Penyebab Kebakaran Diduga Akibat Korsleting Listrik di Rumah Aipda Nazwan


KISARAN – Hasil penyelidikan tim Laboratorium Forensik Poldas Sumut pasca terbakarnya asrama Satuan Polisi Lalulintas (Satlantas) Polres Asahan, Selasa (13/6) malam yang menghanguskan sedikitnya 12 rumah diketahui disebabkan oleh korsleting arus pendek listrik.



Korsleting arus pendek listrik terjadi di salah satu rumah personel Aipda Nazwan anggota Sie Propam Polres Asahan persisnya di bagian belakang rumah. Namun hingga, Rabu (14/6) siang Tim Labfor Polda Sumut masih mengumpulkan material barang bukti lainnya.

Kalabfor Mabes Polri Cabang Sumut Kombes Pol Wahyu Marsudi dalam keterangan persnya mengatakan asal api diperkirakan karena terjadinya arus pendek di salah satu rumah anggota di TKP. Namun begitu pun ia dan angggotanya masih mengumpulkan material lainnya sebagai barang bukti.

"Material atau barang bukti yang kita amankan berupa serpihan atau sisa kabel yang terbakar serta puing-puing yang dapat mendukung penelitian kami nanti di labfor," ujar Wahyu Marsudi, Rabu (14/6).

Rumah anggota Polres Asahan yang terbakar diantaranya adalah rumah Bripka Rayon Arvan, Aipda Nazwan, Aiptu J Matondang, Aiptu M Manihuruk, Bripka Indra Pradetyo, Aiptu Dudi Iskandar Pinem, Bripka BP.Manurung dan keluarga Purn Polri (Alm) K Silaban.

Kepala Laboratorium Forensik Polri Cabang Medan, Kombes Wahyu Marsudi, didampingi Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan, pihaknya telah melakukan olah TKP dan menemukan titik sumber api di rumah nomor  dua yang dihuni Aswan, tepatnya berada pada bagian belakang.

“Kami sudah mengumpulkan beberapa sample, namun sumber api masih terus diselusuri dan dicari. Kemungkinan berasal dari akumulasi panas kabel listrik di rumah tersebut,” ujar Kombes Wahyu Marsudi.

Namun ia belum bisa memastikan, sebab hasil penelitian forensik baru akan keluar tiga sampai empat hari kemudian.

 “Nanti hasilnya akan kita sampaikan ke Polres Asahan dalam waktu tiga sampai empat hari kedepan,” kata dia.

Sementara itu Kapolres Asahan menjelaskan, terbakarnya delapan rumah asrama Satlantas Polres Asahan dan tiga rumah lainnya terpaksa dirusak mengakibatkan kerugian ditaksir Rp900 juta rupiah, mengingat seluruh penghuni rumah tidak sempat menyelamatkan barang barang mereka.

“Soal penyelidikan kebakaran kita serahkan kepada Forensik Polda Sumut,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Asahan H Surya B Sc langsung meninjau lokasi kebakaran. Kehadirannya yang didampingi Asisten I Pemerintahan Taufik ZA meminta agar petugas Damkar agar tetap menyiagakan mobil pemadam dan petugas Sat Pol PP untuk menjaga lokasi kebakaran.

“Kita turut prihatin atas musibah kebakaran ini. Saya akan berkordinasi dengan Bupati untuk mengambil langkah selanjutnya atas musibah ini,”ujar Wabup.

Pantauan wartawan, dilokasi bekas kebakaran puluhan masyarakat termasuk pengendara sepedamotor antusias menyaksikan puing sisa kebakaran asrama Satlantas Polres Asahan  dari jalan Cokroaminoto Kisaran, karena banyaknya warga yang ingin menyaksikan bekas kebakaran tersebut membuat jalanan sempat macet. (syaf)


Subscribe to receive free email updates: