TANJUNGBALAI-Rasa kangen dan ingin merayakan Idul Fitri membuat sebanyak 96 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di Malaysia nekad pulang ke Indonesia melalui perairan Tanjungbalai-Asahan. Apes KM Rezeki GT 10 yang mengangkut mereka tertangkap petugas Lanal Tanjungbalai-Asahan, Minggu (18/6).

Informasi diperoleh, para TKI ini menaiki kapal nelayan yakni KM Rezeki GT.10 dan diamankan di daerah sungai Silo, Asahan.

Dan Lanal Tanjungbalai - Asahan, Letkol Laut (P) Bagus Badari Amarullah mengungkapkan, 96 TKI ilegal tersebut merupakan tenaga kerja Indonesia  yang bekerja di Malaysia secara ilegal dan akan pulang ke tanah air kerena ingin berlebaran di kampung halamannya. 


Ia menyebutkan, sesuai hasil pendataan ke 96 TKI itu terdiri dari 73 orang laki laki, 20 orang perempuan serta 3 orang anak-anak.  

Dan Lanal menerangkan, diamankannya para TKI tersebut bemula dari informasi  yang diterima tim WFQR Lanal Tanjungbalai-Asahan.

"Setelah kita mendapatkan informasi kita tindak lanjuti dan akhirnya mereka berhasil kita amankan pada sebuah kapal nelayan bernama KM Rezeki GT.10 ketika berlayar di perairan sei Silo menuju perariran Bagan Batak, Kabupaten Asahan," ujarnya. 

Para TKI tersebut kemudian digiring ke Mako Lanal TBA  untuk dilakukan pemeriksaan barang terlarang. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya barang terlarang. 
"Setelah diperiksa tidak ditemukan adanya barang terlarang maka untuk para TKI kita  serahkan ke pihak Imingrasi sementara itu nakhoda dan ABK Kapal lakukan penyidikan lebih dalam," ucapnya.


Berdasarkan  pemeriksaan para TKI mengaku nekat menumpang kapal nelayan karena berbagai masalah seperti paspor hilang, melewati masa ijin tinggal dan bahkan ada yang tidak memiliki paspor karena sejak berangkat pun lewat jalur ilegal. (syaf)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.