Datang ke Asahan, Wakil Ketua KPK Dicecar Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid Agung


Asahan- Mahasiswa mempertanyakan sudah sejauh mana penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Agung Kisaran yang dibangun diatas lahan HGU PT.Bakrie Suatera Plantion Tbk kepada Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang, Senin (10/4).



Pertanyaan itu disampaikan mahasiswa saat Saut Situmorang datang ke Kisaran untuk meresmikan /lounchin Madrasah Anti Korupsi (MAK) yang merupakan binaan keluarga besar Muhammadyah Asahan.
Mahasiswa yang menamakan dirinya Cypas menggelar aksi di depan Hotel Sabty Garden Jalan Diponegoro Kisaran, Senin (10/4) sekira pukul 11.00 WIB.

Menurut keterangan Ahmad Qusyairi selaku korlap aksi yang didampingi Hamdan Rangkuti, Hendrik AM serta Sudirman Marpaung dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, sejak tiga tahun lalu berkas laporan terkait adanya dugaan mark up dana pembangunan Masjid Agung Kisaran yang dibangun di atas lahan HGU PT Bakrie Suatera Plantion Tbk telah diserahkan secara langsung ke kantor KPK yang berada di Jakarta. Namun hingga saat ini pihak KPK tidak secuil pun melakukan tugas dan fungsinya seperti yang diharapkan oleh masyarakat Asahan.
Ahmad Qusyairi juga mengatakan, mereka berangkat dari Kisaran ini menuju Jakarta dengan membawa berkas seberat 29 kilogram menggunakan biaya sendiri dan sumbangan dari rekan-rekan jurnalis yang ada di Asahan.
“Kami sangat mengharapkan semua misteri penggunaan dana pembangunan Masjid Agung Kisaran dapat terkuak di tangan KPK, namun apa yang kami harapkan hanyalah impian belaka. Dengan kedatangan wakil ketua KPK Saut Situmorang ke Kisaran merupakan moment yang sangat tepat untuk mempertanyakan laporan kami yang sudah diterima secara resmi oleh KPK melalui Sukhan Zamzami dengan agenda penerimaan surat nomor 2016-08-000064 serta nomor informasi 85470 itu pada tahun 2016 kami melaporkan adanya indikasi kerugian keuangan negara atas pelaksanaan pembangunan Masjid Agung sebesar Rp23 miliar,” ucapnya.
“Jauh sebelum itu kami juga sudah menyerahkan berkas laporan melalui lembaga Asahan Pers Club (APC) kepada pihak KPK di Jakarta tepatnya ditahun 2014 dengan agenda penerimaan surat nomor 2014-12-000024 serta nomor informasi 74513 penerima laporan pengaduan Wahyudi Triaji. Kedua laporan tersebut terkait dengan pembangunan Masjid Agung dengan menelan biaya hingga Rp63 miliar yang ditampung dalam APBD Asahan. saya selaku ketua Cypas berharap dengan kedatangan wakil ketua KPK Saut Situmorang ke Asahan ini dapat memberikan jawaban atas laporan yang sudah kami serah terimakan dengan pihak KPK saat itu,” ucapnya.
Sementara wakil ketuya KPK Saut Situmorang yang berada di Hotel Sabty Garden Kisaran langsung menemui massa Cypas yang menggelar aksi tersebut dengan mengatakan bahwa dirinya selaku wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi sangat menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh massa Cypas terkait laporan adanya dugaan mark up pembangunan Masjid Agung Kisaran yang sempat tertimbun selama tiga tahun di KPK. Saut Situmorang juga berjanji selama satu minggu sejak diterimanya aspirasi ini, dirinya akan segera memberikan informasi soal laporan yang tertimbun penanganan tersebut. Saut Situmorang juga berjanji akan menindak lanjuti laporan tersebut hingga terang benderang. Saut juga mengatakan dirinya turun ke daerah juga ingin menyerap aspirasi masyarakat terkait adanya permainan jahat yang dilakukan oleh pejabat daerah untuk mengeruk keuntungan keuangan negara untuk kepentingan pribadi maupun golongan.

Massa Cypas yang sudah mendapatkan informasi secara langsung dari wakil ketua KPK Saut Situmorang langsung membubarkan diri, dan tidak lama berselang rombongan Wakil Bupati Asahan H.Surya BSc yang sengaja menghindar dari aksi massa Cypas, datang dan langsung memasuki gedung hotel Sabty Garden.
Salah satu pejabat yang menyertai wakil bupati Asahan  saat hendak dikonfirmasi langsung ngacir memasuki hotel tersebut. (mtc/int/syaf)

Subscribe to receive free email updates: