Pelaku Pembunuhan Polisi di Medan Ini Sembunyi di Sidimpuan, Mau Ditangkap Melawan, Ya Ditembak Mati


SIDIMPUAN- Soza Nolo Lembu (35) warga Pasar IV Helvetia, Kabupaten Deliserdang yang diduga sebagai salah satu pelaku pembunuhan anggota polisi akhirnya ditemukan bersembunyi di wilayah Tapanuli Selatan. Sayangnya, karena melakukan perlawanan, pria ini ditembak hingga akhirnya meninggal dunia.
Jenazah Soza Nolo Lembu.


Informasi dihimpun dari Tim Gabungan Jatanras Polda Sumut terdiri dari, Polres Pelabuhan Belawan, Polrestabes Medan, Polsekta Medan Labuhan, Polres Tapsel dan Polsek Batangtoru dipimpin Kasubdit III AKBP Faisal Napitupulu SIK mendapat informasi mengenai keberadaan salah satu pelaku pembunuhan Aiptu (Anumerta) Jakamal Tarigan, yaitu Soza Nolo Lembu.

Selasa (6/6), petugas mendapat info tersangka berada di Sibolga, mendapat informasi tim pun bergerak ke sana. Sampai di Sibolga, rupanya pelaku sudah berangkat ke wilayah hukum Polsek Batang Toru.

Setelah berkoordinasi dengan pihak Polres Tapsel dan Polsek Batang Toru, tim pun bergerak ke tempat pelatian pelaku yang berada di Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur.

Rabu (7/6) dini hari, petugas yang sudah sampai di lokasi kemudian menggeledah kediaman warga yang diduga dijadikan tempat persembunyian pelaku. Lagi-lagi, pelaku berhasil kabur dan melarikan diri ke areal pegunungan.

Dari info warga yang didapat petugas, pelaku berada di Dusun Aek Sabatang dengan kondisi medan yang harus ditempuh dengan menyusuri bukit selama tiga jam dengan berjalan kaki. Sampainya di tempat yang diduga dihuni pelaku, petugas pun melakukan penggeledahan.

Dan, saat hendak ditangkap, pelaku diketahui membawa sebilah pisau dan mencoba menyerang petugas lalu melarikan diri. Tak mau buruannya kabur, petugas kemudian mengeluarkan tembakan ke arah pelaku dan menyebabkan pelaku tergeletak. Selanjutnya, pelaku dibawa ke RSUD Kota Padangsidimpuan, lalu meninggal di perjalanan.

Pantauan di rumah sakit, pelaku mengalami dua luka tembak pada bagian badan sebelah kiri. Dan selanjutnya jenazah pelaku diboyong petugas ke Medan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pols Rina Sari Ginting membenarkan adanya penangkapan berujun kematian tersebut, namun ia menyarankan untuk konfirmasi langsung ke Kapolres Pelabuhan Belawan.

"Iya benar, tapi pihak Polres Belawan yang menangani kasusnya dan mereka yang paparkan. Jadi silahkan konfirmasi langsu ke Kapolres Belawan," jawabnya.

Senada dengan Kabid Humas Polda Sumut, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Yemi Mendagi juga membenarkannya. Namun ia tidak memberikan keterangan dan kronologis penangkapan dengan alasan Kamis (8/6) hari ini baru akan dilakukan press realese.
"Besok baru dirilis, ini (rilisnya) sedang dibuat Kasat Reskrim," tukasnya saat dikonfirmasi via Whatsapp, Rabu (7/6).

Sebelumnya, Aiptu (anumerta) Jakamal Tarigan, petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan yang tewas dibunuh di lahan garapan Desa Serba Guna, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Di rumah duka, Kasat Binmas Polres Pelabuhan Belawan, AKP Justar Purba sempat memberikan ucapan belasungkawa mewakili para pimpinannya.

Dalam kesempatan itu, Justar meminta pihak keluarga bersabar. "Terutama untuk anak-anak almarhum, kalian harus bangga kepada ayah kalian. Kalian harus menjadi anak yang soleh, yang senantiasa mendoakan orangtua kalian," kata Justar.

Ia mengatakan, doa anak yang soleh selalu diijabah oleh Allah SWT. Pihak keluarga harus tetap tabah dan jangan pernah menyesali kejadian ini.

"Almarhum meninggal karena bertugas. Semoga, almarhum diterima di sisi Allah dan ditempatkan di surga," ungkap Justar.

Mendengar doa itu, ratusan pelayat sontak mengaminkan. Banyak dari pelayat yang menangis saat pembacaan doa. (syaf/int)