagian atas dan bawah tubuh korban. Agar tidak lepas, kedua karung itu pun disatukan dengan kawat.


Dalam perjalanan selanjutnya, tersangka berhenti di Pajak Horas, Kota Siantar. Tujuanya untuk menjual perhiasan emas milik korban. Salah satu toko di pajak tersebut membelinya dengan harga Rp3 juta sebagai harga atas perhiasan tanpa surat tersebut.

Selanjutnya, tersangka menuju Desa Parik Sabungan, Siborong-Borong. Persis di Jurang Sipintu Pintu, tersangka membuang mayat korban.

Pantauan wartawan, keluarga korban tampak berdatangan ke Ruang Jenajah RSUD DR Djasamen Saragih. Namun, mereka enggan memberi keterangan. 

Satu di antaranya yang mengaku bermarga Manalu, hanya menyampaikan ucapan terimakasih buat Reskrim Polres Taput yang dengan cepat merespon kasus ini dan berhasil menangkap tersangka.

“Saya tidak pernah berurusan dengan polisi, tapi kami senang dan puas dengan kinerja Sat Reskrim Polres Taput,” ujar Manalu, tanpa bersedia mengurai hubungan korban dan tersangka.

Kepala Forensik RSUD Djasamen Saragih, dr Reinhard JD Hutahean menyatakan dari hasil otopsi ditemukan penyebab kematian korban karena tindak kekerasan. 

“Tapi kami tidak bisa jelaskan lebih jauh, karena itu hak penyidik Kepolisian,” ujarnya singkat.

Sejauh ini, mayat korban sudah dibawa keluarganya ke Kota Medan untuk disemayamkan di rumah duka. Rencananya, Senin (1/5) pagi mayat korban akan dikuburkan di Kecamatan Peranginan, Kabupaten Hubang Hasundutan (Humbahas). (syaf/int)


MEDAN- Entah apa yang ada di otak Ibrahim (40). Meski sudah memiliki empat istri, namun ia masih tega memerkosa dua anak tirinya yakni SI (7) dan WA (11). Perbuatan tersangka terbongkar dan ia nyaris dihakimi warga.

Informasi diperoleh, tersangka yang merupakan warga Kecamatan Medan Helvetia itu diseret ke Polsek Helvetia, Kamis (27/4) sekira 15.00 WIB. Terkuaknya perbuatan keji yang dilakukan Ibrahim terhadap dua anak tirinya, Kamis (27/4).

DE bersama kedua anaknya yang menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan suaminya.



Saat itu SI yang masih duduk di bangku kelas 1 SD, merintih kesakitan di kemaluannya, tubuhnya menggiggil kedinginan. Melihat anaknya lemas, lantas ibu kandung korban DE (29) langsung membawanya ke klinik.

Sepulang dari klinik, DE menaruh curiga dengan kondisi anaknya yang terus merasa sakit di bagian kemaluannya.

“Sejak Selasa (25/4) anakku SI merasa kesakitan di kemaluannya. Badannya pun dingin menggigil. Saat itu, aku bawa dia langsung ke klinik supaya diobati. Setelah berobat, sampai di rumah dia tetap merasa kesakitan badannya pun mulai demam. Awalnya aku tak mengira apa-apa, hanya demam biasa,” terang ibu beranak 4 ini.

DE yang merasa kasihan melihat anaknya lalu mempertanyakan apa yang terjadi. Awalnya saat ditanya ibunya, SI tak menjawab apa-apa. Namun tak lama setelah ditanyai, SI pun akhirnya mengaku.

DE bagai mendengar suara petir setelah mendengar pengakuan anaknya yang mengaku telah diperkosa Ibrahim (suami DE) di dalam kamar rumahnya. Mendengar pengakuan itu, tentu DE pun marah mendengar pengakuan anaknya itu.

Dengan penuh emosi yang tak terbendung, DE pun langsung menemui suaminya.

 “Lemas aku saat mendengar kalau anakku ditiduri olehnya. Di situ juga aku langsung berantam sama suamiku. Dia mau pukul aku karena aku tanya kenapa dia tega perkosa anakku,” ungkapnya.

Keributan pun terjadi di kediaman keluarga kecil itu. Tangisan dan teriakan terdengar oleh warga di lokasi. Warga pun berbondong-bondong mendekati kediaman keluarga itu. Tak berapa lama, saat warga ramai dikediaman keluarga itu. Tiba-tiba warga terkejut dan emosi mendengar teriakan DE.

Di hadapan warga DE mengaku jika suaminya telah memerkosa anaknya. Warga pun, langsung mengamankan Ibrahim, hingga seketika suasana menjadi ramai di kediamannya.

Saat Ibrahim diamankan warga. Tiba-tiba WA anak DE yang satu lagi (kakak SI) pulang.
WA mengaku bahwa ia juga baru saja dicabuli Ibrahim. Mendengar pengakuan WA itu, warga pun semakin berang dan ingin menghakimi Ibrahim.

Untung saja petugas Polsek Medan Helvetia yang mendapat laporan langsung lari ke lokasi dan mengamankan pelaku dari kepungan massa. Selanjutnya Ibrahim diboyong ke Polsek Helvetia untuk dijebloskan ke sel tahanan.

Seorang warga menuturkan, pelaku cabul terhadap 2 anak tirinya itu ternyata mempunyai 4 istri. Keluarga kecil itu belum genap satu semester tinggal di Medan Helvetia. Warga sering melihat Ibrahim membawa istri keduanya ke rumah yang dikontraknya itu.

 “Dia ini 4 istrinya. Sebelum istrinya DE tinggal di rumah kontrakan itu ada istrinya yang lain yang menempati. Pas datang istrinya si DE istrinya yang satu lagi nggak pernah kami lihat. Ini saja pas diamankan tadi adalagi datang perempuan ngaku istrinya di Ibrahim. Tapi karena dia tau si Ibrahim ini bermasalah pergi dia,” terang N Sianturi (46) warga sekitar.

 Selain mempunyai 4 istri, pelaku juga sering menganiaya anak tirinya yang laki-laki hingga babakbelur.

“Anak tirinya yang bisu itu pun sering dipukulinya. Baru beberapa minggu tinggal di sini, sudah dihantaminya sampai koyak koyak kepalanya,” ucap N Sianturi.

Sementara SI yang diperkosa Ibrahim mengakui perbuatan bejat yang dilakukan ayah tirinya itu. Didampingi ibunya, kepada awak media ini, SI mengakui saat ibunya sedang pergi berjualan cabe di Pasar Kelambir 5, disitulah dia dirusak ayah tirinya itu.

“Bapakku memerkosaku. Aku diancam akan dibunuh apabila memberitahukan kejadian itu kepada ibu,” kata SI.

 “Aku dikasih uang Rp5 ribu. Katanya jangan kasih tau ibu,” ucap SI

Sementara WA yang masih duduk di bangku kelas 6 SD mengaku menjadi korban perbuatan keji Ibrahim. Namun WA belum sempat merasakan kepedihan seperti yang dialami adiknya itu. Diakui WA di kantor polisi ia ditarik bapak tirinya itu, namun WA memberontak dan mencakar serta menggigit tangan bapak tirinya.

 “Bibirku udah diciumnya, digigitnya. Pas aku mau ditariknya ke kamar aku berontak. Tangannya kucakar terus kugigit. Aku langsung lari keluar. Aku diam karena takut dipukulnya,” tutur WA didampingi ibunya.

DE yang dibaluti kekesalan dan emosi melihat tingkah laku suaminya sangat berharap agar pelaku dihukum seberat beratnya.

“Aku sudah pasrah. Kalau dia berbuat seperti ini aku bagus tinggalkan dia. Biar dia dihukum seberat-beratnya kalau bisa dihukum mati saja,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca sambil memeluk keempat anaknya.

Kapolsek Helvetia Kompol Hendra Eko mengatakan masih melakukan pemeriksaan. “Masih dilakukan pemeriksaan,” katanya. (syaf/mc/int)


MEDAN-Kondisi Badila Susanti (10) sisiwi SD di salah satu sekolah di Kota Pematangsiantar semakin memburuk. Pihak keluarga membutuhkan dana yang cukup mahal untuk membiayai operasi Badila yang mencapai Rp150 juta. Untuk itu pihak keluarga mengharapkan uluran tangan dari para dermawan guna meringankan beban mereka.


Badila murid SD yang menderita pembuluh darah pecah di otaknya 
saat berada di rumah sakit ditemani keluarganya. 

Kepada wartawan Kurnia Syahputra (35) paman dari Badila yang berprofesi sebagai seorang guru di Jalan Setia Budi Medan mengatakan, ia sangat prihatin melihat kondisi keponakannya.

“Kondisi keponakan saya bernama Badila Susanti yang berumur 10 tahun beralamat di Pematangsiantar Sumatera Utara cukup memprihatinkan. Badila anak perempuan yang aktif dan cerdas. Namun karena pembuluh dara pecah di otaknya membuatnya tidak sadarkan diri (Koma) selama enam hari. Kami sangat mengharapkan bantuan dari para dermawan untuk membantu biaya operasi keponakan kami ini. Berapa pun bantuan yang saudara berikan pasti sangat membantunya,” katanya.

Kurnia mengatakan, pada bulan Maret yang lalu Badila terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Oleh ibunya, Badila dibawa ke Rumah Sakit Pematangsiantar. Namun karena mengingat biaya yang cukup tinggi, ibunya membawa Badila keluar dari rumah sakit. Berselang seminggu setelah keluar dari sakit, abangnya Badila, Raehan (12), gantian diserang DBD. Mendengar abangnya masuk rumah sakit, tiba-tiba Badila juga pingsan dan koma selama 5 hari.

Diagnosa dokter untuk Badila, ternyata selain terserang DBD, di tubuh Badila juga ada virus di otaknya. Akibat demam tinggi yang terus-terusan membuat virus tersebut semakin berkembang dan membuat pecah pembuluh darah di otaknya. Untuk penanganan secepatnya guna menyelamatkan nyawa Badila harus di operasi di Rumah Sakit Setia Budi jalan Masjid kelurahan Tanjung Rejo Medan dengan estimasi biaya Rp100 juta sampai Rp150 juta.

Badila dan keluarga saat ini belum memiliki BPJS atau juga belum memiliki jaminan kesehatan apapun.
Perlu diketahui ayah Badila tidak memiliki pekerjaan karena sedang sakit juga. Sedang ibunya Badila hanya pelatih senam yang tidak tetap. Mereka mengontrak di sebuah rumah di Kota Pematangsiantar tepatnya di daerah jalan Marihat. Kondisinya mereka sama sekali tidak memiliki simpanan uang untuk membayar kebutuhan rumah sakit.

“Mereka sangat membutuhkan bantuan kita. Jika Bapak/Ibu berkesempatan membantunya, kami sangat harapkan partisipasinya untuk menolong kesulitan mereka. Seberapapun, pasti akan sangat berarti untuk mereka. Terima kasih banyak atas perhatian dan bantuan Bapak/Ibu. Semoga Allah SWT balas dengan kebaikan yang berlipat banyaknya. Mohon doanya agar Badila sehat dan ceria seperti sedia kala,” kata Kurnia. Bagi warga yang ingin menyalurkan bantuan bisa menghubungi Kurnia SyahputraNo HP: 081361085040, Email: syahputrakurnia28@gmail.com.

Menurut seorang dokter bernama Elisa, pembuluh darah memiliki tugas menjamin pasokan oksigen dan nutrisi pada semua organ vital dalam tubuh. Yang mengejutkan, pembuluh darah seseorang memiliki panjang hingga lebih dari 96 ribu kilometer atau setara dengan dua kali mengelilingi bumi jika ditarik dalam garis lurus.


Tugas pembuluh darah juga terhitung berat karena mereka harus terus-menerus mengalir selama hidup kita. Organ ini mampu mengangkut lebih dari 6800 liter darah tiap hari. Sepanjang usia manusia masih hidup, pembuluh darah akan mengangkut hingga miliaran liter darah ke seluruh tubuh.

Pecahnya pembuluh darah bisa terjadi di beberapa tempat, salah satunya di otak. Jika pembuluh darah pecah terjadi di otak, maka hal ini akan menimbulkan pendarahan otak atau biasa disebut brain hemorrhage. Pendarahan ini akan berakibat fatal karena bisa mengakibatkan matinya sel-sel otak. Sebanyak 13 dari 100 orang yang stroke adalah dikarenakan perdarahan otak.

Beberapa hal di bawah ini adalah faktor risiko dan penyebab pembuluh darah pecah di otak sehingga mengakibatkan brain hemmorhage.
  • Tekanan darah tinggi yang terjadi selama bertahun-tahun sehingga menyebabkan dinding pembuluh darah melemah. Jika tidak diobati, tekanan darah tinggi bisa menjadi penyebab utama terjadinya pendarahan otak.
  • Cedera kepala adalah salah satu penyebab paling umum terjadinya pendarahan otak pada orang-orang yang berusia di bawah 50 tahun.
  • Aneurisma atau makin lemahnya dinding pembuluh darah yang mengalami pembengkakan. Jika sudah parah, pembuluh darah akan meledak dan membanjiri otak dengan darah sehingga menimbulkan stroke.
  • Angiopati amiloid, yaitu kelainan dinding pembuluh darah yang pada umumnya diakibatkan oleh kolaborasi umur yang kian menua dan tekanan darah tinggi.
  • Adanya tumor pada otak.
  • Kelainan pembuluh darah atau malaformasi arteriovenosa, yaitu lemahnya pembuluh darah di dalam dan di sekitar otak yang didapat seseorang sejak lahir.
  • Penyakit hati yang biasanya berhubungan dengan peningkatan terjadinya perdarahan internal.
  • Kelainan darah atau kelainan perdarahan, seperti hemofilia dan anemia sel sabit yang berkontribusi terhadap terjadinya penurunan kadar trombosit darah.

Kenali Kondisi-kondisi Gangguan Kesehatan Berikut

Jika seseorang mengalami pecah pembuluh darah di otak, beberapa gejala di bawah ini mungkin akan dialami.
  • Sakit kepala hebat yang datang secara mendadak.
  • Mendadak mengalami kesemutan atau kelumpuhan di wajah, lengan, atau kaki.
  • Mata mengalami kesulitan melihat, baik pada salah satu atau kedua-duanya.
  • Sulit menelan makanan.
  • Susah mengendalikan koordinasi tubuh dan hilang keseimbangan.
  • Sering merasa mual.
  • Muntah-muntah.
  • Hilang kesadaran, lesu, mengantuk, dan tidak sadar akan keadaan di sekitarnya.
  • Mengalami masalah terkait kemampuan bahasa, baik ketika menulis, bicara, membaca, atau memahami sesuatu.
  • Mengalami kebingungan atau mengigau.

 Penanganan Medis bagi Penderita Stroke akibat Pembuluh Darah Pecah

Bila stroke akibat pecahnya pembuluh darah otak terjadi, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit. Langkah pertama melakukan pengobatan terhadap pasien pendarahan di otak adalah melalui pemantauan secara intensif. Selanjutnya, menstabilkan tekanan darah dan pernapasan harus segera dilakukan. Jika diperlukan, pasien bisa diberikan ventilator untuk membantu memastikan otak dan organ tubuh mendapatkan cukup oksigen.

Pada pasien yang tidak sadarkan diri, pemberian cairan dan obat-obatan mungkin membutuhkan akses intravena. Pantauan khusus terhadap irama jantung, kadar oksigen darah, atau tekanan dalam tengkorak mungkin diperlukan. Setelah stabil, maka akan ditentukan tindakan apa untuk mengobati pendarahan yang terjadi, misalnya apakah pasien membutuhkan operasi atau tidak.

Banyak pasien yang bisa bertahan hidup setelah mengalami pendarahan otak akibat pembuluh darah mereka pecah di otak. Sayangnya peluang tersebut akan menurun jika pendarahan awal terlalu parah atau terjadi di daerah-daerah vital di otak. Pemulihan yang dibutuhkan pasien bisa berlangsung hingga berbulan-bulan lamanya.

Sebagian pasien yang selamat dari pembuluh darah pecah di otak berkemungkinan tetap mengalami masalah sensorik, kejang, sakit kepala, atau masalah ingatan. Maka dari itu, bagi mereka yang selamat dari kondisi ini tetap membutuhkan usaha untuk memulihkan kondisinya secara maksimal, mulai dari terapi fisik hingga terapi bicara.

Perbaiki Pola Hidup Anda Mulai dari Sekarang

Pembuluh darah pecah adalah kondisi yang kebanyakan bisa dicegah, Seseorang disarankan untuk menghentikan kebiasaan buruk  yang dapat memperbesar risiko, seperti merokok dan megonsumsi alkohol secara berlebihan. Selain itu, rutinitas olahraga sepatutnya tetap dipertahankan, yaitu minimal 150 menit per minggu dengan olahraga berintensitas sedang atau 75 menit dengan intensitas tinggi, atau kombinasi keduanya.

Bagi Anda yang mengidap penyakit jantung atau tekanan darah tinggi, maka mengobati keduanya akan memperkecil risiko terjadinya pembuluh darah pecah di otak. Bagi penderita diabetes, mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh juga bisa membantu mengurangi risiko terjadinya hal ini.(syaf)






TANJUNGBALAI- Personel Lanal Tanjungbalai-Asahan mengamankan kapal tanpa nama di perairan sungai penyengat Kuala Bagan, Kabupaten Asahan, Jumat (28/4). Di kapal tersebut terdapat delapan orang warga Somalia yang kabur dari negaranya, karena ingin meminta perlindungan di Indonesia. Selain warga Somalia, di dalam kapal juga ditemukan seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang baru pulang dari Malaysia.
  
 Warga Somalia yang diamankan dari kapal tanpa nama saat dibawa ke dermaga untuk diperiksa

Informasi diperoleh, ke delapan warga Somalia itu datang ke Indonesia melalui perairan Tanjungbalai-Asahan karena di negara mereka sedang terjadi kerusuhan. Tujuan mereka datang ke Indonesia untuk meminta perlindungan.

Dan Lanal Tanjungbalai-Asahan Letkol Laut (P) Bagus Badari Amarullah mengungkapkan, diamankanya delapan orang warga Somalia tersebut berdasarkan informasi yang diterima tim WFQR Lanal Tanjungbalai-Asahan tentang adanya kapal pengangkut imigran gelap yang akan masuk ke Tanjungbalai.

                                      
Petugas memintai keterangan warga Somalia yang diamankan.


Atas informasi tersebut, kemudian dilakukan pengintaian dan petugas mendapati satu unit kapal berlayar dari Kuala Bagan Asahan menuju Tanjungbalai yang mencurigakan.
Kemudian petugas melakukan pengejaran terhadap kapal tersebut. Setibanya di daerah sungai penyengat, kapal tersebut dikandaskan ke pantai dan dua orang dari dalam kapal melompat dan lari ke dalam hutan bakau.

"Saat akan kita cegah kapal tersebut dikandaskan dan dua orang yang merupakan nahkoda dan ABK lompat dari kapal lalu kabur ke dalam hutan. Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata di dalam kapal ditemukan penumpang imigran gelap asal Somalia yang berjumlah delapan orang yang terdiri dari 4 laki-laki dan 4 perempuan serta seorang wanita asal Belawan yang merupakan TKI ilegal. Saat diamankan TKI tersebut sedang tertidur," ujar  Bagus.

Selanjutnya setelah diamankan, petugas kemudian membawa mereka ke Poskamla Bagan Asahan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari pemeriksaan sementara, diketahui para imigran tersebut berangkat dari Somalia kemudian transit di Malaysia dan setelah dua minggu di Malaysia mereka berangkat ke Indonesia melalui jalur gelap menuju Asahan dengan tujuan akhir Medan. Tujuan mereka datang ke Indonesia untuk mencari perlindungan.


"Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan barang berbahaya maupun barang terlarang lainnya. Selanjutnya mereka kita serahkan ke Kantor Imigrasi Tanjungbalai untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," ucapnya. (syaf/mc/int)

BATUBARA- Seorang nelayan bernama M Yusuf (35) saat ini membutuhkan uluran tangan dari para dermawan untuk biaya probatan anaknya Kurniawati Rahayu (1,5 tahun) yang menderita gizi buruk.

Ditemui di RSU Batubara M Yusuf mengaku sebagai nelayan ia tidak mampu untuk membiayai perawatan anaknya.  Menurut M Yusuf anaknya sudah deman sejak dua hari terakhir.


Setiap bulannya kondisi anaknya mengalami penurunan berat badan. Karenanya ia sangat berterima kasih kepada pihak Dinkes dan RSUD Batubara yang telah membantu perawatan putrinya.

"Saya tak mampu apalagi jika perawatan anak saya sampai dirujuk ke RS lain. Saya cuma seorang nelayan yang berpenghasilan tak menentu", katanya.

Yusuf mengaku Rahayu sudah dua hari diinapkan di RSUD setelah seminggu menderita demam. Dia menduga putrinya menderita gizi buruk sebab kondisi badannya semakin kurus. Berat badannya berkurang dan kini hanya 6,3 Kg,” katanya seraya berharap melalui perawatan di RSUD anaknya segera mendapat kesembuhan

Sementara Kadis Kesehatan Kabupaten Batubara dr Hj Dewi Chailaty MKes melalui Kabid Yankesmas Khadijah SST MKes didampingi petugas pengamanan Mhd Azhari mengatakan, Rahayu merupakan warga Desa Indra Yaman, Kecamatan Tanjung Tiram, Batubara. Saat ini Rahayu mendapat bantuan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Batubara. Bantuan dimaksudkan berupa biaya perobatan sementara setelah Dinkes bekerjasama dengan pihak RSUD Batubara.     


"Ya, kami akan berupaya membantu, Dinkes akan bekerjasama dengan pihak RSUD untuk perawatan sementara pasien. BPJS-nya masih dalam proses pengurusan oleh pihak Dinkes. Untuk sementara perawatan pasien dititipkan di RSUD," kata Kabid. (syaf/mc/int)


ASAHAN-Penumpang bus Asahan Raya BK 1751 VI yang mengalami musibah kecelakaan lalu-lintas di Jalinsum Asahan-Rantauprapat menjerit histeris. Bus yang mereka tumpangi terbalik setelah dihantam truk Colt Diesel BM 8164 BL, Jumat (28/4) di KM. 176 - 177  Desa Perkebunan Suka Raja, Kecamatan Simpang Empat, Asahan. Akibat insiden ini 11 penumpang mengalami luka-luka.


Warga berkerumun di lokasi bus Asahan Raya yang terbalik s
etelah ditabrak dari belakang oleh truk pengangkut sawit. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, hanya saja 11 penumpang luka-luka.



Informasi diperoleh, kecelakaan ini bermula Bus CV Asahan Raya yang dikemudikan Syaiful Bahri (26) warga Jalan Jeruk, Kelurahan Sentang, Kecamatan Kisaran Timur, Asahan berhenti untuk menurunkan penumpang.

Entah bagaimana bus tersebut ditabrak truk pengangkut sawit yang dikemudikan Ramayana Nata (30) warga Dusun XIII, Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat dari belakang.

"Kronologis kejadiannya, semula truk BM 8164 BL yang dikemudikan Ramayana Nata datang dari arah Medan menuju arah Rantauprapat. Sesampainya di tempat kejadian, diduga supir kurang hati-hati dan tidak konsentrasi serta tidak memperhatikan bus CV Asahan Raya dikemudikan Syaiful Bahri. Akibatnya tabrakan terjadi dan 11 penumpang bus mengalami luka-luka,” terang Kasat Lantas AKP Muhammad Rikki Ramadhan SIK melalui Kanit Laka Lantas Iptu Marojaan Butar Butar, Jumat (28/4).

Lebih lanjut dijelaskan Kanit Laka Lantas, posisi bus sedang berhenti untuk menurunkan penumpang. Tiba-tiba bus ditabrak dari belakang.

"Kami melakukan tindakan pengamanan di TKP dan membawa korban ke klinik Esthomihi Simpang Kawat dan Klinik Azmy Hessa Air Genting. Kami juga telah mengamankan kedua kenderaan sebagai barang bukti," kata Marojaan.

Sementara penumpang bus yang mengaku bernama Sutrisno mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana bus yang ditumpanginya bisa ditabrak. Sepengetahuannya, saat supir berhentik untuk menurunkan penumpang, tiba-tiba bus yang ditumpanginya ditabrak truk dari belakang.

“Tiba-tiba kejadiannya. Saat itu supir bus yang kami tumpangi berhenti mau menurunkan penumpang, tapi langsung ditabrak truk dari belakang. Akibatnya bus yang kami naiki terpental dan terbalik. Kalau melihat kondisi bus yang kami tumpangi, kupikir kami para penumpangnya mati semua,” ucapnya sambil meringis kesakitan menahan sakit akibat luka yang dideritanya. (syaf/int)





Tabel Nama Penumpang Bus Asahan Raya yang Terluka
1. Mahlian (51) Dusun II, Desa Pulau Maria, Kecamatan Teluk Dalam, Asahan
2. Nuraini (45) Dusun I, Desa Sei Alim Ulu, Kecamatan Air Batu, Asahan
3. Sutrisno (50) warga Desa Urung Pane, Kecamatan Setia Janji, Asahan
4. Endang Jumiati (47) warga Dusun I,  Desa Sei Alim Ulu Air Batu, Asahan
5. Nurbayiti (53) warga Dusun V, Desa Air Teluk Hessa, Kecamatan Air Batu, Asahan
6. Tuti Hermawati (51) warga Dusun II Desa Sei Alim Ulu, Kecamatan Air Batu, Asahan
7. Maya Seli (13) warga Dusun IV, Desa Hessa Perlompongan, Kecamatan Air Batu
8. Wina Maulira (12) warga Dusun IV, Desa Hessa Perlompongan, Kecamatan Air Batu, Asahan
9. Rostiana Panjaitan (31) warga Dusun II, Desa Air Teluk Kiri, Kecamatan Air Batu
10. Khaira Sabil (7) warga Dusun II, Desa Air Teluk Kiri, Kecamatan Batu, Asahan
11. Irmayani Sihombing  (27) warga Dusun II Desa Air Teluk Kiri Kecamatan Air Batu, Asahan.



TANJUNGBALAI – Sejak tiga bulan terakhir, sedikitnya 902 orang warga Kota Tanjungbalai yang menderita penyakit infeksi saluran pernapasan atas. Itu sesuai data yang dimiliki Dinas Kesehatan Tanjungbalai.

 ilustrasi.

Kepala seksi pengendalian dan pemberantasan penyakit menular Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai Alidar yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/4) mengatakan, berdasarkan catatan dinas kesehatan mulai bulan Januari hingga Maret tahun 2017, jumlah kasus ispa terus menurun, namun meski demikian penyebaran penyakit ISPA perlu diwaspadai.

“Untuk tiga bulan terakhir tercatat sebanyak 902 warga kita yang terserang penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ispa). Hal ini jauh menurut dari tiga bulan sebelumnya,” kata Alidar.

Menurut Alidar, penyakit ISPA disebabkan faktor cuaca ditambah kondisi lingkungan dan pola hidup masyarakat yang kurang sehat.

“Penyakit gangguan pernapasan ini umumnya di sebabkan karena faktor cuaca yang tidak menentu, seperti halnya sekarang ini sedang peralihan musim. Akibatnya berbagai penyakit akan bermunculan terutama ISPA,” ujarnya.

Selain ISPA, dimusim pancaroba saat ini warga diminta untuk mewaspadai ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit saluran pernafasan atas seperti influenza dan batuk-pilek serta penyakit pencernaan seperti muntaber dan diare.
Untuk mengantisipasi penyakit ini kata Alidar, masyakat diminta untuk senantiasa membudayakan Perilaku Hidup Bersih (PHBS).

“Menjaga pola makan yang teratur agar daya tahan tubuh dapat terjaga dengan baik, serta menjaga kondisi lingkungan sekitar terus tetap bersih, sehingga sirkulasi udara yang dihirup setiap harinya sehat," ujarnya. (syaf/int)

Asahan- Melakukan penipuan,  Heri Supriyanto SH (50) kini mendekam di sel tahanan polisi. 

Tersangka penipu yang ngaku bisa memasukkan orang jadi polisi saat diperiksa petugas.


Dalam menjalankan aksinya tersangka yang merupakan warga Dusun I Desa Sei Kamah, Kecamatan Sei Dadap, Asahan ini mengaku sanggu memasukan dan meloloskan anak korban menjadi anggota Kepolisian.

Informasi diperoleh, dari hasil penipuan tersebut tersangka Heri Supriyanto meraup keuntungan hingga Rp50 juta, namun anak Dairi Rambe  tidak tetap tidak dapat menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia seperti yang diharapkan. 

Kasat Reskrim Polres Asahan AKP.Bayu Putra Samara,SIK yang didampingi kanit jatanras Ipda Khomaini,STK kepada Matatelings.com Kamis (27/4) di ruang kerjanya mengatakan jika warga ingin memasukkan anaknya menjadi siswa Kepolisian saat ini tidak usah melalui calo, ikuti aturan dan maklumat yang dikeluarkan Kapolri. 

Bayu menambahkan, Dairi Rambe warga Sei Kamah yang menginginkan putranya menjadi polisi menjadi korban penipuan. 

Bayu mengatakan, kepada korban tersangka mengaku sanggup menjadikan anak Dairi Rambe menjadi anggota polisi dengan syarat ada sejumlah uang administrasi untuk mengurusnya.

Kasat reskrim AKP.Bayu Putra Samara, SIK juga mengatakan  modus penipuan yang dilakukan oleh tersangka Heri Supriyanto SH tergolong usang. Dia melakukan tindak pidana penipuan tersebut pada Kamis (3/9) lalu sekira pukul 20.30 WIB. 

Saat itu tersangka mendatangi korban di rumahnya dengan bujuk rayu serta mengatakan sanggup meluluskan anak Dairi Rambe jadi polisi asal ada pendampingnya berupa uang.

Korban yang sudah kepingin anaknya menjadi polisi lalu memberikan uang administrasi untuk pengurusannya sebesar Rp50 juta. Setelah uang diterima tersangka, anak korban gagal menjadi polisi, dan tersangka menghilang, karena kesal dengan ulah tersangka, selanjutnya korban membuat pengaduan dengan nomor LP/619/VIII/2016/SU/Res.Asahan.

Berdasarkan laporan tersebut selama dua tahun lebih Sat.Reskrim melakukan pencarian terhadap tersangka dimaksud, namun tidak berhasil. 

Namun polisi mendapat kabar tentang keberadaan tersangka, Sat Reskrim Polres Asahan langsung menugaskan unit Jatanras untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka.

"Tersangka Heri Supriyanto dapat kami bekuk pada Sabtu (22/04) sekira pukul 15.30 wib di rumah adik terlapor yang berada di Desa Sei Kamah Baru, Kecamatan Sei Dadap, Asahan," katanya.

Dari hasil pemeriksaan tersangka mengakui perbuatannya dan dianya juga tidak pernah mengurus anak korban sesuai dengan janjinya, uang sebanyak Rp50 juta yang diserahkan korban kepadanya telah habis untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, terhadap tersangka dapat dijerat dengan pasal 378 subs pasal 372 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara, saat ini tersangka sudah mendekam dalam rumah tahanan polisi di Mapolres Asahan. (syaf/mtc/int)

TANJUNGBALAI-Walikota Tanjungbalai, Muhammad Syarial SH MH raih penghargaan dan penganugerahan piagam sebagai walikota termuda di Indonesia dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Walikota Tanjungbalai Syahrial dan istri saat menerima penghargaan MURI

Penyerahan penghargaan berlangsung, Kamis (27/4) di Balairung Jaya Suprana Institue Jakarta pada acara urung rembuk kelirumologi, Syahrial yang terpilih dalam usia muda 27 tahun saat dilantik 17 Februari 2016 oleh Gubernur Sumatra Utara Tengku Hery Nuradi di Lapangan Merdeka Medan.

Acara pelantikan yang diakomodir secara gelobal yakni Walikota beserta Bupati yang terpilih saat itu. Sedangkan Syahrial sempat menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanjungbalai.
Syahrial maju lewat jalur independen menjadi Walikota Tanjungbalai dengan berpasangan seorang tokoh pendidik Drs H Ismail Marpaung pada pemilukada tahun 2015 dan terpilih menjadi Walikota Tanjungbalai masa periode tahun 2016 s/d 2021

“Saya ucapkan terima kasih kepada MURI yang memilih saya sebagai walikota termuda se-Indonesia. Hal ini menjadi motivasi bagi saya untuk bekerja lebih baik dan penuh semangat,” ujar Walikota di sela acara pelaksanaan pekerjaan proyek NUSP yang berlangsung, Selasa (25/4) di aula I lantai II Kator Walikota Tanjungbalai.

Sebagai kepala daerah, Syahrial medukung program yang dilakukan tahun 2016 dan 2017. Mudah-mudahan tahun ini pembangunan infrastruktur dan lainnya dapat terlaksana dengan baik. “Jika mutu pekerjaan itu bagus dan bisa dinikmati hingga anak cucu, tentulah perintah daerah dan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat percaya dengan Pemerintah Tanjungbalai,” ujarnya.

Ada 31 kelurahan di 6 Kecamatan se Kota Tanjungbalai tidak ada perobahan seperti tahun kemarin NUSP terus mendapatkan kucuran dana untuk membangunan daerah kawasan kumuh kepada 15 BKM. Hendaknya yang mendapatkan kegiatan itu dapat membangun daerahnya sebaik mungkin. Masih ada drainase yang belum terbangun, dapat dilanjutkan. Terhadap masyarakat jangan buang sampah pada drainase, karena air tidak mengalir akibat tumpat.

Bayangkan Rp1 miliar untuk 1 BKM. Berarti pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp15 miliar itu dapat dipertanggungjawabkan bersama. Uang itukan uang negara dan digunakan untuk membangun daerah agar lebih baik lagi. “Saya berharap kepada Camat, Lurah, BKM dapat besenerji dalam pelaksanaan kegiatan itu nantinya,” imbaunya. (syaf/int)




TANJUNGBALAI-Ribuan rumah warga di Kota Tanjungbalai terendam air. Hal itu terjadi akibat air laut pasang, Kamis (27/4) sejak pukul 16.00 WIB hingga 19 .00 WIB, Akibatnya, sejumlah ruas jalan utama di inti Kota Tanjungbalai tergenang air setinggi 30 centimeter.


Banjir yang melanda salah satu ruas jalan di Kota Tanjungbalai


Banjir rob tak hanya merendam sejumlah ruas jalan inti kota juga menggenangi pemukiman warga. Sedikitnya da 1.000 rumah warga yang tergenang air.

Menurut Faisal (39), seorang warga Kecamatan Tanjungbalai Selatan mengatakan, permukiman warga yang berada di kawasan inti kota memang kerap menjadi langganan banjir rob saat gelombang air laut naik. Akibatnya, banyak perabotan rumah tangga yang rusak terendam air laut.

"Sudah dua hari pasang air laut naik,” katanya.

Saat ini ketinggian air laut yang naik sudah mencapai  40 centimeter, dan sudah mulai mengganggu aktivitas warga.

                    
       
Warga membersihkan rumahnya yang terendam air akibat banjir.


"Kerja ekstra, karena kami harus menimba air dan membersihkan rumah dari genangan air yang masuk," ucap Ridwan.

Ridwan berharap pemerintah menyikapi banjir yang sudah sering terjadi akibat air laut pasang.

Hal sama juga dikatakan Joni warga Pulau Simardan. Menurut Joni, banjir rob yang merendam Kota Tanjungbalai merupakan sesuatu yang patut disikapi serius oleh Pemko Tanjungbalai.


“Mesti pemerintah mencari solusi untuk mengatasinya karena ini mengganggu  aktivitas warga. Sudah layak dibangun tanggul dan perbaikan drainase agar banjir tidak mengganggu aktivitas warga," ujarnya. (syaf/int)

SIMALUNGUN-Kasus adik bunuh abang kandung di Dusun Marjandi Dolog, Nagori Silau Huluan, Kecamatan Raya, Simalungun terus menjadi perbincangan warga. Tersangka aksi sadis ini Pendiaman Damanik sendiri mengaku tak menyesal telah membunuh abang kandungnya sendiri.


Tersangka pembunuh abang kandungnya saat berada di kantor polisi

Menurut ayah dari enam anak tersebut, selama ini ia memang sudah menyimpan dendam terhadap korban.
“Aku tidak menyesal! Dendamku sudah berkarat, jadi aku tidak menyesal,” ujar Pendiaman.

Dia menambahkan, selama ini korban memang kerap menghina istrinya dengan perkataan yang tidak pantas. “Lalapnya dia menghina istriku dengan sebutan lon***. Sebelumnya pun kami sudah pernah didamaikan personel Polsek Raya dan warga kampung karena perselisihan antara abang dan adik.
Menurut Pendiaman, perselisihan di antara mereka bahkan sudah tiga kali terjadi. “Sudah tiga kalilah. Tapi tetap saja dia mengejek istriku,” tukasnya.

Sementara itu, Rabu (26/4) sekira pukul 07.00 WIB, jenazah Saudin Damanik diotopsi di Instalasi Jenazah dan Kedokteran Forensik RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar. Otopsi berlangsung hingga pukul 10.30 WIB. Setelah proses otopsi, oleh keluarganya, jenazah Saudin dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Kepada wartawan, Kepala Instalasi Jenazah, Dr Reinhard Hutahaean membeberkan bahwa pada tulang tengkorak bagian sebelah kiri korban mengalami pecah. Hal itu diakibatkan oleh trauma tumpul secara berulang-ulang. “Bukan benda tajam, tapi benda tumpul,” katanya.
Selain itu, warga Huta Marjandi Dolok, Nagori Siluluan, Kecamatan Raya, ini juga mengalami luka memar di bagian punggung sebelah kiri, serta luka-luka lecet di bagian wajah, tangan dan kaki.

Saat ditanya apakah ada luka akibat benda tajam yang ditemukan di bagian kepala Saudin, Reinhard tidak membenarkannya. “Nggak ada. Yang pasti penyebab kematiannya karena pecahnya sisi kiri tulang tengkorak itu,” ungkapnya.

Masih di lokasi yang sama, Iptu RS Purba, salah seorang anggota keluarga Saudin mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi hanya karena masalah keluarga.

“Biasalah masalah keluarga, abang beradiknya korban sama pelaku ini. Sudah lama mereka ribut-ribut. Mungkin saking emosinya, makanya jadi seperti gitu,” ujarnya.

Kepala Unit (Kanit) Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Siantar ini menambahkan bahwa korban dan pelaku tinggal di lokasi yang sama. “Samping-sampingan rumah mereka, makanya TKP-nya kan di dekat rumah mereka itu,” imbuhnya. (syaf/pjc/int)


Butuh Uluran Tangan Para Dermawan

SIANTAR-Akibat virus yang pecah di bagian otak membuat, Badila Susanti Sinaga (10) siswi SD asal Kota Pematangsiantar yang terkenal periang dan cerdas sudah 5 hari koma. Saat ini ia masih terkulai lemas hingga di Rumah Sakit Setia Budi, Jalan Masjid dan membutuhkan uluran tangan para dermawan.

Informasi diperoleh, Badila pada bulan Maret 2017 lalu terserang virus DBD. Oleh ibunya, dibawa ke Rumah Sakit di Pematangsiantar, karena mengingat biaya yang cukup tinggi, Badila hanya lima hari dirawat dan orangtuanya membawa Badila pulang.
Berselang seminggu, abangnya Badila, Raehan (12) gantian diserang DBD. Mendengar abangnya masuk rumah sakit, kemungkinan Badila shock, tiba-tiba Badila juga pingsan dan koma selama 5 hari.

Diagnosa dokter untuk Badila ternyata ada virus di otaknya yang mengakibatkan pecah pembuluh darah di otaknya. Untuk penanganan secepatnya Badila harus di operasi di Rumah Sakit Setia Budi, Jalan Masjid, Kelurahan Tanjung Rejo, dengan estimasi biaya Rp100.000.000 sampai Rp150.000.000.

"Badila dan keluarga saat ini belum memiliki BPJS atau juga belum memiliki jaminan kesehatan apapun," ungkap Kurniawan selaku paman Badila, Kamis (27/4).
Disebutkan Andre Hataran Sinaga ayah kandung Badila, saat ini ia tidak memiliki pekerjaan karena sedang sakit. Sedang ibunya Badila, Chairina Harahap hanya pelatih senam yang tidak tetap. Mereka mengontrak di sebuah rumah di Pematangsiantar. Kondisi mereka sama sekali tidak memiliki simpanan uang lagi untuk membayar kebutuhan rumah sakit.

"Mereka sangat membutuhkan bantuan kita. Jika Bapak/Ibu berkesempatan membantunya, pihak keluarga sangat harapkan partisipasinya untuk menolong kesulitan ini. Seberapapun, pasti akan sangat berarti untuk mereka," sebut Kurniawan sembari meminta bantuan donatur.


"Terima kasih banyak atas perhatian dan bantuan Bapak/Ibu. Semoga Allah SWT balas dengan kebaikan yang berlipat banyaknya. Mohon doanya agar Badila sehat dan ceria seperti sedia kala. Donasi Badila langsung ke rekening Bank Mandiri 1070005456324 atas nama Chairina Harahap, ibunya Badila," akunya. (syaf/mtc/int)

Simalungun-Sebanyak 10 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus bentrokan di Simalungun, Rabu (26/4).
Puluhan warga yang diamankan akibat bentrok. 
Dalam kasus ini polisi menetapkan 10 orang jadi tersangka.


Polres Simalungun telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka pasca bentrok warga Nagori Cingkes dengan Nagori Bawang, Kecamatan Dolok Silou, Kabupaten Simalungun pada Minggu (23/4) lalu.

Sedangkan sisanya, sebanyak 58 orang warga Nagori Cingkes dan Nagori Bawang telah dipulangkan, pada Selasa (25/4) sekira jam 19.30 Wib, setelah sebelumnya diambil keterangan sebagai saksi oleh Satuan Reskrim.

Adapun nama 58 orang yang dipulangkan tersebut yakni, Lakonta Ginting, Bromon Tarigan, Jupri Adigit, Edi Ginting, Pesor Sembiring, Rio Pratama Barus, Fredy Ginting, Sukses Tarigan, Elfandri Sembiring, Ardi Kayama Ginting, Joki Saputra Barus.

Kemudian, Adebra Tarigan, Suking Sembiring, Tadita Tarigan, Harmonista Sitepu, Edi Lorensius Ginting, Bahrun Tarigan, Ngumbong Sembiring, Viktorria Sembiring, Kana Ginting, Hendri Tarigan, Doyan Tarigan, Danarson Ginting, Adventus Ginting, Josi Sembiring, Fernanda Sembiring.

Selanjutnya, Ruddes Frido Ginting, Aldrianson Sembiring, Maradona Sembiring, Andre Pradana Ginting, Egia Hogita Ginting, Finche Brianta Peranginangin, Parlindungan Ginting, Abolivo Tarigan, Gordon Tarigan, Saputra Tarigan, Ahok Ginting, Wiro Parlindungan Tarigan, Rayat Ginting.

Erikson Sitepu, Robinson Ginting, Emos Ginting, Delianson Tarigan, Andi Gainidi Ginting, Ronald Tarigan, Deri Firansen Tarigan, Holmes Barus, Langsat Tarigan, Andreas Teopilus Tarigan, Seplin Darwista Sitepu, Maklinsan Tolik Sembiring, Iro Antonimus Peranginangin, Adinan Tarigan, Rendy Tarigan, Balsen Tarigan, Leonardo Peranginangin, Bobiripai Sembiring, dan Samsudin Tarigan.

Hadir dalam pelepasan warga, Kapolres Simalungun AKBP M Liberty Panjaitan SIK MH, Wakapolres Kompol Zainuddin SAG, Kabag Ops Kompol Edi B Sinaga, Kasat Intelkam AKP R Sihotang, Kasat Binmas AKP T Sitepu, KBO Reskrim Iptu S Pinem, KBO Intelkam Iptu Y Siregar, Pangulu Nagori Cingkes Hamid Tarigan dan Pangulu Nagori Bawang Pilemon Sembiring.

Dalam arahannya, Kapolres Simalungun, AKBP M Liberty Panjaitan SIK MH menyampaikan harapan agar dua warga nagori yang sempat bentrok kembali kompak, serta mengajak untuk memerangi narkoba di Kecamatan Dolok Silou.

 “Masyarakat harus menjaga kekompakan dan kami mengajak untuk memerangi narkoba,” ujarnya.

Sedangkan untuk 9 dari 10 orang warga Nagori Cingkes yang positif menggunakan narkoba pada saat ditest urine sesuai kesepakatan atau perjanjian yang telah dibuat akan dibina langsung oleh Pangulu Nagori Cingkes. Lalu 1 orang sisanya sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Sesuai dari hasil pemeriksaan penyidik, telah ditetapkan 10 orang sebagai tersangka yakni, Rinaldi Ginting (21), Namendra Gunawan Tarigan (31), Bapo Tarigan (35), Samion Peranginangin (37), Hamka Sembiring (32), Johy Ardi Tarigan (27), Rio Efender Sembiring (22), Sandi Ginting, Rokki Tiopilus Tarigan (19), dan Opra Diky Sembiring (19).Semua tersangka adalah warga Kampung Cingkes Nagori Cingkes, Kecamatan Dolok Silou.

Kasubbag Humas Polres Simalungun, AKP Jarait Sinaga kepada media, Rabu (26/4) jam 08.30 Wib mengatakan, ke-10 tersangka dijerat dengan Pasal Pengrusakan atau melakukan pembakaran secara bersama-sama. “Mereka dijerat dengan pasal pengrusakan atau pembakaran secara bersama-sama,” ujar Sinaga.

Terkait penambahan jumlah yang diamankan, Jarait menyebut pada pagi harinya polisi kembali mengamankan beberapa lagi pelaku. (syaf/mtc/int)


Belawan-Gara-gara menolak diajak bobok bareng, perempuan 25 tahun ini dipukuli selingkuhannya. 



Kasus penganiayaan ibu satu anak asal Lorong V, Kelurahan Bagan Deli Belawan, Kecamatan Medan Belawan ini menghebohkan warga.

Ibu rumah tangga (IRT) tersebut diketahui bernama Jamila. Sang kepling terpaksa memboyong Jamila dan pasangan selingkuhannya, Zulkifli ke Polsek Belawan, Rabu (26/4).

Sambil mengendong anaknya, Jamila berkisah kepada petugas. Pagi itu Jamila beranjak dari rumahnya ingin belanja ke Pasar Kapuas, Belawan. Saat mau berangkat, pria 45 tahun yang merupakan selingkuhan Jamila datang ke rumahnya.

Memang, Jamila dan Zulkifli saling bertetangga. Di depan rumah itu, Zulkifli mengajak Jamila bobok lagi. Bisa jadi, Zulkifli sudah kebelet pengen 'gituan'. Hanya saja Jamila menolak. Dengan alasan mau belanja kebutuhan dapur. Mendengar alasan Jamila, malah Zulkifli marah-marah. Pasalnya, Zulkifli tak bisa melampiaskan konaknya yang sudah di ubun-ubun itu.

Bogem mentah mengarah ke tubuh Jamila. Dan aksi Zulkifli disaksikan anak Jamila yang saat itu berada di gendongannya. Jamila langsung kabur sembari menjerit. Bersamaan, muspika setempat sedang menggelar penertiban. Terkejut mendengar teriakan Jamila, muspika setempat termasuk Kepling coba melerai.

Camat Medan Belawan Ahmat yang melihat langsung menanyai korban yang telah mengalami luka di wajahnya. Pun begitu amuk Zulkifli belum mereda. Pas tinjunya kembali ke wajah Jamila, sang Kepling setempat menangkap tangan Zulkifli. Alhasil, pasangan selingkuh itu pun diboyong beramai-ramai ke Polsek Belawan.

Kapolsek Belawan Kompol Edi Suprianto memerintahkan anggota untuk menerima pengaduan korban. Sementara tersangka langsung dijebloskan ke dalam sel Mapolsek Belawan. (syaf/mtc/int)



Simalungun-Warga Kampung Marjandi Dolok, Nagori Silou Huluan, Kecamatan Raya, Simalungun heboh. Saudin Damanik (63) tewas setelah dihajar adiknya Pendiaman Damanik (48) pakai batang kayu kopi.


Peristiwa itu terjadi Rabu (26/4) jam 07.00 wib, diawali saat istri Pendiaman Damanik, Mina br Sirait (55) keluar dari sisi kiri rumah untuk buang air kecil.
Saat bersamaan Saudin yang rumahnya bersebelahan dengan Pendiaman, kebetulan sedang berada di halaman rumah adiknya itu sehabis pulang dari kedai tuak.

Kemudian, dengan suara meninggi Saudin membentak Mina br Sirait, 

“Tuechhhh lo**e!!”. Mendengar suara ribut di luar, Pendiaman Damanik langsung keluar rumah sembari bertanya kepada istrinya.

“Ada apa itu Ma.”
Kemudian, sang istri mengadu, “Dibilangnya aku lo**e!”. 

Mendengar ucapan seperti itu, Pendiaman menyuruh istrinya masuk.

 “Sudahlah Ma, masuklah kau ke rumah,” pinta Pendiaman kepada istrinya.
Ketika sang istri, Mina br Sirait masuk ke rumah yang berbentuk panggung, Pendiaman terus memperhatikan gerakan Saudin yang saat itu masuk ke rumahnya.


Kemudian, Saudin tiba-tiba keluar lagi dari pintu belakang dengan membawa sebilah parang lalu membacok dinding dapur rumah Pendiaman.

Disaat Saudin membacokkan sebilah golok, Pendiaman menduga bahwa korban hendak membunuh istri dan keluarganya. Kemudian, Pendiaman mendatangi abang kandungnya yang berada di belakang rumahnya mereka itu.

Selanjutnya, Pendiaman mengambil sebatang kayu kopi dari belakang rumahnya. Saat itu juga Saudin Damanik menghunuskan parangnya ke arah Pendiaman, namun dengan cepat, Pendiaman menyambutnya dengan memukulkan batang kayu kopi ke leher Saudin.

 Selanjutnya, pendiaman memukulkan kepala belakang korban sampai berdarah-darah.

Saudin Damanik akhirnya tersungkur bersimpah darah. Selang beberapa detik kemudian Saudin berusaha bangkit, tapi Pendiaman tak memberi ampun dan kembali memukul bagian belakang kepala abang kandungnya berulang-ulang dangan sekuat tenaga, hingga akhirnya Saudin roboh bersimbah darah dengan kondisi telungkup sambil memegang parang di tangan kanan.


Setelah itu Pendiaman masuk ke rumah menemui istrinya. 

“Ma, kasih tahu sama Gamut (Kepala Dusun), sudah kumatikan si Saudin,” perintah Pendiaman kepada istrinya. Kemudian, Mina sang istri pergi ke rumah Gamut dan memberitahukan peristiwa pembunuhan yang dilakukan suaminya terhadap abang kandung sendiri.

Setelah kejadian itu, Pendiaman Damanik masih tetap berada di rumahnya sambil tetap memegang potongan kayu kopi sepanjang dua meter yang masih berdarah. Selanjutnya, Gamot, Chandra Saragih langsung menghubungi pihak Polsek Raya Resort Simalungun.

Kapolsek Raya AKP Leston Siregar saat dikonfirmasi, Rabu (26/4) sekira jam 11.35 wib, membenarkan perisitwa tersebut dan pelaku sudah diamankan bersama barang bukti sepotong kayu jenis kopi dan sebilah parang dengan panjang 40 Cm bergagang kayu.

Sementara jenazah Saudin Damanik dievakuasi ke RSUD Djasamen Saragih Kota Siantar dan pihaknya saat ini masih memintai keterangan beberapa saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.

Sedangkan tersangka dijerat melanggar Pasal 338 subsider pasal 351 ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kepala Forensik dr Reinhard JD Hutahean SH SpF dikonfirmasi menyatakan, otopsi itu berlangsung sekitar tiga jam. Dari hasil otopsi itu ditemukan tulang tengkorak kepala mengalami retak yang diakibatkan trauma tumpul. Penyebab kematian Saudin itu akibat terjadinya pendarahan di tengkorak kepala.

“Penyebab meninggalnya Saudin Damanik itu akibat pendarahan di tengkorak kepala. Tidak ada tanda luka-luka lainnya ditemukan di tubuh Saudin. Jadi kami tidak melakukan pemeriksaan lainnya karena sudah diketahui penyebab kematiannya. Mayat Saudin sudah dibawa pulang keluarganya setelah diformalin,” ujar Reinhard. (syaf/mtc.int)


ASAHAN-Akibat terlindas ban belakang dum truk, Sri Wahyuni Luthfiah (10) harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Swasta Setio Husodo, Asahan. Sri mengalami luka koyak di bagian pahanya.


Informasi diperoleh, peristiwa naas yang dialami bocah malang yang merupakan warga Jalan Kacang No 1, Kelurahan Siumbut-umbut, Kecamatan Kisaran Timur terjadi, Rabu (26/4) di Jalan Kacang, Kelurahan Siumbut Baru, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan.
"Peristiwa terjadi sore hari saat Sri sedang bersepeda di dekat rumahnya," ujar Kasat Lantas AKP Muhammad Rikki Ramadhan SIK melalui Kanit Laka Lantas Iptu Marojaan Butar Butar.

Diceritakan Kanit Laka Lantas Iptu Marojaan Butar Butar kronologis kejadian, semula dump truk BK 8425 XV yang di kemudikan M Hamdani (24) warga Dusun VI, Desa Danau Sijabut, Kecamatan Air melaju dari arah Jalan Setia Budi. Tiba di TKP truk berbelok ke kiri ke Jalan Kacang. Saat bersamaan dari arah sebelah kiri korban yang menaiki sepeda dayung melintas. Sehigga ban belakang sebelah kiri truk menabrak sepeda dayung yang dinaiki korban dan mengakibatkan sepeda dayung terjatuh dan korban mengalami luka yang cukup serius.


"Harapan saya, kepada orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya saat bermain meski di sekitar rumah. Meski lokasi tempat bermain jarang melintas kenderaan bermotor baik roda dua maupun lebih," kata Kanit Laka Lantas. (syaf/int)

TANJUNGBALAI- Berdalih agar tidak melakukan aksi demonstrasi, mahasiswa Universitas Asahan (UNA) peras seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tanjungbalai.

Mahasiswa yang diringkus karena memeras pejabat 
Disperindag Tanjungbalai dipaksa masuk ke dalam mobil. 


Informasi diperoleh, mahasiswa UNA yang diringkus polisi yakni MI (21), IR (21) dan AS. Ketiganya warga Kota Tanjungbalai. Ketiga tersangka diamankan didua tempat yang berbeda. Pertama kali petugas mengamankan MI dan IR, Selasa (25/4) sekira pukul 21.00 WIB di depan SPBU Jalan Sudirman, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai.

 Keduanya diringkus usai melakukan pemerasan kepada PNS di Dinas Perindustrian. Kemudian petugas melakukan pengembangan dan mengamankan AS yang saat itu akan menjenguk MI di depan Polres Tanjungbalai.

Menurut Kapolres Tanjungbalai AKBP Tri Setyadi Artono SH SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Yayang Risky Pratama SIK ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/4) mengungkapkan penangkapan terhadap ketiganya berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan selama hampir satu bulan.

Dikatanya, dalam kasus ini, MI sebagai ketua lembaga DPP Poros Aktivis Tanjungbalai melakukan pemerasan terhadap DY seorang PNS dinas Perindustrian dan Perdangangan yang mereka laporkan atas dugaan kasus korupsi.

"MI dalam hal ini meminta sejumlah uang kepada DY. Di mana awalnya MI meminta uang sebesar Rp15 juta, kemudian Rp10 juta hingga Rp7 juta agar aksi demo mereka tidak berlanjut. Dalam dua kali pertemuan yang dilakukan MI dan DY yang dimediatori oleh AS akhirnya tadi malam kita tangkap," ujarnya.

Dari tangan MI petugas menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp3 juta serta handphone. Berdasarkan hasil pemeriksaan MI telah ditetapkan sebagai tersangka sendangkan IR dan AS masih sebagai saksi.

 "Atas perbuatanya MI dijerat dengan pasal 369 KUHP Tentang Pemerasan dengan ancaman 9 tahun penjara," ucapnya. (syaf/int)


KISARANUgal-ugalan di jalan raya, sepedamotor Honda Supra Fit BK 2180 ZF  yang dikemudikan Nujul Rahman Sianipar (19) menabrak truk colt diesel, Senin (24/4).  Akibat insiden itu Nujul tewas di lokasi kejadian.


Informasi diperoleh, sepedamotor Supra Fit yang dikemudikan korban menabrak samping mobil Colt Diesel. Akibatnya pengemudi terlempar jauh dan meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara di jalan umum Silo Baru Air Joman, tepatnya di  Dusun IX Desa Silo Baru Kecamatan Silaut Laut.

Korban yang merupakan warga Dusun I Desa Silo Baru Kecamatan Silau Laut menabrak mobil barang truk Cold Diesel dengan Nopol BK 8604 YH dikemudikan Nazarudin (51), warga Dusun II Desa Banjar Kecamatan Air Joman.

Diceritakan Kasat Lantas AKP Muhammad Rikki Ramadhan SIK melalui Kanit Laka Lantas Iptu Marojaan Butarbutar, bahwa sepeda motor datang dari arah Silo Baru menuju Air Joman dengan kecepatan tinggi. 

“Pada saat posisi jalan menikung ke kanan, dari arah Silo Baru terlalu ke kanan sehingga menabrak bagian depan sebelah kanan Cold Diesel,” ujar Iptu Marojaan Butarbutar, Selasa (25/4).

Lebih lanjut dikatakan Kanit Laka Lantas peristiwa terjadi sekira pukul 21.00 WIB. “Pengemudi sepedamotor menghantam pada kaca lampu sent dan kaca lampu spion, sehingga pengendara sepedamotor terpental di badan jalan hingga terjatuh di beram jalan sebelah kiri dari arah Silo Baru menuju Air Joman. Pengendara sepedamotor meninggal di tempat terjadinya kecelakaan,” terang Iptu Marojaan Butarbutar.

Usai korban dibawa ke Puskesmas, jenazah langsung dibawa ke rumah duka. “Supir Colt Diesel dan kedua kendaraan kita amankan untuk keperluan pemeriksaan dan barang bukti,” ucapnya. (syaf/mtc/int)

Nias- Terkait beredarnya video mesum yang diduga dilakoni oleh oknum PNS di Nias membuat Bupati Nias Utara Marselinus Ingati Nazara kaget saat.


Karena video mesum berdurasi 08.07 diduga oknum PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) dan selingkuhannya membuat heboh masyarakat di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara pada Selasa (25/4).

 "Saya betul-betul terkejut karena baru pagi ini mendengar informasi itu," ungkapnya, Selasa (25/4).

Menurut Ingati, informasi beredarnya video mesum yang diduga dilakoni oleh oknum ASN, akan dilakukan klarifikasi secara internal terlebih dahulu untuk memastikan kebenaran video tersebut. "Akan kita lakukan langkah klarifikasi awal melalui pengawasan internal," kata Ingati.

Bupati Nias Utara, memastikan bahwa bila perbuatan asusila oknum ASN Nias Utara tersebut benar maka akan ditindak hingga dilakukan pencopotan dari pegawai sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kita lihat dulu tingkat pelanggarannya, soal pencopotan maka kita lakukan klarifikasi internal," tegasnya. (syaf/okc/int)


Nias-Citra Pegawai Negeri Sipil (PNS) rusak gara-gara ulah oknum PNS di Nias Utara. Ia terekam sedang bermesum ria dengan selingkuhannya di salah satu hotel kawasan Gunung Sitoli, Selasa (25/4), video berdurasi 08.07 menit itu telah tersebar ke masyarakat luas.

Adegan mesum itu diduga adalah YN. Keduanya tampak bugil dan melakukan hubungan layaknya suami istri.  Hanya saja, info beredar adengan itu sengaja direkam seseorang yang hingga kini belum diketahui identitasnya. 

Yasidhu salah satu tokoh masyarakat setempat meminta pihak Polres Nias segera mengusut kasus beredarnya video mesum diduga oknum PNS di Nias Utara.

"Saya kira polisi harus bertindak cepat mengusut beredarnya video mesum tersebut. Kan orang yang diduga mirip dengan pelaku di dalam video bisa diklarifikasi, hotelnya bisa diperiksa dan pelaku penyebar video juga bisa dilacak oleh tim cyber crime. Ini harus segera dilakukan agar semuanya jelas," tandas Yasidhu. (syaf/mtc/int)


Simalungun-Personel sat Reskrim Polsek Parapat meringkus tiga tersangka penjual bayi. Bayi malang itu dijual dengan harga Rp7,5 juta. Salah satu tersangka adalah ibu kandung su bayi. Saat ini ktiganya diserahkan ke Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Simalungun. 
Tersangka penjual bayi saat berada di kantor polisi

Ketiga tersangka yakni Ayu Fatima boru Nababan ibu kandung bayi, Wenderi Sigiro dan Demsi boru Manurung alias Mak Riko.
Informasi diperoleh, Selasa (25/4), penangkapan terhadap ketiga tersangka bermula, Kamis (20/4). Saat itu seorang wanita mengaku bernama Eva boru Lubis memberikan informasi secara lisan kepada Polsek Parapat tentang adanya rekan kerjanya Ayu Fatma boru Nababan yang memiliki anak kelahiran 26 Maret 2017 di tempat bidan Boru Purba di Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.

Setelah dilahirkan, Eva merasa iba dengan kondisi bayi tersebut dan menawarkan supaya Ayu merawat bayi tersebut. Namun, Ayu mengaku tidak mampu mengurus bayi tersebut dan itu disampaikannnya kepada seseorang bernama Wenderi Sigiro.

Mendengar itu Sigiro memberi informasi kepada Mak Riko yang justru menawarkan bayi tersebut kepada keluarganya bermarga Silalahi di Jakarta.

Selanjutnya, Silalahi menghubungi kakak iparnya bermarga Manihuruk yang tinggal di Papua yang akhirnya memberitahukannya lagi kepada kakaknya yang tinggal di Tebingtinggi.
Merasa tertarik ingin membeli bayi itu, kakak Manihuruk menghubungi Mak Riko. 

Tetapi merasa bingung bagaimana untuk membeli bayi itu, Mak Riko memberitahukan kepada saudaranya di Kota Tebingtinggi sehingga saudaranya yang ternyata istri seorang personil Polisi di Polres Tebingtinggi itu datang ke Kota Parapat menumpang bus CV Sejahtera.

Tepat hari, Jumat (7/4) sekira jam 10.00 Wib Yuliana boru Nababan kakak kandung Ayu Fatima boru Nababan dan Duma boru Girsang ke rumah Eva untuk meminta bayi tersebut.

Setelah bayi diambil, Yuliana Sigiro dan Mak Riko berangkat membawa ke parkiran Pesanggrahan Soekarno di Kota Parapat menemui istri polisi bermarga Manihuruk yang datang dari Kota Tebingtinggi untuk menjual bayi dengtan harga yang sudah disepakati Rp7,5 juta.

Setelah melakukan transaksi, Yuliana Sigiro dan Mal Riko mengantarkan istri polisi bermarga Manihuruk dan bayi itu ke Tebingtinggi menumpang taksi kemudian keduanya pulang ke Kota Parapat.

Selanjutnya, Selasa (11/4) bayi itu dijemput keluarga Manihuruk di Kota Tebing Tinggi. 

“Hingga saat ini tersangka lainnya masih tahap penyelidikkan,” katMinggu (24/4) jam 13.00 wib.a Kapolsek Parapat AKP Hitler Sihombing. (syaf/mc/int)

Powered by Blogger.