ASAHAN- Sebanyak 30 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal diamankan personel TNI AL saat hendak pulang ke Indonesia dari Malaysia, Rabu (31/5).

Kapal pengangkut 30 TKI dari Malaysia yang mau pulang ke Indonesia saat diamankan petugas.



Kadispen Lantamal 1 Mayor Sahala Sinaga mengatakan, mulanya pihak TNI ada mendapat informasi bahwa ada kapal kayu yang mengangkut TKI ilegal masuk ke perairan Tanjungbalai, Asahan dari Malaysia.


Personel TNI AL pun bergegas mencari keberadaan kapal tersebut. Tak lama kemudian, Patkamla SLG II-1-57 merapat ke kapal tersebut dan melaksanakan pemeriksaan.


“Dari hasil pemeriksaan diketahui kapal dengan nama Subur Jaya tersebut membawa penumpang diduga TKI ilegal sebanyak 30 orang (29 laki-laki, 1 perempuan),” ujar Mayor Sahala.


Seluruh TKI ilegal, nakhoda bernama Erwin dan 3 ABK kapal dibawa menuju Mako Lanal TBA untuk pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.


“Selanjutnya untuk TKI ilegal akan diserahkan ke Imigrasi Tanjungbalai. Tenaga kerja itu ada yang sudah lama kerja di Malaysia, ada yang baru setahun. Sedangkan untuk ABK kapal akan diproses oleh Lanal TBA,” pungkas Mayor Sahala. (syaf)






Gagal ke Malaysia untuk jadi TKI 

ASAHAN- Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tanjungbalai-Asahan berhasil menggagalkan keberangkatan 11 tenaga kerja Indonesia (TKI) dengan menggunakan jalur ilegal. Dari 11 TKI yang diamankan tiga diantaranya balita dan seorang warga Negara asing. Mereka diamankan dari pelabuhan tikus di Kuala Sei Silo, Kecamatan Silo Laut, Kabupaten Asahan saat menuju Malaysia.

Kapal penyelundup TKI ilegal yang gagal ke Malaysia setelah diamankan petugas Bea Cukai.



Danlanal Tanjungbalai Asahan Letkol Laut P Bagus Badari Amrullah, melalui Pasi Intel Kapten Laut E Samsul Rahmad Hidayat saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (31/5) membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya pihak Lanal telah mengamankan 11 penumpang yang terdiri dari 9 orang dewasa 3 orang balita termasuk pria seorang imigran asal Bangladesh dan tiga orang anak buah kapal (ABK).

“Mereka berangkat dengan menggunakan kapal motor milik nelayan tradisional, Selasa, (30/5) sekitar pukul 15.00 WIB, namun rencana itu diketahui oleh petugas dan petugas berhasil menggagalkan keberangkatan mereka,” ujar Samsul Rahmad.

Mendapat petunjuk adanya keberangkatan TKI illegal, selanjutnya tim Patkamla Sea Rider Lanal Tanjungbalai Asahan melakukan patroli terbatas dan mencurigai sebuah kapal motor tanpa nama yang dibawa oleh tiga orang ABK warga Tanjungbalai, hingga dilakukan penggeledahan dan ditemukan penumpang dengan tujuan Malaysia.

 “Pada saat dilakukan pemeriksaan kapal dan  menemukan penumpang TKI ilegal berjumlah 11 orang,  3 orang laki-laki, 5 orang peerempuan dan 3 orang balita. Selanjutnya kapal ditarik menuju Posamla Bagan Asahan untuk menjalani pemeriksaan,” ujarnya.

Setelah kapal mereka digagalkan berangkat menuju Malaysia dan disandarkan ke markas Lanal Tanjungbalai Asahan, 11 orang tenaga kerja illegal ini selanjutnya diperiksa dan diserahkan ke Imigrasi Tanjungbalai, sedangkan tiga orang ABK diproses oleh Lanal TBA. (syaf)


Daftar Nama TKI yang Diamankan
1. Marianus Asuk (28) warga Sanleo Kecamatan Malaka Timur Kabupaten Malaka
2. Sunasin (37) warga Lestari Kota Kisaran Timur
3. Irma Hadi (31) warga Air Joman
4. Oktavianus Nahak (29) warga Kupang NTT
5. Tiurlina Br Tobing (50) warga Mardinding Kabupaten Karo
6. Yenis Yusrika (39) warga  Kota Tanjungbalai
7. Ina (40) warga Kabupaten Rokan Hilir
8. Muhammad Ilham (4) anak dari Ina
9. M. Irham (2) anak dari Ina.
10. Muhammad Noah (1) anak dari Yeni Yusrika
11. Mohammad Rasel (29) warga Banglades.



LABURA- Tersangka pencuri sepedamotor berinisial BD (42), diringkus polisi di rumah kontrakannya di Ledong Timur Kecamatan Aek Ledong, Senin (29/5) sekitar pukul 02.00 WIB.
Tersangka pencuri sepedamotor saat di kantor polisi.


Selain meringkus pelaku, personel Polsek Kualuh Hulu juga meringkus 2 penadah, yakni SS dan AS dari Aek Kuo dan Merbau. Kapolsek Kualuh Hulu AKP R Sihombing SH kepada wartawan mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari laporan Elisabet Sitompul.

Pelaku mencuri sepedamotor Supra X 125 BK 6832 JAD milik Elisabeth yang sedang parkir di depan Hotel JSN Aek Kanopan, Rabu (24/5) sekitar pukul 19.30 WIB. Personel kemudian membuka CCTV hotel tersebut dan dari hasil CCTV diketahui ciri-ciri pelaku.
“Dari hasil CCTV, ciri-ciri pelaku diketahui polisi. Berdasarkan rekaman CCTV tersebut, petugas meringkus tersangka saat sedang berada di rumah kontrakan. Dan dari hasil pengembangan petugas kemudian mengamankan penadah sepeda motor itu,” beber Kapolsek Kualuh Hulu, Rabu (31/5).

Pelaku telah berulang kali melakukan pencurian sepedamotor. Sepedamotor tersebut setelah dipreteli kemudian dijual ke beberapa daerah di Labuhanbatu Utara (Labura). Dari hasil interogasi, pelaku mengaku telah melakukan pencurian 6 unit sepeda motor diantaranya, 2 unit di Pasar Inpres Aek Kanopan, 1 unit di Londut, 1 unit di RSUD Aek Kanopan, 1 unit di Panjang Bidang dan 1 unit di depan Hotel JSN Aek Kanopan.
“Pelaku mengaku telah mencuri sepedamotor milik Elisabeth dari depan Hotel JSN. Selain itu, ia juga telah mencuri sepedamotor lain dari berbagai tempat,” ungkap mantan Kapolsek Merbau ini.

Modus operandi pelaku mengambil sepedamotor korban yang diparkir dengan merusak kunci kontak menggunakan kunci T dan kemudian melarikan sepedamotor hasil curian. Ditambahkan Kapolsek, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mencari sepedamotor lain.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dan penadah beserta barang bukti sepeda motor Supra X 125 BK 6832 JAD diamankan di Polsek Kualuh Hulu.
Ayah Elisabeth, Untung Sitompul setelah mengetahui pelaku diringkus mendatangi Polsek Kualuh Hulu. Kepada wartawan ia menceritakan sepedamotor itu dicuri pelaku setelah putrinya Elisabeth berniat menemui adiknya Efelina yang bekerja di hotel tersebut.

Menurut Untung, Elisabeth sempat melihat pelaku yang memakai jaket hitam membawa pergi sepedamotornya. Kemudian putrinya itu mencoba mengejar namun tidak berhasil.
(syaf)


SIMALUNGUN- Seorang ibu rumah tangga yang masih muda bernama Ayu Setia Ningsih (27) warga Huta 2, Nagori Kandangan, Kecamatan Pematang Bandar, Simalungun melahirkan di bawah pohon sawit Perkebunan PT Sipef.
  
Ayu Setia Ningsih ibu muda yang melahirkan di bawah pohon sawit.


Ia terpaksa bertarung dengat maut di bawah pohon wasit untuk melahirkan buah hatinya karena tak sanggup lagi meneruskan perjalanan menuju puskesmas untuk menjalani proses persalinan kelahiran anak keduanya yang berjenis kelamin perempuan.

Ayu yang ditemui di rumahnya, Selasa (30/5) mengatakan, kejadiannya yang dialaminya itu berlangsung Selasa (23/5) sekitar pukul 21.00 WIB. Sebelumnya, Ayu memang sudah merasakan perutnya mules tanda-tanda akan melahirkan.

Saat itu, Ayu yang berada di rumahnya mempercayakan persalinannya kepada Bidan Marni. Saat itu dijelaskan Bu Bidan, karena Ayu merupakan peserta BPJS kesehatan, maka dia harus bersalin di puskesmas.

“Bidan bilang harus melahirkan di Puskesmas dan tidak boleh di rumah karena saya peserta BPJS,” kata Ayu.

Dengan menahan rasa sakit, Ayu pun dibonceng sang suami, Budi Suhendri (29), menggunakan kereta untuk berangkat ke Puskesmas Kerasaan, diiringi Bidan Marni, yang menggunakan kereta lain.


Dengan sakit tak tertahankan, di tengah perjalanan malam itu, Ayu pun meminta suaminya agar berhenti. Dengan terpaksa, Budi memarkirkan keretanya di pinggir jalan di pertengahan kebun sawit Sipef Kerasaan.

 Malam itu, Ayu terpaksa harus berjuang sambil memelas beralaskan kain panjang seadanya. Kemudian, sang bidan akhirnya membantu Ayu melahirkan. Seorang bayi perempuan dalam keadaan selamat terlahir di bawah pohon sawit.

 Setelah melahirkan, Ayu tetap dibawa ke Puskesmas Kerasaan agar bisa di klaim sebagai peserta BPJS. Malam itu, Ayu hanya numpang tidur, sebelum pulang kembali ke rumahnya pada pagi harinya. Saat di Puskesmas, Ayu mengatakan tidak ada pelayanan sama sekali.

Dia hanya berbaring di bangsal sampai pagi. Bayi perempuannya yang baru lahir juga sama sekali tidak dipegang bidan atau perawat jaga di Puskesmas tersebut.  (syaf)



SIMALUNGUN-Sebagai ayah seharunya melindungi istri dan anaknya. Namun hal itu tidak dilakukan  JS (35). Ia malah tega mencabuli anak gadisnya sendiri yang masih duduk dibangku sekolah dasar.

Korban saat membuat laporan di kantor polisi.


Informasi diperoleh, kelakuan bejad yang dilakukan warga Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun ini terungkap setelah korban bercerita kepada ibunya Y br S (31). Kepada wartawan, Rabu (31/5) Y br S bercerita, suaminya memaksa anak gadisnya BU untuk melakukan oral sek.

Dijelaskan ibu korban bahwa dia tidak terima prilaku suaminya dan melaporkan JS ke polisi guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bahkan menurut y br S sesuai pengakuan putrinya, tersangka telah 20 kali mencabuli anaknya.

Masih dari Y br S, peristiwa itu berawal setelah Y br S dan suaminya sudah tak lagi ada kecocokan dalam menjalani bahtera rumah tangga mereka. Karenanya, sang istri memilih pisah ranjang sejak tahun 2015 silam.

“Sudah dua tahun kami pisah ranjang sejak tahun 2015,” ujarnya.

 Lantas Y boru Sinaga memilih untuk tinggal di rumah orangtuanya di Kecamatan Pematang Bandar dan membawa anaknya paling sulung laki-laki tinggal di rumah orang tuanya. Sedangkan anaknya BU tinggal bersama pelaku di rumahnya, berhubung korban masih sekolah kelas enam SD dan merasa tanggung untuk pindah sekolah.

Namun selama pisah ranjang dengan Y boru Sinaga, korban menjadi pelampiasan ayah kandung dengan mencabuli korban. Bahkan, hal itu terjadi berulangkali ketika sang ayah menginginkannya.

Lebih jauh, Y br S mengatakan bahwa selama ini suaminya bekerja sebagai sopir truk sawit. Namun, beberapa bulan belakangan, JS tak lagi bekerja dan menjadi pengangguran. Sedangkan Y br S terpaksa bekerja membantu orang lain berjualan.


Sementara Kasubbag humas Polres Simalungun AKP Jarait Sinaga mengatakan setelah pihaknya menerima laporan tersebut, kasus tersebut segera diserahkan ke Unit PPA Polres Simalungun.


“Lapor saja dulu, setelah itu baru diserahkan ke unit yang menanganinya nanti,” ucap Sinaga. (syaf/mc/int)

Kenali Dulu Peralatan Drum Sebelum Bermain

Setiap jenis peralatan drum memiliki perbedaan masing-masing. Terdapat merek, ukuran, tongkat, dan setem yang berbeda-beda pada pengaturan drum yang berbeda-beda hingga mempengaruhi bunyi dari setiap peralatan drum. Namun tetap, banyak peralatan drum yang menggunakan peralatan-peralatan dasar yang sama. Yang terdapat dalam peralatan drum dasar adalah:


  • Bas drum menghasilkan bunyi dentuman dengan nada yang rendah ketika dipukul dengan suatu alat yang dikendalikan dengan kaki.

  • Snare drum biasanya terletak pada sisi yang tidak dominan pada pemain drum dan dipukul dengan tongkat pada tangan yang tidak dominan juga. Snare adalah drum yang rapat dan menghasilkan suara yang cerah dengan diikuti oleh kocokan resonansi dari drumnya.

  • Tedapat banyak jenis dari ‘”drum tom-tom’”, tetapi tiga yang paling umum adalah Floor Tom (menghasilkan suara yang paling rendah dari ketiga tom-tom tersebut), Mid-Tom (menghasilkan suara tengah dari ketiga tom-tom tersebut), dan High-Tom (menghasilkan suara paling tinggi dari ketiga tom-tom tersebut). Dalam peralatan drum yang dasar hanya terdapat floor tom. Dalam peralatan drum yang lengkap terdapat banyak tom-tom. Setiap tom-tom¬ disetem dengan berbeda untuk menghasilan susunan hasil bunyi yang berbeda untuk dimainkan.
Jenis cymbal
Terdapat berbagai jenis cymbal yang bervariasi dalam hal jenis, bentuk, dan bunyi yang dihasilkan. Cymbal adalah objek besi berbentuk melingkar yang bergetar ketika dipukul. Empat jenis cymbal yang paling umum digunakan adalah hi-hat, the ride, the splash, dan the crash.
  • Hi-hat adalah sepasang cymbal yang dipasang pada pedal kaki. Pedal kaki digunakan untuk mengendalikan cymbal dan biasanya dimainkan dengan kaki kiri. Ketika ditekan, cymbal akan saling menyatu. Ketika tidak ditekan, cymbal akan memisah. Anda dapat memukul cymbal ketika cymbal saling menyatu atau terpisah, dan Anda dapat menyatukan cymbal dengan kaki Anda dalam rata-rata kecepatan yang berbeda. Masing-masing akan menghasilkan bunyi yang berbeda-beda.

  • ’”Ride cymbal’” menghasilkan bunyi yang lebih halus dan dalam dibandingkan dengan cymbal jenis lain. Hal ini disebabkan karena cymbal ini dimainkan secara berulang pada banyak lagu. Cymbal ini biasanya bergetar saat dipukul hingga dipukul lagi, menghasilkan “penyelesaian” getaran bunyi yang panjang.

  • ’”Splash’” adalah cymbal yang menghasilkan bunyi “mencemplung”, mirip dengan bunyi dari pencemplungan di air. Bunyi tersebut hilang dengan cepat dan biasanya digunakan sebagai tambahan bunyi dasar pada ketukan Anda.

  • ’”Crash’” mirip dengan splash, namun menghasilkan bunyi berlanjut yang keras dan panjang. Dengarkanlah crash pada akhir dari lagu aliran pop atau pada suatu seni drama dengan musik orkestra saat suasana yang menegangkan.


Pahami Cara Menghitung Ketukan Drum

Setiap orang pasti tahu yang namanya drum. Ya alat musik ini adalah salah satu alat musik yang paling populer dan terdapat tuntutan yang tinggi untuk dapat memainkannya.

Teknik dan keterampilan yang sederhana dalam memainkan drum dapat dipelajari dengan sangat cepat. Namun, butuh latihan dan dedikasi selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun agar
Anda dapat memainkan drum layaknya seorang profesional. Dengan terbiasa berlatih, Anda dapat mempelajari ritme dan hal-hal yang penting, hingga Anda mencapai tahap mempelajari ritme dan pola yang sulit ketika memainkan drum.

Dalam bermain drum anda perlu mempelajari cara menghitung ketukan.
Banyak cara untuk menghitung bar pada lagu, tetapi untuk permulaan, mari bahas soal ketukan 4/4. Ketukan 4/4 adalah terdapat 4 ketukan di setiap bar. Ketuk 4 artinya ketukan dalam jeda waktu yang sama dengan satu tangan Anda, ketukan ini disebut seperempat ketuk.

Saat Anda mempelajarinya yang penting adalah Anda dapat mempertahankan ritme Anda, Anda dapat mempelajari apa yang Anda mainkan, dan Anda dapat mengembangkan perasaan akan ketukan yang lebih sulit.

Latihlah downbeat Anda:
Teruslah mengetuk dengan kedua tangan Anda. Namun, kapan pun Anda mengatakan “Satu” atau “Tiga”, ketukan kaki kanan (atau kiri) Anda. Hal ini disebut dengan downbeat, dan ketukan ini akan Anda lakukan pada bas di drum.

Saat ini Anda sedang memainkan ketukan drum sederhana musik rock! Mempelajari drum terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu: ritme dan teknik. Tanpa peralatan drum, Anda dapat mempelajari ritme tetapi tidak dapat mempelajari teknik.

Dengan mempelajari semua hal mengenai ritme dan mengembangkan perasaan Anda akan ketukan dan hitungan yang stabil sebelum Anda membeli peralatan drum, Anda akan menjadi pemain drum yang lebih baik dan dapat mempelajari lebih dalam mengenai menjadi pemain drum dengan cepat.
Mungkin tulisan ini masih banyak kekurangannya, karenanya saya minta maaf terlebih dahulu. Semoga Tulisan ini Bisa Bermanfaat buat anda yang ingin mempelajari bermain drum. (syaf)

ASAHAN-Aksi penyelundupan selama bulan ramadhan meningkat. Jika sebelumnya, Sabtu (27/5) petugas bea cukai mengamankan kapal penyelundup yang membawa 2 ribu bal pres monza dari Malaysia, Selasa (30/5) kembali pihak bea cukai menangkap KM Bintang Kejora di Perairan Tambun Tulang Asahan. Kapal ini membawa 400 bal pres monza dari Malaysia.
                                 Petugas menunjukkan monza dari Malaysia yang diamankan.

Informasi diperoleh, saat penangkapan ini satu ABK dan 7 massa diamankan petugas dan kini ditahan di dermaga Bea Cukai di Belawan untuk pemeriksaan lanjut.

Kabid P2 Bea Cukai Sumut, Rizal mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan kapal patroli laut BC 20002 dalam operasi Jaring Sriwijaya. Dimana, Patroli rutin yang dilakukan pihaknya mendeteksi keberadaan kapal di perairan Tambun Tulang.

Operasi tersebut mendapat perlawanan dari massa yang dibawa untuk mengawal muatan. Menggunakan petasan dan batu, massa melempar ke arah petugas agar tidak mendekat.

"Kami sempat mendapat perlawanan dari massa yang dibawa diatas kapal KM Bintang Kejora. Mereka sudah mempersiapkan petasan dan batu sebagai senjata untuk menghalau kapal patroli agar tidak mendekat dan menangkap kapal," ungkapnya didampingi Kasubsi Penindakan Kantor P2 Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Kuala Tanjung, Supeno Djudjuk Udjianto.

Perlawanan massa tersebut, kata Rizal, petugas berusaha mengatasinya, hingga kapal berhasil diamankan. Namun, ABK dan nakhoda tak juga menyerah. Sebagian besar ABK dan massa memilih melompat ke laut.

"Yang kami amankan satu ABK dan 7 massa. Yang lainnya kabur dengan cara melompat ke laut," jelasnya.

Katanya, dari pemeriksaan awal, muatan kapal membawa sekitar 400 ballpress pakaian bekas. "Kapal sudah diamankan di dermaga Bea Cukai di Belawan. Sedangkan ABK dan massa ditahan untuk pemeriksaan selanjutnya," tegas Rizal.

Salah seorang ABK, Aman Simanjuntak, warga Tanjungbalai, mengaku, jika muatan kapal dibawa dari Port Klang, Malaysia. Rencananya monza tersebut akan dibawa ke Tanjungbalai untuk diserahkan kepada yang mengorder. (syaf)


ASAHAN- Dinas Kesehatan Pemkab.Asahan segera meluncurkan aplikasi e-rambate berbasis android yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat pengguna telepon genggam berbasis android.
Itu dikatakan Kadis Kesehatan Asahan, dr.Aris Yudhariansyah, Selasa (30/5). Aris mengatakan, aplikasi e-rambate ini merupakan pengimplementasian dari aplikasi on line berbasis internet yang berisikan data informasi Dinas Kesehatan Asahan.


Masyarakat nantinya dapat mengakses aplikasi tersebut untuk mengetahui tentang data kepegawaian di Dinas Kesehatan Asahan, jumlah pemakaian obat-obatan, status kesehatan di Puskesmas se Asahan, serta informasi lainnya yang masih menjadi ranah tugas Dinas Kesehatan Asahan.

Data dan informasi tersebut semuanya tersaji secara real time dan terkoneksi yang dapat diunduh dengan telphone genggam berbasis android.

"Program tersebut untuk memudahkan warga masyarakat melihat sejauhmana kinerja Dinas Kesehatan dan jajarannya dalam melaksanakan tugas dan fungsinya terhadap pelayanan kesehatan pada  masyarakat, dengan program ini bentuk transparansi sudah terwujud," katanya.


Aplikasi e-rambate saat ini sedang proses penyempurnaan dan diharapkan dalam tahun 2017 ini aplikasi e-rambate sudah dapat berfungsi dan dapat dinikmati seluruh warga masyarakat pengguna telphone genggam berbasis android. (syaf/mtc/int)


TOBASA- Seorang personel Polres Tobasa bersama anaknya meninggal dunia akibat tabrakan maut. Brigadir Polisi Jon Wesly Purba (37) tewas setelah mengalami insiden tabrakan saat mengantarkan anaknya Jessica Purba ke sekolah.
Jenazah Brigadir Jon Wesly dan anaknya yang tewas usai tabrakan. 



Info diperoleh, Rabu (31/5), ketika itu Brigadir Jon Wesly mengendarai sepedamotor Vario membonceng dua anaknya, Jessica Purba dan Jovanca Wesli (6). Mereka berangkat dari Asrama Polsek Laguboti menuju Balige menuju SD Katolik Balige.

Sementara, dari arah berlawanan melintas mobil penumpang L-300 BB 1239 OC yang dikendarai Dimpos Nababan (35) warga Desa Paniaran, Siborongborong, Taput. Tepat di lokasi kejadian, terjadi kecelakaan.
Brigadir Jon Wesly terhempas bersama kedua anaknya. Jon Wesly yang merupakan anak tunggal itu mengalami luka robek di dengkul, luka lecet pada kaki kanan, luka lecet pada tangan dan mengalami benturan pada kepala dan meninggal dunia setelah dirawat di RSU HKBP Balige.

Jessica mengalami luka lecet pada kaki kanan, memar pada kaki kanan dan benturan pada kepala, juga meninggal dunia setelah dirawat di RSU HKBP Balige. Jovanca mengalami luka lecet pada wajah, bengkak pada pelipis sebelah kanan, luka lecet pada pelipis sebelah kanan, luka lecet pada kepala dan dibawa ke RSU HKBP Balige. Setelah mendapat perawatan awal, Jovanca dirujuk ke RS Tiara Pematangsiantar.

Kapolres Tobasa, AKBP Elvianus Laoly membenarkan kejadian itu. Dijelaskannya, dari pemeriksaan saksi serta olah TKP, sementara diduga kecelakaan itu akibat kelalaian pengendara mobil penumpang. (syaf)


ASAHAN- Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Asahan melakukan operasi kesejumlah kios dan toko di wilayah Adahan. Dalam operasi ini petugas melakukan mentera ulang timbangan yang digunakan pedagang.
Petugas dari Dinas Koperasi dan Perdagangan 
melakukan pemeriksaan timbangan yang digunakan pedagang.

Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Asahan, Supriyanto, Rabu (31/5) menjelaskan, pendataan alat ukur atau timbangan dilakukan untuk mengantisipasi para pedagang yang memanfaatkan situasi pasar selama bulan  Ramadhan dan menjelang hari raya Idhul Fitri 1438 H.

”Kita lakukan pengecekan hingga alat ukur atau timbangan tidak disalah fungsikan yang dapat merugikan pembeli. Selama bulan Ramadhan dan menjelang Idhul Fitri akan ada lonjakan pembeli,” ujarnya.


Supriyanto juga mengatakan dengan dilakukannya tera ulang semua jenis timbangan yang ada di setiap toko maupun kios yang ada disejumlah pasar tradisional ini paling tidak dapat meminimalisir terjadinya tindak kecurangan yang dilakukan oleh pedagang kepada konsumennya. (syaf)


Asahan- Ratusan pedagang di pasar inpres Asahan kembali hijrah dan menggelar dagangannya di trotoar/pinggir Jalan Diponegoro maupun Jalan Cipto. Hal itu terjadi karena sepinya pembeli di kios yang telah dibangun Pemkab Asahan di lantai II pasar inpres.

                     Para pedagang psar Inpres yang menggelar dagangannya di pinggir jalan


Wahyu (27) pedagang di lantai II, Rabu (31/5) mengatakan, ia sudah sebelas bulan ini tidak berpenghasilan, semenjak menempati kios dilantai II pasar inpres.


Menurut Wahyu, ia terpaksa turun ke bawah dan menggelar dagangan di kaki lima untuk memenuhi kebutuhan di bulan ramadhan dan kebutuhan idul fitri.

“Kami juga butuh penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup serta persiapan menyambut datangnya hari raya Idhul Fitri 1438 H,” katanya.

”Kami pedagang yang menggelar dagangan di kaki lima ini sudah siap untuk melakukan perlawanan bila Satuan Polisi Pamong Praja melakukan pembersihan dan melarang kami berjualan di pinggiran pasar inpres ini. Dan kami warga pedagang  yang telah memilih Taufan - Surya untuk kembali terpilih sebagai Bupati Asahan periode kedua ini,  hendaknya juga memberikan kesempatan kepada warganya untuk mendapatkan sedikit rezeki dengan menggelar dagangan ini di pinggiran pasar inpres ini, setelah usai Ramadhan dan Idhul Fitri ini kami para pedagang akan kembali berjualan di dalam pasar inpres yang telah dibangun Pemerintah Kabupaten Asahan ini. Hanya sementara pak kami menggelar dagangan di sini,”ucapnya.

Sementara Kasat Pol PP Asahan Isa Harahap saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya tetap berpegang dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh Bupati Asahan. Semua pedagang diwajibkan untuk tetap membuka serta berjualan pada tempat yang telah disediakan, dan dilarang untuk menggelar dagangan di kaki lima.

Isa Harahap juga mengatakan imbauan untuk tidak menggelar dagangan di kaki lima juga sudah terpampang di dinding pasar itu, namun pedagang ini yang tetap tidak mengindahkan aturan yang telah dibuat pemerintah.


Dampak dari pedagang menggelar dagangannya di kaki lima ini, sejumlah ruas jalan menjadi sempit dan kemacetan arus lalu lintas akan terjadi, sehingga kota Kisaran kembali semrawut dan kumuh.

”Kami minta kesadaran pedagang untuk mematuhi aturan ysng telah dibuat pemerintah,” ucapnya.



Kirim Surat ke Bupati
Terpisah, pengurus komonitas Pedagang Kaki lima kisaran telah mengirim surat ke Bupati Adahan dengan nomor surat 01/A/Kompak 5-As/V/2017 tertanggal 14 Mey 2017 perihal untuk mendapatkan ijin berjualan disepanjang jalan Diponegoro, Jalan Cipto Tengah di depan pasar inpres selama bulan Ramadan 1438 H.

                                            

Keterangan Jack (37) pedagang jam yang menggelar dagangannya di sudut pasar inpres Kisaran mengatakan para pedagang yang berjualan di lantai II pasar inpres ini, hijrah ke pinggir jalan untuk menggelar dagangan demi untuk dapat memperoleh sedikit rezeki selama ramadan.

”Kawan-kawan semua sudah sepakat selama bulan Ramadhan ini berjualan di pinggir pasar inpres ini, kami meminta kemurahan hati pak Bupati agar kiranya diberi ijin berjualan di sini. Para pedagang ini hijrah kepinggir pasar ini bukan tidak beralasan, kami sudah sebelas bulan puasa, selama kami menempati kios di lantai II tersebut, ini bulan Ramadhan dan sebentar lagi sudah hari raya dan inilah kesempatan kami dapat mengkais sedikit rezeki,” ucapnya.

“Bupati Asahan juga telah membalas surat kami dengan suratnya yang bernomor 510/2738 tertanggal 30 Mey 2017 yang isinya bupati Asahan tidak memberi ijin kami berjualan dengan menggunakan bahu jalan ini, semuanya harus berniaga di dalam pasar inpres. Namun apapun resikonya kami tetap memilih berjualan di kaki lima selama bulan Ramadhan ini, bila terjadi penggusuran yang dilakukan oleh Satpol PP kami tetap akan bertahan. Ini tuntutan perut pak yang kami pertahankan,” ucapnya.

Secara terpisah Assisten II Jhon Ardi usai menggelar pertemuan antara pedagang kaki lima dengan pihak terkait aula pemkab.Asahan, Rabu (31/5) mengatakan pada dasarnya Bupati Asahan tidak memberi ijin para pedagang menggelar dagangannya di sepanjang Jalan Diponegoro, Jalan Cipto tengah depan pasar inpres tersebut.


Hal tersebut untuk menjaga kemacetan lalu lintas serta kecelakaan lalu lintas maupun kerawanan lainnya, dan bupati juga sudah memberikan balasan surat Kompak-5 yang intinya juga menolak permohonan pedagang untuk menggelar dagangan diluar pasar inpres tersebut. (syaf)

TOBASA-Seorang balita bernama Kasmin Sinaga (3) tewas setelah ditabrak mobil pick up di jalan Silimbat Kecamatan Sigumpar, Tobasa tepatnya di depan kedai bakmi, Selasa (30/5) sekitar pukul 21.30 WIB.

Informasi diperoleh, korban merupakan warga Desa Sigordang, Kecamatan Siantar Narumonda, Toba Samosir. Saat itu kedua orang tua korban melakukan transaksi pembayaran di kedai bakmi tersebut.

Orangtua korban saat berada di Rumah Sakit Porsea. 

Ibu korban meninggalkan kedai tersebut dan berjalan menuju ke mobil mereka yang terpakir di depan kedai. Sementara sang suami masih menunggu. Ibu korban tidak menyadari jika anaknya mengikutinya dari belakang.

Melihat bocah malang itu menyebrang jalan dan ditabrak kendaraan yang dikemudikan Panjaitan, warga yang berada tak jauh dari lokasi kejadian langsung menjerit. Korban terlempar sejauh kira-kira 2 meter dan terlindas ban belakang mobil. Mengetahui hal itu sang supir menghentikan laju kendaraannya.

Warga yang menolong segera mengangkat tubuh korban yang sudah terbujur kaku dan tidak mengeluarkan suara apapun. Tidak terdapat luka ataupun darah di tubuh korban.
Orang tua korban lantas melarikannya ke rumah sakit Porsea. Namun korban tidak bernyawa lagi setiba di rumah sakit. Orang tua korban histeris menangis sejadi-jadinya karna anaknya sudah tiada. 

Malam itu juga keluarga lantas membawa jenazah anaknya ke rumah duka di Desa Sigodang Kecamatan Siantar Narumonda malam itu juga.

Sementara sang sopir yang menabrak korban mengaku tidak melihat jika anak kecil menyebrang tiba-tiba dikarenakan terhalang oleh mobil yang terparkir di pinggir jalan persis di depan kedai bakmi tersebut. Sang sopir mengaku jika mobil yang dikemudikannya berjalan dari arah Silaen menuju Sipitu-pitu untuk pulang habis berdagang dari Habinsaran.

Polisi yang mendengar kabar tersebut langsung turun kelapangan untuk melakukan olah TKP. (syaf/mc/int)





TANJUNGBALAI-Seorang pria bernama M Safii  (23) babak belur dihajar massa setelah tertangkap warga melakukan aksi pencurian di salah satu kediaman warga di perumahan depag, Lingkungan V, Jalan Anwar Idris, Kelurahan Bunga Tanjung, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai, Minggu (28/5) dini hari sekira pukul 04.00 WIB.

Tersangka yang terkapar di jalan setelah dihajar warga karena ketahun mencuri.


Informasi dihimpun, aksi pencurian yang dilakukan warga Lingkungan II, Jalan Garuda, Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung ini diketahui warga bermula saat dirinya mengira kondisi rumah milik Agus sedang kosong dan tak berpenghuni karena tampak sepi.

Namun saat Fii berada dalam rumah Agus ,istri Agus yakni Elisa wati, memergoki dirinya, Elisa pun kemudian berteriak maling dan atas teriakan itu mengundang perhatian warga sekitar dan Fii pun berusaha kabur namun usahanya sia-sia, Fii akhirnya tertangkap warga dan  jadi bulan-bulanan warga hingga tak sadarkan diri dan harus dilarikan ke rumah sakit umum oleh petugas.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Tri Setyadi Artono SH SIK melalui Kasubbag humas AKP Y Sinulingga ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/5) membenarkan kejadian tersebut.

Dikatakannya pelaku saat ini masih dalam perawatan intensif  namun atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP


"Pelaku masih dirawat di rumah sakit dan setelah itu akan kita proses," ujarnya. (syaf)


Akan Dihak Patenkan

TANJUNGBALAI-Guna meningkatkan perekonomian masyarakat, Pemko Tanjungbalai menggelar pelatihan membatik dan pengolahan kulit kerang. Dengan pelatihan ini maka saat ini Tanjungbalai sudah memiliki batik sendiri dengan ciri khas corak kulit kerang



Ketua Tim PKK Tanjungbalai Sri Silvisa Novita M Syahrial 
saat belajar membatik dan mengolah limbah kulit kerang.



Itu dikatakan Walikota Tanjungbalai M Syahrial didampingi Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kota Tanjungbalai Ny Sri Silvisa Novita M Syahrial saat menghadiri acara penutupan pelatihan dan pengembangan batik dan kulit kerang yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Walikota.


Kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 22 Mei sampai 25 Mei 2017 ini terbagi dalam dua kelompok yakni pelatihan membatik dalam rangka pengembangan batik lokal corak kerang yang langsung dilatih oleh Kelompok Kampoeng Batik Laweyan Solo dan Pengembangan Kerajinan Kulit Kerang yang dilatih oleh Pengrajin Kulit Kerang asal Bali.
                                     
                                
Contoh Batik Khas Tanjungbalai

Walikota Tanjungbalai mengapresiasi kegiatan ini terutama Ibu Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda yang telah melakukan terobosan ini. Sehingga dapat terlaksana dengan baik.


“Saya meminta kepada dinas terkait terutama Disperindag untuk melakukan koordinasi dalam promosi maupun pemasaran produk kerajinan kulit kerang ini sehingga dapat lebih dikenal lagi di Indonesia. Saya tadi melihat langsung bagaimana proses pembuatan kulit kerang ini, memang sangatlah rumit tapi saya yakin akan potensi masyarakat Tanjungbalai akan mampu merangkai limbah kulit kerang ini menjadi produk yang indah sama seperti yang kita lihat bersama,” ucap Syahrial.

Syahrial juga berharap nantinya produk batik dan kerajinan kulit kerang lokal ini dapat dipasarkan di lokasi strategis dan menjalin kerjasama dengan kota/kabupaten lain dengan membuka galeri produk unggulan Kota Tanjungbalai.


“Khusus buat batik, saya nantinya akan mendorong batik lokal terutama batik corak kerang yang merupakan ikon Kota Tanjungbalai untuk membuat hak paten sehingga batik corak kerang menjadi batik khas Tanjungbalai dan satu satunya di Indonesia bahkan dunia,” tambah M Syahrial.



Contoh Kerajinan Tangan kulit kerang.


Dukungan dari dinas terkait terutama camat untuk lebih kreatif lagi dalam menampilkan produk unggulan kecamatannya pada saat event ataupun pameran sehingga menambah kreasi produknya.


“Sebagai langkah awal dalam pengembangan batik saya nantinya melalui Dinas Pendidikan untuk mempromosikan pemakaian batik bagi anak sekolah dalam tahun ajaran baru ini dan tidak tertutup kemungkinan batik bagi para PNS Kota Tanjungbalai dengan harga yang terjangkau dengan kualitas yang bersaing dengan produk yang telah lebih dikenal sebelumnya,” ucap Syahrial.


Hal senada juga disampaikan Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kota Tanjungbalai Ny Sri Silvisa Novita M.Syahrial. Sri meminta dukungan Pemerintah Kota di bawah pimpinan Walikota M Syahrial untuk membantu pengembangan dan promosi serta pemasaran batik dan kerajinan kulit kerang Kota Tanjungbalai.


“Saya mengucapkan terimakasih kepada para pembimbing baik dari Kota Solo maupun Bali sehingga dalam waktu yang tidak lama ini telah memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat kami di Kota Tanjungbalai. Sehingga lebih kreatif lagi dan berinovasi dalam pembuatan batik dan kerajinan kulit kerang,” ujar Sri Silvisa Novita M Syahrial.

“Bagi seluruh peserta membatik dan kerajinan kulit kerang yang berjumlah 40 orang saya harapkan dapat menerapkan apa yang telah didapat dari pelatihan ini dalam bentuk pengembangan usahanya,” tambahnya.


Hadir dalam acara tersebut OPD dilingkungan Pemerintah Kota Tanjungbalai, Camat serta para peserta pelatihan Mambatik dan Kerajinan Kulit Kerang. (syaf)


ASAHAN– Ari Andrian mahasiswa asal Kabupaten Asahan yang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Negeri Medan (Unimed) bersama empat orang rekannya menerima penghargaan tingkat dunia. Melalui kulit jengkor, Ari dan temannya berhasil membuat inovasi produk jengkol spray (J-spray) dan mewakili Indonesia di International Invention & Innovation Exhibition (ITEX) Malaysia 11-13 Mei lalu. Dalam acara itu mereka sukses meraih mendali perak dan special award.




Ari Andrian (kiri pegang bendera) bersama rekannya di ITEX Malaysia.



Saat diwawancarai wartawan, Selasa (23/7) mahasiswa fakultas ekonomi yang tinggal di Dusun III, Desa Sukadamai, Kecamatan Pulo Bandring Kabupaten Asahan ini mengatakan, Jengkol Spray karya inovasi yang mereka lombakan itu adalah sejenis insektisida atau bahan kimia bersifat racun dipakai para petani untuk membunuh serangga dari bahan alami dari ekstrak kulit jengkol.  


 “Biasanya insektisida yang dipakai petani sayuran untuk membasmi hama serangga terbuat dari campuran racun bahan kimia. Kini setelah kami teliti dan berhasil menemukan J Spray tanaman yang diberi insektisida sudah pasti aman, hasil tanamannya lebih sehat untuk dikonsumsi karena J Spray bahan utamanya ekstrak kulit jengkol,” kata mahasiswa kelahiran 9 Januari, dua puluh satu tahun lalu itu.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi semester VI yang juga pernah menjadi finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa se Sumatera tahun 2015 ini mengatakan, lewat temuan kelompoknya ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena harganya yang murah disamping material utamanya adalah kulit jengkol tidak digunakan selama ini terbuang sia-sia, sehingga bisa mengurangi biaya produksi tani bagi para petani.

 “Kendati demikian, ekstrak liquid kulit jengkol yang kami sebut J Spray ini masih dalam proses penyempurnaan sebelum benar benar diproduksi dan dipakai oleh masyarakat,” ujar alumni SMK Swasta Al Ma’shum Kisaran ini lagi.

Ia pun mengatakan, ide bermula dan terinspirasi memanfaatkan limbah kulit jengkol ini dari petani di Bengkulu yang memanfaatkan kulit jengkol utuh untuk mengusir hama. Hal hal tersebut ternyata sudah dibuktikan melalui penelitian, namun cara tersebut mereka anggap belum efektif hingga berinovasi menemukan J Spray. 

Sebelumnya, Ari Ardian berama ke empat rekannya berasal dari Unibeversitas yang sama masing masing Khairunnisa, Moni Simbolon, Sartika Talambanua, dan ketua tim Dicky Mahaputra Tarigan berhasil meraih mendali perak dan special award mewakili Indonesia di International World Young Inventors Exhibition (WYIE) di Kuala Lumpur Malaysia.

J Spray yang diusung tim mereka ini, membuat potensi limbah kulit jengkol (Pithecellobium Jiringa) sebagai inteksida alami dengan teknologi MAE (Microwave Assisted Extraction) yang terdapat pada agroindustri jambu air madu deli Kota Binjai. (syaf/int)




Walikota Tanjungbalai Mhd Syahrial dan Ketua DPRD Tanjungbalai Bambang H Lobo beserta H Badol Said Budi dan Arjun yang berada di lokasi kebakaran marah dan bertanya kemana Camat Teluk Nibung.  Pasalnya hingga api dipadamkan camat tidak kelihatan.



Terpisah, Kapolres Tanjungbalai AKBP Tri Setyadi Artono SH Sik MH melalui Kasat Sabhara AKP Yani Sinulingga mengatakan, pihaknya melakukan pengamanan terhadap  harta benda korban kebakaran.

(Baca juga: http://www.taslabnews.com/2017/05/duka-di-hari-ke-dua-ramadan-3-rumah-di.html)

Menurut Sinulingga pihaknya masih menelusuri penyebab kebakaran dan dalam kasus ini ditaksir kerugian mencapai ratusan juta rupiah. (syaf)




TANJUNGBALAI-Tiga rumah di Jalan MT Hariono ludes di lalap si jago merah, Minggu (28/5) sekira pukul 14.45 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran di Gang Salman, Kelurahan Perwira, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai itu. Akibat insiden ini satu unit rumah terpaksa dirusak untuk menjecegah agar api tidak menjalar ke rumah warga yang lain.


 Informasi diperoleh dari Ishak salah satu warga di lokasi kejadian mengatakan, warga mendengar suara teriakan minta tolong karena ada kebakaran. Lalu warga berhamburan ke lokasi kejadian. Melihat ada rumah warga yang terbakar, warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, dan tak lama kemudian empat unit mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Pemko Tanjungbalai turun ke lokasi kejadian.

Sementara itu Kapolsek Teluk Nibung AKP Mulkan Daulay melalui Kanit Reskrim Iptu R Saragih mengungkapkan belum mengetahui penyebab kebakaran karena masih dalam penyelidikan. Namun beberapa saksi mengatakan api diduga berasal dari arus pendek listrik.

Senada dikatakan Edi (39) warga setempat yang ditemui di lokasi kejadian. Menurut Edi, api tiba-tiba saja muncul dari salah satu atap rumah warga, lalu tak lama kemudian api pun membesar.

Warga yang panik berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya dan terpaksa merubuhkan satu rumah milik Erlina (60) yang merupakan tetangga korban agar api tidak menjalar ke bangunan lain.


"Tiba-tiba kami lihat api sudah menjalar di rumah Pak Rizal dan Buk Hasna dan kami pun berusaha memadamkan api. Namun karena dinding rumah terbuat dari papan membuat api cepat besar. Terpaksa satu rumah dirubuhkan agar api tak menjalar kebangunan lainnya dan api pun dapat dipadamkan setelah 20 menit setelah tiga mobil pemadam kebakaran turun kelokasi kejadian," ujarnya.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Tri Setyadi Artono SH SIK melalui Kasubag Humas AKP Sinulingga mengungkapkan hingga saat ini belum bisa memastikan penyebab kebakaran yang terjadi tersebut, namun dugaan sementara api berasal dari arus pendek listrik.

Dikatakannya saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi saksi

"Untuk penyebab kebakaran belum bisa kita pastikan masih dalam proses penyelidikan,dan untuk sementara lokasi kejadian telah kita amankan," ujarnya. (syaf/int)




Tabel Nama Pemilik Rumah yang Terbakar dan Dirusak di Jalan MT Hariono
1. Asnah (65)
2. Rijal Hasibuan (50)
3. Dedek (35)
4. Agus (45)



Sedih Rumahnya Terbakar, IRT Pingsan lalu Meninggal

TANJUNGBALAI-Di hari kedua Ramadan, tepatnya Minggu (28/5), warga di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Teluk Nibung, Tanjungbalai heboh. Sebanyak enam rumah terbakar, dua dirusak. Dalam insiden ini satu orang bernama Mahlida jatuh pingsan ketika mengetahui rumahnya terbakar dan meninggal dunia di rumah sakit.




Petugas Pemadam Kebakaran dan warga berusaha memadamkan api yang membakar 6 rumah di Jalan Yos Sudarso Tanjungbalai .



Informasi dari Kepala Lingkungan I, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung Tanjungbalai Jumadi (48) mengatakan, saat warga sedang beristirahat, tepatnya pukul 01.00 WIB dini hari, tiba-tiba terdengar suara minta tolong dan mengatakan ada api.


Warga yang mendengar teriakan itu sontak berhamburan keluar rumah dan menuju ke lokasi kebakaran yang disebutkan. Dengan peralatan seadanya warga berusaha memadamkan api dan sebagian lagi menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tak lama berselang petugas pemadam kebakaran datang, namun api cepat membesar dan merembet sehingga menghanguskan enam rumah warga.

 Untuk mengantisipasi api merembet ke rumah warga lainnya, akhirnya dua rumah terpaksa dirusak. Dua rumah yang dirusak yakni rumah milik Hj Siti Marian dan Abd Salman.


Jumadi menambahkan, salah seorang warga yang rumahnya terbakar tewas diduga akibat terkena serangan jantung. Di mana korban yang bernama Mahlida jatuh pingsan setelah mengetahui rumahnya terbakar. Warga yang melihat Mahlida pingsan langsung berusaha menyelematkannya.


Mahlida dibawa ke RSUD T Mansyur Tanjungbalai untuk mendapatkan perawatan medis. Namun beberapa menit setelah dirawat, Mahlida akhirnya menghembuskan nafasnya.

Masih dari Jumadi, untuk mengatasi musibah kebakaran, sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran diturunkan. Setelah satu jam, akhirnya api berhasil dijinakkan. (syaf)




Tabel Nama Korban yang Rumahnya Terbakar di Jalan Yos Sudarso
1. Madi (35)
2. Widodo (43)
3. Sopyan (35).
4. Murni Astuti G (38)
5. Mhd Hadi (36)
6. Mahlida (65)

Nama Korban yang Rumah Dirusak
1. Hj Siti Marian
2. Abd Salman


ASAHAN-Personel Polres Asahan meringkus Kepala KUA Kecamatan Haranggaol Horison, Kabupaten Simalungun Mansyur Ali SAg (44). Tersangka diringkus karena diduga melakukan penipuan sebesar Rp69 juta.
                                                
Penangkapan terhadap tersangka berdasarkan laporan Lukerna Sitorus ke Polres Asahan. Saat itu Lukerna mengaku menjadi korban penipuan yang dilakukan  Mansyur Ali sesuai dengan surat laporan LP/569/VII/2016/ SU. Saat itu Lukerna Sitorus dijanjikan oleh tersangka akan memasukan kedua putranya menjadi PNS di Kabupaten Batubara.

Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Bayu Putra Samara SIK melalui Kanit Jatanras Ipda Khomaini STK, Minggu (28/5) mengatakan, tersangka selaku kepala KUA Kecamatan Haranggaol Horison Simalungun, Sabtu (27/5) sekira pukul 20.30 wib sudah diinapkan di rumah tahanan Mapolres Asahan.

Lalu tersangka meminta uang kepada korban Lukerna Sitorus sebesar Rp69 juta. Berselang beberapa lama kemudian tersangka memberikan surat edaran yang menyatakan kedua anak korban seolah telah lulus, surat edaran  kementrian pendayagunaan Aparatur Negara tersebut diantaranya nomor SE/118/M.PAN-RB/08/2014 atas nama Rudiansyah Lubis dengan mendapatkan NIP.19890814 201401 001, dan surat edaran kementrian pendayagunaan Aparatur Negara nomor SE/116/M.PAN-RB/08/2014 atas nama Mawardi Lubis dengan NIP. 19910602 201401 1 001.

Mendapatkan surat edaran itu Lorena dengan dua orang putranya menanyakan hal itu ke dinas terkait di Kabupaten Batubara. Namun setelah dilakukan pengecekan atas kebenarannya, ternyata surat edaran yang diberikan Mansyur Ali tersebut palsu.

Khomaini menambahkan, korban yang merasa telah tertipu selanjutnya membuat laporan di Polres Asahan. Dari dasar itulah unit Jatanras melakukan penangkapan terhadap tersangka di rumahnya di Jalan Pematang Bandar, Kelurahan Kerasaan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.

Saat ini tersangka dalam proses pemeriksaan untuk mengetahui apakah ada korban lainnya. Perbuatan tersangka tersebut dapat dijerat dengan pasal 378 KUHP, ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara. (syaf/mtc/int)



ASAHAN- Penemuan mayat membusuk di rumah kosong menghebohkan warga Jalan Mas Mansyur, Asahan.
Ratusan warga berkumpul di rumah tempat ditemukannya mayat Daniel. 


Informasi diperoleh, penemuan mayat Daniel bermula saat Toni (48) dan Khairul (46) mencium aroma bau menyengat dari dalam rumah kosong di Jalan Mas Mansyur nomor 2, Lingkungan III, Kelurahan Kisaran Baru, Kecamatan Kisaran Barat, Asahan.

Toni yang berprofesi sebagai pedagang mie goreng yang berjarak lebih kurang seratus meter dari rumah kosong itu mencium aroma tak sedap. Sementara Khairul yang saat itu berada di warung milik Toni juga mengaku mencium aroma tak sedap tersebut.

Lalu Khairul memanggil Usin yang merupakan keluarga dari Daniel dan Muhammad Kamil Kepling Lingkungan III. Kemudian mereka berempat mendatangi rumah kosong tempat ditemukannya mayat Daniel yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

Setelah dilakukan pemeriksaan mereka berempat menemukan sosok mayat pria yang terakhir diketahui bernama Daniel. Lalu keempatnya memanggil warga dan polisi. Dalam hitungan detik puluhan warga sudah berkumpul di lokasi penemuan mayat tersebut.

Tak lama berselang polisi datang ke lokasi kejadian. Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga SIK MSi yang hadir di Tempat Kejadian Perkara  (TKP) menyebutkan tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Saya tadi telah mengecek langsung di dalam kamar nomor tiga rumah ini, tidak kami temukan luka akibat kekerasan," sebut kapolres.

Lebih lanjut dikatakan orang nomor satu di Polres Asahan ini bahwa jenazah akan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran guna pemeriksaan.

"Tadi adek korban dan Tante nya bilang ke saya tidak perlu diautopsi, bagaimana nantinya semua keputusan dipihak keluarga," terang Kapolres Asahan.

Setelah mayat Daniel dikemas dengan plastik hitam dan dikeluarkan dari kamar nomor tiga, keluarga yang turut hadir di TKP langsung menangis.

Sementara itu, tak satu pun pihak keluarga yang bersedia dikonfirmasi awak media. Bahkan pihak keluarga melarang, ketika awak media mendokumentasikan penemuan mayat itu. (syaf)


BELAWAN-Dua kapal penyelundup Balpres asal Malaysia di kawasan perairan Tanjungbalai Asahan, Jumat (26/5) diamankan kapal patroli milik Bea dan Cukai Provinsi Sumatera Utara BC 20008.


Kedua kapal tanpa nama GT. 42 no. 3042/PPb dan GT .40 no .1250/PPb membawa 10 Anak Buah Kapal (ABK) dan bermuatan sedikitnya 2.000 balpres  pakaian bekas. Saat ini kedua kapal penyelundup monza itu digiring kapal patroli BC 20008 kepangkalan BC Sumatera Utara di Belawan, Sabtu (27/5). Sementara ke 10 orang ABK dari kedua kapal penyelundup Balpres diperiksa dimako BC dijalan Anggada Belawan.

Kabid  P2BC Sumatera Utara Rizal saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya menangkap 2 kapal penyelundup Balpres .
Menurut Rizal, kedua kapal hasil tangkapan kapal patroli BC tersebut belum diketahui berapa jumlah muatan Balpresnya, diperkirakan isi balpresnya sekitar 2.000 bal. Dari pengakuan para ABK kapal, balpres tersebut dari Malaysia untuk dibawa ke Tanjungbalai Asahan dan akan dipasarkan di Sumatera Utara ini menghadapi lebaran nanti. (syaf/mc/int)



SIDIMPUAN- Dua wanita muda di Kota Padangsidimpuan saling pukul dan cakar. Keduanya berkelahi karena mengklaim memiliki suami yang sama yakni Abdul Azis Daulay.


Informasi diperoleh, kedua wanita itu berinisial SB alias I (22) warga Pijorkoling, Kecamatan Padang Sidimpuan Tenggara dan SH (24) warga Jalan Masjid Raya, Kantin Dolok, Kecamatan Padang Sidimpuan Selatan. Akibat pertengkaran itu keduanya terlibat pertengkaran sehingga SB alias I dilaporkan ke pihak yang berwajib lantaran menganiaya SH.

Penganiayaan tersebut terjadi karena SB alias I merasa SH merebut suaminya yang bernama Abdul Azis Daulay. Akan tetapi, SH merasa tidak pernah merebut suami SB karena SH mengaku bahwa dialah istri sah dari Abdul Azis Daulay.

“Tidak betul Abdul Azis Daulay itu suaminya, akulah istrinya yang sah sesuai bukti surat nikah kami ada semuanya. Mana buktinya kalau itu suaminya. Kenapa sampai dia memukul aku,” ujarnya beruarai air mata.
SH menceritakan, Kamis (18/5) kemarin, pelaku SB mendatangi dirinya di tempat usahanya yang menjual perlengkapan ulang tahun di depan SMP Negeri 1 Padangsidimpuan.

Sesampainya di tempat tersebut, SB langsung melakukan tindak kekerasan hingga SH menderita luka memar di bagian kepala, tangan dan kaki setelah dipukul menggunakan tangan dan batu oleh SB. Menurut keterangan warga sekitar yang tidak mau diekspose identitasnya, SH waktu itu sempat pingsan dan dilarikan ke RSUD Kota Padangsidimpuan.


Tidak terima dirinya dianiaya, setelah siuman SH langsung melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polres Padangsidimpuan dengan nomor STPL/217/V/2017/SU/PSP. Petugas yang mendapatkan laporan tersebut langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa beberapa saksi penganiayaan yang terjadi, Kamis (18/5) lalu. Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan, AKP Zul Efendi membenarkan laporan tersebut.


“Kami sudah menerima laporan tersebut dan sudah memeriksa beberapa saksi dan korban. Bahwa, pelaku melakukan penganiayaan karena tak terima suaminya direbut, sehingga melakukan penganiayaan. Selain itu pelaku juga mengancam akan membunuhnya, baik dengan cara mendatangi korban maupun melalui media sosial akun facebook dengan membuat status yang mengancam korban dengan kata-kata tidak senonoh,” jelas Kasat. Berdasarkan informasi di kepolisian, korban ternyata istri sah dari Abdul Azis Daulay.

Berdasarkan bukti, pelaku bisa dijerat dengan pasal 351 KUHP ayat 1 dengan ancaman pidana penjara di atas 4 tahun penjara. “Kami masih menunggu hasil visum dari rumah sakit sebagai bukti adanya tindak penganiayaan,” tambah kasat. (syaf)

TANJUNGBALAI -Dinas Kebersihan Kota Tanjungbalai mulai mengoperasikan mobil penyapu jalan atau street sweeper untuk membersihkan jalan-jalan di inti kota dari tumpukan pasir.

Mobil penyapu jalan yang dibeli Pemko Tanjungbalai 
untuk membersihkan jalanan dari debu dan pasir.



Walikota Tanjungbalai M Syahrial SH MH langsung memimpin pengoperasian perdana atau lounching mobil penyapu jalan tersebut di depan Rumah Dinas Walikota Tajungbalai, Jumat (26/5).

Walikota Tanjungbalai M Syahrial mengatakan bahwa pengadaan mobil pembersih jalan atau street sweeper tersebut adalah jalan keluar untuk membebaskan jalan-jalan di inti kota dari pasir dan debu. Selain itu, mobil tersebut juga sekaligus akan membantu tugas dari para penyapu jalan di jalan-jalan protokol.

"Pembelian mobil penyapu jalan ini adalah untuk mempercepat proses pembersihan jalan-jalan di inti kota dari pasir dan debu yang akhir-akhir ini sudah sangat meresahkan. Selain itu, dengan dioperasikannya mobil pembersih jalan ini juga nantinya akan membantu tugas dari para penyapu jalan dalam membersihkan jalan-jalan protokol," ujar Walikota M Syahrial.

Pada kesempatan itu, Walikota juga mengungkapkan, bahwa walaupun baru satu unit, namun Kota Tanjungbalai adalah satu-satunya daerah tingkat dua di Sumatera Utara yang telah menggunakan mobil pembersih jalan atau street sweeper walaupun. Oleh karena itu, Walikota juga menegaskan bahwa mobil tersebut setiap harinya harus disimpan di gudang yang ada di Rumah Dinas Walikota sehingga pemeliharaan maupun operasionalnya dapat terkontrol.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan Kota Tanjungbalai H Harmeini dalam laporannya mengatakan bahwa mobil pembersih jalan tersebut dibeli dengan dana sebesar Rp2,8 miliar berkapasitas tampung 2.500 liter sampah.

Katanya, dengan kemampuan menyapu sampah sepanjang 15 km jalan per jam, mobil street sweeper tersebut akan bekerja selama 4 - 6 jam setiap harinya.


Pengoperasian perdana mobil pembersih jalan tersebut juga ditandai dengan pembukaan selubung berupa kain putih, pemecahan guci serta penempelan stiker logo Pemko Tanjungbalai pada dinding mobil street sweeper oleh Walikota Tanjungbalai. (syaf)


LABURA- Tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah I Sumatera Utara bersama Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera sedang melakukan penyelidikan atas pembantaian Harimau Sumatera di Aek Natas Labuhanbatu Utara. Hasil penyelidikan ada beberapa bagian dari tubuh harimau itu yang hilang seperti alat kelamin harimau jantan tersebut, kulit bagian kening, kumis, dan ujung ekor.


Kepala Bidang Konservasi Wilayah I BBKSDA Muchtar Amin Ahmadi mengatakan, terbunuhnya harimau ini diketahui BBKSDA, Rabu (25/5) sekira pukul 13.00 WIB. Tim penanganan dari Pematangsiantar menuju ke lokasi.
 (baca juga http://www.taslabnews.com/2017/05/masuk-ke-perkampungan-di-aek-natas.html)
"Kemudian ternyata harimau yang terbunuh itu sudah dikubur oleh masyarakat," kata Muchtar, dalam konfrensi pers, di BBKSDA Wilayah I, Jumat (26/5) dengan didampingi Kepala Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera, Halasan Tulus, dan jajaran Polisi Hutan.

Muchtar menambahkan, karena sudah dikubur, kemudian tim melakukan pendekatan kepada warga. Tim bermaksud membawa bangkai hewan malang itu untuk kepentingan penyelidikan.

"Sempat alot karena warga keberatan itu kita bawa, namun akhirnya berhasil kita bawa. Dari pengumpulan bukti-bukti di lapangan harimau mati akibat luka terbuka (bacokan) hingga tengkorak kepala, juga ada luka tombak di tubuh, serta beberapa bagian tubuh yang hilang," akunya.

Dimana, beberapa bagian tubuh yang hilang itu antara lain alat kelamin harimau jantan tersebut, kulit bagian kening, kumis, dan ujung ekor dan terdapat luka lama bekas jerat pada kedua kaki.

"Dari ketiga kemungkinan harimau berada di pemukiman warga, dapat diduga bahwa harimau tersebut adalah harimau dewasa yang sedang sakit akibat luka jerat. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya bekas luka lama pada kaki kanan depan dan salah satu kaki belakangnya," ucapnya.
Muchtar menambahkan, memang sebelum dibunuh, warga telah melaporkan ke Kepala Desa adanya harimau yang berkeliaran di pemukiman warga. Mereka pun mengingatkan warga untuk tidak menjerat dan tidak mengganggu harimau. Namun, naas bagi hewan endemik Sumatera ini, ia tewas dibantai warga yang berdalih takut diserang.

Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan harimau masuk ke pemukiman, diantaranya harimau tua yang sudah tidak sanggup bersaing dengan harimau lain untuk berburu sehingga ke pemukiman untuk memangsa ternak warga. Kemungkinan kedua harimau muda yang sedang belajar berburu, lalu harimau sakit yang tak sanggup bersaing dan ke pemukiman untuk berburu ternak warga serta kerusakan hutan.


Dengan hilangnya anggota tubuh harimau saat BBKSDA tiba dilokasi kejadian, yang diduga untuk diperdagangkan. Pasalnya, saat dikuburkan, petugas menemukan bahwa satwa langka itu dikuburkan dengan serampangan hanya sebatas menutup bangkai dan tidak dalam.

Kepala Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera, Halasan Tulus, mengungkapkan, hilangnya bagian tubuh satwa yang dilindungi ini terindikasi pidana dan bagi pemiliknya juga bisa dijerat pidana.

"Disana memang terindikasi ada jaringan penjual organ satwa, tapi apakah ini link kesitu masih kita selidiki," kata Halasan, kepada wartawan, Jumat (26/5).  


Dikatakannya, kepemilikan organ atau bagian tubuh satwa yang dilindungi merupakan pelanggaran pidana.

 "Kita mengimbau itu untuk dikembalikan," terangnya.

Selain melakukan penyelidikan atas dugaan adanya sindikat penjualan organ satwa, penyidik kata Halasan, juga masih menyelidiki siapa yang melakukan penjeratan yang menyebabkan luka yang membuat harimau sakit dan masuk ke pemukiman.


"Karena penjeratan itu awalnya. Kita akan cari siapa penjeratnya, dimana dijerat," ungkapnya.

Staf seksi perencanaan, perlindungan, pengawetan KSDA Fitri Nur, mengungkapkan, kawasan Aek Natas merupakan kawasan hutan produksi, yang menjadi perlintasan harimau. Sehingga jauh hari sebelum ini menurut Fitri, mereka telah mengingatkan warga untuk tidak memasang jerat. (syaf/mc/int) 
Powered by Blogger.