ASAHAN-Belasan juru parkir liar yang beroperasi di inti Kota Kisaran diamankan tim gabungan, Sabtu (17/6) sekira pukul 21.00 WIB. Tim terdiri dari Polres Asahan, Kodim 0208/AS dan Satpol PP Kab Asahan terlebih dahulu berkumpul di Mapolres Asahan. Hanya saja seorang jukir bernama Nazarudin Sitorus alias Udin membantah disebut jukir liar. Udin mengaku memiliki surat tugas jaga parkir yang dikeluarkan Kadis Perhubungan Sorimuda Siregar dan menyetor Rp1 juta kepada Dinas  Perhubungan Asahan melalui bendahara penerimaan DE.


Tim gabungan dibagi dua kelompok untuk melakukan penertiban, di antaranya satu tim dengan sasaran penanganan penyakit masyarakat dengan melakukan razia tempat hiburan malam, cafe, rumah kos dan hotel kelas melati, sementara satu tim lagi dengan sasaran premanisme seperti juru parkir yang dianggap telah meresahkan warga masyarakat.

Dari hasil razia gabungan tersebut dapat diamankan puluhan jukir yang beroperasi di tengah kota kisaran maupun pasar inpres kisaran, serta satu pasangan bukan suami istri yang terjaring dari hotel Central kisaran.

Kanit PPA Iptu Rusli Damanik membenarkan dalam operasi penertiban penyakit masyarakat di bulan ramadhan ini hanya satu pasangan bukan suami istri diamankan dari hotel Central.

Sementara Kanit Tipiter Iptu ER.Ginting yang menangani premanisme mengatakan pihaknya dapat mengamankan puluhan jukir yang menurut informasi masyarakat banyak melakukan pengutipan uang parkir dibadan jalan umum diluar ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Hingga saat ini kami masih mendalami perkara tersebut, dan kami juga masih mengumpulkan data kemana larinya uang parkir tersebut di setorkan, terlebih lagi tiket parkir tidak satu pun yang diplong atau diporporasi," tukasnya.

Nazarudin Sitorus alias Udin membantah disebut jukir liar meskipun mengantongi surat tugas jaga parkir yang dikeluarkan Kadis Perhubungan Sorimuda Siregar,  Nazarudin Sitorus yang memiliki daerah kekuasaan di jalan Sutomo / Listrik, mulai dari simpang Imam Bonjol hingga persimpangan jalan Rivai ini mengaku dalam sepuluh hari harus menyetor sebesar lebih dari satu juta rupiah kepada Dinas  Perhubungan Asahan melalui bendahara penerimaan DE.

Keterangan Nazarudin Sitorus (33) warga jalan KH.Wahid Hasyim Kisaran kepada wartawan, Sabtu (17/6), ia diberi wilayah tugas untuk mengutip perpakiran dengan menggunakan bahu jalan atau parkir tepi jalan disekitar jalan Sutomo / Listrik hingga simpang jalan Imam Bonjol Kisaran oleh Dinas Perhubungan Asahan.


Tugas jaga perpakiran tersebut bukan gratis kami terima dari Dishub Asahan pak, kami harus menyetor hasil uang kutipan parkir ke Dishub Asahan tiap sepuluh hari, besaran setoran mencapai satu juta lebih, dan kadang kalau musim ramai seperti ini koordinator minta dinaikan uang setorannya.

”Masalah uang setoran saya itu disetorkan ke pemerintah sebagai PAD atau tidak saya juga tidak tau pak. Hasil kutipan uang peprpakiran di inti kota ini besar lo pak jumlahnya, memang sepele keliatannya,  dan kami menyetorkan langsung ke kantor Dishub Asahan yang berkantor di terminal madya Kisaran melalui DE selaku Bendahara yang menerima, ungkapnya. (syaf/int)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.