Selain Bunuh 5 Orang Sekeluarga, Andi Lala Juga Pernah Membunuh Selingkuhan Istrinya


Medan-Andi Matalata alias Andi Lala (35) tersangka pembunuhan sekeluarga Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, layak dihukum maksimal (dihukum mati). Karena Andi merupakan sosok pembunuh sadis yang telah menghilangkan lima nyawa. Bukan hanya menghabisi lima nyawa sekeluarga, sebelumnya Andi juga pernah membunuh Suherman, teman selingkuhan istrinya. Nyawa Suherman dan keluarga Riyanto dihabisi Andi memakai alu.


Itu dikatakan pengamat hukum Kota Meda, H Abu Churairah, Senin (17/4).
"Kalau dilihat dari perbuatan hukumnya, yang tergolong sadis dan biadab, tersangka (Andi Lala) pantas dihukum maksimal," katanya.
Abu menganalisis, perbuatan tersangka tergolong berencana karena berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian.
"Dalam Pasal 340 KUHPidana, unsur tersebut telah terpenuhi. Meskipun modusnya perampokan, tidak menjadi acuan penyidik untuk mengesampingkan pasal pembunuhan berencana," jelas Abu.

Tak hanya itu, akibat dari perbuatan tersangka, telah menimbulkan trauma yang mendalam terhadap keluarga korban. Dalam kasus ini, Abu berharap penyidik kepolisian harus jeli menetapkan pasal subsidair untuk mengawal pasal primair yakni Pasal 340 KUHPidana.

"Kita juga memohon kepada kepolisian untuk menerapkan pasal subsidair atau pasal alternatif sehingga dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar menjadi kuat," terang pria yang menjabat sebagai Panitera Muda (Panmud) Hukum di Pengadilan Negeri (PN) Medan itu.
Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Sumanggar Siagian mengungkapkan, menurut kacamata hukum sebagai JPU tidak ada alasan yang tepat diberikan untuk memaafkan bagi orang yang melakukan tindak pidana, apalagi pembunuhan.

"Apa yang dilakukan tersangka telah menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja," ungkapnya. Mantan Kasi Pidum Kejari Binjai itu menambahkan, didasari pembunuhan Andi Lala terhadap keluarga Riyanto yang notabene masih memiliki hubungan keluarga tersebut merupakan berencana, sehingga Andi Lala juga layak dikenakan Pasal 340 KUHPidana.


Informasi lain diperoleh, sebelum membunuh Riyanto dan keluarganya Andi Lala Cs pernah membunuh orang lain yang bernama Suherman. Suherman merupakan selingkuhan istrinya. Saat itu Suherman dihabisi pakai alu. Bahkan, alu itu pun kerap dipakai istrinya untuk meracik bumbu masakan dapur mereka.

Kepala Suherman dipukul pakai alu, setelah terkapar baru Irfan dan istrinya berperan menghabisi korban. Usia membunuhan Suherman Juli 2015, kembali alu yang dipakai untuk membunuh Suherman digunakan Andi Lala untuk melakukan pembunuhan. Sasaran berikutnya yakni Riyanto yang diduga memiliki utang narkoba berupa sabu kepada Andi Lala. Nominal utang Riyanto sekitar Rp5 juta.
Info diperoleh di Mapolda Sumut saat gelar temus pers, Senin (17/4), aksi pembunuhan berencana itu telah dikemas Andi Lala dua hari sebelum hari pembantaian sekeluarga. Namun sebelumnya, Andi Lala telah menjual kretanya untuk dijadikan modal membeli alat perlengkapan serta menyewa mobil.
Setelah uang itu terkumpul, tepatnya tanggal 5 April 2017, Andi Lala bersama dua rekannya berdiskusi. Mereka merancang pembunuhan terhadap Riyanto. Nah, Jumat (7/4) malam, mereka sepakat bahwa dua rekan Andi Lala, Andi Syahputra Lala dan Irwansyah ditugasi sebagai eksekutor. Tepat malam Sabtu, Andi Lala berkunjung ke rumah Riyanto di Jalan Mangaan, Lingkungan 11, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli.
Di situ Andi Lala menawarkan narkoba jenis sabu kepada Riyanto. Sehari berselang, Sabtu (8/4), Andi Lala kembali menyambangi rumah Riyanto. Kedua rekannya menyusul. Setelah mereka datang, barulah mereka melakukan eksekusi terhadapn Riyanto dan keluarganya.

Alu milik istri Andi pun digunakan untuk membunuh Riyanto. Begitu juga istri, dua anak dan mertuanya Riyanto yang juga jadi sasaran amuk Andi Lala Cs. (syaf/int)

Subscribe to receive free email updates: