Diberi Rp10 Ribu, Murid SD Dicabuli di Kebun Sawit



BATUBARA- Oknum penjaga kebun sawit berinisial AR (52), Sabtu (6/5) dilaporkan ke unit PPA Polres Batubara. Pasalnya AR diduga mencabuli SE (11) murid kelas 5 Sekolah Dasar.

Lokasi kebun sawit tempat korban dicabuli tersangka.



Informasi diperoleh, tersangka merupakan warga Dusun VI, Desa Empat Negeri, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara

AR dilaporkan karena diduga melakukan aksi "seks menyimpang" terhadap bocah kelas V SD, Jum'at (5/5).
Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan, siang itu SE bersama tiga teman sebayanya berinisial ER, SI dan NO datang ke lokasi perkebunan sawit milik warga untuk mencari lidi (sapu), sedangkan AR memang sudah berada di lokasi perkebunan sawit yang dijaganya itu.

Aksi "syahwat" terhadap korban diduga dilakukan AR disekitar perkebunan sawit berbatas kebun jagung milik warga saat ketiga teman korban tengah pergi membeli es dari uang yang diberikan AR.

Saat tinggal berdua dengan SE, diduga AR saat itulah aksi pencabulan terjadi. Kabarnya SE ketakutan sebab AR membawa arit dan menaruhnya didekat korban dimana siang itu AR juga sedang mengarit rumput untuk pakan ternak.

Menurut salah seorang keluarga korban yang tidak mau namanya dipublikasikan menyebutkan, terkuaknya kasus itu berawal dari kecurigaannya dengan SE yang mengenggam uang Rp25 ribu lalu menanyakan darimana uang itu didapat.

"Waktu ku tanya SE cuma bilang dapat dibawah pokok sawit. Akupun nggak percaya jangan-jangan dia mencuri, lalu kuberitahukan soal uang itu ke ibunya dan meminta untuk menanyakan kembali kepada SE," sebutnya.

Sementara salah seorang teman SE didampingi kedua orang tuanya saat menunjukkan sekitar lokasi yang diduga dijadikan AR untuk urusan "arus bawahnya", mengaku datang ke lokasi itu untuk mencari lidi. "Ini lidinya", tunjuk bocah itu.

Belum banyak lidi didapat mereka diberi AR uang Rp10 ribu.

"Kami dikasi atok (AR) uang Rp10 ribu untuk beli es, kami bertiga pergi membeli es sementara kak SE tinggal sama atok.  Kak SE mau menolong atok. Lebih satu jam kami pergi membeli es baru kami kembali ke sini, dan selesai minum kami pulang bersama kak SE," ujar ER.

Sementara ibu korban Z (35) saat dikonfirmasi melalui telepon, membenarkan telah melaporkan AR ke polisi.

"Ya, kami melapor kemarin (Sabtu,5/5) dan sudah dilakukan visum di RS Bhayangkari Tebing Tinggi," ujarnya.

Menurut Z, pasca kejadian putrinya  tampak trauma dan ketakutan. SE juga demam dan lebih banyak diam. Saat ditanya SE mengaku dicabuli AR dua kali. SE takut karena AR bawa arit.

"Cemalah, atok itu bawa arit dan ditaruh disamping ku," sebut Z menirukan ucapan putrinya.

"Benar atau tidak aksi cabul itu terjadi kami masih menunggu hasil visum. Jika benar terbukti kami meminta pelaku dihukum seberatnya', pinta ibu korban.

Terpisah, Kapolres Batubara AKBP Dedi Indriyanto Sik melalui Kasat Reskrim AKP Rahmadani saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon membenarkan laporan keluarga korban. Pihaknya akan lakukan proses sidik dan lidik sembari menunggu hasil visum.

"Ya, kami akan melakukan proses lidik dan sidik", jawab Kasat. (syaf)

Subscribe to receive free email updates: