Siswi SMP Korban Penculikan & Pemerkosa Trauma Berat


Asahan- Siswi SMP Yayasan Diponegoro Kisaran BU (13) yang menjadi korban penculikan dan pemerkosaan masih trauma berat.
Korban penculikan saat ditemukan di depan rumah warga.

Korban tidak mau bicara dan masih banyak diam. 

“Korban mengalami luka robek di betis kiri, pipi kanan lembam dan ada bekas ikatan di leher korban. Kami nggak tahu itu korban perkosaan bang. Tapi kayaknya dia (korban) masih trauma dan nggak bisa diganggu. Jadi maaf ya bang,” ucap seorang perawat sembari meminta wartawan untuk meninggalkan ruangan.

Pantaun wartawan di rumah sakit terlihat pihak keluarga masih menunggui korba yang masih mengalami trauma berat akibat peristiwa yang dialaminya. 

Keluarga korban juga hingga saat masih berharap kepada polisi untuk segera menangkap pelakunya.

“Korban hingga saat masih belum mau bicara banyak karena masih trauma. Tapi kami pihak keluarga berharap kepada polisi untuk segera menangkap pelakunya. Bila tertangkap, hukum pelaku seberat-beratnya sesuai UU berlaku,” terang Anggi keluarga korban dikonfirmasi.

Menurut seorang keluarga korban yang tidak mau identitasnya disebutkan menjelaskan sepertinya korban mengenal pelaku. Tetapi belum terlalu jelas karena korban belum bisa berbicara banyak.

“Macamnya dia kenal sama pelaku. Ada yang kami curigai bang, tapi kami kan gak bisa nuduh, biar aja pak polisi yang ngusut. Dekat kampung kami memang ada pabrik getah, mamak korban juga kerja di pabrik itu,” ungkapnya sembari minta identitasnya disembunyikan.


Kanit PPA Polres Asahan, Iptu Rusli Damanik mengatakan hingga saat ini pelaku masih dalam lidik, dan pihaknya sudah memeriksa sepuluh orang yang diduga pelaku namun tidak memberikan petunjuk yang mengarah ke pria misterius tersebut.


“Kami juga sudah memeriksa sepuluh orang yang dicurigai sebagai pelaku untuk diambil keterangannya. Namun dari kesepuluh orang yang dicurigai tersebut setelah dilakukan konfrontir dengan korban tidak satupun yang dikenali oleh korban. Sehingga semua orang yang telah kami ambil keterangannya dipulangkan,” jelasnya.


Saat ini polisi terus melakukan pencarian terhadap pelakunya. Sementara korban hingga saat ini masih belum dapat dimintai keterangan secara marathon karena masih trauma berat. (syaf/mc/int)