Asahan-Meski tertangkap tangan membawa kabur murid SD, Akrudin alias Jukir (49) tetap tidak mengaku kalau dirinya mau menculik Jnt (8).

Kepada petugas kepolisian, Jukir yang merupakan warga Simpang Lima, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Asahan ini tidak mengakui perbuatannya, meskipun pihak penyidik unit PPA Sat Reskrim Polres Asahan telah mendapatkan bukti-bukti.


Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Bayu Putra Samara SIK melalui Kanit PPA Iptu Rusli Damanik kepada wartawan mengatakan, hingga saat ini tersangka Jukir yang nyaris diamuk massa saat ditangkap pedagang yang di pasar inpres Kisaran, Kamis (6/4) lalu tidak mengakui semua perbuatannya yang telah dilakukannya.

Rusli Damanik juga mengatakan sudah sejak diserahkannya tersangka ke unit PPA hingga saat ini tersangka tidak mengakui melakukan perbuatan cabul yang disangkakan padanya, meskipun opsnal PPA telah membawa korban Jnt warga jalan Budi Utomo kisaran timur ke RSU.HAMS Kisaran untuk mendapatkan Visum Et Repertum (VER), dan dari hasil VER tersebut korban dinyatakan mengalami kerusakan pada alat vitalnya, dan kerusakan tersebut dinyatakan masih baru.

Selain itu bukti lainnya diantaranya terdapat bercak atau ceceran sperma tersangka pada celana dalam korban.


Dalam pemeriksaan korban juga diakuinya telah digagahi pria separuh baya yang tidak dikenalnya, dan perbuatan itu dilakukan di areal perkebunan sawit PT.BSP. pondok kucingan kelurahan lestari.

Korban "Jnt" dibawa tersangka dengan memboncengnya menggunakan sepeda motor jenis Honda Vario warna merah BK.2495 LQ sejak dari depan toko Sumber Murah jalan Sutomo hingga keareal perkebunan tersebut.

Korban "Jnt boru Turnip" sepulang dari sekolah hendak kesalah warnet yang berada di jalan Sutomo untuk menjemput abangnya, namun ditengah jalan bertemu dengan tersangka yang berpura pura menanyakan alamat RS.Umum kidaran, dan memaksa korban untuk mengantarkan, setelah korban berhasil dibawanya, tersangka bukannya menuju ke RS Umum kisaran , melainkan keareal perkebunan yang berjarak jurang lebih 3 kilometer, dan disitulah kejadian tersebut dilakukan tersangka.


Meskipun tersangka Akirudin alias Jakir ini tetap mungkir saat diperiksa penyidik tidak menjadi persoalan bagi kami, kami sudah mendapatkan paling sedikit dua alat bukti yang nenguatkan tersangka telah melakukan perbuatan cabul tersebut.

Terhadap tersangka dapat dijerat dengan pasal 81 dari UU.RI nonor 35 tahun 2014 atas perubahan perubahan UU.RI.nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman paling lama lima belas tahun penjara, tukasnya. (mtc/syaf/int)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.