Asahan- Melakukan penipuan,  Heri Supriyanto SH (50) kini mendekam di sel tahanan polisi. 

Tersangka penipu yang ngaku bisa memasukkan orang jadi polisi saat diperiksa petugas.


Dalam menjalankan aksinya tersangka yang merupakan warga Dusun I Desa Sei Kamah, Kecamatan Sei Dadap, Asahan ini mengaku sanggu memasukan dan meloloskan anak korban menjadi anggota Kepolisian.

Informasi diperoleh, dari hasil penipuan tersebut tersangka Heri Supriyanto meraup keuntungan hingga Rp50 juta, namun anak Dairi Rambe  tidak tetap tidak dapat menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia seperti yang diharapkan. 

Kasat Reskrim Polres Asahan AKP.Bayu Putra Samara,SIK yang didampingi kanit jatanras Ipda Khomaini,STK kepada Matatelings.com Kamis (27/4) di ruang kerjanya mengatakan jika warga ingin memasukkan anaknya menjadi siswa Kepolisian saat ini tidak usah melalui calo, ikuti aturan dan maklumat yang dikeluarkan Kapolri. 

Bayu menambahkan, Dairi Rambe warga Sei Kamah yang menginginkan putranya menjadi polisi menjadi korban penipuan. 

Bayu mengatakan, kepada korban tersangka mengaku sanggup menjadikan anak Dairi Rambe menjadi anggota polisi dengan syarat ada sejumlah uang administrasi untuk mengurusnya.

Kasat reskrim AKP.Bayu Putra Samara, SIK juga mengatakan  modus penipuan yang dilakukan oleh tersangka Heri Supriyanto SH tergolong usang. Dia melakukan tindak pidana penipuan tersebut pada Kamis (3/9) lalu sekira pukul 20.30 WIB. 

Saat itu tersangka mendatangi korban di rumahnya dengan bujuk rayu serta mengatakan sanggup meluluskan anak Dairi Rambe jadi polisi asal ada pendampingnya berupa uang.

Korban yang sudah kepingin anaknya menjadi polisi lalu memberikan uang administrasi untuk pengurusannya sebesar Rp50 juta. Setelah uang diterima tersangka, anak korban gagal menjadi polisi, dan tersangka menghilang, karena kesal dengan ulah tersangka, selanjutnya korban membuat pengaduan dengan nomor LP/619/VIII/2016/SU/Res.Asahan.

Berdasarkan laporan tersebut selama dua tahun lebih Sat.Reskrim melakukan pencarian terhadap tersangka dimaksud, namun tidak berhasil. 

Namun polisi mendapat kabar tentang keberadaan tersangka, Sat Reskrim Polres Asahan langsung menugaskan unit Jatanras untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka.

"Tersangka Heri Supriyanto dapat kami bekuk pada Sabtu (22/04) sekira pukul 15.30 wib di rumah adik terlapor yang berada di Desa Sei Kamah Baru, Kecamatan Sei Dadap, Asahan," katanya.

Dari hasil pemeriksaan tersangka mengakui perbuatannya dan dianya juga tidak pernah mengurus anak korban sesuai dengan janjinya, uang sebanyak Rp50 juta yang diserahkan korban kepadanya telah habis untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, terhadap tersangka dapat dijerat dengan pasal 378 subs pasal 372 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara, saat ini tersangka sudah mendekam dalam rumah tahanan polisi di Mapolres Asahan. (syaf/mtc/int)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.