Aneh, Miliki Sabu, Mantan Kanit PPA Polres Tanjungbalai Ini hanya Dituntut 1 Tahun



TANJUNGBALAI- Mantan Kanit UPPA Polres Tanjungbalai Aiptu Arianto Sinaga dituntut 1 tahun penjara atas kasus kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 0,45 gram dan 20,33 gram oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pihak Kejaksaan Negeri Tanjungbalai.
Aiptu Arianto Sinaga

Tuntutan ini sangat berbeda dengan dakwaan pasal berlapis pada persidangan sebelumnya.

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kota Tanjungbalai Surya Abdi Lubis, Rabu (17/5) sekira pukul 15.00 wib mengecam keras tuntutan yang dianggap terlalu ringan itu. Disebutkan pria yang akrab disapa Osama itu bahwa tuntutan selama 1 tahun penjara yang diberikan oleh JPU itu telah menciderai rasa keadilan.

“Semua sama dimata hukum, tidak ada perbedaan apakah dia petugas atau masyarakat biasa. Tuntutan selama 1 tahun penjara itu jelas saja bertolakbelakang dengan semangat pemberantasan narkotika. Semestinya terdakwa ini dituntut lebih berat dari masyarakat awam, karena posisi dia sewaktu ditangkap sebagai petugas yang mengetahui bahwa perbuatannya itu telah melawan hukum,” ucapnya.

Osama meminta agar para hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai yang menangani perkara itu nantinya bisa menjatuhkan hukuman yang seadil-adilnya demi terciptanya rasa keadilan di tengah masyarakat.

Sebelumnya, Humas PN Tanjungbalai, Sugeng Harsoyo didampingi Panmud Pidana, Sapriono, Selasa (9/5) lalu membenarkan tuntutan 1 tahun penjara itu.

“Tuntutan selama 1 tahun penjara itu tertuang di dalam Surat Tuntutan No: Reg-Perk. PDM-13/T.Balai/02/2017. Terdakwa Arianto Sinaga ini dituntut oleh JPU Kejari Tanjungbalai dengan Pasal 127 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika pada persidangan, Rabu (4/5) lalu. Jumlah JPU-nya tercatat ada 4 orang masing-masing Josep, R Manik, Rita dan Frengky,” kata Supriono.

Disebutkannya, sidang lanjutan dengan agenda pembacaan putusan terhadap terdakwa Arianto Sinaga semestinya digelar pada hari Selasa (9/5) lalu.

 “Penyebab sidang lanjutannya tidak jadi digelar dikarenakan para JPU nya tidak mengajak kami untuk menggelar sidangnya,” jelasnya. Terkait dengan rendahnya tuntutan hukuman selama 1 tahun penjara terhadap terdakwa Arianto Sinaga itu, salah satu praktisi hukum yang enggan namanya disebutkan dalam pemberitaan menilai bahwa tuntutan itu mencederai rasa keadilan.

 “Hal memberatkan terdakwa di dalam perkara narkotika ini adalah, karena dia seorang aparat penegak hukum. Untuk tuntutan selama 1 tahun penjara ini, saya pikir itu merupakan suatu sikap pelemahan semangat pemberantasan narkotika yang diperlihatkan oleh JPU kepada masyarakat,” katanya.

Pasal Berlapis JPU Kejaksaan Negeri Tanjungbalai, Rita Ariyani saat membacakan dakwaan di persidangan terdahulu, mengatakan bahwa terdakwa Arianto Sinaga semula ditangkap oleh personil Sat Narkoba Polres Tanjungbalai. Disebutkan Rita, bahwa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, terdakwa diancam dengan pasal berlapis. Yakni Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dibeli dari Provost Terdakwa Arianto Sinaga dalam kesaksiannya di ruang sidang PN Tanjungbalai, Kamis (6/4) lalu menyebutkan bahwa sabu seberat 20,33 gram itu diperolehnya dari oknum Provost Polres Tanjungbalai S Sitanggang.

“Pembeliannya dengan cara uang terlebih dahulu. Barang (sabu) itu saya bayar dengan harga per gramnya sebesar Rp 600 ribu. Uang pembelian dari keseluruhan sabu itu ku transfer secara bertahap lewat rekening BRI. Total keseluruhannya sebesar Rp30 juta. Jumlah itu belum termasuk uang pembayaran hutang saya ke dia (S Sitanggang),” katanya.

Begitu jumlah uang pembelian sabu lunas ditransper, kata Arianto Sinaga menerangkan pesanan sabu seberat 20,33 gram yang dikemas ke dalam kantong plastik warna hitam itu diantarkan langsung oleh S Sitanggang.

 “Tepatnya Senin (5/9/20I6). Sabu itu saya peroleh dari Sitanggang yang datang ke rumah saya (Asrama Polisi) untuk mengantarkannya,” katanya.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Ulina Marbun SH MH dan hakim anggota, Ahmad Rizal SH dan Vera Yetty Maghdalena SH, mantan Kanit UPPA Polres Tanjungbalai itu kemudian menerangkan bahwa dirinya ditangkap setelah Kasat Narkoba Polres Tanjungbalai AKP M Yunus Tarigan terlebih dahulu menghubunginya via seluler.

“Pada saat itu saya berada di kawasan Koramil 17. Setibanya di rumah saya langsung ditangkap. Rumah sayapun digeledah. Dari penggeledahan itu ditemukan sabu seberat 0,45 gram dan bong. Kemudian saya dan barang buktinya dibawa dari rumah menuju ke kantor (polisi),” jelasnya. (syaf)