Asahan-Sempat lolos dari sergapan pihak kepolisian Polda Sumut, dua pelaku traficking akhirnya berhasil diringkus. Sementara keberangkatan puluhan tenaga kerja asal Indonesia dari berbagai daerah yang akan diberangkatkan ke Malaysia secara illegal melalui jasa agen TKI di Asahan digagalkan.
Informasi diperoleh, penangkapan terhadap kedua pelaku berdasarkan surat laporan polisi nomor LP 436/V/2017/SPKT/III tertanggal 7 April 2017. Pihak polres Asahan menugaskan dua orang perwira serta satu orang bintara untuk melakukan pengejaran terhadap dua pelaku traficking tersebut.

Kapolres Asahan AKBP Kobul Syarin Ritonga SIK Msi melalui Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Bayu Putra Samara SIK, Rabu (12/4) membenarkan jika ia bersama Kanit Jatanras Ipda Khomaini dan Katimsus Sat Reskrim Aiptu Jagal Abilowo sedang berada di wilayah hukum Jawa Barat untuk melakukan pengejaran serta penangkapan terhadap dua pelaku traficking. 

Bayu menambahkan, pengejaran terhadap dua pelaku dimulai dari titik awal pelariannya yang berada di daerah Asahan, Tapanuli serta Lampung tepatnya di Pesawaran Gedung Tataan Lampung. Namun tersangka yang selalu berpindah tempat guna menghindari jeratan hukum. 

Demikian juga keberadaan kedua tersangka tercium saat berada di salah satu Hotel yang berada di Pesawaran, namun setelah dilakukan pengecekan kedua tersangka sudah sempat kabur dari Hotel tersebut.
Menurut informasi yang diperoleh dari petugas hotel kedua tersangka sudah meninggalkan hotel pada pukul 03.30 WIB. "Dari tempat itulah kami juga mendapatkan informasi bahwa kedua tersangka berangkat menuju Jakarta dan Jawa Barat," katanya.

Pihaknya kemudian menuju ke Depok, Jawa Barat tepatnya di wilayah Cileungsi untuk melakukan observasi. "Hasil dari observasi yang kami lakukan mendapatkan hasil, dan kedua tersangka akhirnya dapat dibekuk pada hari Rabu (12/04/2017) sekira pukul 01.00 Wib di Kelurahan Sukatani RT.004 RW 07 kecamatan Tapos Depok Jawa Barat," terangnya.

Kedua tersangka tersebut masing-masing Tomi Sibarani alias Tomi ,38, warga Dusun V Desa Bagan Asahan, dan tersangka Jamaluddin alias Alang ,40, warga Jalan Prof.M.Yamin Kodya Tanjung Balai. Kedunya memiliki peran masing-masing. Tomi ditugasi sebagai perekrut atau agen TKI dan tersangka Alang sebagai penyedia alat transportasi kapal untuk memberangkatkan puluhan TKI illegal tersebut.

"Hari ini kami bertolak dari Jakarta menuju Medan dan selanjutnya terhadap kedua tersangka ini akan kami serahkan ke Dit Krimum Polda Sumut, penangkapan kedua tersangka tersebut tidak terlepas dari peran serta Sat Reskrim Depok," ucapnya. (mtc/syaf/int)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.