KISARAN-Musibah kebakaran terjadi di Asrama Satlantas Polres Asahan jalan Cokroaminoto Kisaran, Selasa (13/6) sekira pukul 19.30 Wib. Sebanyak delapan rumah hangus rata dengan tanah, sedang lima rumah lainnya terpaksa di rusak untuk memutus kobaran api.



Hingga pukul 21:30 Wib, petugas pemadan kebakaran, Satpol PP dibantu satu unit mobil water canon masih berusaha memadamkan kobaran api.

Menurut Aiptu Jefri Matendang, semula ia mendengar teriakan putri Aipda Nazwan. "Api, api....kebakaran....Ku tengok ke dalam rumahnya, api besar di atas. Kami siram dengan air ikut terkontak. Tapi sumber api dari mana, belum tau," ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Suparman  (42), warga jalan Ir Juanda gang Utama, penjual Burger di depan Asrama. "Kami masuk sama pak Matondang. Api membara di atas rumah pak Nazwan. Kami siram dari gang dalam rumah, malah kami tersetrum. Asap sudah mengepul, kami paksalah mertua pak Nazwan keluar dari rumah. Tapi sempat katanya mau cari surat tanah," terang Suparman.

Kedelapan rumah yang terbakar yang dihuni Bripka Rayon anggota personil Sat Reskrim, Aipda Nazwan anggota personil Sat Propos, Aiptu Jefri Matondang anggota Sat Lantas, Aiptu M Maniuruk anggota personil Sat Lantas, Bripka Indra Prasetio anggota personil Propos, purnawirawan Bripka P Silaban dan dua unit rumah dinas  tak berpenghuni.

Aiptu Nazwan menyebutkan, bahwa siang tadi sudah ada firasat dan tanda-tanda  yang membuatnya bingung. "Ada tanda uring-uringan tadi siang. Saya ke sana ke mari. Sebelumnya sempat berniat mau pindah. Mendengar informasi kebakaran, langsung saya meluncur. Yang menyelamatkan sepeda motor ku tukang burger, lainnya gak ada lagi yang tersisa, hanya baju yang dipakai inilah," punkas Nazwan.
Wakapolres Asahan, Kompol B Panjaitan menerangkan, seluruh rumah yang ludes terbakar di Asrama Satlantas ada 13 rumah, namun hanya 8 rumah yang dihuni.

"Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah mengingat sebahagian besar harta benda yang ada di dalam rumah ludes terbakar," ujarnya. (syaf/int)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.