Aduh, Biaya Ambulans Mahal, Mayat Bayi Dibawah Ibunya Pakai Tas


BENGKULU - Keluarga pasien yang membawa jenazah bayi ke dalam tas pakaian dengan menggunakan jasa travel lantaran tidak memiliki biaya untuk membayar jasa mobil ambulans di rumah sakit umum daerah (RSUD) M Yunus sebesar Rp3,2 juta, langsung ditanggapi oleh Plt Direktur RSUD M Yunus Bengkulu, Zulki Maulub.



Zulki menjelaskan, hal tersebut memang sesuai dengan Pergub Nomor 18 Tahun 2012, Tentang Tarif Pelayanan Kesehatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD. Dengan biaya pelayanan ambulans dan mobil jenazah dengan total Rp22.550 per km.

Dalam pergub tersebut, jelas dia, memang ada biaya jasa dokter, paramedis dan non medis, masing-masing Rp5.000 untuk Dokter, Rp7.000 untuk paramedis dan Rp4.000 untuk non medis per km untuk mendampingi keluarga pasien saat di rujuk ke rumah sakit yang dituju.

''Namun, biaya dokter, paramedis dan non medis itu jika pasien masih hidup saat dirujuk. Sementara jika pasien sudah meninggal dunia, maka biaya dokter, paramedis dan non medis tidak dikenakan kepada keluarga pasien,'' kata Zulki saat ditemui, Jumat (14/4).

Zulki kembali menjelaskan, keluarga pasien memang menggunakan BPJS. Hanya saja, biaya transportasi jenazah tidak dibiayai BPJS. Namun, terang dia, BPJS hanya menanggung biaya perawatan selama pasien di rawat di rumah sakit.

''Biaya transportasi jenazah tidak dibiayai BPJS. Jatuhnya memang ditanggung oleh keluarga pasien,'' jelas Zulki.

Terkait hal tersebut, lanjut Zulki, instansi terkait akan menganggarkan dana untuk keluarga kurang mampu. Dimana, gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti, langsung merespon peristwa tersebut agar tidak kembali terjadi di Bengkulu.

''Pemerintah akan mencarikan solusi terbaik, agar persoalan yang sama tidak kembali terjadi,'' demikian Zulki.

Sebagaimana diketahui, pasangan suami istri (Pasutri) Aspin Ekwadi dan Sri Sulismi, warga Desa Sinar Bulan Kecamatan Lungkang Kule atau Padang Guci Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, terpaksa membawa jenazah anaknya yang telah meninggal dunia, dengan cara tidak lazim.

Hal tersebut mereka lakukan lantaran tidak memiliki biaya, untuk membayar jasa mobil ambulans di salah satu rumah sakit di Kota Bengkulu menuju rumahnya di Kabupaten Kaur.

Di mana ayah bayi malang tersebut, terpaksa membawa jenazah anaknya dengan memasukkan kedalam tas pakaian berukuran cukup besar, dengan menggunakan jasa angkutan mobil travel tujuan ke Kabupaten Kaur. Dengan memakan waktu tempuh tidak kurang dari 5 jam perjalanan darat.

Lantaran tidak memiliki biaya, orangtua bayi yang saat itu sedang panik dan sedih, anak keempatnya meninggal dunia. Sehingga, orangtua bayi mencari cara asal jenazah anaknya bisa dibawa pulang ke kampung halaman di Kabupaten Kaur, yang mana pada hari itu juga akan di kebumian di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.

Atas inisiatif sendiri, dalam kondisi panik sekaligus berduka tersebut, orangtua bayi memasukkan jenazah anaknya kedalam tas pakaian yang berukuran cukup besar. Dengan menggunakan kendaraan umum atau jasa mobil travel tujuan Kabupaten Kaur. (okc/syaf/int)