Sebelum Diperkosa, Siswi SMP Yayasan Diponegoro Asahan yang Diculik Ternyata Ditunjang, Ditampar dan Diseret



Asahan- Ternyata BU (13) yang diculik dari rumah dan diperkosa di kebun sawit, Jumat (21/4) dipukuli tersangka.

Informasi diperoleh, BU yang merupakan warga Desa Hessa Perlompongan, Kecamatan Air Batu, Asahan


Korban penculikan dan pemerkosaan saat berada di rumah sakit HAMAS Kisaran.


BU mengaku selain diperkosa ia juga dianiaya pelaku sehingga mengalami luka-luka pada lutut kaki sebelah kanan, dan memar pada pipi kiri kanan serta tengkuk sebelah kiri akibat pukulan.


Keterangan paman korban Ade Sutoyo SH saat berada di RSU.HAMS Kisaran mengatakan perbuatan pelaku dapat digolongkan keji dan sadis.

"Saya berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap serta membekuk pelakunya," ujarnya.

Ade Sutoyo mengatakan BU juga menuturkan kepada kami setelah dirinya mengalami kejadian itu dan ditinggal pelaku di kebun sawit, BU berupaya mencari pertolongan dan setelah sampai di pinggir jalan berpapasan dengan warga yang mengendarai mobil. Namun ketika BU minta pertolongan pengemudi mobil tersebut malah tancap gas, setelah itu BU berjalan menuju rumah warga dipagi buta, lagi-lagi warga yang tidak mengenalinya malah mengusirnya, dan setelah BU mengatakan bahwa dirinya anak Joy barulah warga memberikan pertolongan.

"Saat BU meminta pertolongan itu dalam keadaan separoh bugil dan hanya mengenakan kaos singlet warna putih dan tangan dalam keadaan terikat ke belakang, mungkin itu yang membuat orang lain takut memberikan pertolongan," ungkapnya.

Secara terpisah Yul (37), ibu kandung BU saat dikonfirmasi mengatakan BU merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.

Saat ini BU masih duduk di bangku sekolah SMP kelas II.



"Saya pagi itu hendak membangunkan  BU untuk sholat subuh, namun saat kupanggil tidak ada jawaban, dan pintu depan rumah saya sudah terbuka. Saya mencarinya ke sebelah rumah namun tidak ketemu, selang beberapa saat kemudian adik ipar saya datang dengan BU serta beberapa orang dan meceritakan kejadian itu.
Saya sangat sedih melihat kondisi anak gadis saya pak, dan saya berharap pihak kepolisian dapat segera membekuk pelakunya dan menghukum pelaku seberat beratnya. Saya juga sudah membuat laporan polisi ke Polres Asahan dengan nomor LP /269/IV/2017/SU/Res.Ash tertanggal 21 April 2017," katanya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Bayu Putra Samara SIK membenarkan adanya kejadian tersebut dan saat ini anggota lidik serta kanit jatanras Ipda.Khomaini STK sedang di lapangan guna membantu opsnal serse Polsek Air Batu untuk mengungkap serta membekuk pelakunya. (syaf/int)