Simalungun-Warga Kampung Marjandi Dolok, Nagori Silou Huluan, Kecamatan Raya, Simalungun heboh. Saudin Damanik (63) tewas setelah dihajar adiknya Pendiaman Damanik (48) pakai batang kayu kopi.


Peristiwa itu terjadi Rabu (26/4) jam 07.00 wib, diawali saat istri Pendiaman Damanik, Mina br Sirait (55) keluar dari sisi kiri rumah untuk buang air kecil.
Saat bersamaan Saudin yang rumahnya bersebelahan dengan Pendiaman, kebetulan sedang berada di halaman rumah adiknya itu sehabis pulang dari kedai tuak.

Kemudian, dengan suara meninggi Saudin membentak Mina br Sirait, 

“Tuechhhh lo**e!!”. Mendengar suara ribut di luar, Pendiaman Damanik langsung keluar rumah sembari bertanya kepada istrinya.

“Ada apa itu Ma.”
Kemudian, sang istri mengadu, “Dibilangnya aku lo**e!”. 

Mendengar ucapan seperti itu, Pendiaman menyuruh istrinya masuk.

 “Sudahlah Ma, masuklah kau ke rumah,” pinta Pendiaman kepada istrinya.
Ketika sang istri, Mina br Sirait masuk ke rumah yang berbentuk panggung, Pendiaman terus memperhatikan gerakan Saudin yang saat itu masuk ke rumahnya.


Kemudian, Saudin tiba-tiba keluar lagi dari pintu belakang dengan membawa sebilah parang lalu membacok dinding dapur rumah Pendiaman.

Disaat Saudin membacokkan sebilah golok, Pendiaman menduga bahwa korban hendak membunuh istri dan keluarganya. Kemudian, Pendiaman mendatangi abang kandungnya yang berada di belakang rumahnya mereka itu.

Selanjutnya, Pendiaman mengambil sebatang kayu kopi dari belakang rumahnya. Saat itu juga Saudin Damanik menghunuskan parangnya ke arah Pendiaman, namun dengan cepat, Pendiaman menyambutnya dengan memukulkan batang kayu kopi ke leher Saudin.

 Selanjutnya, pendiaman memukulkan kepala belakang korban sampai berdarah-darah.

Saudin Damanik akhirnya tersungkur bersimpah darah. Selang beberapa detik kemudian Saudin berusaha bangkit, tapi Pendiaman tak memberi ampun dan kembali memukul bagian belakang kepala abang kandungnya berulang-ulang dangan sekuat tenaga, hingga akhirnya Saudin roboh bersimbah darah dengan kondisi telungkup sambil memegang parang di tangan kanan.


Setelah itu Pendiaman masuk ke rumah menemui istrinya. 

“Ma, kasih tahu sama Gamut (Kepala Dusun), sudah kumatikan si Saudin,” perintah Pendiaman kepada istrinya. Kemudian, Mina sang istri pergi ke rumah Gamut dan memberitahukan peristiwa pembunuhan yang dilakukan suaminya terhadap abang kandung sendiri.

Setelah kejadian itu, Pendiaman Damanik masih tetap berada di rumahnya sambil tetap memegang potongan kayu kopi sepanjang dua meter yang masih berdarah. Selanjutnya, Gamot, Chandra Saragih langsung menghubungi pihak Polsek Raya Resort Simalungun.

Kapolsek Raya AKP Leston Siregar saat dikonfirmasi, Rabu (26/4) sekira jam 11.35 wib, membenarkan perisitwa tersebut dan pelaku sudah diamankan bersama barang bukti sepotong kayu jenis kopi dan sebilah parang dengan panjang 40 Cm bergagang kayu.

Sementara jenazah Saudin Damanik dievakuasi ke RSUD Djasamen Saragih Kota Siantar dan pihaknya saat ini masih memintai keterangan beberapa saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.

Sedangkan tersangka dijerat melanggar Pasal 338 subsider pasal 351 ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kepala Forensik dr Reinhard JD Hutahean SH SpF dikonfirmasi menyatakan, otopsi itu berlangsung sekitar tiga jam. Dari hasil otopsi itu ditemukan tulang tengkorak kepala mengalami retak yang diakibatkan trauma tumpul. Penyebab kematian Saudin itu akibat terjadinya pendarahan di tengkorak kepala.

“Penyebab meninggalnya Saudin Damanik itu akibat pendarahan di tengkorak kepala. Tidak ada tanda luka-luka lainnya ditemukan di tubuh Saudin. Jadi kami tidak melakukan pemeriksaan lainnya karena sudah diketahui penyebab kematiannya. Mayat Saudin sudah dibawa pulang keluarganya setelah diformalin,” ujar Reinhard. (syaf/mtc.int)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.