Hiiii Seram, Arwah Sekeluarga yang Dibunuh Lalu Dibakar Gentayangan

Tiap Malam warga Mendengar
 Suara Teriakan Minta Tolong 

MEDAN- Hampir setiap malam, warga di Simpang Gardu Jalan Lau Cih Kuta Kelurahan Sidomulio, Kecamatan Medan Tuntungan mendengar suara teriakan minta tolong dari rumah milik Marita Beru Sinuhaji (54) yang dibakar. Dalam kasus ini, Marita beserta anaknya Prengky Ginting (30) dan dua cucunya Selfy (5) serta Kristin Violet (3) dibunuh lalu dibakar pelaku.

Informasi diperoleh, pasca tewasnya Marita Beru Sinuhaji, Rabu (5/4) sekitar pukul 05.00 wib, membuat suasana sekitar tempat tinggal korban mencekam.

Berulang kali warga mendengar suara jeritan minta tolong dari dalam rumah korban. Menurut warga, arwah para korban gentayangan karena pelakunya belum ditangkap polisi. “Hampir setiap malam suara rintihan minta tolong terdengar. Sehingga banyak warga yang ketakutan. Mungkin saja arwah para korban tidak tenang karena pelakunya belum tertangkap,” ujar M Tarigan (60) dan S Beru Sinuhaji, tetangga korban seraya menyebutkan suara rintihan tersebut biasanya terdengar sekita jam 04.00 pagi.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, kedua tetangga korban ini pun mengaku cukup menyesalkan kinerja Polisi yang terkesan lamban menangani kasua pembunuhan yang menimpa ke empat tetangganya tersebut.

“Sudah beberapa hari tapi tetap tidak ada titik terang. Sepertinya Polisi lamban bekerja,” ucap warga lainya kepada wartawan koran anda ini Minggu (9/4) jam 14.00 wib.

 Lanjutnya, mereka telah mendengar Kapoldasu Irjen Pol Dr Rycko AmelzaDahniel sudah mengantongi nama pelaku. Tetapi entah kapan pelaku diringkus.

“Memang kami dengar Polisi sudah ada mengantongi beberapa nama yang dicurigai sebagai pelaku. Tetapi entah kapan bisa di tangkap. Pun demikian, kita berharap, Kapolda dan jajarannya bisa cepat mengungkap kasus ini,” cetusnya.

Pantauan kru koran ini di lapangan, terlihat police line (garis Polisi) masih terpasang di sekeliling rumah korban. Beberapa warga yang datang dari luar daerah, juga tampak masih mendatangi rumah korban untuk melihat langsung lokasi para korban dibantai dengan sadis. “Kami dari Medan, ingin tahu rumah yang di bakar itu. Karena kami hanya membaca di koran,” beber Rangkuti ketika ditemui di depan rumah korban. (mc/syaf/int)