Permohonan Tersangka Narkoba: Tolong Pak Bebaskan Aku, 3 Anak dan Istriku Nggak Ada yang Ngurus jika Aku Ditahan

SIMALUNGUN-Personel Sat Narkoba Polres Simalungun mengamankan enam orang tersangka pengedar narkoba, Minggu (4/6). Keenam tersangka diduga merupakan jaringan pengedar narkoba Simalungun-Batubara. Dari keenam tersangka ditemukan 148 butir pil ekstasi. Di kantor polisi, tersangka bermohon agar dirinya dilepaskan. Alasannya, 3 anaknya dan istrinya tidak ada yang mengurus jika dirinya ditahan.

Tersangka pengedar narkoba yang diringkus polisi.


Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan SIK yang didampingi Kasat Narkoba Polres Simalungun AKP ZP Matondang, Selasa (6/6) di Mako Satlantas Polres Simalungun, Komplek Asrama Polisi, Jalan Asahan Pematangsiantar mengatakan, jaringan tersebut berhasil diungkap berawal saat Supriadi alias Peang berhasil ditangkap oleh Sat Narkoba Polres Simalungun di sebuah tempat di Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar.

Saat itu petugas menemukan barang bukti dari Supriadi berupa 1 bungkus klip kecil berisi sabu, 3 plastik klip kecil kosong, 4 pipet, 1 buah mancis, 1 unit handphone merk Samsung warna hitam dan 1 unit sepeda motor Suzuki Smash warna hitam.
Tidak berapa lama setelah pelaku diamankan, pelaku di hubungi oleh seorang

 menurut pelaku bernama Ijun.

Diketahui Ijun adalah merupakan salah seorang Narapidana Lembaga Pemasyarakatan Labuhan Ruku yang terletak di Kabupaten Batubara.

Dalam pembicaraan mereka, Ijun menawarkan pil ekstasi kepada Supriadi alias Peang. Saat itu Supriadi mengatakan hanya mempunyai uang Rp2,3 juta sembari menyuruh Ijun untuk mengantarkan ke rumahnya. Ijun pun menyanggupinya dengan mengatakan nanti ada yang mengantar dan apabila barangnya sudah laku, uangnya diantar ke rumah Eten di Dusun I, Mangkai Baru, Kabupaten Batubara.

Tidak berapa lama, 2 orang laki-laki dengan mengendarai sepedamotor datang. Petugas yang saat itu masih melakukan pengintaian langsung mengamankan kedua orang tersebut. Setelah diamankan, diketahui kedua orang itu bernama Baharuddin Damanik dan Rudi Syahputra. Dari keduanya ditemukan 148 butir pil ekstasi yang disimpan dalam kantong jeketnya.

Akhirnya, keduanya pun turut diangkut para petugas bersama barang buktinya tersebut. Ternyata petugas tak berhenti disitu, penyelidikan pun kembali dilakukan dengan mendatangi rumah Eten. Tak tanggung, petugas yang datang begitu mendadak dan langsung menggerebek rumah tersebut, berhasil membekuk Eten dan Irwansyah alias Irwan Keling.

Usai dibekuk, petugaspun melakukan penggeledahan dan menemukan dari dalam dapur rumahnya 20 butir pil ekstasi, kaca pireks, 1 buah pipa air didalamnya, 1 buah kaca pireks dibalut tissue dan 1 buah bong. Diketahui Irwansyah alias Irwan Keling tersebut merupakan DPO Polres Simalungun. Sedangkan pelaku Supriadi alias Peang selama ini berperan sebagai bendahara di jaringan mereka.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dan barang bukti diamankan dan diboyong ke Mapolres Simalungun untuk dilakukan proses penyidikan sesuai dengan Hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, kata Kapolres Simalungun, terakhir. (syaf)



Subscribe to receive free email updates: