Balita yang Tewas Ditendang Ayahnya Ini Luka Dibagian Dada


BATUBARA–Hasil otopsi, jenazah Muhammad Rahmadan (2) yang dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jalan KH Wahid Hasym, Medan, luka pada bagian dalam di dadanya.


Itu sesuai pengakuan petugas kamar mayat yang memohon agar namanya tidak disebutkan di koran. menurutnya, sesuai hasil otopsi penyebab kematian korban karena bagian dada korban terluka.

“Otopsinya selesai, Sabtu (8/4) sekira pukul 10.00 WIB. Habis itu jenazah korban langsung dibawa lagi ke kampungnya di Batubara sekira pukul 14.00 WIB,” ujar pria ubanan ini.

Lebih lanjut, dia mengatakan korban di otopsi pada bagian dalam tidak otopsi luar. “Kalau otopsi dalam kelihatan dia bagian mana aja yang luka. Tapi kalau hasilnya saya tidak berani memaparkannya secara rinci. Karena itu bukan wewenang saya,” bilangnya. Ia menambahkan, selama proses otopsi berjalan, terlihat ibu korban yang bernama Maryam sangat terpukul. Berulang kali dia menangis di depan ruang jenazah seakan belum ikhlas atas kepergian anaknya itu.



“Kalau secara logika, mana ada orang tua yang ikhlas. Apalagi anaknya dibunuh oleh bapaknya sendiri. Kalau saya tanyai tadi sama ibunya itu (Maryam) mengatakan awalnya petaka itu saat dia dan suaminya cekcok mulut. Habis itu karena si korban menangis secara reflek suaminya menendangnya hingga anaknya terpental sejauh 1 meter dan meninggal dunia,” ucapnya.

Terpisah, Kapolsek Labuhan AKP Irsol melalui Kanit Reskrim Ipda Rudi membenarkan peristiwa kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan kematian korban.

Dijelaskan Kanit, saat sebelum peristiwa itu tersangka Indra dan istrinya Maryam sedang bertengkar. Tersangka emosi kemudian menendang anak pertamanya yaitu Zairi (3,5), hingga terjatuh dan mengenai lantai dan mengakibatkan luka lecet pada kening sebelah kiri.

Selanjutnya anak kedua yaitu Rahmadan yang ketakutan ikut menangis. Kemudian secara sepontan tersangka semakin emosi sehingga menendang Rahman dengan kaki kanan. Akibatnya Rahman terpental 1 meter dari posisi awalnya. Tak lama korban kejang-kejang kemudian meninggal dunia.

“Setelah mendapat laporan dari warga kita langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengamankan tersangka yang sudah kita ketahui identitasnya,” ucap Rudi. Tersangka ketika diamankan pihak petugas Polsek tidak melakulan perlawanan dan langsung menyerahkan diri atas tindakan kekerasan terhadap anak yang berakibat kematian yang sudah dilakukannya.

“Tersangka dapat dijerat dengan pasal 80 UU Perlindungan Anak No.35/2014 ayat (2) yang dengan sengaja melakukan kekerasan dan berakibat kematian dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara. Dan pidana dapat ditambah lagi sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) apabila yang melakukan penganiyaan tersebut adalah orangtuanya,” jelas kanit.

Seperti diberitakan sebelumnya, emosi karena tidak ada nasi di rumah membuat Indra (24) dan istrinya Maryamah bertengkar.  Akibat pertengkaran itu Indra tega menganiaya anak kandungnya Muhammad Rahmadan yang masih berusia dua tahun hingga tewas. Peristiwa itu terjadi, Jumat (7/4).  Bukan hanya Rahmadan saja yang menjadi korban keberutalan Indra, anaknya yang lain yakni Muhammad Zairi 3 tahun 5 bulan juga dianiayanya.

Informasi diperoleh, sebelum peristiwa itu, Indra yang merupakan warga Jalan Jogja, Dusun XIII, Desa Suka Maju, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara yang cekcok mulut dengan istrinya Maryamah (23). Ternyata pertengkaran tersebut membuat Indra kesal.

Saat bersamaan korban menangis di dalam rumah, Indra yang sedang kesal langsung menendang anak pertamanya Muhammad Zairi. Akibat ditendang Indra, Zairi terjatuh ke lantai dan mengalami luka lecet pada kening sebelah kirinya.

Melihat Indra yang emosi dan menganiaya abangnya mungkin membuat anak kedua Indra yakni Muhammad Rahmadan yang masih berusia 2 tahun ketakutan dan ikut menangis histeris.

Melihat Rahmadan menangis, bukannya membuat Indra diam, namun emosi Indra semakin tinggi.  Indra pun menendang Rahmadan pada bagian rusuk kiri tubuhnya dengan menggunakan kaki kanannya. Akibat tendangannya yang cukup keras membuat korban terpental sejauh 1 meter dari posisi awalnya dan membuat korban langsung kejang-kejang dan langsung meninggal dunia.

Melihat anaknya tergeletak dan tak sadarkan diri membuat Indra dan istrinya panik. Indra dan istrinya Maryamah lantas coba memastikan kondisi anaknya.
Suara minta tolongpun keluar dari mulur Maryamah. Teriakan Maryamah membuat tetangga korban serta warga lainnya yang tinggal tidak jauh dari lokasi langsung berdatangan memadati lokasi untuk memberikan pertolongan, sementara warga lainnya langsung memberitahukan dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Labuhan Ruku. (mc/syaf/int)

Subscribe to receive free email updates: