TANJUNGBALAI- Masih ingat kasus Gunawan alias Sigun (24). Ia mahasiswa pelayaran yang sedang Peraktek Kerja Lapangan (PKL) di Kapal Fery Pesona Atlantik Zet Star ini ditangkap polisi, Selasa 17 Januari 2017. Gunawan ditangkap karena kedapatan menyambi sebagai kurir sabu 316,26 gram.

Saat ini Gunawan telah dijatuhi vonis bebas oleh Pengadilan Negeri Tanjungbalai pada sidang putusan yang digelar, Kamis (8/6).

Vonis bebas itu dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Ulina Marbun SH MH yang merupakan ketua pengadilan Negeri kota Tanjungbalai yang beranggotakan hakim Forci Nilpa Darma SH MH dan hakim Erita Harefa SH.

Ketua Majelis Hakim Ulina Marbun SH MH didampingi dua anggota majelis menetapkan terdakwa Gunawan alias Sigun tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan alternatif ke satu, ke dua, ke tiga, ke empat dan ke lima
Tersangka beserta barang bukti tiga bungkus sabu seberat 316,26 gram saat berada di kantor polisi. Anehnya menurut hakim tersangka terbukti tidak bersalah dan divonis bebas. Padahal saat ditangkap tersangka ngaku menerima upah Rp50 juta sekali mengambil sabu. Dan tersangka juga mengaku sudah tiga kali melakoni bisnis tersebut.


Sehingga majelis hakim membebaskan terdakwa dari semua dakwaan penuntut umum. Dan menetapkan barang bukti 316,26 gram sabu sabu dirampas untuk dimusnahkan.
Sementara itu menanggapi putusan vonis bebas majelis hakim terhadap terdakwa Gunawan, JPU dari Kejari Tanjungbalai, Anggia Y Kesuma SH MKn menyatakan kasasi.
Jatuhnya vonis itu kembali membuat tanda tanya, dan curiga adanya permainan hukum di Pengadilan Negeri Tanjungbalai.

Karena pada sidang sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU ) menuntut terdakwa Gunawan dengan hukuman 15 tahun penjara denda Rp1 miliar subsidair 1 tahun penjara karena terbukti bersalah melanggar Pasal 112 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Selain itu saat ditangkap polisi Gunawan alias Sigun didepan awak media saat jumpa pers Rabu (18/1) mengakui sudah tiga kali melakukan hal itu dimana gunawan diupah hingga puluhan juta rupiah membawa narkotika jenis sabu sabu dari negara Jiran Malaysia 
Namun ironisnya Gunawan divonis bebas. Keputusan pengadilan,membuat publik bertanya-tanya atas penanganan kasus tersebut.

Dan ketika dikonfirmasi terkait hal ini, pihak Pengadilan Negeri Kota Tanjungbalai terlihat seakan-akan menutupi kasusnya. Dimana Ketua Pengadilan Negeri Kota Tanjungbalai Ulina Marbun SH MH, Jumat (9/6) yang dijumpai wartawan usai memimpin apel sore di kantornya menolak berkomentar. 

Ulina hanya menyatakan lihat hasil putusan di SIPP dan hubungi humas pengadilan. 
"Lihat hasil putusan di SIPP dan hubungi saja humas," ujar berkelit meninggalkan wartawan.

Sekedar mengingatkan, seperti diberitakan sebelumnya ,tergiur upah hingga Rp50 juta sekali membawa sabu dari negara jiran Malaysia, Gunawan (24) mahasiswa pelayaran yang sedang Peraktek Kerja Lapangan (PKL) di sebuah Kapal Fery Pesona Atlantik Zet Star yang membawa penumpang tujuan Tanjungbalai–Malaysia nekad menyambi sebagai kurir sabu.

Namun naas setelah dua kali berhasil menjalankan bisnis haram tersebut, untuk yang ketiga kalinya Gunawan akhirnya tertangkap oleh polisi saat ia membawa 316,26 gram sabu.
Informasi diproleh, tertangkapnya warga Jalan Binjai, Gang Beromban, Lingkungan X, Kelurahan Semula Jadi, Pulau Simardan, Kecamatan Datuk Bandar Timur Kota Tanjungbalai bermula saat petugas Unit Reskrim Polsek Tanjungbalai Selatan mendapat informasi bahwa seorang ABK Kapal Fery membawa sabu dari Malaysia.

Bermodal informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap Gunawan di Jalan Beting Semelur, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar. GUnawan ditangkap saat mengendarai sepedamotor usai pulang dari Malaysia, Selasa (17/1).

“Pelaku kita ringkus di jalan. Dimana dalam rangsel pelaku ditemukan tiga paket sabu seberat 316,26 gram dalam kemasan serbuk milo,” ujar Kapolres Tanjungbalai AKBP Tri Setyadi Artono SIK MH melalui Kapolsek Tanjungbalai Selatan, Kompol Robet, Rabu (18/1)
Menurut Robet, sabu tersebut dibawa pelaku dari Malaysia dan hal tersebut sudah dua kali dilakukan pelaku.

“Berdasarkan pengakuan pelaku sabu tersebut diproleh dari kurir di Malaysia kemudian diserahkan kepada pelaku dan selanjutnya akan dijemput seseorang dari tangan pelaku,” terang Robet.

Dari bisnis haram tersebut pelaku diupah hingga Rp50 juta sekali membawa barang haram tersebut.

“Pelaku mengaku pertama membawa sabu tersebut diupah Rp50 juta dan yang kedua Rp45 juta dan yang ketiga ini pelaku akhirnya tertangkap,” paparnya.

Selain itu Robet menambahkan, pelaku ditangkap bermula saat petugas mendapat informasi bahwa seorang pekerja Kapal Pesona Atlantik Zet Star datang dari Malaysia  yang akan sandar di dermaga gudang PT Sabas wilayah Teluk Nibung, Kelurahan Sei Merbau dengan membawa ransel warna hitam yang di dalamnya ada sabu-sabu.

“Kita lakukan penyeldikan dan setelah kapal tersebut bersandar, pelaku diintai dan akhir tertangkap,” sebutnya.

Atas perbuatan pelaku dijerat dengan pasal 114 dan 112 Undang undang RI Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika.

Sementara itu pelaku Gunawan ketika diwawancarai mengakui perbuatanya. Gunawan mengatakan nekat menyambi bisnis haram tersebut karena tergiur upah yang diterimanya.


“Pertama aku diupah Rp50 juta, yang kedua Rp45 juta pak. Kalau yang ini belum tau berapa, karena aku ditangkap,” katanya. (syaf)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.