MEDAN - Andi Lala (34) terduga pembunuh satu keluarga di Medan terbilang licin bagai belut. Setiap kali hendak disergap petugas, otak pelaku pembunuhan sekeluarga di Mabar, Medan Deli itu selalu berhasil kabur.

“Waktu kita menyergap tersangka Roni dan Andi Syahputra, Andi Lala sudah kabur,” kesal Kasub Bidang Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Jumat (14/4).

Kendati demikian, Nainggolan tetap yakin dan optimis tim gabungan kepolisian akan berhasil meringkus Andi Lala yang sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Apalagi, foto DPO Andi Lala sudah disebar hingga ke permukiman warga. Kerja sama dengan Polda tetangga dan lintas instansi terkait serta sektoral sudah berjalan. Foto DPO dipajangkan di tempat keramaian, seperti bandara, stasiun, terminal, pelabuhan dan tempat keramaian lainnya.

Harapannya, masyarakat segera menginformasikan ke petugas terdekat jika melihat atau mengetahui keberadaan Andi Lala. Karena itu, ia mengimbau kepada Andi Lala lebih baik cepat menyerahkan diri, sebelum tim gabungan bertindak tegas.

Sebab, dua tersangka lainnya, Roni (21), warga Jalan Pembangunan II, Lubuk Pakam, Deli Serdang, sebagai esksekutor membantu Andi Lala saat menghabisi korban, Syifa dan Gilang serta Kinara yang selamat dari maut setelah sempat kritis sudah ditangkap, Rabu 12 April 2017. Kedua kaki keponakan (anak abang, red) Andi Lala tersebut tertembus timah panas petugas.

Sedangkan ‪seorang tersangka lagi, Andi Sahputra (27) warga Jalan Sempurna, Desa Sekip, Deli Serdang yang berperan membantu Andi Lala dan Roni mengawasi situasi dan kondisi sekitar lokasi tempat tinggal korban dari teras rumah ketika peristiwa terjadi, tiba di Mapolda Sumut, Rabu 12 April 2017 malam. Kakinya dihadiahi sebutir timah panas.

“Kita imbau dia (Andi Lala) segera menyerahkan diri, sebelum diambil tindakan tegas,” ujar AKBP Nainggolan.

Dia mengatakan, penangkapan terhadap Andi Lala wajib dan harus dilakukan pihaknya agar kasusnya terungkap secara utuh dan sesuai dengan penyidikan. Kepolisian merasa tertekan, karena media setiap saat menanyakan update (perkembangan) pengungkapan kasus pembunuhan sadis tersebut. (okc/syaf/int)


Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.