Peras Pejabat Disperindag, Mahasiswa UNA Diringkus

TANJUNGBALAI- Berdalih agar tidak melakukan aksi demonstrasi, mahasiswa Universitas Asahan (UNA) peras seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tanjungbalai.

Mahasiswa yang diringkus karena memeras pejabat 
Disperindag Tanjungbalai dipaksa masuk ke dalam mobil. 


Informasi diperoleh, mahasiswa UNA yang diringkus polisi yakni MI (21), IR (21) dan AS. Ketiganya warga Kota Tanjungbalai. Ketiga tersangka diamankan didua tempat yang berbeda. Pertama kali petugas mengamankan MI dan IR, Selasa (25/4) sekira pukul 21.00 WIB di depan SPBU Jalan Sudirman, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai.

 Keduanya diringkus usai melakukan pemerasan kepada PNS di Dinas Perindustrian. Kemudian petugas melakukan pengembangan dan mengamankan AS yang saat itu akan menjenguk MI di depan Polres Tanjungbalai.

Menurut Kapolres Tanjungbalai AKBP Tri Setyadi Artono SH SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Yayang Risky Pratama SIK ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/4) mengungkapkan penangkapan terhadap ketiganya berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan selama hampir satu bulan.

Dikatanya, dalam kasus ini, MI sebagai ketua lembaga DPP Poros Aktivis Tanjungbalai melakukan pemerasan terhadap DY seorang PNS dinas Perindustrian dan Perdangangan yang mereka laporkan atas dugaan kasus korupsi.

"MI dalam hal ini meminta sejumlah uang kepada DY. Di mana awalnya MI meminta uang sebesar Rp15 juta, kemudian Rp10 juta hingga Rp7 juta agar aksi demo mereka tidak berlanjut. Dalam dua kali pertemuan yang dilakukan MI dan DY yang dimediatori oleh AS akhirnya tadi malam kita tangkap," ujarnya.

Dari tangan MI petugas menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp3 juta serta handphone. Berdasarkan hasil pemeriksaan MI telah ditetapkan sebagai tersangka sendangkan IR dan AS masih sebagai saksi.

 "Atas perbuatanya MI dijerat dengan pasal 369 KUHP Tentang Pemerasan dengan ancaman 9 tahun penjara," ucapnya. (syaf/int)