Ini Daftar 10 Pabrik Pembuat Mie di Kota Pematangsiantar


Selain yang Sudah Digerebek 
BBPOM Karena Mengandung Formalin

SIANTAR-Ternyata selain enam pabrik pembuat mie yang dirazia BBPOM Medan, masih ada beberapa pabrk mie lain di Siantar. Sesuai data yang dimiliki taslabnews.com, ada 10 pabrik mie kuning lain di Kota Pematangsiantar. Hanya saja tidak diketahui apakah mie yang diproduksi di 10 pabrik ini mengandung formalin atau tidak. Selain itu, diprediksi masih ada lagi pabrik pembuat mie yang belum terdata di Siantar.


Dari data yang berhasil dikumpulkan taslabnews.com, 10 industri mie kuning di Kota Siantar masing-masing milik ID di Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat. Pabrik milik BA di dua lokasi berupa industri rumahan di Kelurahan Banjar, pabrik milik DA di di dua lokasi di Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur.

Kemudian pabrik mie milik RI di Kelurahan Mekar Nauli, Kecamatan Siantar Marihat. Lalu pabrik mie milik AL di Jalan Pitola dan pabrik mie milik SO di Jalan Siatas Barita, Kelurahan Tomuan, juga pabrik mie milik Aliong di Jalan Tanah Jawa, Kelurahan Melayu, selanjutnya pabrik mie milik PU di Kelurahan Pardomuan dan pabrik mie milik AC di Kelurahan Tomuan.

Seperti diberitakan sebelumnya, gencarnya pemberitaan peredaran mie mengandung formalin yang diproduksi di sejumlah daerah di Kota Pematangsiantar membuat Plt Sekda Kota Siantar Reinward Simanjuntak gerah. Ia meminta Satpol PP segera turun dan menutup pabrik mie yang baru-baru ini digerebek Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan.


Pabrik mie tersebut memasukkan bahan berbahaya formalin dan boraks ke mie kuning yang diproduksi. Tak kurang enam pabrik mie di Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun berhasil diungkap, yang kemudian dipublikasi media. BBPOM berhasil menyita 798,5 Kg mie kuning mengandung bahan berbahaya itu. Reinward menilai, ini bisa terjadi karena pola pengawasan yang dilakukan Dinas Kesehatan selama ini amat buruk, selain juga durasi pengawasan terlalu lama yakni hanya enam bulan sekali.


“Kita melalui dinas terkait akan mendata ulang produsen-produsen mie dan melakukan pengawasan ketat. Sehingga hal ini tak terulang lagi di kemudian hari. Cukup lah sekali ini,” tandasnya, ditemui Minggu (18/6) sekira jam 10.00 Wib.

Kata dia, Pemko segera melakukan rapat internal mengenai hal tersebut bersama Dinas Kesehatan, Dinas UKM Koperasi dan Perdagangan, dan Perizinan sebagai pemberi izin terhadap pabrik.

“Kita juga akan perintahkan Satpol PP, agar langsung melihat pabrik tersebut. Memang harus ditindak, jangan beroperasi lagi,” ungkapnya.

Sementara, temuan pabrik mie mencampur bahan produkinya dengan formalin di enam pabrik yang ada di Kota Siantar, mendapat tanggapan serius dari Ketua DPRD Siantar Eliakim Simanjuntak. Eliakim menyebut, terkait temuan tersebut, Plh Walikota Hefriansyah harus menindak tegas dinas-dinas yang tak menjalankan fungsi sesuai tugas masing-masing. (syaf)



Tabel Pabrik Pembuat Mie yang ada di Kota Pematangsiantar

  1. Pabrik mie milik ID di Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat.
  2. Pabrik mie milik BA di dua lokasi berupa industri rumahan di Kelurahan Banjar
  3. Pabrik mie milik DA di di dua lokasi di Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur.
  4. Pabrik mie milik RI di Kelurahan Mekar Nauli, Kecamatan Siantar Marihat.
  5. Pabrik mie milik AL di Jalan Pitola
  6. Pabrik mie milik SO di Jalan Siatas Barita, Kelurahan Tomuan
  7. Pabrik mie milik Aliong di Jalan Tanah Jawa, Kelurahan Melayu, selanjutnya pabrik mie milik PU di Kelurahan Pardomuan
  8. Pabrik mie milik AC di Kelurahan Tomuan.