Asahan- Akibat tertipu agen perjalanan, sebanyak 43 warga negara asing asal Bangladesh terdampar di dalam areal perkebunan kelapa di Dusun II, Desa Sei Pasir, Kecamatan Sei Kepayang, Asahan, Jumat (31/3) sekira pukul 23.00 WIB.

Informasi diperoleh, kebun itu milik M Yunus alias Ucok (40). Kapolsek Sei Kepayang AKP Eri Prasetyo, Sabtu (1/4) membenarkan adanya 43 WNA asal Bangladesh yang berada di wilayah hukum Polsek Sei Kepayang.

"Saat ini kesemua WNA tersebut sudah kami serahkan kepihak Imigrasi yang berada di Tanjungbalai," ujarnya.

Eri Prasetyo menambahkan, WNA asal Banglades tersebut sebenarnya hendak ke Malaysia, dan mereka juga telah membayar ongkos perjalanan sebesar Rp40 juta dari Banglades tujuan Malaysia pada tanggal 17 Maret 2017 lalu sekira pukul 20.00 WIB dengan menumpang pesawat terbang. Namun oleh agen yang memberangkatkannya mereka diterbangkan bukan ke Malaysia melainkan ke Jakarta.

"WNA asal Bangladesh tersebut dalam dokumennya tercatat sebagai wisatawan," terangnya.

Selanjutnya pada tanggal 18 Maret 2017 sekira pukul 13.00 Wib dari bandara di Jakarta mereka ditampung oleh agen yang berada di Jakarta. Lalu diberangkatkan ke Pakanbaru melalui jalur darat dengan menggunakan jasa bus angkutan penumpang umum. Pada Minggu (26/3/2017) sekira pukul 05.00 WIB, agen perjalanan memberangkat WNA asal Bangladesh melalui jalur darat ke Tanjungbalai, Sumatera Utara.

                           

"Sampai di Tanjung Balai, WNA tersebut diantar oleh seseorang yang masih dalam penyelidikan kami menuju ke areal perkebunan kelapa milik M.Yunus alias Ucok, dan semua WNA tersebut sempat bermalam selama tiga hari di dalam areal kebun kelapa itu," papar Eri.

Kamis (30/3) sekira pukul 05.00 WIB, semua WNA diberangkatkan menuju Malaysia dengan menggunakan kapal tongkang. Dalam perjalanan di tengah laut semua WNA tersebut berontak dan menuntut uang dikembalikan karena dalam perjanjiannya mereka diberangkatkan dengan menggunakan jasa angkutan penerbangan bukan dengan kapal tongkang dan jalan darat.

Dengan adanya keributan di tengah laut, nahkoda kapal tongkang memutar haluan kembali lagi ke sei kepayang.

"Saat ini terhadap seluruh WNA tersebut sudah kami serahkan ke pihak imigrasi yang selanjutnya mereka akan dipulangkan ke negara asal. Mereka merupakan korban penipuan agen perjalanan sejak dari keberangkatan di Bangladesh hingga mereka berada di sini. Saat ini kami sedak lidik adanya keterlibatan warga Sei kepayang dalam perkara ini," ucapnya. (syaf/mtc/int)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.