Waduh, Sudah 6 Murid dan 1 Guru SD di Simpang Empat yang Terserang ISPA

Akibat Tumpukan Sampah di Dekat
SD Negeri di Simpang Empat Asahan

ASAHAN-Bau busuk yang ditimbulkan akibat tumpukan sampah didekat Sekolah Negeri (SDN) 010027 di Jalan Merdeka, Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Asahan masih terus berlanjut. Akibat tumpukan sampah ini, seorang guru dan enam murid di sekolah itu terkena penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Akibat tumpukan sampah yang menimbulkan aroma bau tak sedap, guru dan murid SD di Simpang Empat Asahan ini sudah 2 tahun memakai masker setiap mengikuti proses belajar mengajar.


Itu dikatakan Kepala SDN 010027, Safruddin. Menurut Safruddin, ke enam siswa dan satu guru yang terserang penyakit ISPA itu didapat dari hasil laporan pemeriksaan yang dilakukan pihak Puskesmas Simpang Empat terhadap murid SDN 010027 kelas 1 dan 2.
Menurut Safruddin, saat ini kondisi keenam siswa yang terkena ISPA sudah ditangani pihak Puskesmas Simpang Empat.

“Sudah ditangani dan diobati pihak Puskesmas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Simpang Empat, Drg Zulifikar Ali menambahkan, selain siswa ada juga seorang guru SDN 010027 yang terserang ISPA.

“Pihak Puskesmas sudah melakukan penanagan pengobatan terhadap enam siswa dan satu guru tersebut,” katanya.

Terkait tumpukan sampah di samping sekolah, Camat Simpang Empat Drs Armansyah mengatakan bahwa keberadaan Pasar swasta di dekat sekolah SD SDN 010027 sudah dirapatkan Muspika.

 “Hanya saja saat rapat digelar, pihak pasar tidak hadir,” tandasnya.

Kemudian saat ditanya soal izin pasar swasta, Armansyah menyebutkan bahwa sejauh ini keberadaan pasar tradisioanl di Jalan Lintas Simpangempat itu tidak memiliki izin.
“Sejauh ini belum ada kita ketahui izin dari Pasar Tradisional tersebut,” katanya.
Camat berjanji, dia akan terus memanggil pihak pasar agar mengangkut sampah di dekat SDN itu, sehingga siswa tidak terganggu lagi dengan aroma sampah tersebut.

“Kita sudah pernah mendatangi langsung ke pasar swasta itu, tapi tidak ditemui juga pemiliknya,” katanya.

Armansyah mendesak pihak pengelola pasar tradisional yan berlokasi di Simpang Empat yang bersebelahan dengan SD Negeri 010027 membersihkan sampah.

Desakan itu disampaikan Armansyah dalam pertemuan antara unsur Muspika, Kepala Sekolah SDNegeri 010027, Dinas Lingkungan Hidup Asahan, JPKP, KNPI kecamatan Simpang Empat, Senin (22/5/2017) di Kecamatan Simpang Empat Asahan.

Usai melakukan pertemuan, Armansyah mengatakan, Lina selaku pihak pengelola pasar tradisional yang terletak di wilayah pemerintahan Simpang Empat, agar secepatnya melakukan pengorekan serta membuang sampah basah yang sudah membusuk ketempat pembuangan sampah akhir.

Armansyah juga mengatakan, dampak dari menumpuknya sampah yang berasal dari limbah ayam potong, ikan dan lain lain dari hasil produksi pasar tradisional tersebut telah menyebarkan aroma tidak sedap, dan lagi penimbunan sampah tersebut sudah menumpuk dan berbau tidak sedap, terlebih pembuangan limbah sampah ayam potong, ikan dan lainnya sangat berdekatan dengan sekolah SD Negeri 010027.

Akibatnya selain warga masyarakat yang bermukim dekat dengan pasar tersebut maupun anak murid serta guru sekolah saat melaksanakan kegiatan ajar mengajar saat ini sangat terganggu dengan aroma busuk yang berasal dari tumpukan sampah tersebut.

”Apabila dalam bulan puasa ini pihak pengelola pasar tradisional tidak juga melakukan pembersihan terhadap limbah sampah ayam potong, tersebut, kami selaku kepala pemerintahan di Kecamatan Simpang Empat akan mengambil tindakan tegas terhadap pengelolanya,” katanya.

Pembersihan limbah sampah tersebut tidak dapat dilakukan secara manual, dan pihak pengelola harus menyediakan alat berat berupa excavator dan setidaknya sepuluh truk untuk mengangkut limbah sampah tersebut, dikarenakan limbah sampah yang menumpuk sudah sangat tinggi serta sudah busuk. (syaf)

Subscribe to receive free email updates: