Banjir di 3 Kecamatan di Asahan Lumpuhkan Aktivitas Masyarakat, Warga Terserang Gatal-gatal


KISARAN – Meluapnya air sungai Silau berdampak pada banjir kiriman yang sampai saat ini masih menggenangi pemukiman masyarakat. Akibatnya, aktivitas warga terganggu dan perekonomian menjadi lumpuh. Para korban banjir dihimbau untuk mengungsikan diri dan barang berharganya mengingat hujan masih berpotensi tinggi. Akibat bajir yang melanda ini, puluhan warga mulai terserang penyakit gatal-gatal.



Pantauan wartawan, banjir kiriman yang melanda sejumlah kecamatan dan desa di Kabupaten Asahan sejak Rabu (10/5) lalu hingga kini masih terus berkelanjut. Sudah ratusan bahkan ribuan rumah terendam luapan air sungai Sei Silau. Bahkan kini masyarakat sudah mulai terserang penyakit gatal-gatal.

Untuk mengantisipasi dampak banjir ini Pemerintah Kabupaten Asahan melalui BPBD tengah menyiapkan perahu karet sebanyak 6 unit, truck pick up untuk mengevakuasi serta pendirian posko banjir di kecamatan yang terkena dampak.

“Ini akan terus kami lakukan monitoring terhadap daerah yang dianggap rawan. Himbauan tetap dilakukan kepada masyarakat untuk meninggalkan rumahnya yang terkena banjir dan tinggal dipengungsian sementara karena kita tidak akan tahu banjir ini datangnya tiba tiba mengingat curah hujan masih tinggi, dan rata rata ketinggian air sampai pinggang orang dewasa,” ujarnya.

Menurut keterangan Sofyan (58) warga Bunut Emplasem, Kecamatan Kota Kisaran Barat mengatakan, banjir sudah dua hari merendam rumah warga. Ketinggian air semalam mencapai 80 centi meter, namun, Sabtu (13/5) sekira pukul 15.30 WIB air sudah mulai surut.

Sofyan juga mengatakan sudah dua hari ini rumah kami terendam air luapan sungai Sei Silau yang mengalir ke aliran sungai Bunut. Meluapnya air sungai Bunut ini dikarenakan adanya tanggul atau bibir sungai yang jebol sepanjang 4 hingga 5 meter yang berada dibelakang sekolah SD itu.

Pihak Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Camat Kota Kisaran Barat  serta Lurah Bunut dan pejabat dari BPBD Asahan memang ada datang ke sini, namun kedatangan pejabat itu hanya melihat lihat saja dan tidak ada memberikan bantuan apapun.

”Kami yang terdampak banjir ini kesulitan untuk memasak, aliran listrik kami matikan untuk menjaga hal hal yang tidak kami inginkan, kami mengharapkan bantuan pemerintah terlebih untuk kebutuhan sehari hari kami,” ungkapnya.

Sementara, menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Asahan yang diterima wartawan, Sabtu (13/5) setidaknya banjir merendam tiga kecamatan dan 17 desa.
 “Menurut data yang kami punya banjir kiriman akibat luapan air sungai silau setidaknya menggenangi tujuh belas desa dari tiga kecamatan,”kata  Kepala BPBD Asahan Drs Syafruddin Harahap.

Selain curah hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir, daya tampung debit air di sungai silau tidak sanggup untuk menahan beban air yang ada juga ditenggarai menjadi penyebab terjadinya banjir. Besarnya debit air yang masuk ini diduga datang dari wilayah Asahan atas seperti Prapat dan Toba Samosir.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat dilokasi yang paling parah terkena dampak banjir untuk segera mengungsi karena potensi banjir kiriman yang datang bisa terjadi sewaktu waktu. Bisa jadi di sini kita tak ada hujan tetapi daerah kita yang kebanjiran,”ujarnya.

Walau hujan deras yang mengguyur sudah berlalu dua hari lalu, namun sebahagian perumahan warga masih belum surut genangan airnya. Masyarakat yang rumahnya terkena dampak banjir terancam terkena penyakit dan kekurangan makanan.

Informasi yang diperoleh adapun rumah yang terkena dampak banjir meliputi Kecamatan Buntu Pane, diantaranya desa Buntu Pane dusun I sebanyak 58 kepala keluarga (KK), dusun II 40 KK. Sementara itu di Kecamatan Tinggi Raja desa Ambalutu dusun I  banjir merendam sebanyak 64 KK, di dusun II 33 KK. Desa Prapat Janji di dusun I merendam 58 KK dusun II 20 KK. Desa Mekar Sari dusun IV merendam 7 KK, Desa Prapat Janji Dusun I merendam 95 KK dan dusun II merendaam  118 KK.

Di Kecamatan Setia Janji adapun wilayah yang terkena dampak banjir kiriman meliputi desa Sei Silau Barat  5 KK, desa Sei Silau tua merendam 300 KK, desa bangun sari dusun VII merendam 3 KK, dusun VIII 44 KK.  Untuk wilayah kecamatan Sei Dadap, di desa Sei Dadap dusun II merendam 11 KK, dusun III 27 KK, dan dusun V  sebanyak 9 KK.  (syaf)