Legenda Soda Cap Badak, Minuman Bersoda Pertama di Indonesia dari Pematangsiantar (bagian 4/Habis)


 Produk Berkurang, Jenis 
dan Rasa Pun Berkurang

Sayang sekali produksi Badak sekarang agak berkurang. Produksi diperkirakan hanya tinggal separuh dibandingkan dengan pada saat mereka berjaya. Jenis rasa pun berkurang, sekarang hanya tinggal sarsaparila dan air soda. Banyak hal yang menjadikan produksi Badak menurun.







“Isu kesehatan seperti soal bahaya minuman bersoda menjadikan konsumen berkurang,” kata Hendry menyebut salah satu penyebab penurunan produksi minuman bersoda. Soal perubahan fokus usaha yang hanya memproduksi sarsaparila dan air soda, ia menuturkan, permintaan minuman bersoda lainnya sangat kecil sehingga produksinya sangat tidak efisien.

Oleh: Syafruddin Yusuf, Pematangsiantar, Taslabnews.com

“Untuk membuat satu rasa kita harus membeli satu esens. Kemudian untuk memproduksi satu rasa kita harus membersihkan alat dan mesin minimal empat jam agar tidak terjadi pencampuran rasa. Karena kesulitan itu, kami hanya memproduksi sarsaparila dan air soda,” kata Hendry.

Ia melihat, sebenarnya Badak masih bisa dikembangkan lagi. Merek Badak yang telah masyhur juga menjadi aset penting sehingga bila usaha ini dikembangkan, mereka tak perlu membangun nama lagi. Dari pembicaraan dengan beberapa orang terungkap sebenarnya sudah banyak pihak yang ingin bekerja sama untuk mengembangkan usaha ini.

Beberapa investor bahkan bersedia menyiapkan dana untuk mengibarkan merek Badak. Mereka ingin merek Badak makin berjaya.


Minuman bersoda jadoel rasa sarsaparila memang tidak sepopuler minuman bersoda lainnya yang hingga kini masih banyak ditemui. Namun, tak sedikit yang memiliki sepenggal memori dengan si sarsaparila yang memiliki rasa unik dan segar ini. Slurpp…!


Sewaktu kecil mungkin sebagian dari Anda pernah mencicipi minuman bersoda ini. Berbeda dengan minuman soda lainnya Sarsaparila memiliki rasa yang unik dan khas sehingga membuatnya banyak disukai. Pastinya minuman bersoda atau yang sering disebut limun ini asli merupakan buatan lokal.

Dulu minuman yang biasa dikonsumsi sehari-hari dan disukai tua muda ini banyak dijual di warung-warung hingga rumah makan. Meski sekarang memang tak banyak lagi yang menjual Sarsaparila sehingga bisa dibilang minuman ini tergolong langka. (tamat)