Ini Dia 5 ABK Penyelundup Bawang Merah dari Malaysia yang Mau Diedarkan di Tanjungbalai-Asahan



BELAWAN- KM SILAU GT.8 No. 384 PHB S7 yang membawa 19 ton bawang merah ilegal asal Malaysia di perairan Tanjung Berombang Kabupaten Asahan beserta 5 anak buah kapal (ABK) diboyong ke Ditpolair Poldasu ke Belawan.

5 ABK yang menyelundupkan bawang merah dari Malaysia.



Direktur Polair Polda Sumut, Kombes Pol Sjamsul Badhar melalui Kabag Binops Dit Polair Poldasu, AKBP Drs TH M Sihombing, mengatakan penindakan tersebut dilakukan, Sabtu (3/6) pukul 10.00 wib.

Saat itu, petugas yang tengah melakukan patroli pada titik kordinat 02 59 2534 N-088 51 5300 E atau di perairan tanjung berombang Kabupaten Asahan KP II 2022, KP II 2004, KP II 2005 dan KP II 2002 melihat satu unit kapal yang mencurigakan, kemudian petugas melakukan pengejaran dan penangkapan.

 “Petugas melakukan pengejaran lalu diketahui KM. SILAU GT. 8 No. 384 PHB S7 tersebut bermuatan bawang merah 19 ton, yang dibawa dari Port Klang Malaysia,” kata Kabag Binops. Kapal diawaki oleh lima orang diantaranya Hamlet (38), warga Desa Sei Nangka, Dusun III, Gang Manggis, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan; Aswin (38), warga Jalan Satria, Sei Wampu, Lingkungan II Tanjungbalai, Alfan Panjaitan (38), warga Jalan Sedengki Tanjungbalai, Dahrum Panjaitan (40), warga Sedengki Tanjungbalai dan Arifin Nasution (40), warga Sedengki Tanjung Balai.

“Totalnya 19 ton bawang merah tanpa dokumen yang sah rencananya akan dibawa ke Tanjungbalai dan Asahan,” tandasnya.

Kini, kapal beserta barang bukti sudah dibawa ke Pelabuhan Belawan. Sedangkan petugas sedang memeriksa nakhoda dan ABK.

Sementara Kapoldasu Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel yang hadir ketika Ditpolair menggelar paparan penangkapan 19 ton bawang ilegal, pihaknya mengaku dengan kerapnya satgas pangan melakukan penangkapan terhadap penyeludup dan spekulan, maka hasilnya harga bahan pangan menjadi terjangka dan mudah didapat. (syaf)