Sekeluarga Diserang Tawon, Bocah 5 Tahun Tewas


Tobasa- Ratusan ekor tawon mengamuk dan menyerang satu keluarga di Toba Samosir (Tobasa). Akibat insiden ini seorang bocah bernama Binho berusia 5 tahun tewas.


Informasi diperoleh, Jumat (30/6), peristiwa tersebut bermula saat Binho Naiborhu bersama kakaknya Eva (18), Uli (15), Paulus (9)  yang merupakan warga Desa Natolu Tali, Kecamatan Silaen, Kabupaten Tobasa mengantarkan makanan ke sawah tempat kedua orangtuanya bekerja, Kamis (29/) siang. 


Jarak rumah dengan sawah mereka sekitar 400 meter. Nah, pas di tengah jalan, kakak beradik ini melintasi sarang tawon. Usai mengantar makanan, mereka pun ingin kembali ke rumahnya. Namun sayang, saat di perjalanan, mereka menyentuh sarang tawon yang dihuni ratusan serangga itu.

Tawon-tawon yang marah pun menyerang. Eva, Uli dan Paulus berlari menyelamatkan diri walau pun sudah disengat tawon berkali-kali. Sementara Binho tertinggal da dikerumuni ratusan tawon. 

Dari kejauhan, orangtua mereka mendengar jerit Binho. Kedua orangtuanya melakukan pertolongan. Karena tidak mampu, ibu korban lantas meminta tolong kepada Aston Pasaribu.


Aston langsung bergegas menolong Binho yang sudah disengat ratusan tawon. Beliau langsung menyelamatkan almarhum dengan membawa ke tempat yang jauh dari sarang tawon tersebut. Aston lantas menitipkan Binho ke orang lain. Aston sendiri mengalami bengkak disekitar wajah dan leher akibat disengat tawon tersebut.

Dengan menggunakan sepedamotor, korban lantas dilarikan ke dokter terdekat sekitar 4 kilometer dari lokasi kejadian.  


Namun dokter tidak mampu menanganinya. Dokter Kristina Sitorus menyarankan agar korban dibawa ke rumah sakit terdekat di RS HKBP Balige. 

Di tengah jalan, Binho mengeluarkan air berbusa seolah-olah kena racun dan masih sempat mengeluarkan suara kecil. Namun apa daya, bocah tersebut akhirnya meninggal sebelum tiba di RS HKBP Balige.

Dengan rasa putus asa, orangtuanya kembali membawa si anak ke rumahnya di Desa Natolu Tali, Kecamatan Silaen Kabupaten Tobasa. Orangtua korban Anggiat Naiborhu yang juga sebagai Kepala Desa Natolutali merasa terpukul dan tak percaya akan apa yang menimpa dirinya.

Sedang ibunya tak kuasa menahan tangis dan jatuh pingsan. Tetangga dan saudara berdatangan menangis histeris akan kematian bocah yang sudah terbujur kaku. Banyak pelayat yang tidak yakin akan kematian bocah tersebut. Bocah tersebut seolah-olah tertidur dengan badan kelihatan segar dan tidak merasa sakit.


Salah satu pelayat mengatakan bahwa sarang tawon tersebut akan dimusnahkan dengan cara membakar. 

"Ini sangat berbahaya kepada pengguna jalan dan anak-anak. Tidak ada yang mengganggu tawon tersebut tapi mengapa dia menyengat," ungkap Haposan Naiborhu.


Menurut Haposan rencana membakar sarang tawon yang telah menewaskan Binho dilakukan untuk menghindari kejadian serupa. (Syaf/mtc/int)

Subscribe to receive free email updates: